
pagi ini segala aktivitas telah berjalan sebagian anak anak yang pergi ke sekolah, bekerja, berjualan dan segala aktivitas masih banyak lagi.
#Kediaman Keluarga Tayker
Ibunya Allana sudah mulai sibuk di dapur, walaupun rumah mereka ada pembantu tapi Miss Oliv lebih senang memasak khusus untuk keluarganya saja.
Allana yang sudah siap untuk berangkat kekantor sedang menatap sang bunda di dapur yang sedang menyiapkan sarapan, lalu Allana mengarahkan langkahnya ke arah sang bunda.
"Pagi bunda" ibu allana yang mendengar sapaan anaknya yang ceria hanya tersenyum, lalu ibu alana menjawab sapaan sang anak sekaligus menggoda Allana.
"Pagi juga sayang. senang banget pagi ini, masih kepikiran brian ya" mendengar perkataan bundanya Allana langsung mengelak
"Bunda apaan sih, gak ko bun biasa aja ko" Ibu Allana seakan tidak percaya malah terus menggoda Allana
"yang benar!.. tapi ko pipihnya merah sih" Allana yang sudah tidak tahan di goda terus oleh sang ibu langsung berpamitan kepada sang ibu
"udah ah aku berangkat ya bun" sambil mencium pipi ibunya lalu Allana bergegas pergi. sedangkan sang ibu yang melihat tingkah Allana hanya tersenyum.
Skip__
Di kantor Allana sibuk mengerjakan berkas berkasnya, yang satu hari di tinggal malah sudah menumpuk di mejanya. itulah susahnya jadi Direktur utama. sebagai anak tunggal Allana adalah satu satunya ahli waris dari perusahaan keluarga Tayker.
Allana senang dengan apa yang dia kerjakan selama ini, apalagi saat ayahnya menyerahkan tanggung jawab yang begitu besar untuknya. dia tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya, hal yang paling penting untuk Allana adalah kebahagiaan kedua orang tuanya.
Sedangankan di tempat lain Brian sedang menyusun segala rencana untuk menangkap tikus tikus yang berkeliaran di perusahaannya. beberapa hari lalu di perusahanya memiliki penurunan yang tidak stabil dalam anggaran pemasukan. Brian paling tidak suka orang yang bekerja dengannya hanya ingin mencari untung apalagi sampai penyelundupan uang perusahaan karena itu termasuk pelanggaran yang biasa disebut Korupsi.
Di dalam ruang rapat suasananya sangat mencekam, Brian menatap mereka satu persatu dengan tatapan tajam lalu brian mulai membuka percakapan dengan nada tegas sebagai seorang pemimpin
"Saya langsung pada intinya, sekarang saya ingin orang yang bertanggung jawab atas masalah penyelundupan uang perusahaan untuk berdiri sekarang" (dengan nada tanpa di bantah). Tapi tidak ada yang berdiri, Brian yang melihat tidak ada yang mengaku atas perbuatanya menyuruh mereka untuk keluar kecuali Mr Derek.
Derek yang mendengar namanya di panggil hanya bisa duduk dengan keringat dingin yang bercucuran tanpa henti. Setelah semuanya keluar Brian memfokuskan pandangannya ke Mr Derek dengan tatapan tajam dan dingin, setelah beberapa menit terdiam Brian mulai membuka percakapan
"apakah kau tahu saat masuk ke perusahaan ini, kau tidak boleh melanggar perjanjian di perusahaan ini. Kau tahu bukan kosekuensi yang harus kau terima Mr Derek" dengan penekanan disetiap katanya. Lalu dengan gementar Mr Derek menjawab
"ya saya tahu pak" mendengar jawaban Mr Derek membuat Brian semakin geram.
"Kalau kau sudah tahu peraturannya kenapa kau melanggarnya" kata Brayen denga nada dingin.
"Saya terpaksa melakukanya, karena anak saya membutuhkan uang untuk biaya rumah sakit yang begitu besar pak, saya terpaksa melakukanya pak" dengan tatapan sangat mengiba agar Brian melepaskannya. Tapi Brian malah menatap dengan pandangan merendah sangat rendah
"Kau bahkan tidak layak di panggil ayah saat anak mu baik baik saja kau malah mengharapkan anakmu mengalami sakit" kata brian dengan nada geram
mendengar jawaban Brian, seakan tertangkap basah Mr Derek pun mengatakan yang sejujurnya bahwa uang yang dia gunakan untuk memenuhi keinginan perempuan yang menjadi simpanannya.
mendengar jawaban Mr Derek, Brian langsung mengambil keputusan bahwa Mr Derek akan di pecat secara tidak terhormat dan tidak akan mendapatkan pekerjaan di perusahaan manapun.
mendengar keputusan Brian, Mr Derek hanya bisa pasrah dan berjalan keluar ruangan. Mr Derek tahu dia memohon bagaimanapun saat Pak Brian sudah mengambil keputusan itu sudah menjadi keputusan final tanpa bisa di ubah.