
#Satu minggu kemudian
Hari yang dinantikan telah datang, pernikahan yang akan dilaksanakan di gereja Katedral St. Patrick (New York) gereja terbesar tempat dimana akan menjadi saksi pernikahan Brian Max Frangklin dan Allana Tayker dengan ikatan suci. Di hari pernikahan Brian dan Allana juga di hadiri oleh 2000an tamu undangan itu juga termasuk sahabat, keluarga dan kerabatnya.
SKIP_
Allana tampak cantik dan memukau di hari pernikahannya, semua para mata yang melihatnya seakan terpaku termasuk Brian. Allana berjalan dengan anggun bersama sang ayah yang mendampinginya untuk berjalan mengarah ke altar pernikahan.
Setelah sampai di hadapan Brian, Mr. Frank Tayker lalu berkata kepada Brian "kuserahkan putriku kepadamu, tolong jaga dia sepenuh hatimu Brian. dia adalah putri satu satunya yang aku sayangi" mendengar permintaan ayah Allana, Brian langsung mengiyakan dengan tegas "saya akan menjaganya dengan sepenuh hati saya" mendengar jawaban Brian, Ayah Allana legah melepaskan putrinya.
Mr. Frank lalu menatap Allana dengan sayang, dan menyerahkan Allan ke pada Briaan. Setelah itu Allana dan Brian berhadan dengan Pendeta untuk mengajukan beberapa pertanyaan kepada kedua mempelai. Pertanyaan-pertanyaan ini dimaksudkan untuk mengetahui kesungguhan mereka dalam memasuki bahtera pernikahan. Kedua mempelai kemudian akan menjawab pertanyaan yang diajukan secara simbolis dan bergantian.
Usai menjawab pertanyaan peneguhan dari pendeta, kedua mempelai berdiri dan saling berhadapan, lantas mereka mengucapkan janji nikah secara bergantian, dipandu oleh pendeta dan disaksikan oleh semua orang yang hadir di gereja.
Brian dan Allan lalu berhadapan untuk mengucapkan janji suci. Brian yang pertama mengucapkan janji suci pernikahan
"Brian Max Frangklin, I take thee to be my lawfully wedded wife, to have and to hold from one another, to have and to hold from now on and to ever, in time of sickness and tribulation, in time of health and in sickness, to love and to cherish one another, until death do us part, according to the law of the holy god, and this is my solemn promise of faithfulness."
Setelah selesai mengucapkan janji suci Brian lalu menyematkan cincin pernikahan yang sudah disediakan, di jari Allana. setelah itu giliran Allana yang mengucapkan janji suci
"Allana Tayker, I take thee to be my lawfully wedded husband, to have and to hold from one another, to have and to hold from now on and to ever, in time of sickness and tribulation, in time of health and in sickness, to love and to cherish one another, until death do us part, according to the law of the holy god, and this is my solemn promise of faithfulness."
Lalu Briyan mulai mendekatkan wajahnya ke arah Allana dan menciumnya dengan lembut lalu terdengar suara tepuk tangan yang di berikan para tamu undangan. Lalu di mulai dengan sesi berikutnya sampai dimana mempelai pria dan wanita akan berkeliling menggunakan mobil pernikahan yang di ikuti beberapa tamu undangan dan setelah itu di lanjutkan dengan resepsi di hotel terbesar sampai kembali ke sesi acara berikutnya yang di adakan di hotel terbesar di New York.
Waktu tidak terasa sudah malam hari acara pernikan telah selesai Keluarga besar Allana dan Brian tidak pulang ke kediaman tapi mereka menginap hotel untuk beberapa hari.
#Kamar Hotel
Allana telah selesai membersihkan diri dan sedang duduk sambil menunggu Brian yang giliranya mandi.
Allana duduk di pingiran kasur dengan tidak tenang dan juga gugup, Allana terus berbicara kepada dirinya sendiri
"Bagaimana ini aku baru pertama kali satu kamar dengan laki laki, rasanya sungguh tidak nyaman.
apalagi aku belum siap, atau melakukan hubungan yang ah... membuat ku ingin mati saja"
Sampai tiba tiba Brian keluar dari bilik kamar mandi, membuat Allan kaget bukan maing. Allana menatap Brian dengan tatapan waspada, merasa di perhatikan Brian lalu menatap Allana dan langsung bertanya.
"Kenapa kau menetapku seperti itu?" mendengar pertanyaan Brian yang spontan membuat Allana salah tingkah " Bukan apa apa kok" Brian hanya mengernyitkan jidatnya lalu Brian berkata kepada Allana" Dasar aneh, oh ya aku ingin bilang jangan terlalu berharap tinggi kalau aku akan menyentuhmu, melihatmu saja aku tidak berselera" kata Brian dengan nada dingin lalu pergi keluar kamar hotel dengan santai.
Setelah Brian pergi, Allana hanya diam dan berkata dalam hati "Jika dia tidak ingin menyentuhku kenapa dia berkata seperti itu, semejijikan itukah aku sampai suamiku sendiri enggan melihatku apalagi menyentuhku" Membuat Allana mengingat kejadian di acara pertunangan mereka, "bahkan di acara pertunangan saja, dia selalu menyalahkanku" tanpa terasa air mata Allana membasahi pipinya tanpa bisa dicegah. Malam itu adalah malam yang menurut Allan terlalu melelahkan untuknya tanpa sadar Allana tertidur begitu pulas dengan sisa air mata yang masih tertinggal disudut matanya....