
15 juni 1990
Di sebuah rumah yang megah.Ada banyak penjaga di seliling tembok serta pintu untuk melindungi rumah itu agar sang pemilik rumah dan keluarganya selalu aman.Tetapi malam ini sebagian para penjaga pingsan akibat seseorang telah membius mereka.Setelah para penjaga pingsan orang itu memasuki rumah megah dengan langkah hati-hati agar tidak menimbulkan bunyi yang dapat membangunkan penghuni rumah.
Ceklek...
Ia membuka sebuah pintu lalu memasukinya.
"Kau sangat cantik"ucap nya.
"Ayo ikut aku"ucap nya lagi
Setelah itu ia keluar dari kamar itu dengar sangat pelan.
Prangggg......,
Tak sengaja ia menyenggol guci di dekat tangga.Sehingga menimbulkan bunyi yang terdengar di seluruh rumah tersebut.
"Hei siapa kau"ucap seseorang
Ia langsung berlari secepat yang ia bisa untuk segera keluar.
"Breng""k,pengawal cepat kejar orang itu jangan biarkan dia kabur"ucap seseorang dengan wajah murka.
Dengan nafas yang masih ngosngosan akhirnya ia sampai juga di luar rumah megah itu walaupun tadi sempat berkelahi dengan beberapa orang penjaga.Beberapa menit kemudian ia melihat sebuah mobil berhenti di pinggir jalan tanpa banyak pikir panjang ia langsung menyodorkan pistol yang ia bawa ke pemilik mobil supaya sang pemilik keluar,tidak membutuh kan waktu lama sang pemilik keluar dari mobilnya,ia pun langsung membawa mobil tersebut dengan kecepatan tinggi karena khawatir para pengawal itu melacaknya.
Bughhhh...
Bughhhtttt....
Prangggg.....
Tanpa di duga dari arah berlawanan ada sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan yang sama hingga membuat kedua mobil itu saling bertabrakan.
Flashback end
....
Daren pov.
Perkenalkan namaku Daren Albiyan Hermawan ,aku seorang CEO di perusahaan keluargaku tetapi aku juga memiliki perusahaan yang ku bangun sendiri serta beberapa hotel di indonesia.Aku memiliki istri yang cantik serta anak yang manis namanya rose indirayu wijaya dan jasmin putri hermawan walaupun aku dan rose di jodohkan oleh orang tua kami tetapi lama-lama setelah menjalankan pernikahan ini,kami menerima dengan iklas karena tidak ingin membuat sedih ke dua orang tua kami.2 bulan lalu usia pernikahan kami genap ke 3 tahun selang 2 minggu kemudian putri kami lahir ke dunia dengan keadaan yang sehat membuat hari kami menjadi lebih berwarna serta membuat kedua belah keluarga merasakan kebahagiaan yang sama seperti yang kami rasakan.
...
"Sayang bangun,sudah jam set 7"ucap rose menggucang tubuh ku.Aku menarik selimut lagi menutupi sinar matahari yang menyilaukan penglihatanku.Beberapa detik kemudian ku lempar selimut yang menutupi tubuhku,ku lihat rose tertawa cekikikan dengan ulah ku.
"APA?"ucap ku kaget bergegas ke kamar mandi.
"Astaga sayang kenapa baru bangun in sekarang"ucap ku sambil menggerutu.
"Aku sudah bangun in kamu dari tadi"ucap rose
"Ya udah siapin pakaian ku ya sayang serta bertas di atas meja dan bla..blaa.."ucap ku berteriak dari kamar mandi karena semalam belum memasukkan berkas untuk nanti.
Rose yang mendengar suara daren dari kamar mandi hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum walaupun begitu ia tetap melaksanakan perintah daren yang panjang seperti kereta api.
Setelah menyiapkan semua keperluan daren,rose menuju ke dapur untuk membuang sarapan untuk daren serta dirinya sendiri karena di rumah megah itu hanya di huni rose,daren serta beberapa pembantu.
"Hari ini masak apa ya?"batin rose
"Selamat pagi nyonya"ucap bik minah salah satu pembantu di rumah daren&rose.Bik minah dulu bekerja di rumah orang tua daren tetapi karena daren sudah menikah ia menjadi pembantu untuk keluarga daren lagi.
"Selamat pagi juga bik"ucap rose
"Nyonya mau masak apa biar saya bantu?" Ucap bik minah dengan sopan
"Saya mau buat nasi goreng,tolong siap kan nasi nya ya bik saya buat bumbu nya dulu"ucap rose
"Iya nyonya,apa hari ini nona muda akan di imunisasi?"ucap bik minah sambil menyiapkan nasi
"Iya bik nanti jasmin di imunisasi di rumah sakit hermawan"ucap rose
"Apa nona angel yang akan menangani" ucap bik minah
"Iya,angel mana mau keponakannya di periksa orang lain"ucap rose
"Anda betul nyonya,nona angel sangat posesif terhadap anggota keluarganya.Nasi ya udah saya siap kan kalau begitu saya pamit bersihin halaman belakang dulu nyonya"ucap bik minah sambil berlalu menuju pintu keluar dapur.
