I Love My Husband

I Love My Husband
PILIHAN



"kenapa kau menerima percodohan ini?"


mendengar pertanyaan dari Brian membuat Allana sedikit risih. Allana hanya diam, lalu Brian beralih dan memfokuskan pandangannya ke arah Allana. melihat tatapam brian akan penuh tuntutan membuatnya terpakasa menjawabnya


"Aku menerima perjodohan ini karena kedua orang tuaku, menurutku prioritas utamaku adalah kebahagiaan orang tuaku tidak ada hal yang lebih penting dari itu. dan juga" Allana menatap mata brian dengam dalam "aku juga berusaha untuk belajar mencintaimu dan menjadi istri yang selalu setia kepada suaminya" mendengar jawaban Allana sedikit membuat Brian merasa risih "Apakah tidak ada pria yang kau cintai, pacar mungkin" Allana seakan menerawang dimasa lalu "ada... mungkin, tapi itu hanya bagian dari masa lalu yang ku tahu sekarang adalah kamu menjadi bagian masa depanku. Aku tidak terlalu memandang ke masa lalu karena aku tahu Tuhan sudah mentakdirkan setiap orang dengan pasangannya masing-masing. Seperti kamu dan aku yang ditakdirkan bersama dalam sebuah pilihan, adalah sebuah penentu di masa yang akan datang"


mendengar jawaban Allana, Brian tidak bisa berkata apa apa, lalu Allana sendiri balik bertanya seperti pertanyaan yang dilontarkan Brian


"kamu sendiri kenapa menerimah perjodohan ini?" mendengar pertanyaan Allana, Brian tidak terima


"Aku bukannya menerima, cuman terpaksa. Sebenarnya aku mempunyai orang yang aku cintai" kata brian sambil menerawang jauh di masa lalu


"Namanya Amelia Resly, dia gadis yang baik hati dan penyayang tapi sayangnya dia menghilang selama dua tahun" kata Brian dengan nada yang sedikit memancarkan kesedihan di matanya.


"Apakah kau sudah berusaha mencarinya?..sudah aku bahka menyuruh ditektif handal di New york tapi tidak ada yang bisa menemukan jejaknya "Allana berfikir "Kapan terakhir kali kalian bertemu, apakah kalian mengalami pertengkaran atau kejadian buruk sebelum Amelia menghilang?" Brian mencoba membuka ingatannya di masa lalu "sepertinya tidak, terakhir kami bertemu di sebuah restoran dia cuman bilang beberapa hari kebelakang dia ingin fokus dengan bisnis butiknya dan dia butuh privasi. Aku hanya bisa memaklumi itu karena aku tahu dia baru merintis bisnisnya dan kebetulan satu minggu kedepan aku harus berangkat untuk perjalanan bisnis dan setelah aku pulang dan pergi ke apartemennya dia sudah tidak ada dan semuanya sudah kosong tidak ada barang barang yang tersisa di apartemennya" kata Brian panjang lebar. Allana hanya mengehela nafas entah respon apalagi yang harus dia berikan mereka bercerita tidak sadar waktu sudah menjelang siang lalu bunyi bel terdengar.(ting...tong)


Mendengar suara bel Allana lalu membuka pintu dan betapa terkejutnnya Allana bahwa yang datang adalah Renata teman barunya.


"Renata ya ampun aku kira siapa, ayo masuk" mendengar ajakan Allana renata langsung menolaknya "um sebenarnya aku lagi buru buru sih, aku cuman antarin ini buat kamu. nih puding yang aku buat sendiri jangan lupa ya dimakan , yaudah aku pergi ya" Melihat Renata yang terburu buru Allana langsung mengucapkan "Terimakasih ya pudingnya, iya sama sama"


lalu Allana masuk dan membawa puding ke meja pantri tiba tiba Brian sudah berada di belakangnya "Apa itu" membuat Allana sedikit terkejut dan memghela nafas "oh in, ini itu puding dari teman aku, dia yang kasih " Brian merasa heran sejak kapan Allana punya teman di singapura setahu Brian, Allana baru pertamakali ke negara ini.