I Become Successful

I Become Successful
AMARAH ALEX



Alex yang sudah melihat aksi kejahatan Pak Arif, langsung menelpon paman nya Arif.


"Wahh Keponakan Kesayangan paman, Alex Apa Kabar! Ada Apa menelpon Paman?" Ucap Arif Dengan nada Gembira.


"Paman aku ingin membahas sesuatu hal yang penting dengan paman." Ucap Alex


"Sesuatu Hal yang penting Apa Itu?." Ucap Arif Dengan nada penasaran.


"Aku telah mengetahui tentang warung itu dari Bibi Tini" Ucap Alex sambil nahan amarah.


"...Hahaha Emang apa yang kamu dengar dari nya Alex?"


"Semua nya" Ucap Alex dengan sedikit menaikkan suara.


"Haha Alex kamu jangan mendengar kan semua dari Tini, dia dari dulu suka Mengadu domba" Ucap Arif dengan nada mengejek.


"Sudah lah paman kamu tidak bisa mengelak lagi karna bukti kejahatan paman sudah ada di tangan ku!." Ucap Alex dengan nada marah.


Ari yang mendengar tentang bukti dia tiba tiba serius.


"...Bukti? Ingin kamu apakan dengan bukti itu?." Ucap Arif dengan nada serius.


"Itu tergantung paman nya." Ucap Alex


"Kamu ingin uang? akan paman kirim kan sekarang." Ucap Arif dengan nada serius.


"Tidak Aku tidak membutuhkan uang, aku hanya ingin mengambil hak ku dari paman." Ucap Alex sambil sedikit menaikkan suara.


"...Haha Alex sepertinya itu sedikit sulit." Ucap Arif sambil nahan amarah.


"Kenap sulit? Itu kan Memang milik ku dan juga paman mengambil itu dengan paksa." Ucap Alex dengan nada marah.


"Kau!!!! Alex kau sudah kurang ajar ya dengan paman seharunya kamu terimakasih dengan ku karna sudah membiayai pemakaman orang tua mu!!." Ucap Arif dengan Amarah.


"Tentu aku sangat berterima kasih atas pembiayaan dari paman, tapi aku hanya ingin mengambil hak ku saja." Ucap Alex dengan nada dingin.


"Tidak!! Tidak akan aku memberikan kunci nya kepada mu!. Ucap Arif dengan nada amarah.


"...jika paman masih bersikeras maka gini aja, paman jual saja warung nya pada Alex Gimana?. Ucap Alex dengan nada dingin.


"..Hem, baik kalau Alex bersikeras paman dengan murah hati menerima nya." Ucap Arif dengan nada tak tahu malu.


"Bagus Lah kalau paman terima, Alex beli dengan harga 500Rb aja paman."Ucap Alex dengan nada dingin.


Yang tadi nya emosi Arif reda menjadi naik lagi mendengar ucapan Alex.


"Apa!!! Apa kamu ingin merampok hah!?" Ucap Arif dengan nada amarah.


"tentu tidak paman, harga itu sudah termasuk mahal lo." Ucap Alex sambil senyum tipis.


"Kau tidak tahu, itu harga asli nya 5jt, dan kamu ingin membeli nya dengan harga 500R!?" Ucap Arif dengan nada amarah.


"Aku akan menjual kepada mu dengan harga 4jt." sambung Arif.


"Baiklah kalau paman masih tidak mau, maka jangan menyalakan aku kalau rumah paman tiba-tiba Ada polis." Ucap Alex dengan nada dingin.


"Kau!!!


Arif yang mendengar hal ini tidak menyangka bahwa bocah yang dia anggap naif dan lugu akan menekan diri nya seperti ini.


walaupun dia menganggap warung itu berharga hidup nya lebih berharga dibanding kan dengan warung itu.


"Baik aku akan menjual nya pada mu dengan harga 1Jt gimana.?" Ucap Arif sambil nahan amarah.


"Tidak Aku akan membeli nya dengan harga 500rb dan kesepakatan ini selesai." Ucap Alexd dengan nada dingin.


"ALEX KAU!!!! Kau jangan keterlaluan!. Ucap Arif dengan nada amarah.


"Paman ingat bahwa bukti kejahatan paman ada pada ku" Ucap Alex dengan nada dingin.


"Kau!!!!" Ucap Arif dengan menggertak Gigi."


"Baiklah aku akan menyetujui nya tapi dengan syarat kamu harus menghapus bukti nya." Ucap Arif dengan nada kesal.


"Tentu Alex terima syarat nya." Ucap Alex dengan nada dingin.


Walaupun Arif menyetujui harga yang di tawarkan oleh Alex, dia tidak akan menyerah untuk merebut nya kembali.


Dan Arif masih belum menyadari bahwa Alex yang sekarang bukan lah Alex yang dulu, dia sekarang tidak lagi naif dan lugu.


setelah selesai berdebat anak paman Arif bernama Robi datang kerumahnya untuk memberikan kunci warung nya.


"Alex ini kunci nya." Ucap Robi dengan mata sinis.


"Wah Kak Robi Apa kabar nya? Terimakasih telah mengantarkan kunci nya." Ucap Alex sambil senyum.


