
Kristal pov.
Jiwa dan raganya hancur mendengar anaknya jatuh ke dalam jurang. Di dalam mimpi pun ia tak pernah berfikir akan keadaan seperti ini. Tetapi kenapa kejadian ini bisa sampai terjadi.
Ia membesarkan anak-anaknya dengan bercucuran keringat untuk bisa makan sehari-hari, mulai dalam kandungan hingga sebesar sekarang.
Pengorbanannya selama mengandung hingga melahirkan tidak lah mudah. Di usia kehamilan yang masih muda ia berada di negara lain tanpa sanak saudara serta keadaan ekonomi yang pas-pasan cuma bisa bertahan hidup beberapa hari. Keadaan saat itu yang tidak memungkinkan ia membawa uang cukup, rasa bersalah yang besar kepada daren membuat ia memutuskan untuk menjauh darinya agar kondisi kesehatannya bisa membaik. Jika ia tidak menginginkan pizza di malam hari dan membuat mobil daren kecelakaan hingga membuat ia gegar otak, nasib anak-anaknya tidak akan seperti ini, meninggal tanpa merasakan kasih sayang seorang ayah, tidak akan pernah merasakan kesengsaraan dari kecil meskipun keadaan ekonomi mereka sekarang lebih baik.
Air mata tidak berhenti mengalir dari pipinya, kenangan masa lalu dengan mereka terus terngiang. Pertemuan pertamanya dengan aleyana di tepi jalan dengan kondisi sama-sama mengenaskan. Kristal yang saat itu baru saja di pecat dari restoran tempat ia bekerja karena ketahuan hamil, resteron tersebut tidak bisa mempekerjakan wanita hamil karena memiliki stamina yang kurang kuat hingga tidak bisa bekerja secara optimal padahal wanita hamil juga perlu makan untuk kandungannya supaya tetap sehat serta tercukupi semua nutrisi. Sedangkan aleyana dia terlihat kurus dan tak terawat serta lebam-lebam di seluruh tubuh, Kristal yang tidak tega menawari untuk tinggal bersamanya meskipun serba kekurangan tetapi masih bersyukur masih ada tempat tinggal untuk berlindung dari terik matahari serta dinginnya hujan serta salju apabila sudah turun. Setelah keadaan aleyana membaik ia bertanya kenapa bisa seperti itu. Jawaban aleyana membuat ia berhenti sesaat sesaat
"Saya tidak ingat apa-apa , saya bangun dengan kepala yang pusing , saya juga tidak mengingat jati diri saya, di sana saya di suruh mulung , ngamen ,minta-minta segala pekerjaan harus saya kerjakan jika uang yang saya peroleh tidak sesuai target maka saya akan di pukul serta di kasih makanan bekas dan air putih. Sehingga saya tidak tahan dan mencoba melarikan diri tetapi mereka selalu bisa menangkap saya lagi, tetapi malam itu tuhan seperti berbaik hati kepada saya karena salah satu penghuni melakukan kesalahan hingga tempat persembunyian yang saya tempati di datangi polisi maka dari itu saya bisa melarikan diri dari tempat itu."
Setelah mendengar cerita itu kristal berjanji kepada dirinya sendiri bahwa ia akan menjaga dan merawat aleyana dengan baik semampu yang ia bisa. Semua kebutuhan sehari-hari, mereka saling gotong royong, jika kristal sedang bekerja aleya akan bersih-bersih di rumah, mencuci baju serta bersekolah. Ia ingin aley mwndapat pendidikan yang bagus agar hidupnya di kemudian hari tidak susah tidak seperti dirinya yang hanya tamatan SMA tetapi meskipun demikian ia tetap mengembangkan kemampuan menggambar dan menjahit. Meskipun perkerjaan itu di pandang sebelah mata oleh sebagian orang, ia tetap belajar walaupun secara otodidak. Ia tidak mungkin melanjutkan pendidikannya sedangkan sekarang ia tengah mengandung.
Sewaktu si kembar lahir ia begitu berterima kasih kepada aleyana mau mengurus si kembar juga meskipun kegiatannya tidak sedikit. Pernah ia ingin menyewa jasa baby sister, aley sangat marah ia berkata " Belum tentu orang yang kakak pekerjakan itu orang baik, bagaimana jika mereka mencelakai si kembar, kita sudah kehilangan uang, masih juga kehilangan hati, maksud ku uang tidak seberapa dari pada keselamatan si kembar, uang bisa kita cari tapi si kembar bagaimana kita cari, emang kakak mau buat adonan lagi" Setelah aley menyelesaikan ceramah yang di akhiri dengan lelucon yang tidak masuk akalnya itu, ia langsung berlari ke tempat si kembar dan bermain bersama. Ia tak akan pernah melupakan jasa yang sudah di lakukan aleyana seumur hidup.
" *Kuharap bisa membalas semua jasanya, meskipun hanya doa yang bisa ia kirimkan untuknya sekarang. Jika ia masih hidup ia berjanji akan membantunya. Apapun masalahnya ".
Kristal memandang jurang dengan pandangan kosong, di sampaingnya mama menangis tersedu-sedu meratapi nasib cucu yang tak pernah ia lihat dan sentuh wajahnya.
Air mata terus turun membasahi pipinya, daren yang berada di belakangnya terus memeluknya untuk sedikit meringankan sedikit beban yang mereka tanggung.
" Maafkan kami, hanya tulang saja yang bisa kami temukan. Seluruh isi di dalam mobil meledak dan hangus terbakar " ucap kepala Tim SAR
"Iya, terima kasih pak atas semua bantukan bapak dan rekan-rekan" ucap papa dengan tampang lesu serta raut kesedihan yang tidak bisa di sembunyikan lagi. Hatinya juga begitu hancur mendengar kabar jika cucunya sudah berpulang terlebih dahulu dari dirinya.
" Sama-sama pak ini sudah menjadi kewajiban kami. Sekali lagi saya dan rekan-rekan turut berduka cita atas yang terjadi dengan keluarga anda " ucap kepala Tim SAR.
" Terima kasih, kami akan membawa jenazah untuk segera di kebumikan. Selamat sore " ucap papa.
" Selamat sore " ucap kepala Tim SAR.
...