
Author
Akhirnya setelah menempuh perjalanan beberapa jam kristal tiba di Bandara Soekarno Hatta.Banyak yang memandang kagum atas kecantikan kristal selama perjalanan meninggal kan bandara tersebut.Saat ini di jakarta pukul 8 pagi tetapi hawanya sangat panas.Setelah kristal mengambil barang bawaan ia langsung menyetok taksi menuju hotel yang akan di tempati nya selama sehari semalam karena tujuan utama nya balik bukan jakarta.Ia ke sini untuk menemui orang terkasihnya yang tidak pernah ia temui selama beberapa tahun ini karena jarak yang sangat jauh oleh sebab itu ia ke jakarta dulu sebelum memulai aktifikas nya.
"Selamat pagi dan selamat datang di hotel HMW silangkan ikuti saya"ucap salah satu pegawai hotel mengantarkan kristal ke receptionis
"Ada yang bisa bisa saya bantu nona"ucap seorang dengan name tage-yuni yang berdiri di depan di meja receptionis dengan senyum rumah.
"Saya pesen kamar yang biasa,apa masih ada?"ucap ku sambil membalas chat dari ela yang katanya udah kangen dan gak bisa tidur
"Masih,,,tipe A atau B nona"ucap yuni
"Tipe A"ucap ku dengan nada cuek karena sibuk dengan pesan yang di kirim ela yang menanyakan kapan aku pulang
Yuni segera menyerahkan kunci ke anton nama orang yang membawa barang" kristal setelah itu mereka menuju ke lift yang berada di ujung lobi.Tiba-tiba di tengah perjalanan tanpa sengaja kristal menabrak seseorang hingga berkas yang ia bawa berserakan di lantai.
"Maafin saya tuan"ucap kristal sambil nembantu bapak itu mengambil berkas di lantai
"Tidak apa-apa tetapi lain kali berhati-hati lah"ucap bapak tersebut
Saat kristal akan menyerahkan berkas tersebut mata nya melotot saat tau siapa yang ia tabrak,sebelum sempat berbalik orang tersebut sudah melihat wajah kristal dengan wajah syok
"Nyo.....nya..."ucap bapak itu terbata
"Ini berkas nya saya masih ada urusan"ucap kristal tergesa gesa
"Nyonya tunggu "ucap Pak dion-orang yang di tabrak kristal.lari mengejar kristal
Huppp
Pak dion berhasil memegang tangan kristal tetapi kristal langsung melotot
"Apa mau bapak,lepas kan tangan saya"ucap kristal jengkel
"Kita perlu bicara nyonya"ucap Pak dion kekuh
"Tidak ada yang perlu di bicara kan Pak"ucap kristal berusaha melepaskan tangan nya
"Banyak nyonya..tuan besar hermawan mencari nona selama ini"ucap Pak dion dengan nada tenang nya tetapi tetap memegang tangan kristal
"Di sini banyak pengawal tuan besar nyonya lebih baik andan menurut"imbuh nya
Dengan sangat terpaksa kristal mengikuti Pak dion.Sekarang mereka berada di restoran hotel tersebut setelah Pak dion menyerahkan dokumen tersebut ke bawahaannya agar di serahkan ke tuan besar nya.
"Bagaimana kabar mu"ucap Pak dion memulai pembicaraan
"Baik"ucap kristal cuek sambil meminum jus jerus yang baru datang
"Dimana selama ini kamu tinggal"ucap Pak dion
"Di suatu tempat yang tidak akan kalian ketahui"ucap kristal
Dion yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas.
"Makan lah kau pasti belum makan"ucap dion mengalihkan topik agar suasana menjadi santai lagi
"Iya"ucap kristal sambil memakan makanan yang sudah tersedia dari tadi
....
