I LOVE MY HUSBAND / On Going

I LOVE MY HUSBAND / On Going
LIMA



Kristal pov.


Setelah mengelilingi jakarta selama 2 jam,aku mutuskan untuk kembali ke hotel untuk istirahat tidak lupa menyuruh para pengawal tersebut pulang karena tidak mungkin kan mereka tidur di kamar ku.Ku lihat iphone ku baterai nya habis sambil menunggu penuh di ces,aku pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih.Tepat 30 menit aku pun keluar dengan badan yang lebih fres lalu menghidup kan iphone siapa tau ada pesan penting


Dreet..dreet...dreetttt


Busyek banyak banget pesan nya.setelah tak lihat semua dari aley karena penasaran aku pun langsung meneleponnya.Tepat saat nada ke lima sambungan pun terangkat


"Hallo"ucap ku


"Dari mana aja sih kok gak akftif Nomor mu"ucap aley dengan ketus


"Sorry lah....baterai ku habis" ucap ku meminta maaf ke aley


"Emang kamu habis dari mana kok gak tau baterai mu habis"ucap aley penasaran karena sudah 1 jam ia mengirimi pesan tetapi tidak ada tanggapan sama sekali


"Jalan-jalan bentar lah...kangen suasana di jakarta hehehe"ucap cengengesan


"Enak banget kamu jalan-jalan kak,cepat selesai kan pekerjaan mu terus pulang pusing aku menghadapi anak-anak kakak"ucap aley lesu


"Oke akan kakak usahakan.Hari ini mereka nglakuin apa emang nya"ucap kristal santai


"Anak kakak yang paling tampan dan imut itu nglepasin jackie anjing nya Pak robet secara anjing nya galak banget terus ribut tuh nangkap si jack setelah di tangkap kevin nglepasin lagi marah deh Pak robet,terus ia ke rumah marah in kevin,kevinnya bilang"di rumah sepi gak ada mom,makanya jackie tak lepas biar rame"begitu katanya.Pak robet hanya geleng"yang melihat"cerita aley


"Bhabhabha........yang sabar lah tetapi mereka fine kan?"ucap ku karena khawatir juga meninggal kan mereka


"Ya fine lah untuk har...."ucap aley terpotong karena ada yang mengetuk pintu


Tok..tok...tokkk.tokk..tok


"Siapa tuh"tanya aley seberang penasaran


"Mungkin layanan kamar"ucap ku berjalan ke arah pintu


Ceklek


Deg


Deg


Deg


"Udah dulu ya..see you"ucap ku ke aley


Aku hanya mampu terdiam di pelukan ini tidak tau harus apa.yap yang datang ke kamar ku adalah tuan dan nyonya hermawan orang tua angkat serta mertuaku mereka juga datang bersama orang kepercyaannya,setelah membuka pintu mama langsung memelukku aku sangat bahagia bisa berada di dalam pelukan mama tujuan awal ku hanya ingin melihat beliau dari jauh karena insiden beberapa tahun lalu


"Anak mama hiks hiks"ucap mama dengan menangis


"Kita bicara di dalam tidak enak bicara di luar seperti ini"ucap papa lalu menggiring kami masuk ke dalam


"Anak mama"ucap mama sambil memegan wajah ku serta mencium ku.aku hanya bisa diam menerima perlakuan mama


"Sayang jawab mama"ucap mama memandang ku lekat


"Mama"cicit ku


"Iya sayang ini mama,mama nya kristal"ucap mama memelukku.tidak tajah lagi aku pun menangis di pelukan mama


"Mam....mam"ucap ku sesegukan


"Iya sayang....maafin mama sayang seharusnya mam lebih percaya anak mama..maafin mam sayang udah bikin hidup kristal menderita"ucap mama menangis


"Mam gak salah,,,seharusnya kristal berterima kasih ke mam karena udah mau ngurus kristal"ucap ku di sela tangis ku


"Gak perlu terima kasih sayang,,kamu anak mam dan udah kewajiban mam ngerawat dan jaga kamu"ucap mam memandang wajah ku


"Ehem..papa di lupakan nih"ucap papa pura-pura cemberut karena dari tadi di lupakan anak dan istri nya


"Papa"ucap ku sambil memeluk papa


"Anak papa"ucap papa sambil mencium kepala ku dan mengelus rambut ku


"Anak papa semakin berat dan cantik"imbuh papa


"Papa memujiku atau menghinaku sih"ucap ku pura pura cemberut


"Ya muji lah mana mungkin papa menghina anak papa ini"kekeh papa


"Beneran pa"ucap ku merona


"Beneran sayang...hufh papa ingin minta maaf karena gak bisa jagain daren buat kamu"ucap papa


