
Author
Langit seakan mengerti akan kesedihan yang di alami oleh keluarga besar hermawan serta wijaya hingga tidak mau menampakkan sinarnya hari ini.Seorang pria duduk di dekat jenazah orang yang bersamanya selama 3 tahun ini dengan pandangan kosong serta perasaan campur aduk,banyak yang mengucapkan bela sungkawa kepadanya tetapi kebungkaman lah yang ia berikan.Ia syok melihat tubuh istrinya berbaring kaku padahal tadi pagi ia masih menyiapkan sarapan pagi untuknya serta menyusui anaknya tetapi sekarang pemandangan itu,tidak akan ia lihat lagi seumur hidupnya.Setelah mendengar kematian istrinya,daren menyuruh alvin menyelidiki orang yang telah melakukan ini semua untuk meminta pertanggung jawaban atas perbuatannya.
Di dekat daren ada wanita paruh baya yang terus menangis melihat jenazah rose sambil di peluk oleh suaminya.Ia tidak menyangka menantunya akan lebih dulu meninggalkannya untuk selamanya.Masih teringat betul wajah bahagia rose saat ulang tahun pernikahannya dengan daren,saat bahagia rose melahirkan jasmin dan kemarin mereka berencana untuk shoping keperluan jasmin hari ini tetapi sebelum rencana itu terjadi,tuhan sudah berkehendak lain.
Tidak hanya daren serta kedua orang tuanya yang sedih,keluarga besar wajaya pun terpukul atas kepergian putri bungsu mereka.Bagaikan di sambar petir siang bolong mereka sangat sakit dan syok.Nyonya wijaya memeluk tubuh putrinya sedari tadi sambil menagis setelah ia sampai di rumah keluarga hermawan.
Angel serta john kakak rose hanya mampu menahan semua sesak di dada mereka dengan memasang topeng ketegaran mereka masing-masing untuk menyambut para kerabat yang datang.Mereka tidak ingin larut terus karena kesedihan.Karena orang yang sudah meninggal tidak akan pernah kembali lagi meskipun kita menangis dan menyasali perbuatan kita karena hidup dan mati sudah di tentukan oleh tuhan.Kita sebagai manusia hanya bisa mengikuti takdir yang sudah di gariskan olehnya.
"Hari sudah semakin sore tuan,lebih baik kita segera memakam kan nyonya"ucap alvin mengingatkan tuannya sekarang sudak pukul 15.45
"Iya nak,kita harus segera memakam kan rose"ucap albiyan papa daren
Daren yang mendengar nasehat dari papanya dan alvian dengan berat hati ia berdiri dari duduk nya selama beberapa jam untuk mengenang semua memori yang sudah ia habiskan bersama rose baik kenangan yang indah maupun buruk serta melihat wajah istrinya terakhir kali sebelum tidur di tempat peristirahatan yang terakhir.
Alvian dan albiyan yang melihat daren berdiri,berberi intruksi kepada pada pelayan untuk segera melakukan proses pemakamkan jenazah rose.
Tepat pukul 16.40 rose sudah di makamkan.Semua orang yang berada di sana menangis tersedu sedu termasuk daren yang tak kuasa melihat tubuh rose yang biasanya berjalan di rumah sekarang terbujur kaku di tutupi oleh tanah.
...
Setelah proses pemakaman telah selesai seluruh keluarga hermawan serta wijaya berada di ruang tamu.Di sana mereka semua hanya berdiam diri tanpa minat mengobrol sama sekali.Hingga terdengar suara langkah kaki menuju ke ruang keluarga,membuat semua orang mengalihkan pandangan mereka ke seseorang tersebut,tenyata orang tersebut adalah alvin dan beberapa anak buahnya.
Tiba di hadapan daren,alvin menyerahkan berkas yang ia bawa ke daren.Daren menerima berkas itu dengan alis terangkat karena ia merasa binggung dengan alvin.Ketika tidak mendapatkan respon dari alvin,daren langsung membuka berkas itu.Matanya melotot saat membaca berkas tersebut,tangan mengepal kuat.Di pandangnya alvin dengan tatapan tajam yang di balas dengan anggukan alvin.
"Ada apa daren"tanya mamanya mewakili semua orang yang penasaran ketika melihat daren yang begitu marah.
"Himura"ucap daren tajam.
"Kenapa dengan keluarga himura"tanya jhon yang penasaran.
"Mereka yang melakukan ini semua,cuma gara" aku tidak setuju dengan proyek ini,Ia membunuh istri ku,benar-benar biadab"ucap daren emosi
Semua yang mendengar itu tertegun pasalnya keluarga himura merupakan perusahaan yang memiliki cabang di eropa serta beberapa di asia,tidak di ragukan lagi jika mereka merupakan orang yang memiliki pengaruh yang besar di dunia bisnis.Meski pemilik perusahaan memiliki sifat tegas,perfeksionis,berwibawa serta angkuh.Tidak mungkin membunuh orang hanya untuk sebuah prayek karena kekayaan mereka tidak akan habis sampai 20 turunan.
"Apa kamu mempunyai bukti"tanya papa daren.
"Ini pa"jawab daren
Albiyan membaca berkas yang di berikan oleh daren dengan seksama.Tangannya mengepal kuat karena semua bukti telah mengarah ke keluarga himura,mulai dari orang yang membunuh rose,penculik jasmin serta mobil yang di gunakannya.
"Aku akan menghancurkan perusahaan mereka"ucap daren penuh emosi
Albiyan yang mendengar jawaban dari daren hanya mengangguk saja karena ia juga benci orang yang sudah membunuh menantunya itu serta menculik satu-satunya cucu keluarga hermawan serta wijaya.
Jhon dan james papanya yang mendengar pembacaraan daren dengan albiyan,mengambil berkas tersebut yang berada di atas meja lalu membacanya.Dengan rahang yang mengeras jhon dan james mengepalkan kedua tangan mereka seperti yang di lakukan daren tadi.
"Kita akan membantu mu daren"ucap jhon yakin
"Terima kasih kak"ucap daren
Setelah membicarakan rencana apa saja yang akan mereka lakukan.Mereka akhirnya pulang ke rumah sedangkan daren mulai hari ini akan tinggal di rumah orang tuanya.
...
Kristal pov
"Menantu putra sulung keluarga hermawan telah tiada"ucap seseorang di seberang telepon.
Ia hanya memandangi keindahan kota itu dengan raut wajah yang sulit di artikan setelah mendengar informasi dari orang kepercayaan nya.
"Kenapa"jawab kristal
"Saya tidak tahu nona,yang jelas mereka menggunakan orang-orang keluarga himura"jawab albert orang kepercayaannya.
"Apa akan ada permusuhan"tanya ku dengan wajah angkuh.
"Sepertinya ia nona,orang suruhan tuan hermawan sudah mendapatkan bukti"jawab albert.
"Nona harus meminta bantuannya"imbuh albert karena dari tadi tidak ada jawaban.
"Akan aku fikirkan"ucap ku
Tiit
Aku memutuskan sambungan telepon lebih dulu untuk memandangi bintang yang bersinar terang malam ini serta cahaya bulan di balkon kamar ku.
...