"Biar ku antar ke kamar"ucap Pak dion setelah mereka selesai makan
"Tidak usah,aku bisa sendiri"ucap kristal sambil berdiri dari kursi nya
"Biar kan saya menjalankan tugas saya nyonya"ucap Pak dion kekuh
Kristal yang mendengar itu tidak ambil pusing dan segera berjalan menuju ke lift yang di ikuti Pak dion dari belakang.Pak dion menekan tombol lift ke lantai atas membuat kristal keheranan
"Kenapa kita ke lantai atas"ucap kristal dengan wajah binggung
"Nyonya akan menginap di ruang vvip khusus keluarga hermawan"ucap Pak dion tenang
Kristal yang mendengar hanya menghela nafas.
Kenapa tadi gue gak lihat nama hotel nya dulu sebelum gue booking,kristal bego bego...semoga hidup gue gak berantakan ucap batin kristal merutuki kebodohan nya.
...
"Silahkan masuk nyonya"ucap Pak dion dengan sopan
"Iya"ucap kristal berjalan menuju kamar
"Jika anda membutuh kan sesuatu hubungi saja manager di sini nyonya,orangnya masih sama...kalau begitu saya pamit,semoga hari nyonya menyenangkan"ucap dion lalu berjalan meninggalkan kamar tersebut
Setelah kepergian Pak dion,kristal langsung menuju ranjang king size di kamar tersebut untuk mengistirahatkan tubuh dan fikiran nya hari ini.
...
Pukul 4 sore kristal bangun dari tidur nya lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya yang sudah lengket dan bauk.Tidak butuh waktu lama,sekitar 25 menit kristal sudah keluar dengan kondisi badan yang fres serta wangi
Kriuk....kriuk....
Perut kristal sudah lapar lagi karena tadi ia cuma makan sedikit waktu makan bersama dengan Pak dion.Setelah berfikir cukup lama ia memutuskan makan mie ayam di pinggir jalan karena sudah kangen dengan suasana tersebut.Walaupun menurut orang makan di pinggir jalan itu merupakan hal yang sangat menjijik kan tetapi menurut kristal makan di tempat tersebut memberi kesan tersendiri untuk nya dan tidak terlalu menjijik kan karena selama makan di sana ia tidak pernah sakit perut.
Di rasa penampilannya sudah cukup,kristal keluar dari kamarnya menuju jalan raya untuk menyetop taksi belum sampai keluar dari lobi ada seseorang yang berjalan menghampiri kristal dengan stelan jas hitam.
"Kau siapa?"ucap kristal ke orang tersebut karena merasa aneh.
"Saya hendrik,orang suruhan tuan dion untuk mengantar dan menjaga nyonya"ucap hendrik menunduk di sopan
Kristal yang mendengar itu menatapnya tajam
Hidup gue bakal banyak masalah deh kayaknya batin kristal
"Saya tidak perlu pengawalan"ucap kristal berjalan melewati hendrik,belum ada tiga langkah ada 2 orang yang menghadapi langkah nya
Kristal yang melihat itu hanya menghela nafas atas sikap orang suruhan pak dio.Ia tahu pasti pak dion takut diri nya kenapa-kenapa atau kabur.Mungkin kedua nya
"Antar saya mencari mie ayam di pinggir jalan"ucap kristal.
Hendrik dkk yang mendengar itu terkejut pasalnya orang yang di ketahui nyonya hermawan tersebut menginginkan makanan di pinggir jalan yang notaben nya makanan orang jelata tidak seperti kristal yang seorang kata raya.