Aku yang mendengar itu hanya terdiam sambil menerawang ke masa lalu


"Kenapa dengannya pa"ucap ku lesu


"Dia sudah menikah lagi kristal dan memiliki anak"ucap papa lesu serta menatap ku meminta maaf sedangkan aku hanya bisa menunduk di pelukan mama


"Istri anak"cicit ku


"Iya tetapi istri nya meninggal serta anaknya di culik"ucap papa.aku yang mendengar itu langsung mengeratkan pelukan ku ke mama


"Kok bisa pa"tanya ku


"Saat di parkiran rumah sakit ada yang menembak nya dan anaknya di bawa kabur"cerita papa dengan wajah sedih


"Padahal cucu papa baru umur 5 bulan sayang ,masih butuh Ibu nya tetapi orang biadab itu membunuhnya tanpa ampun"imbuh papa setitik air mata lolos dari mata nya.papa emang tegas dan keras tetapi jika terjadi sesuatu dengan orang tercinta ia pasti lemah


"Sayang kamu udah makan "ucap mama mencoba menghilangkan aura sedih ini


"Iya sayang,kamu udah makan atau kita makan di luar yuk kan sudah lama kita gak makan bersama ,mama papa belum makan nih"imbuh papa


"Udah kok tadi di temani pengawal yang di kirim Pak dion"ucap ku


"Kamu makan sama pengawal ,dimana"ucap mama


"Iya,di pinggir jalan terus keliling jakarta"ucap ku


"Tapi kan itu beberapa jam yang lalu pasti kamu belum makan malam"ucap mama sambil menarik ku


"Tapi mam."ucap ku


"Gak ada tapi-tapi an sayang"ucap mam tegas


Aku hanya menurut mendengar jawaban mam karena percuma melawan tidak akan menang.Disini lah kami sekarang di restoran hotel karena aku tidak mau keluar hotel lagi.Badan ku ingin segera istirahat.


"Jadi dimana kamu selama ini sayang"tanya mam di sela makan kami,papa dan dion hanya mendengar saja karena papa tidak suka makan sambil bicara tapi tidak sekarang kami makan sambil bicara


"Di paris mam"ucap ku


"Paris.kok bisa sayang "ucap mama terkejut


"Kristal mendapatkan beasiswa kuliah di sana mam"ucap ku,orang tua ku yang mendengar itu tersenyum


"Lalu ada apa kamu ke indonesia sayang pasti ada tujuan nya"selidiki mama


"Iya mama betul.karena sebuah pekerjaan"ucap ku


"Pekerjaan apa sayang"ucap mama


"Mama tau peragaan busana yang akan di adakan 3 minggu lagi di bali"ucap ku


"Iya mama tau dan mama di udang dalam acara itu emang kenapa sayang"ucap mama penasaran


"Aku salah satu perancang buat acara itu ma"ucap ku


"Waw benarkah sayang,selamat"ucap mama sambil memeluk ku,papa yang melihat hanya tersenyum simpul tapi aku tau papa juga senang walaupun di hatinya juga sedih


"Ya mam..aku mau ke kamar dulu ya ma pa istirahat soalnya besok aku harus ke bali"ucap ku sambil berdiri setelah lepas dari pelukan mama


"Ya mama papa akan menemui kamu di bali.,kamu hati-hati sayang ,oh ya mama minta Nomor kamu"ucap mama


"Oh iya..0814568..."ucap ku


"Selamat istirahat ya sayang"ucap mama sambil mencium pipi ku


"Mimpi yang indah ya sayang"ucap papa mencium kening ku


"Iya ma pa mimpi indah juga"ucap ku lalu meninggalkan restoran menuju kamar ku karena sudah tidak tahan lagi.kasur I am coming.


Kristal pov end


...


Setelah menemui putri mereka tuan dan nyonya hermawan sangat lega karena putri mereka yang di khawatir kan baik-baik saja tanpa kekurangan apapun walaupun di hati mereka terselip rasa bersalah karena tidak bisa menemani putri nya di masa masa sulit ketika menempuh pendidikan di luar negeri.Kurang leh 45 menit akhirnya mereka sampai di rumah


Ceklek


Saat membuka pintu Lusia melihat pembantu nya bik narsih berjalan dengan tergesa gesa menuju diri nya


"Tuu....ann....mu..da masuk rumah sakit"ucap bik narsih ngosngosan


Lusia yang mendengar itu sangat kaget.Dan segera menuju ke rumah sakit hermawan bersama suaminya.Setiap keluarga besar hermawan sakit pasti akan di rawat di sana


...


