I Become Successful

I Become Successful
KONFLIK



Walaupun belom seminggu bertemu dengan Alex, tapi Iki menganggap Alex sudah seperti kakak nya sendiri, dia merasakan bahwa Alex tulus menyayangi nya.


Iki tidak mau Menjadi beban buat Alex, Jadi dia ikut membantu Alex, dari bantu mengangkat meja dan kursi, mengantarkan pesanan pelanggan, membersihkan Warung.


Awalanya Alex menolak tetapi iki memaksa nya Yang membuat Alex susah untuk menolak nya, Seperti biasa Alex dan Iki pergi untuk membuka warung.


Lalu menggoreng gorengan, sembari menggoreng Alex menghidupkan music, dan iki membersihkan meja dan kursi, tidak lama Pak Eddy datang seperti biasa, lalu Alex membuat kopi untuk nya.


Terus pelanggan pelanggan lain nya juga mulai berdatangan Alex dan iki mulai sibuk melayani mereka, Tempat ANGKRINGAN itu sudah mulai banyak di kenal, setiap orang menanyakan lokasi temannya pasti akan menyebutkan Nama ANGKRINGAN Alex.


"Alex saya beli rokok dan minum." Ucap Pelanggan.


"Baiklah, di tunggu ya." Jawab Alex.


selesai membuat minuman Iki mengantarkan nya ke pelanggan itu dengan hati-hati supaya tidak jatuh, Alex sangat senang karena dengan bantuan iki beban nya berkurang sedikit.


"Ini pak Minuman nya." Ucap Iki sambil tersenyum


"Wah, Terimakasih Nak." Jawab Pelanggan.


Tidak lama itu saat si Adit Abin dan teman-temannya asik bermain game tiba tiba wifi error.


"Alex!, wifi nya tiba tiba error lex!." Ucap Adit


"Oke bentar aku cek dulu."


Alex pun mengecek wifinya, dia melihat dari sudut ke sudut tapi tidak menemukan ada kerusakan, lalu dia teringat bahwa dia belum membayar Wifi nya.


"Astaghfirullah, Aku lupa!."


"Lupa apa kak?" Ucap Iki.


"Ah.. Kakak lupa bayar wifi nya ha.aha"


"Astaga kak kenapa kamu lupa sama hal ini."


"heheh maaf maaf soalnya kemarin-kemarin kakak sibuk ngurus sesuatu hingga lupa bayar."


Tiba tiba ada telpon dari pihak wifi.


*DRRR


"Pas sekali, pihak wifi nelpon."


"Alex gimana, udah bener?" Ucap Adit.


"Ah.. Iya tunggu ya.


Lalu Alex membayar Wifi nya sebesar 110Rb, setela membayar wifi nya pun normal kembali.


"Gimana udah bisa?.


"Udah bisa makasih Lex.


"Lain kali jangan di ulang lagi ya Kak." Ucap Iki


"Haha, iya."


DISISI LAIN.


Si Jae mencari iki di Di daerah-daerah bersama teman nya sedangkan istri nya mencari di sekitar tempat tinggal nya, mereka sangat tergesa-gesa dalam mencari Iki karena Mulai besok Pak Wijaya akan datang berkunjung.


Lani menelpon Jae.


*DRRR


"Halo mas.. Gimana apa kamu udah menemukan Nya?.


"Masih belom.. Aku dengan teman ku masih mencari." Ucap Jae.


Mendengar bahwa iki masih belom di temukan Lani sangat panik dan gelisah karna kalo sampai besok belom ketemu mereka akan mati oleh Pak Wijaya.


"Aduh.. Gawat sebenarnya dimana si Bocah nakal itu." Ucap Lani dengan nada panik.


"Kalo sampai besok tidak ketemu mati kami!."


Lalu lani melanjutkan pencarian nya, karna merasa capek dia pergi beli minuman dan beristirahat sebentar, kebetulan dia melihat ada sebuah ANGKRINGAN dan dia mampir kesana.


"Permisi Saya ingin membeli minuman ada gak?" Ucap Lani.


"Ah.. Tunggu sebentar saya kesana."


"Iya ada, mau beli minum apa?." Ucap Alex sambil tersenyum.


"Hmm.. Saya beli minuman rasa Strawberry satu."


"Oke mohon di tunggu."


Lalu Alex pun membuat minuman untuk nya, sedangkan si Iki pergi ke warung untuk membeli bahan makan di rumah, sembari menunggu si Lani menanyakan ke Alex tentang anak Hilang.


"Eh.. Dek pernah liat anak kecil yang ini gak." Ucap Lani sambil menunjukan foto Iki.


Alex melihat itu sedikit terkejut dan mulai sedikit mencurigai Lani.


"... Tidak.. Tidak pernah"


"Begitu kah."


"Kalo boleh tahu.. Kenapa ya?.


"Ini.. Anak ini adalah anakku dia pergi main tapi udah beberapa hari belom pulang."


Kecurigaan Alex benar bahwa orang ini adalah pengasuh Iki, dia lah orang yang menindas Iki selama ini, Saat ini iki tengah pergi ke warung untuk membeli bahan makanan di rumah, Alex berharap Iki tidak pulang sebelum Lani pergi.


"Gitu ya." Ucap Alex.


"Kalo kamu melihat anak ini tolong kasih tahu saya ya."


"Baik bu."


Lalu Iki tiba-tiba langsung pulang dan memberi kan bahan makanan ke Alex, Alex melihat iki pulang sedikit gelisah karena si lani belom pergi, Lani yang sudah capek nyari iki kemana-mana dan hampir menyerah tiba-tiba dia melihat iki ada disni.