"Baik nyonya"ucap hendrik menuju ke tempat mobil yang terparkir di depan lobi agar mempermudah mengantarkan kristal
Kristal pun masuk ke mobil alphat berwarna putih itu.Di dalam perjalanan hanya terjadi keheningan hingga kristal pun bosen dan mencoba berbicara dengan pengawal tersebut
"Kalian sudah kerjaan di keluarga hermawan berapa lama"tanya kristal mencoba berbasa basi
"Saya baru 2 tahun nyonya"ucap hendrik yang sedang menyetir
"Saya baru 6 bulan nyonya"ucap teman hendrik yang duduk di samping kemudi yang bernama abby
"Kalian mengawal siapa"tanya ku lagi
"Tuan besar nyonya"ucap hendrik
"Tuan daren nyonya"ucap abby
Deg
Deg
"Hemm berapa umur kalian"tanya kristal lagi
"24 nyonya"ucap hendrik sopan
"21 nyonya"ucap abby
"Kalau umur saya sudah 26"ucap kristal
Hendrik dan abby yang mendengar ucapan kristal sangat terkejut karena wajah nyonya nya tersebut masih terlihat sangat muda.Tidak terlihat wanita berumur 26 tahun melainkan 17 tahun.Walaupun mereka sempat terkejut saat di berikan tugas oleh atasan nya untuk mengawal nyonya mereka yang tenyata masih kelihatan sangat muda di foto yang di berikan atasan nya tetapi setelah di lihat langsung tenyata lebih cantik asli nya dari pada di foto.
...
"Kalian ikut makan lah,pasti kalian capek"ucap kristal kepada kedua pengawal nya.
"Tidak perlu nyonya"ucap hendrik menunduk sopan
"Saya tidak menerima penolakkan,cepat ikut saya atau saya akan tinggalin kalian"ucap kristal
Hendrik dan abby yang mendengar ancaman dari nyonya nya hanya bisa mengangguk sambil menunduk.Mereka mengikuti setiap langkah kristal lalu duduk di depan kristal dengan wajah canggung.
"Tidak udah tegang begitu lah,aku bukan memakan manis ia kok"ucap kristal yang sedang makan sambil tersenyum
"Hemm iya nyonya,kami hanya tidak enak saja makan semeja dengan anda"ucap abby hati-hati takut kristal tersinggung
"Kita sama-sama manusia wajar lah kalau cuma makan semeja asal gak satu piring berdua"ucap kristal
"Tapi derajat kita beda nyonya,kami takut tuan besar marah dan memecat kami"ucap hendrik menjelaskan
"Setiap manusia itu di mata tuhan sama mau dia kaya,miskin,cantik,jelek.Yang beri kehidupan pun juga tuhan.kita tidak berhak memandang rendah orang lain karena tuhan pasti marah kalau itu kita lakuin.dan satu lagi,tuan kalian tidak akan marah karena ia sudah tau bagaimana sifat ku termasuk yang ini"ucap kristal sambil tersenyum
"Iya nyonya"ucap hendrik dan abby serempak
Mereka pun melanjutkan lagi aktifasnya dengan keadaan yang lebih santai.
....
Sementara itu di kediaman keluarga hermawan masih di selimuti duka.
"Selamat siang tuan"ucap dion orang kepercyaan tuan albiyan
"Kenapa kau terlambat dari waktu kesepakatan kita"ucap albiyan sambil menikmati teh di ruang tengah
"Kristal"ucap dion hati-hati.albiyan yang mendengar itu langsung memandang orang kepercyaannya itu dengan tajam.
"Ikut aku"ucap albiyan dengan nada tegas menuju ke ruang kerjaan nya di ikuti dion di belakang.