"Pagi sayang"ucap daren meluluk istri nya istri nya setelah tadi malam melakukan hal yang mereka nanti sejak beberapa bulan lalu


"Pagi juga"ucap kristal merona saat mengingat kejadian tadi malam


"Kenapa sayang"ucap daren saat melihat istri nya yang merona


"Menginginkan lagi hemmmm"ucap daren di dekat telinga kristal lalu mengecupnya tidak perlu membutuhkan waktu lama kejadian tadi malam pun terulang lagi


...


"Kamu yakin di rumah sendiri"ucap daren ke kristal yang sedang berbaring di kasur


"Iya,kamu tenang saja"ucap kristal meyakinkan daren


"Tapi perasaanku gak enak,bibik hari ini juga gak ada di rumah"ucap daren


"Kamu tenang aja sayang jika ada apa-apa aku bakal telepon kamu"kekuh kristal


"Ya udah kamu hati-hati,aku pergi ke kampus dulu mungkin nanti aku akan pulang malam soalnya ada urusan di kantor yang harus selesai hari ini"ucap daren sambil mencium kening serta melumat bibir istrinya sebentar


...


Sudah pukul 10 malam tetapi daren belum pulang membuat kristal khawatir menunggunya di rumah.Hingga gerbang rumah terbuka membuat ia senang karena akhirnya suaminya pulang.


Ceklek


Ia membuka pintu dengan senyum merekah di bibir nya tetapi saat tau yang keluar dari mobil bukan suaminya membuat ia heran.


"Ada apa kau ke sini malam-malam begini"ucap kristal ke julian sepupu daren


"Hanya mengunjungi saudara saja,di rumah sepi"ucap julian masuk ke rumah tersebut karena ia sudah biasa ke sana


"Kalau mau minum atau ambil saja,aku ke ruang baca dulu"ucap kristal


"Loh emang daren gak ada di rumah"tanya julian


"Ia masih di kantor"ucap kristal lalu pergi


...


Ceklek


Pintu ruang baca pun terbuka melihat kan wajah julian.kemudian ia mengunci pintu tersebut lalu memasukkan kunci tersebut ke celananya tanpa di ketahui kristal


"Ada apa kau ke sini"ucap kristal dengan nada heran


"Menemani sepupu ku"ucap julian dengan senyum mesum


"Apa maksud mu"ucap kristal panik lalu ia menghubungi daren dengan handphone yang berada di belakang tubuh nya.


...


Kring....kringggg.kring


Saat mendengar ponselnya berdering dan melihat siapa yang menelpon nya membuat daren tersenyum,saat membayangkan istrinya ketakutan sendirian di kamar


"Say....."belum sempat menyapa istrinya,ia di kagetkan dengan suara di seberang sana


"Kau tidak perlu munafik kristal,kau tau aku mencintaimu dari dulu tetapi kenapa tak pernah peduli pada ku"daren langsung mengema berkasnya sambil terus meletakkan ponselnya di telinga untuk lebih bisa mendengar


"Karena aku tidak mencintaimu "


"Tapi aku mencintaimu,apakah itu kurang cukup honey"


"Pergi jangan sentuh"


"Kesini lah honey aku sangat merindukan mu"


"Argghh pergi kau brengs"k jangan sentuh"


Bugh


"Awww"


Daren yang mendengar jeritan istrinya langsung kalap mengendarai mobil.tidak butuh waktu lama ia pun sampai di rumahnya dan menyusuri setiap ruangan hingga ia mendengar jeritan dari ruang baca lantai dua,d dengan langkah tergesa gesa ia pun menuju ke sana


Brakkk


Mata nya melotot saat melihat istrinya yang hampir tanpa busana.tanpa aba-aba ia pun langsung menonjok julian.julian yang mendapatkan serangan secara tiba-tiba hanya bisa pa arah hingga ia mendapatkan celah dan membuat daren keluar ruangan.daren yang tidak terima langsung memukul julian sampai mereka di dekat tangga.tanpa sepengetahuan daren,julian menjegal kaki daren hingga jatuh dari tangga


"Daren"ucap kristal histeris saat melihat suaminya jatuh.ia pun segera turun dari tangga


"Kris....tall"ucap daren di sela sisa kesadarannya hingga kegelapan menjempuknya


...