Beberapa saat kemudian nasi goreng buatan rose sudah tersedia di meja makan serta kopi hitam kesukaan suaminya serta jus jeruk untuk nya sendiri.
"Iya donk,chef rose gitu lo"ucap rose dengan pede nya
"Istri ku ini mulai narsis ya kayaknya"ucap daren sambil menjawil hidung rose yang mancung.
"Gapapa sekali kali narsis hehehe,cepat duduk nanti telat lo ke kantornya"ucap rose
"siap nyonya besar" ucap ku lalu duduk duduk di kursi paling ujung.Setelah melihatku duduk rose pun langsung menyiapkan makanan untuk ku
"Segini sudah cukup"ucap rose
"Sedikit lagi sayang"ucap ku
Rose pun dengan cekatan langsung menambahkan
"Terima kasih"ucap ku.
Di balas senyuman oleh rose,mereka pun makan dengan tenang karena mereka tidak suka makan sambil bicara.
Hoeeeekkk.....hoeeeekkk........
Hingga kesunyian di antara mereka di hentikan oleh suara tangis bayi.Aku dan rose pun langsung berjalan menuju kamar anak kami yang berada di lantai 2,tepat di samping kamar kami.
Ceklek...
Rose pun membuka pintu,ia melihat pengasuh bayinya yang sedang kesusahan menenangkan bayinya.
"Jasmin pasti lagi haus,di gendong sila rewel sekali" batin rose saat melihat sila si baby sister
Saat mendengar pintu yang terbuka sila langsung memutar badan dan langsung tersenyum saat melihat tuan dan nyonya menuju dirinya
"Anak mama kenapa nangis"ucap rose sambil mencium wajah jasmin.rose pun langsung berjalan menuju sofo yang berada di pojok ruangan di ikuti oleh suaminya setelah sampai di kursi rose langsung menyusui jasmin.
Aku yang melihat anakku begitu lahap saat meminum asi dari ibunya di buat takjub walaupun sudah melihat ini berkali kali.
"Sayang hari ini jasmin di imunisasi ya"tanya daren.
"Iya,adik mu sendiri nanti yang menangani"ucap rose.
"Iya selalu protektif pada keluarganya sendiri"ucap daren terkekeh.
"Iya,nanti kamu bakal sibuk apa gak?"ucap rose.
"Cuma ada beberapa meting dan beberapa berkas"ucap daren sedikit cuek
"Anak papa udah kenyang,kok ketawa-ketawa"ucap ku mencium wajah jasmin yang sedang tersenyum setelah selesai menyusu.Setelah melihat arloji di tangan ku,aku pun langsung berdiri bergegas berangkat ke kantor
"Aku berangkat dulu sayang,kamu nanti hati-hati pergi ke rumah sakit"ucap ku sambil mencium Bibir dan kening rose
"Iya sayang"ucap rose sambil mencium tangan suaminya
Setelah rose mencium tanganku.Aku pun berjalan menuju mobil di depan pintu dengan perasaan khawatir tetapi aku tidak tahu khawatir tentang apa.Di depan sana aku melihat alvin orang kepercayaan ku serta bodyguard menunggu di samping mobil.
"Selamat pagi tuan"ucap alvin menunduk
"Pagi,kamu suruh beberapa orang mengawal rose hari ini tetapi jangan sampai ketahuan"ucap ku ke alvin saat ia sudah membukaan pintu untuk ku
"Baik tuan"ucap alvin lalu menutup pintu tersebut.
Mobil pun berjalan meninggalkan rumah megah itu yang ikuti beberapa mobil di belakangnya yang bertugas untuk menjaga daren dari orang-orang yang berniat jahat kepadanya.
Selama perjalanan menuju kantor hanya di Isi dengan keheningan tanpa ada suar apapun selain suara di luar jendela mobil tersebut.
Semoga semuanya baik-baik saja ucap batinku sambil menatap pemandangan di luar.
...
Setelah menempuh perjalanan selama 45 menit akhirnya sampai juga di gedung HMW Corp yang memiliki lantai 45.Setelah alvin membukakan pintu,aku pun keluar dengan angkuhnya menuju ruanganku yang berada di lantai 45.Selama perjalanan menuju ruangan ku banyak karyawan yang menyapaku tetapi hanya ku tanggapi dengan deheman saja karena aku tidak suka basa basi di kantor.
"Selamat pagi"ucap alex sekertaris ku.Aku tidak suka sekertaris cewek karena menurutku mereka hanya bisa menggoda saja.
"Pagi,5 menit lagi ke ruanganku"ucap ku to the point dan sedikit kaku ke sahabat ku dari kecil ini.
"Baik"ucap alex
Aku pun langsung menuju ke ruanganku di dampingi oleh alvin.Alvin itu bodyguard yang sudah menjaga ku dari umur ku 17 th karena banyak orang yang ingin menghancurkan bisnis papa melalui aku.Setelah duduk di kursi kebesaran ku,aku pun mulai mengerjakan berkas-berkas yang berada di atas meja dengan perasaan khawatir tetapi aku harus tetap harus profesional dalam pekerjaan karena beribu kehidupan tergantung pada perusahaan yang sedang ku pimpim ini.
...