I LOVE MY HUSBAND / On Going

I LOVE MY HUSBAND / On Going
SEBELAS



Dua puluh tahun kemudian


Waktu berjalan sangat cepat, tidak sadar sekarang sudah 20 tahun setelah kejadian menyakitkan keluarga hermawan terjadi. Banyak perubahan yamg sudah terjadi, baik rumah keluarga hermawan ataupun semua anggota keluarga hermawan. Dari semua perubahan yang sudah terjadi hanya rasa cinta daren ke kristal yang tidak berubah mesti sudah puluhan tahun.


...


Daren menuruni tangga dengan perlahan dengan kristal yang berjalan di sampingnya. Kondisi kristal masih sama selama 20 tahun, kepergian anak-anak menjadi pukulan terbesar untuk dirinya, hingga ia masih tidak bisa menerima semua ini. Selama 5 tahun terakhir, kristal selalu ikut ia kerja, ia tidak akan bisa tenang meninggalkan kristal sendirian di rumah yang hanya di temani pembantu. Orang tua daren sudah meninggal 5 tahun yang lalu karena penyakit bawaan yang orangtuanya miliki, Itu salah satu alasan ia membawa kristal ke kantor.


...


Suara telapak kaki turun dengan tergesa setelah daren duduk di kursi makan.Dengan menggunakan seragam sekolah yang acak-acakan, tidak mencerminkan seorang pelajar, turun melewati daren dan kristal begitu saja.


"Mau kemana kamu"Ucap daren dengan suara datar.


"Sekolah"Ucap pemuda itu.


"Sekolah apa yang masuk jam 8 bian "Ucap daren dengan suara sinisnya.


Bian Atau Fabian putra hermawan hanya mendengus sinis mendengan perkataan papanya-daren.


"Papa urus saja orang gila itu"Ucap bian cuek ke papanya-daren.


"Jaga ucapan mu bian, dia adalah mamamu.Bagaimana pun keadaannya ia mama kandung mu, Orang yang melahirkan mu ke dunia ini "Ucap daren.


"Tapi bian malu pa, punya mama kayak dia.Bian malu"Ucap bian lirih, dengan mata berkaca-kaca.


"Papa gak pernah perduliin bian sama sekali, hanya dia yang papa fikirkan . Aku juga butuh papa bukan cuma uang papa " Ucap bian.


"Bian, pa.."


Plak


Daren yang mendengan ucapan bian sangat marah, hingga ia tidak sadar sudah menampar putra tunggalnya.


"See... Mana ada ibu yang tertawa melihat anaknya di tampar, memang gila" Ucap bian sinis sambil melihat kristal yang tertawa cekikik an.


Daren yang melihat bian keluar rumah setelah melampiaskan kemarahannya hanya bisa menghela napas, kejadian ini bukan sekali dua kali tetapi sudah ribuan kali. Sejak anaknya masuk sekolah ia sudah mendapat hinaan. Sebagai orang tua tentu daren sedih yang menimpa anaknya, tetapi ia bisa apa. Kenyataannya kondisi kristal setiap tahunnya tidak membaik, akan tetapi bertambah parah .


Sudah ribuan kali pula daren memperingati orang yang selalu mengejek bian, tetapi ia tidak mungkin menutup semua mulut orang. Semua mempunyai hak untuk berpendapat.


Yang di harapkan daren, semoga bian sadar. Dan mampu menerima semua kekurangan yang ada di dalam diri mamanya-kristal.


Semoga kristal juga cepat sembuh dan kembali seperti semula, daren sangat berharap, sangat-sangat berharap. Semoga ada mukjizat tuhan untuk keluarga kecilnya yang tidak sempurna ini.Doa inilah yang selalu daren minta setiap mengawali hari.


**BERSAMBUNG....


MAAF BANYAK TYPO


Semoga ada yang suka, maaf ceritanya abstruk banget, banyak halu.


Jangan lupa tinggalkan vote dan komen


see you next time


bye bye**