"Kristal"ucap daren saat ia tebangun dari mimpi mengenai masa lalunya yang beberapa tahun ini hanya berupa kepingan tetapi setelah melihat foto pernikahan nya dengan kristal di ruang kerja ayahnya membuat ia mengingat semua


Setelah melihat sekeliling ia yakin jika sekarang ia di rumah sakit karena kejadian terakhir yang ia ingat adalah kepalanya begitu pusing di ruang kerja ayahnya saat melihat foto lalu semua gelap


Ceklek


Daren melihat mamanya keluar ruangan yang ia yakini kamar mandi.Saat melihat daren sudah membuka mata,mamanya langsung keluar kamar lalu masuk dengan seorang dokter.Dokter pun segera memeriksa daren


"Bagaimana perasaan mu tuan"ucap dokter tersebut sopan


"Baik paman andrew"ucap daren


Dokter dan Lusia yang mendengar itu terkejut pasalnya daren memanggilnya paman panggilan yang beberapa tahun ini tidak pernah di dengannya.


"Kau mengenali paman?"tanya andrew


"Iya paman aku sudah ingat semua"ucap daren sambil melihat atap kamar yang ia tempati


"Apa kepalamu masih sakit"tanya andrew


"Tidak paman"ucap daren tenang


Setelah mendengar jawaban daren dokter andrew pun keluar untuk mengontol pasien lain


"Dimana kristal ma"ucap daren memecahkan keheningan di antara mereka.Walau bagaimanapun rasa cinta ya ke kristal tidak akan bisa di gantikan walaupun ia sempat menikah dengan rose,ia melakukan nya karena merasa kosong,setelah ia ingat semua ia sadar jika perasaan nya selama ini ke rose hanya kasih sayang sahabat.Selama beberapa hari ini ia tidak mau keluar kamar karena merasa telah gagal menjaga rose serta anak mereka


Lusia yang di tanya tentang kristal hanya binggung harus menjawab apa


"Kenapa mama diam,selama ini aku tidak melihatnya,dimana dia"ucap daren merasa ada yang tidak berkas karena mamanya tetap diam


Setelah merenung cukup lama akhirnya Lusia memutuskan untuk menceritakan semua kejadian yang sudah terjadi agar tidak akan ada fitnah di kemudian hari


"Mama telah mengusirnya"ucap Lusia lesu.sedangkan daren langsung melotot ke arah mamanya


"Kenapa mama ngusir dia,dia gak salah ma"ucap daren marah,sedih,khawatir


"Mama saat itu panik melihat kamu jatuh dari tangga serta kristal yang setengah tanpa busana lalu julian cerita ke mama kalau kristal mengodanya terus mendorong kamu dari tangga karena sudah ketahuan,,,maafin mama daren,mama menyesal"ucap Lusia yang menangis.sedangkan daren hanya diam saat mendengar cerita mamanya sampai selesai


"Terus gimana keadaannya mam sedangkan yang dia punya hanya kita mam"ucap daren parau


"Keadaannya baik tadi malam mama ketemu dia"ucap Lusia sambil menyeka air matanya.Daren yang mendengar itu langsung melihat mamanya dengan minat


"Benarkah mam,dimana mama ketemu,,daren ingin bertemu dengannya,daren kangen kristal"ucap daren semangat saat membayangkan wajah cantik kristal


"Di hmw hotel tetapi ia hari ini ke bali"ucap Lusia


"Ngapain ke bali mam. Kenapa mama gak larang dia"ucap daren agak jengkel


"Dia ada kerjaan di sana sayang,kalau udah waktunya mama bakal ke bali"ucap Lusia


"Kerjaan apa mam"ucap daren


"Istri mu itu sekarang sudah jadi designer yang hebat,ia ke bali karena ada event acarnya 3 minggu lagi "ucap ucap Lusia menerangkan


Setelah mendengar penjelasan mamanya daren mengambil handphonenya yang berada di atas nakas untuk menghubungi paman dion karena jika orang tuanya tau pasti paman dion juga tau.Pada panggilan ke tiga baru tersambung


"Selamat siang tuan"ucap dion di seberang sana dengan sopan


"Selamat siang paman,apa paman tau dimana tempat tinggal kristal di bali"ucap daren to the poin.Dion yang mendengar itu langsung kaget


"Hemm....tu."ucap dion gagu


"Saya sudah ingat semua,jadi bisa lah paman kasih tau saya dimana ia tinggal"ucap daren


"Bisa tuan nanti saya sms alamatnya"ucap dion


"Iya,sekalian siap kan jet karena sama akan berangkat sekarang"ucap daren


"Baik tuan"ucap dion


Setelah selesai menelpon ia pun langsung siap-siap di bantu oleh mamanya.