
Author.
Di benua lain tinggal lah seorang wanita cantik beserta ke 4 anaknya,ia tinggal di sana hanya seorang diri awalnya tetapi lama kelamaan ia tidak sendiri lagi dalam kesehariannya.Tetapi di lubuk hatinya yang paling dalam tetap terasa kosong walaupun banyak keceriaan yang ia dapatkan selama ini.Nama wanita itu adalah kristal azeline.
Setiap hari senin kristal harus bangun lebih awal dari biasanya untuk menyiapkan sarapan untuk anak-anaknya serta mengurus mereka karena hari senin mereka harus kembali ke asrama untuk menempuh pendidikan.Walaupun anak-anaknya masih berumur 8 tahun,cara berfikir mereka sudah seperti anak usia 18 tahun tetapi kelakuannya tetap anak umur 8 tahun jika sedang marah mereka gak akan ingat umur,apapun menurut mereka baik akan mereka lakukan bagaimana pun cara nya maka dari itu untuk mengontrol emosi anak-anaknya kristal memutuskan menyekolahkan anaknya di sekolah terbaik di paris,yang hanya bisa di masuki oleh orang tertentu saja.
Selesai memasak sarapan ia menuju ke lantai 2 tempat anak-anaknya beristirahat.Dengan langkah pelan ia menuju kamar di samping kamarnya
Ceklek
Dengan langkah yang masih sama ia membuka korden yang menutupi ruangan tersebut
"Ergh"
Terdengar erangan dari seorang di balik selimut.Sambil tersenyum kristal melangkah kan kakinya ke ranjang lalu duduk di pinggir ranjang yang berwarna abu-abu.
"Boy"ucap kristal sambil mengelus rambut kennan putra sulungnya.kennan yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari mamanya semakin nyenyak tidur nya.
Kristal yang melihat reaksi kennan seperti itu langsung menarik selimut yang di gunakan kennan.Sekarang terpapanglah tubuh kennan yang tidur seperti janin di dalam rahim ibunya.
"Boy bangunlah,nanti kamu terlambat"ucap kristal di depan telinga kennan.
"Jam berapa mam"ucap kennan dengan mata yang masih terpejam
"Setengah 7"ucap kristal.Kennan yang mendengar perkataan mamanya langsung mengucek matanya,pemandangan yang pertama ia lihat adalah wajah cantik mamanya.Setelah nyawa nya sudah terkumpul kennan memutuskan ke kamar mandi sedangkan kristal sudah meninggalkan kamar kennan Setelah menyiapkan pakaian yang akan di gunakan kennan hari ini.
Ceklek
Kristal membuka kamar di sebelah kamar kennan.Dekorasi ruangan ini tidak terlalu berbeda dengan kamar kennan karena mereka mempunyai kesukaan yang hampir sama tetapi sifatnya tidak sama hanya sedikit bersamaan sifat mereka.Korden sudah terbuka membuat ruangan ini terang tetapi ia tidak menemukan penghuni ruangan tersebut.Kristal melangkah menuju kamar mandi di ruangan ini tetapi tidak ada orang.Lalu ia menyusuri Isi ruangan tersebut,di dapatnya seorang anak tidur beralasan karpet berbulu di ruangan tersebut.Dengan langkan pelan ia menuju ke tempat anak tersebut.
"Sayang bungunlah"ucap kristal sambil menyingkirkan selimut yang di gunakan kevin anak ke duanya.Kevin yang merasa tidur nya terganggu langsung membuka matanya.
"Mama"ucap kevin lalu duduk
"Cepatya mandi sayang ini sudah jam setengah 7"ucap kistal lalu mencium kepala kevin.
"Ia mam"ucap kevin menuju kamar mandi.Melihat kevin ke kamar mandi,kristal segera menuju ke lemari untuk menyiapkan pakaian kevin.
Kristal keluar kamar kevin menuju pintu berwarna putih,berbeda sendiri dari pintu yang lainnya.
