
Setelah selesai makan malam, Allana beramsumsi untuk menanyakan ini kepada brian. Saat brian masuk keruang kerjanya allana lalu menyusul tapi sebelum masuk Allana menngetuk pintu sebagai tanda sopan. setelah di persilahkan oleh brian Allana lalu melangkahkan kakinya ke dalam ruangan brian lalu duduk di kursi yang telah disediakan yang langsung berhadapan dengan brian. sebenarnya Allana juga merasa bimbang harus menanyakan ini kepada Brian tapi allana berfikir ini sangat penting untuknya
"Brian sebenarnya aku cuman mau menanyakan pirihal rumah ini, apakah kau membeli rumah ini tidak terlalu berlebihan" kata Allana, brian yang tidak suka orang orang seperti ini yang menanyakana hal yang menurutnya membuang buang waktu.
"Apa urusanya dengan mu, lagipula ini rumahku. aku beli atau jual itu bukan urusanmu" kata brian dengan nada menyindir dan tatapan mengintimidasi, Allana yang seakan merasa dirinya terpojokkan tapi seakan logikanya menyambung Allana merasa kalau difikir fikir lagi diakan istri sahnya Brian tentu saja Allana harus tahu karena itu juga urusannya. Tapi Allana tidak ingin berdebat dengan Brian jadi Allana memutuskan untuk mengalah lagi, ya lagi dan lagi lalu Allana meminta permisi dan keluar dari ruangan kerja brian dengan perasaan yang entah apalagi yang bisa ditafsirnya.
Setelah Allana keluar ruangan. Brian mulai menelfon seseorang bahwa pertemuan dengan klainnya akan di percepat dalam beberapa menit mendatang. selesai berbicara brian mengambil berkas berkas yang sudah di siapkan laluh bergegas ke kantor untuk mengahadiri metingnya. Waktu yang di butuhkan Brian hanya 15 menit karena rumah dan kantor lumayan cukup jauh, Brian lalu menuju kerung meting dan sudah berkumpul beberapa rekan bisnis yang menhadirinya. tapi hal yang tidak diduga brian seseorang yang telah menghilang muncul kembali dia berada di beberapa deretan menatap brian dengan tatapan rindu yang mendalam, tapi respon yang brian berikan adalah kosong. Lalu brian kembali fokus pada meting untuk prodak baru di butuhkan untuk perancang busana untuk periklanannya. meting berjalan begitu lancar tanpa hambatan selesai dengan presnetasi, saran dan juga masukan sampai meting itu berakhir. Semua yang ada disana sangat terkagum dengan hasil presentasi yang sangat memuaskan lalu berlanjut dengan berjabat tangan dengan rekan rekan pembisnis lainnya.
"Apa kabar Brian sudah lama kita tidak berjumpa?.." kata gadis itu, mendengar sebuah sapaan untuknya membuat brian merasakan perasaan muak "apa kau pikur ini lucu" kata brian dengan menatap gadis itu dengan tajam "Maksudmu?.." Brian lalu terkekeh kecil tapi tidak dengan perasaannya "Saat kau menghilang selama dua tahun lalu dan sekarang kau berada dihadapanku dengan santainya kau menanyakan kabarku, apa yang harus ku respon tersenyum dan bilang selamat datang Amelia Resly" dengan penekanannya di setiap kata ada jeda yang untuk beberapa saat lalu brian mengatakan kata kata yang bisa meruntuhkan hati seorang Amelia "Kau sangat memuakkan Amelia Resly" kata brian
lalu brian meninggalkan ruangan itu dengan tatapan kosong sedangkan berbalik dengan Amelia yang jatuh terduduk dengan perasaan yang sangat sulit diutarakan sakit bukan secara fisik melainkan perasaannya yang hancur karena tatapan dan kata kata yang keluar dari orang yang dicintainya.