"Baik, ya sudah aku pergi dulu."Ucap Robi.


"Hati-hati Ya Kak." Ucap Alex sambil melambaikan tangan.


Selesai mendapatkan kunci nya kembali Alex pun bersiap siap untuk memulai rencananya.


jadi dia mencatat apa yang perlu di beli, dan mencari lokasi untuk membeli barang-barang nya, dan Alex menelpon Rehan Untuk Menemani membeli barang.


"Halo Alex Ada apa malam malam gini menelpon?


"Rehan kamu ada waktu tidak besok?.Ucap Alex


"Hmm aku ada waktu besok, emang ada apa ya Lex?


"Tentu, jam berapa kita pergi? Ucap Rehan.


"Siang jam 10" Ucap Alex


"Baik."


KEESOKAN HARINYA


selesai bersiap siap Alex langsung pergi menjemput Rehan.


"Ayo naik." Ucap Alex


"Oke." Ucap Rehan.


Lalu Mereka pergi menuju ke pasar Lembang untuk membeli barang nya.


"Si Rian dimana?.Ucap Alex dengan nada penasaran.


"Di rumah, tadi pagi dia mampir ke rumah." Ucap Rehan.


"Ohya Lex kamu sudah memutuskan memilih lokasi ANGKRINGAN nya?." Ucap Rehan dengan nada penasaran.


"Sudah, lokasi nya ada di depan GAPURA lorong kita itu." Ucap Alex


"Bagus juga tu tempat nya karna tidak ada ANGKRINGAN di sana." Ucap Rehan.


"Tapi Lex kamu sudah ada Gerobak nya?."Ucap Rehan dengan nada penasaran.


"Aku tidak pakai gerobak tapi warung." Ucap Alex


"Warung? kamu ingin menyewa warung ya?. Ucap Rehan.


"Bukan nyewa tapi milik ku Sendiri." Ucap Alex


Rehan yang mendengar hal itu spontan terkejut karena dia tidak mengetahui tentang warung Alex.


"Apa! Alex kamu memiliki warung?!." Ucap Rehan dengan terkejut.


"Ohya kau tidak tahu ya." Ucap Alex


Lalu Alex menceritakan semua hal tentang kasus warung nya.


Rehan yang mendengar cerita Alex langsung marah kepada Arif.


"Arif ini sungguh tidak tahu malu sekali orang nya!." Ucap Rehan dengan nada kesal.


"Sudah sudah rehan kamu tidak usah marah seperti itu, Masalah nya juga sudah selesai kok." Ucap Alex sambil menenangkan Rehan.


Disisi lain. Arif yang masih emosi tentang kejadian kemarin terus menerus mengutuk Alex.


"Achoo apa ada yang berkata buruk kepada ku?" Ucap Arif.


"Ngomong-ngomong soal buruk, Alex bocah itu sangat berani sekali dia tunggu saja aku akan menghancurkan dirimu!!." Ucap Arif dengan nada Amarah.


Kembali ke sisi Alex.


Alex dan rehan pun sampa ke pasar Lembang, mereka berdua pun mulai keliling membeli barang yang di perlu kan, memakan waktu Tiga Jam Untuk membeli semua barang alat dapur.


lalu mereka pergi lagi membeli menu menu makan ANGKRINGAN Dan waktu yang di habis kan sekitar Dua Jam.


di hitung total Lima Jam waktu yang di habiskan Mereka, setelah selesai membeli bahan bahan nya, Alex mengajak Rehan pergi untuk makan Nasi Padang, karena mereka belum makan siang.


"Huuh Gila Capek banget keliling ke pasar." Ucap Alex sambil ngos-ngosan.


"Hosh hosh Iya aku tidak menyangka akan memakan waktu Lima Jam." Ucap Rehan sambil ngos-ngosan.


"Maaf ya Rehan kau jadi capek Karena ikut dengan ikut." Ucap Alex dengan nada bersalah.


"Tidak apa apa Alex kita Sahabat." Ucap Rehan sambil senyum lebar.


Alex terharu mendengar hal itu lalu dia berjanji kepada diri nya sendiri bahwa di saat dia sudah sukses Alex akan membalas kebaikan yang dia terima.


"Terimakasih Rehan." Ucap Alex dengan nada lembut.


"Sama Sama."


Nasi Padang yang mereka pesen pun tiba dan langsung memakan nya dengan lahap.


selesai makan Alex dan Rehan pulang Kerumah Mereka masing masing.


"Aku pulang ya" Ucap Alex


"Ya Hati hati di jalan Lex.' Ucap Rehan sambil melambaikan tangan.


Sesampainya dirumah Alex tidak langsung mengecek barang yang dia beli karna Alex langsung tertidur di kamar.


KEESOKAN HARINYA.


Alex langsung mengecek Satu-persatu apakah ada barang yang masih belum terbeli, selesai mengecek Alex bersiap siap untuk memulai usaha ANGKRINGAN nya.


"Baiklah Kita akan memulai langkah pertama!!"


Ucap Alex dengan nada semangat.


...~BERSAMBUNG~...