Ceklek
Di dalam ia melihat seorang gadis cemberut.Kristal pun langsung menuju ke tempatnya lalu mencium pipinya.
"Kenapa princes"ucap kristal tersenyum
"Mam rambut keyla"ucap keyla sendu.Kristal yang melihat wajah sendu anaknya no 4,mengambik sisir di atas nakas lalu menyisirnya.keyla yang melihat tampilannya sudah cantik ia langsung memeluk kristal.
"Keyla bakal kangen mama"ucap keyla
"Mama juga bakal kangen kamu sayang"ucap kristal
"Mama di indonesia gak akan lama kan"ucap keyla
"Jika urusan mama sudah selesai,mama pasti pulang sayang"ucap kristal
Beberapa bulan yang lalu kristal mendapatkan proyek kerjasama dari sebuah hotel.Untuk memastikan kelancaran kerjasama ia harus turun tangan langsung menangani restorannya,sedangkan butiknya ia akan menyerahkan ke orang kepercayaannya.
"Iya mam"ucap keyla masih sendu
"Hey,princes mami jangan sedih dong,kan ada kakak-kakak nya keyla serta aunti aleyana serta temannya keyla kan.Mama janji akan bawain keyla hadiah dari indonesia"ucap kristal.
"Beneran mam"ucap keyla dengan berbinar
"Benar sayang"ucap kristal sambil memeluk keyla
"Terima kasih mam"ucap keyla
Mereka pun berjalan ke luar kamar menuju meja makan.Di meja makan ia melihat keylo yang sudah duduk manis di kursinya di ikuti keyla.
"Pagi kid"ucap kristal mencium pipi keylo
"Pagi mam"ucap keylo
Setelah mencium pipi keylo,kristal mendengar suara kaki dari tangga.Kristal menengok,mendapati kedua anaknya sudah berpakaian seragam rapi.Lalu menuju meja maka.Selama makan mereka selalu mengobrol membuat keadaan ramai.Pagi ini aleyana tidak ada di rumah karena ada tugas kampus katanya.Aleyana adalah teman kerja kristal dulu waktu awal" ia berada di paris karena sama sama sebatang kara kristal dan aleyana memutuskan tinggal bersama sampai sekarang walaupun kristal lebih tua dari aleyana.Setelah melahirkan anak-anaknya kristal melanjutkan kuliahnya sedangkan anak-anaknya di urus aleyana jadi mereka sangat akrab bisa di bilang Ibu ke 2 lah.
"Mama beneran ke indonesia"tanya kevin.Saat ini kristal dan k4(sebutan untuk kennan,kevin keylo dan keyla)sedang berada di mobil menuju ke Setelah k4.
"Iya sayang,kenapa"jawab kristal memandang kevin dari spion.
"Kevin baca dari google,di sana ada baju yang namanya banit,bakit,...oh
"Batik"ucap kennan memotong ucapan kevin.
"Oh benar,batik mam,kevin mau dong mam"ucap kevin
"Buat apa sayang"ucap kristal
"Mau mewakili dubes indonesia kali di paris mam"celetuk keyla cekikikan.
"Gak ya key"ucap kevin sinis
"Sudah-sudah nanti mam beliin semuanya"ucap kristal menengahi karena tidak mau kevin dan keyla berantem.
"Makasih mam"ucap kevin tersenyum devil ke keyla,keyla yang mendapatkan itu hanya mendengus sebal sambil menyenderkan kepalanya di bahu keylo yang sedang menggambar dari tadi sedangkan kakak pertamanya membaca di tab.
Akhirnya setelah menempuh perjalanan selama 1 jam,kristal dan k4 berada di halaman sekolah yang sangat luas serta bangunan yang megah.
"Kalian hati-hati di sekolah dan rumah selama mama gak ada,oke"ucap kristal
K4 hanya menganggung lalu memeluk kristal erat karena baru pertama kali mereka di tinggal kristal ke luar negeri
"Mom juga hati-hati"ucap kennan mewakili adik-adiknya
"Iya sayang"ucap kristal mencium kening dan ke dua pipi mereka masing-masing.
