
Setelah mendapatkan ijin dari Bibi Tini, Alex pun mempersiapkan barang-barang nya untuk pergi besok.
Alex udah tinggal bersama Bibi Tini setelah insiden kematian orang tua nya, dia takut ketika melihat rumah nya perasaan bersalah dan ingatan tentang kematian Ayah dan Ibunya terus menghantui nya.
Bibi Tini yang menyadari perasaan Alex lalu Meminta Alex untuk tinggal bersama dirinya.
KEESOKAN HARINYA
Alex pun berpamitan dengan Bibi Tini.
''Terima Kasih Bibi Tini karna telah merawat Alex selama ini'' Ucap Alex Sambil tahan tangis.
''Tentu nak Sama Sama'' Ucap Bibi Tini sambil memeluk Alex.
Alex yang melihat Bibi Tini menangis dia pun sudah tidak bisa menahan lagi air mata nya lalu menangis.
''Bibi Tini, Alex akan selalu ingat kebaikan yang Bibi berikan kepada Alex'' Ucap Alex Sambil menangis.
''Iya nak, Alex juga kalo butuh bantuan jangan merasa sungkan untuk Meminta kepada bibi ya Nak'' Ucap Bibi Tini sambil nangis.
''Iya Bi Hiks hiks..Suatu saat nnti Alex akan membalas kebaikan Bibi.''
Selesai berpamitan Alex pun pergi mengunakan motor, Perjalanan dari Rumah Bibi Tini Ke Rumah Alex memakan waktu 30Menit.
lalu kemudian Alex pun tiba di depan rumah nya, setelah dia membukakan pintu sekilas dia melihat Ayah dan Ibunya menyambut dirinya.
Alex pun masuk kerumah dan dia melihat seluruh ruangan Rumahnya, ingatan tentang orang tua Alex muncul, Lalu Alex pun mulai meneteskan air mata nya.
Alex langsung mengusap air mata dan menampar pipi nya.
*Plak.
''Aku tidak boleh bersedih lagi dan harus tetap kuat.'' Ucap Alex kepada dirinya.
Lalu Alex menyimpan barang-barang nya di dalam kamarnya, saat Alex mau membersihkan rumah nya dia baru sadar bahwa rumah sangat bersih.
Alex menyadari kalau yang membersihkan rumah nya adalah Bibi Tini.
''Sekali lagi terimakasih Bibi Tini'' Ucap Alex dengan nada lembut.
setelah itu Alex pun mengecek uang Wakap orang tuannya, sebelumnya Alex tidak memperdulikan hal itu tapi sekarang saat ini dia membutuh kan uang dari Wakap untuk membuka sebuah usaha.
''Satu...Dua...Tiga....Total semua nya ada...20JT?!"
Ucap Alex dengan nada terkejut.
Alex tidak percaya bahwa semua itu ada 20JT, dia baru pertama kali melihat dan memegang uang sebesar itu.
Lalu Alex mulai mencari ide usaha dengan modal sebesar 20JT di internet, dia menghabiskan waktu 10 jam untuk mencari tetapi hasil nya nihil.
''Huuuffh.. Rupanya memikirkan ide untuk buka usaha sama sulit nya dengan mencari kerja.'' Ucap Alex dengan ngeluh.
''hoaaahhhm.. Ya sudah lah besok lagi aja cari nya."
Ucap Alex sambil menguap.
KEESOKAN HARINYA.
Jam 6:00
Alex bangun dari tidurnya dan membasuh muka lalu pergi untuk joging sambil memikirkan ide usaha apa yang akan di buat nanti.
Selepas joging Alex lalu membeli nasi uduk Pak Eddy, Nasi Uduk Pak Eddy adalah tempat langganan Alex dan orang tuanya.
" Wah Alex udah lama tidak melihat kamu."
Ucap Pak Eddy sambil buat nasi uduk.
"Hehe Iya Pak Eddy Alex kemarin tinggal di rumah bibi Alex." Ucap Alex dengan tersenyum.
"Oh pantes Bapak tidak liat kamu ternyata tinggal di rumah Bibi kamu." Ucap Pak Eddy.
"Ini Nasi Uduk kamu sama Bapak kasih kamu roti kelapa Gratis." Ucap Pak Eddy sambil ngasih Alex
"Ehh tidak usah Pak Eddy." Ucap Alex sambil nolak roti.
"Udah kamu ambil aja Lex." Ucap pak Eddy sambil paksa.
Alex adalah tipe orang yang susah menolak sesuatu.
"Baiklah. terimakasih pak Eddy." Ucap Alex dengan Tersenyum.
" Sama Sama.", Ucap pak Eddy dengan tersenyum.
Lalu Alex pulang Kerumah untuk sarapan, selesai sarapan Alex langsung mencari lagi Ide untuk usaha nya dia, Berjam-jam dia habiskan tapi tetap hasil nya nihil.
Alex sadar bahwa mencari di internet hanya mempersulit kan dirinya, lebih mudah untuk bertanya kepada orang yang berpengalaman atau orang awam.
Lalu Alex pun keluar kerumah, kebetulan bertemu dengan sahabat nya Rian Dan Rehan, dan mereka bertiga duduk di batu Panjang, dan Alex pun mulai bertanya kepada sahabat nya itu.
"Menurut mu Kalau kalian memiliki uang 20JT untuk membuka sebuah usaha kalian ingin buka usaha apa.?" Ucap Alex.
"20JT? kalau aku memiliki nya aku akan pergi ke hotel mewah dan bersenang-senang!." Ucap Rian Dengan nada Gembira.
Rehan memukul kepala Rian.
*Duuk
"Bodoh Alex lagi serius bertanya kamu malah bercanda!." Ucap Rehan dengan nada marah.
"Aduuh.. Iya maaf kan aku cuman bercanda." Ucap Rian sambil pengan kepalanya.
"Oke oke jangan berantem ya kalian berdua." Seru Alex.
"Kalo menurut mu Rehan gimana?" Ucap Alex dengan nada penasaran.
"Kalau menurut ku lebih baik buka usaha yang sedikit saingan nya, atau toko sembako 24Jam karna warga disni banyak yang butuh saat tengah malam." Ucap Rehab Dengan nada serius.
Alex yang mendengar ucapan nya Rehan dia langsung mendapatkan sebuah ide usaha nya.
"Menurut mu gimana kalo usaha nya sebuah ANGKRINGAN.?" Ucap Alex.
" ANGKRINGAN..Hmm seperti nya itu boleh di coba, karna daerah kita sangat minim sekali sebuah ANGKRINGAN." Seru Rehan.
"ANGKRINGAN? bagus Tu Lex pasti rame karna banyak anak anak remaja atau bapak bapak yang akan mampir." Ucap Rian dengan nada Yakin.
"Baiklah Aku akan memilih usaha ANGKRINGAN." Ucap Alex dengan semangat.
"Terima kasih Rian Rehan." Ucap Alex dengan tersenyum.
"Sama sama." Seru mereka berdua.
......~Bersambung~......