"Iki?!" Ucap Lani.


Iki yang mendengar ada orang memanggil nya Langsung menoleh ke arah nya, saat dia menoleh Iki terkejut dan menjatuhkan Bahan yang dia beli, kenangan iki yang di pukul mulai muncul.


"Bi..Bibi?!


"Kau kemana aja hah!."


"Bi..Bibi a.. Aku-"


"Tidak itu gak penting, sekarang kau ikut bibi pulang."


"Ga..Gak aku tidak mau ikut."


"Apa, kenapa kau tidak mau?"


"Apa kau sekarang jadi anak nakal Hah!."


Saat iki di bentak Lani kenangan buruk nya muncul, kenangan yang Sangat ingin iki hapus, Iki langsung reflek menurut kepada Lani krna apa yang dulu Lani lakukan kepada iki membuat iki takut kepadanya.


"Baik bi."


"Nah benar, anak baik."


Alex melihat iki ketakutan langsung mencegah Lani membawa Iki pergi, Alex tahu ekspresi iki saat ini sangat ketakutan sehingga membuat nya menuruti Lani.


"Maaf Bu tapi ibu tidak bisa membawanya pergi." Ucap Alex.


"Ah.. Ohya aku ingat bahwa kamu bilang kalo tidak tahu tentang anak ini rupanya adalah kebohongan."


"apakah kau ingin menculik anaku?" Ucap Lani.


"Menculik, Heh Ibu kira aku tidak mengetahui apa yang ibu lakukan terhadap Iki ha"


"Apa, emang apa yang kau ketahui hah?."


"Seperti ibu yang memukul Iki."


"Kan itu karna dia melakukan kesalahan karna itu aku memukul nya."


"Dengan memukul sampai badanya nya penuh dengan memar gitu?"


"Itu sudah biasa karna pendidikan ini dilakukan oleh orang tua jaman dulu, agar anak mereka tidak akan nakal lagi."


Si lani tetap menyangkal bahwa perbuatan nya ke iki adalah hal yang wajar, sehingga membuat alex sangat marah, Iki hanya bisa terdiam karna dia ketakutan.


"Heh, memukul anak emang boleh untuk pendidikan tapi tidak sampai berlebihan juga!."


"Kau ini.. Kenapa dari tadi menanyakan hal hal ini, emang kamu ada hubungan apa dengan iki?!"


Aku, Aku adalah kakak nya jadi aku berhak ikut campur."


"Jangan bohong, kau kira aku tidak tahu apa, kalo si iki adalah anak tunggal?"


"Aku adalah kakak nya dan dia Adalah adik ku, siapaun orang yang ganggu keluarga ku akan kulawan."


"Kalo ibu masih bersikeras untuk membawa Iki, maka aku akan melapor nya ke pihak berwajib."


"Tentang perbuatan ibu ke Iki, yang memukul sampai memar memar, menyuruh melakukan tugas yang berat untuk anak usia 8 tahun."


"KAU!!!!.


Lani terpaksa melepaskan iki, karna dirinya bisa terancam bila Alex melaporkan pihak berwajib, jadi mau gak mau dia harus melepaskan Iki, tetapi bukan berarti dia menyerah,


Dia akan membawa Iki sebelum pak Wijaya datang.


Lalu Si lani pun memberikan iki ke Alex.


"Kau! tunggu saja aku akan kembali untuk membawa Iki".


Lalu Lani pun pergi, Alex melihat si iki hanya diam saja dia pun khawatir kondisi nya Iki, karna mungkin saja trauma iki muncul kembali.


"Ki.. Kamu baik baik saja?"


"Ke.. Kenapa kakak tidak membiarkan ku pergi dengan Bibi?


"Itu.. Krna kamu tidak ingin pergi."


"Tapi kan bisa bisa kakak akan dalam bahaya karna mereka!!."


"Aku tidak mau kalo kakak kenapa-kenapa"


"Jadi aku akan pergi pulang biar mereka tidak membalas kakak."


Alex mendengar bahwa si Iki Khawatir dengan nya dia senang tapi juga sedikit kesal krna bisa bisa nya dia menyerah seperti itu.


"Heh jadi kamu mengkhawatirkan kakak ya?"


"Tentu saja!".


"Kakak senang kamu mengkhawatirkan kakak, tapi kamu juga tidak boleh Menyerah begitu saja." Ucap Alex.


"Kakak tidak akan bahaya, karna kakak pernah menghadapi situasi yang lebih berbahaya sebelumnya."


"Ta.. Tapi Bibi Lani dan Paman Jae itu orang yang menakutkan."


"Gimana aku tidak bisa mengkhawatirkan kakak."


"Yosh yosh Kamu tidak usah khawatir lagi, serahkan masalah ini dengan kakak."


Iki sangat khawatir dengan Alex karna dia sangat tahu bahwa Si Lani dan Jae orang yang menakutkan, tapi saat melihat bahwa Alex percaya diri membuat dia merasa Tenang.


Alex pun kembali kerumah bersama iki, mereka menutup warung lebih cepat dari biasa nya, saat sampai di rumah Alex menghubungi sahabat nya.


"DRRRR


"Halo Ada apa Lex?" Ucap Rehan.


"Maaf aku menganggu, tapi aku butuh bantuan dirimu dan Rian."


"Bantuan?."


"Iya, krna ada masalah yang mendesak."


"Baiklah, Aku akan kesana dengan rian."


"Terimakasih"


...~BERSAMBUNG~...