I Love My Husband

I Love My Husband
MENUNGGU



Allana terbangun dengan teriakan yabg begitu keras sampai sampai dia menangis tersedu sedu ya mimpi buruknya kembali mimpi yang selama ini sudah tidak pernah hadir malah kembali lagi.


Allana melihat jam dinakas sudah jam 07:00 dia bangun sedikit terlambat. Allana lalu menuju kamar mandi seperti biasa rutinitasnya setiap pagi. Tidak terasa hari sudah menjelang sing tapi orang yang ditunggunya pun belum kembali karena saat Allana terbangun Allana berharap Brian ada di sampingnya tapi angan hanyalah angan bahwa Brian tidak pulang dari tadi malam membuat Allana sedikit khawatir.


SKIP__


Tidak terasa sudah dua minggu brian dan Allana berada di singapura. Allana cukup betah disini karena pemandangannya dan juga suasana malam di negara itu sangatlah memukau dengan lampu lampunya yang begitu indah, tapi ada juga hal yang membuat Allana tidak suka akan kesan sampai hari ini. Brian menghilang selama 1 minggu tidak ada kabar darinya bahkan Allana selalu menelfonnya, tapi nomornya selalu diluar jangkauan membuat Allana sangatlah frustasi dengan pemikiran yang aneh aneh yang selalu bermunculan di pikirannya tentang brian.


Pas Allana sudah siap siap untuk keluar tiba tiba Brian muncul dengan pandangan matanya yang begitu dingin, Allana yang tidak menyadari itu langsung memeluk Brian dengan erat bahkan Allana mengucapkan berbagai puji syukur kepada Tuhan atas kembalinya Brian tapi yang tidak di sangka suara yang begitu dingin keluar "Jangan menyentuhku" mendengar nada seperti sebuah peringatan dari brian, membuat Allana melangkah mundur tapi saat Allana melihat mata Brian entah kenapa tatapan itu sedikit menyakiti hatinya yang seakan tidak suka akan kehadirannya.


Brian lalu mulai membuka suara tapi masih dengan nada dingn tanpa penolakan "kemasih barang barangmu, hari ini kita pulang" katanya lalu pergi menuju kamar, meninggalkan Allana yang seakan tidak percaya dengan perkataan Brian. Allana yang merasa kurang setuju lalu berjalan ke arah Brian dan langsung berkata "kenapa kita harus pulang begitu terburu buru. kau saja baru muncul selama satu minggu ini, kamu kemana saja Brian" kata Allana dengan nada yang penuh akan keingintahuhannya tapi yang brian berikan sebuah kata yang menyakiti Allana lagi "itu bukan urusanmu, jika kau masih mau disini silahkan, tapi aku mau pulang" kata brian dengan nada dingin dan juga tatapan tajamnya yang seakan menghakimiku. Allana yang tidak ingin berdebat terpaksa mengikuti perintah brian dan langsung mengemasi barang baranya. Allana dan Brian pada hari itu juga berangkat pulang ke New Yourk, tapi saat Allana meninggalkan hotel itu, Allana merasakan hatinya seakan bimbang untuk pergi tapi apalah daya jika Brian yang sudah memutuskan.


Allana yang merasa kalau dia wajib mengikuti setiap keputusan yang di ambil suaminya karna sang suami adalah kepala rumah tangga sebagai panutan sedangkan dia adalah ekor yang selalu mengikuti kepalanya bergerak, seperti layaknya suaminya jikalah itu baik sebagai istri dia harus menurut saja walau ada sedikit perasaan bimbang pada dirinya. mungkin pemikiran itu akan terus bertahan atau sebaliknya tergantung situasi pikir Allana.