Kristal pov
Setelah mengantarkan anak-anak ke sekolah,aku memutuskan untuk menuju ke butik saja karena beberapa hari ini aku jarang ke sini.Sekolah k4 ke butik rumayan jauh,kira-kira 1 setengah jam.Sesampainya di sana,para karyawan menyapaku yang ku balas dengan senyuman.Aku hanya bisa menghela nafas berat ketika melihat banyak begitu berkas di atas meja ku,aku langsung duduk di kursi dan mengerjakan berkas seperti gunung ini.
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat,matahari sudah tenggelam di gantikan dengan bulan yang menyinari setiap makhluk yang berada di bumi.pukul 7 malam aku bersiap-siap untuk pulang.
Tok.tok.tok
"Masuk"ucap ku sambil membereskan berkas yang sudah ku periksa hari ini.lalu pintu pun terbuka dan menampilkan sesosok orang yang sangat dekat dengan ku beberapa tahun ini,sosok itu bernama lindy dia di sini sebagai asistenku jadi semua pekerjaan yang tidak bisa ku kerjakan akan di kerjakan oleh nya.Dia juga seorang designer yang baru lulus 1 tahun lalu.
"Ada apa kau menyuruh ku ke ruangan mu,apa ada tugas lagi,aku begitu capek hari ini bisakah kau melakukan tugas mu sendiri"ucap lindy dengan wajah lelah nya.
Aku hanya tersenyum menanggapi omongan lindy yang ketus.karena bagaimana pun dia pasti capek hari ini menggantikan tugas ku semua dari menghadiri meting dengan client,mengecek gaun" yang di jahit agar tidak keliru dengan desain yang di kirim,melayani Pelanggan dll.Setelah selesai membereskan semua barang" ku di meja,aku beranjak ke sofa yang di duduki lindy tapi sebelum itu aku ke kulkas menggambilkan soda untuk kita.
"Selama aku di indonesia,semua urusan butik kamu yang nanganin ya"ucap ku sambil mengeluarkan pupe eyes ku.
"What,,,"ucap lindy syok.
"Kamu ingin jodoh ku gak ketemu ketemu"imbuh lindy.
"Apa hubunganya"tanyaku heran.
"Kalau kamu ngasih tugas itu gimana aku pacaran ma cowok ganteng,yang ada aku pacaran ma kertas"ucap lindy sewot.
"Please,cuma kamu orang yang bisa ku percaya"ucap ku memohon.
"Oke deh,aku mana bisa nolak permohonanmu itu,tetapi beneran kamu ke indonesia sendiri,aku gak apa" kok gantiin kamu ke sana"ucap lindy dengan wajah cemas.lindy udah tau semua tentang masa lalu ku.
"Jika boleh jujur aku belom siap ke sana tapi sampai kapan aku harus menghindar,disana tanah kelahiran ku,tempat tumbuh ku dari kecil,orang tua ku pun juga di sana serta orang yg kucintai pun di sana"ucap ku sambil menerawang.
"Kalau ada apa" hubungi aku"ucap lindy lalu memeluk ku.aku tau dia pasti cemas.Di dalam pelukan nya aku cuma tersenyum simpul atas kehawatirannya.
"Yaudah cepatya sana pulang,perawan tidak boleh keluar sendiri lo"ucap lindy cekikikan,aku yang mendengar hanya mendengus sambil melotot kepadanya.
Lindy yang melihat reaksi kristal seperti itu langsung kabur dari ruangan tersebut jika ingin masih bernafas besok.
Melihat lindy yang keluar dari ruangan nya membuat kristal membereskan barang-barangnya untuk pulang ke rumah.Yang malam ini akan sangat sepi karena hanya ada dirinya sendiri.
...
Daren pov.
Tok...tok..tok.
"Masuk"ucap ku sambil terus memeriksa berkas" yang di atas meja yang tidak ada habis-habis dari tadi pagi.