"Ada informasi apa"ucap albiyan to the poin sambil berjalan ke sofa yang ada di ruang kerja di ikuti dion
"Tadi saya bertemu nyonya kristal di hmw hotel"ucap dion
"Gimana keadaanya"ucap albiyan
"Nyonya baik dan semakin cantik dari terakhir tuan lihat"ucap dion
"Nanti malam antar kan aku ke sana"ucap albiyan tegas
"Baik tuan"ucap dion
"Apa ada perkembangan tentang insiden penembakan rose"ucap albiyan
"Orang-orang kita melihat mobil yang aneh dari cctv yang ada di parkiran"ucap dion
"Mobil.."ucap albiyan
"Iya tuan..dari pertama mobil nyonya rose datang sampai sebelum insiden itu.mobil tersebut tetap berada di situ..dan setelah penembakan mobil tersebut menghilang.Setelah kami selidiki mobil tersebut milik keluarga himura"ucap dion
"Keluarga himura???.."ucap albiyan
"Kau terus selidiki kasus ini,bagaimana perusahaan selama daren tidak bisa mengurusnya"ucap albiyan
"Semua sudah di handel alex untuk saat ini"ucap dion
"Bagus"ucap albiyan
"Kalau begitu saya permisi keluar"ucap dion sambil berdiri dari tempat duduk
"Iya"ucap albiyan yang juga berjalan keluar dari ruang kerja,tepat setelah menutup pintu albiyan melihat istri nya turun dari tangga dengan wajah lesu
"Dia tidak mau makan lagi"ucap albiyan menuju ke Lusia-istrinya
Lusia hanya mengangguk menanggapi pertanyaan suaminya dengan wajah lesu karena sejak kemaren daren tidak mau makan hanya melamun saja.Melihat kondisi anaknya seperti itu membuat ia sangat sedih apalagi cucu nya sampai sekarang belum di temukan
"Dion ketemu kristal"ucap albiyan duduk di sebelah Lusia
Mendengar itu Lusia langsung menoleh ke arah suaminya
"Benarkah pah"tanya Lusia dengan semangat
"Iya mah"ucap albiyan sambil mencium kepala istri nya
"Bagaimana keadaan nya pah. . .mama dulu sangat menyesal dan ingin minta maaf"ucap Lusia dengan lesu
"Kata dion ia semakin cantik...papa udah bilang nanti malam ingin ketemu dia,apa mama ingin ikut"ucap albiyan
"Wah benarkah,,,,kristal emang sangat cantik dari dulu seperti nama nya,iya pa mama ikut,mama kangen banget sama dia pa"ucap Lusia
"Papa juga kangen sama dia"ucap albiyan
"Apa kita cerita saja ke daren pah"ucap Lusia ke suaminya
"Jangan mah ,kata dokter kita gak bisa maksa nanti jadi fatal"ucap albiyan
"Iya pah"ucap Lusia
Mereka pun melanjutkan keluaran mereka masing-masing.
...
Ayo kak tangkap aku
Kakak jahat
Aku juga mencintaimu
Always you
Hahahaha geli
STOPPPP
STOPPPP.
Tiba-tiba daren bangun dengan nafas yang ngos"an saat bermimpi hal yang aneh selama bertahun tahun ini.
Daren keluar kamar menuju dapur untuk mengambil air setelah selesai ia berjalan melewati ruang kerja ayah nya yang terbuka.ia memutuskan masuk ke sana untuk membaca buku mengusir fikiran nya yang mengusiknya.
Saat melewati meja kerja ayah nya ia melihat album foto yang tergeletak karena penasaran ia pun mengambil nya lalu duduk di sofa.lembar pertama dan seterusnya berisi foto ia dengan angel saat masih kecil hingga remaja tiba-tiba mata nya melotot melihat foto selanjutnya yang berisi ia,angel dan seseorang yang menurut nya sangat cantik lebih cantik dari rose lalu tangan nya gemetar saat membuka lembaran" terakhir nya yang berisi foto diri nya dan gadis itu dengan pakaian pengantin
Deg....
Deg...
Deg...
kepalanya sangat sakit saat memutar memori lama hingga ia pun pingsan.
...
"Kamu bahagia honey"ucap daren sambil memeluk istri nya dari belakang sambil menciumi tengkuk istri nya yang masih di balut dengan gaun pernikahan
"Sangat bahagia"ucap kristal membalikkan badan nya memandang wajah suaminya yang sangat tampang.lama mereka berpandangan hingga bibir mereka pun menyatu untuk menyalurkan betapa bahagia nya mereka hari ini.Tak tinggal diam daren pun langsung menurunkan gaun yang di gunakan kristal hingga menampilkan tubuh kristal yang hanya di balut cd dan bh marah maron.Daren sudah di kuasai gairah hingga
"Kita tidak bisa melanjutkan nya"ucap kristal lalu pergi ke kamar mandi tergesa agar tidak tertangkap daren
Daren yang melihat itu langsung jengkel ke istri nya.
...