
Brian yang sudah sampai di tempat banyak orang mencari kesenangan sebagai pelepas hasrat akan duniawi yaitu clubbing yang terkenal disingapura mebuat brian tersenyum layaknya devil lalu melangkahkan kakinya dengan santai ke dalam tapi tidak dengan auranya yang begitu menakutkan.
SKIP__
Allana yang terbangun merasakan suhu badannya mulai normal. Allana lalu beranjak dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena dari tadi pagi Allana belum mandi sehingga Allana merasa tidak nyaman.
setelah selesai dengan rutinitasnya, Allana mulai berganti pakaian. dan setelah itu Allana baru sadar kalau Brian tidak ada di kamar. Allana lalu keluar dari kamar menuju meja pantri, tapi brian juga tidak ada. Allana lalu mencari kesemua ruangan tapi tetap saja nihil tidak ada Brian dimanapun. Allana berfikir mungkin Brian keluar sebentar, ya pikir Allana yang langsung mulai menetralkan perasaannya karena tidak mau berfikiran buruk tentang Brian. keputusan yang Allana ambil adalah bersantai di ruang Tv untuk menunggu brian pulang.
Tidak terasa waktu begitu cepat jam berganti jam sampai menunjukkan pukul 09:00 malam tapi brian tak kunjung menampakkan batang hidungnya.
Allana mulai memasak dan menyediakan beberapa hidangan di meja makan. Setelah selesai Allana lalu mulai menyantap makanannya lalu beranjak membersihkan segala perabotan yang kotor abis dipakainya. setelah itu Allana melangkahkan kakinya menuju balkon untuk sekedar menikmati pemandangan kota di singapura yang telah disediakan di depan matanya, seakan tidak sadar Allana melamun tapi entah apa yang dipikirkan Allana.
Tidak terasa waktu sudah meunjukkan pukul 12:25 Allana cukup lama diluar sehingga membuat bibirnya sedikit pucat. Allana lalu bergegas masuk kedalam lalu menutup pintu balkon. setelah itu Allana langsung menuju ke arah kamar untuk beristirahat seakan tidak sadar Allana melupakan brian yang belum pulang, karena Allana merasa badannya kurang sehat.
Pagi telah datang membangunkan seorang gadis yang tertidur begitu lelap. Mata itu mulai perlahan mengeliat karena cahaya yang masuk sedikit di balik tirai jendela kamarnya. Gadis itu terbangun dengan acak acakkan, tapi tidak dengan wajahnya yang tetap cantik dan imut. Dengan perlahan dia beranjak dan membersihkan tempat tidur yang dipakainnya. saat sedang asik membersihkan tempat tidurnya tiba tiba seorang pria muncul dibelakang sang gadis dan mengarahkan sebuah pistol yang berisikan peluru tepat dikepala gadis itu.
Pria itu mulai mendekatkan bibirnya di samping telinga kanan sang gadis lalu sebuah suara yang begitu lambat dengan penekanan disetiap katanya dalam menghayati peran "Kau harus mati karena merebut orang yang begitu aku cintai" dengan sebuah hasrat yang begitu mendalam. Gadis itu begitu merasakan suhu tubuhnya sangatlah dingin dengan ketakutan yang luar biasa. setelah kata itu selesai sebuah bunyi yang begitu keras akan tembakan yang mengenai sang gadis tepat dikepalanya. yang gadis itu rasakan adalah badanya terasa seperti patung begitu kaku dan lemas yang gadis itu bisa lakukan adalah melihat darah yang begitu banyak dibaju putih yang dikenakannya, merambat begitu cepat sehingga membuat kolam kecil berisikan bauh amis yang begitu kental. saat gadis itu berusaha berbicara tapi seakan suaranya tertahan oleh sesuatu, hanya saja yang mampu tubuhnya respon adalah air matanya yang terus mengalir tanpa henti dengan mata yang terus memandang sang pria. Sedangkan diposisi lain Pria itu yang melihat penderitaan sang gadis seakan di wajahnya tidak mengekspresikan apapun. setelah itu pria itu menjatuhkan sebuah bunga mawar putih di samping sang gadis. Pria itu melihat momen saat Bunga yang dijatuhkannya yang awalnnya berwarna putih berubah menjadi merah darah lalu kakinya mulai melangkah pergi dari ruangan itu meninggalkan seorang gadis yang berada di ambang kematiannya.