"Meeting dengan perusahaan himura dari japan akan di lakukan 15 menit lagi tuan"ucap alex.
"Hemm....gimana istri mu"ucap ku ke alex yang masih berdiri di depan meja ku
"Baik tuan semuanya"ucap alex dengan menunduk di sertai senyuman di bibir.
"Tidak udah pakai bahasa formal lah loe ke gue kalau ngomongin ginian,ngomong" jagoan apa tuan putri nih"ucap daren yang fokusnya kini ke sahabat yang sedang duduk di depan meja.
"Jagoan dong biar gak di dandani Mak nya,pusing gue mikirin bini gue dikit" salon terus shoping untung anak gue cowok"ucap alex
"Wkwkwk.....yang sabar lah bro"ucap ku sambil tertawa.
"Hah.....yuk ke ruang meting sekarang kalau telat mampus kita"ucap alex
"Oke"ucap ku
Aku,alex dan alvin keluar dari ruang ku menuju lantai 25 letak ruang meting berada selama perjalanan hanya keheningan yang ada,tidak ada percakapan yang terjadi selama perjalanan,mereka sibuk dengan fikiran masing".
....
Dreet..dreet
Di tengah meting hp ku berdering setelah mengecek siapa yang tlp langsung saja ku geser ke warna hijau.Aku dan alvin meninggalkan ruang meting setelah menyuruh alex melanjutkan meting yang tinggal sedikit lagi.
"Hall....."ucap ku terpotong oleh suara seseorang yang menangis di seberang sana.
"Ka..ka...kak hiks..hiks.."ucap angel dengan tersedu sedu
"Ada apa angel"ucap ku dengan nada cemas karena mendengar suara angel menangis
Semoga semua baik-baik saja ucap batin ku
"Ka..ka..kak rose..hiks.."ucap rose yang masih menangis
"ADA APA DENGAN ROSE KATAKAN KE KAKAK SEKARANG"ucap ku marah dan langsung menuju parkiran
"Iya..hiks...Di ....UGD hiks...sekara.....ucap angel
Tanpa mempedulikan omongan angel lagi aku langsung menuju ke rumah sakit hermawan di ikuti alvin di belakang karena aku memutuskan mengendarai mobil sendiri.Mobil melaju dengan kecepatan tinggi tanpa peduli umpatan dari pengendara lain.Dalam waktu 15 menit ia sudah sampai di depan ruang UGD,disana aku melihat angel dan mama sedang menangis serta sangat papa yang berjalan mondar mandir.
"Pa gimana keadaan istri ku"ucap ku cemas
"Masih di tangani dokter,kamu yang sabar nak"ucap tuan albiyan papa daren
"Gimana kejadiannya bisa kayaknya gini,bukannya dia kesini buat imunisasi jasmin"ucap ku dengan rasa cemas dan khawatir
"Setelah selesai imunisasi ada seseorang yang menembak rose dan mengambil anak kalian kejadiannya di parkiran rumah sakit,supir kita mati di tempat kejadiannya"ucap albiyan dengan suara parau
Setelah mendengar penjelasan papa lutut ku terasa lemas,dunia ku terasa hancur dalam sekejap tak terasa air mata ku turun membasahi pipiku ku.Selama 3 jam rose berada di ruangan ugd itu waktu yang sangat lama terasa berabad abad.tepat 4 jam lama nya akhir nya pintu tersebut terbuka.
"Bagaimana keadaan menantu saya dok"ucap albiyan kepada dokter yang baru saja keluar.
"Maafin kan sayang tuan,kami gagal mengeluarkan peluru dari tubuh pasien karena letak nya di daerah sensitif serta pasien mengalami pendarahan hebat.Saya turut berduka cita"ucap dokter
Aku yang mendengar tersebut hanya mampu terdiam menghadapi hidup yang tidak akan pernah sama lagi.keceriaan yang ada akan di gantikan oleh kesuraman.