
Setelah akhirnya Alex mendapatkan ide buka usaha yaitu ANGKRINGAN Berkat Rian Dan Rehan, lalu Alex pulang untuk menyusun rencana usaha.
"Aku pulang duluan ya." Ucap Alex sambil lambaikan tangan.
"Iya Alex hati-hati ya, kalo butuh bantuan panggil kami aja ya." Seru Rian dan Rehan.
Sampai nya di rumah Alex langsung membuka HP untuk melihat bahan apa aja untuk buka usaha ANGKRINGAN.
Untuk memulai usaha ANGKRINGAN Langkah Pertama yang di perlukan adalah:
1.**Pilih Lokasi Jualan yang Strategis.
2.Menentukan Konsep Angkringan.
3.Rincian Modal Usaha Angkringan**.
Dan bahan yang di perlukan adalah.
Gerobak angkringan.
Terpal ukuran lebar.
Teko plastik.
Tempat sampah.
Ember.
Termos es.
Teko/ceret.
Wajan penggorengan.
Kompor gas.
Gas elpiji.
Nampan dan keranjang.
Sendok dan garpu.
Piring besar.
Piring kecil.
lusin gelas.
"Hmm... Gerobak Kah...Katanya susah nyari Gerobak di daerah disini." Ucap Alex sambil usap kepala.
Alex yang kebingungan mencari Gerobak lalu meminta bantuan kepada Bibi Tini dan menelpon nya.
"Haloo Bibi Tini Gimana kabar bibi." Ucap Alex dengan nada Gembira.
"Wah Alex Bibi senang Alex menelpon bibi, Baik Nak, Alex sendiri gimana kabar nya?" Ucap Bibi Tini dengan nada Gembira.
"Alex juga Baik Bi." Ucap Alex dengan nada Lembut.
"Bagus Lah Nak, Terus ada apa Alex menelpon Bibi?" Ucap Bibi Tini.
"Anuu..Bi Alex Butuh bantuan boleh tidak?." Ucap Alex dengan nada Sungkan.
"Tentu Nak! Silahkan mau minta bantuan apa bibi akan bantu sebisa mungkin." Ucap Bibi Tini dengan nada Gembira.
"Sekarang Alex telah ada ide usaha dan sekarang Alex membutuhkan Gerobak, Bibi ada tidak kenalan yang menjual Gerobak?.Ucap Alex
"Hmm.. Kayak nya Bibi tidak punya kenalan yang menjual Gerobak Lex."
"Emang Alex ingin membuka usaha apa?. Ucap Bibi Tini dengan nada penasaran.
"Begitu ya.. Alex ingin buka usaha ANGKRINGAN Jadi saat ini Alex membutuhkan Gerobak Bi." Ucap Alex.
"Tunggu Memang Bibi tidak tahu dimana yang jual Gerobak Tapi bibi Tahu Penganti Gerobak." Ucap Bibi Tini sambil menaikkan nada suara.
"Apa itu bi?.Ucap Alex dengan nada penasaran.
"Kamu tahu kalo Ayah kamu memiliki warung?.
Seru Bibi Tini.
"..Alex tidak tahu bi, emang kenapa?.
"Begitu, Seperti nya ayah kamu tidak memberi tahu hal itu."Seru Bibi Tini.
"Hal Itu?.Ucap Alex dengan nada penasaran.
"Iya, Sebenarnya ayah kamu memilik warung yang ingin di warisan untuk mu tetapi warung itu sekarang ada di tangan Adik dari ayah kamu Arif." Ucap Bibi Tini sambil menaikkan nada suara.
"...Kenapa ada di paman Arif bi.? Ucap Alex dengan nada penasaran.
"Setelah Ayah Dan ibu kamu meninggal dia mengambil kesempatan untuk mengambil kunci warung."Seru Bibi Tini.
"Karna itu kunci warung ada di tangan nya."Seru Bibi Tini.
"Kenapa Bibi Tini tidak mengambil nya kembali?.Ucap Alex dengan nada penasaran.
Alex mendengar Hal itu langsung marah dan memukul dinding.
"Duak
"Bi Apa bibi memiliki bukti nya?.Ucap Alex
"..Sudah bibi telah memiliki bukti nya, bibi telah mengumpulkan bukti nya selama 1 bulan ini." Ucap Bibi Tini.
"Bibi bisa mengirim bukti nya ke Alex?."
"Oke tunggu sebentar.... Sudah bibi kirim coba kamu cek."
"Baik sekali lagi terimakasih Bibi Tini." Ucap Alex
"..Apa kamu ingin melaporkan itu ke Polise.? Ucap Bibi Tini dengan nada penasaran.
"...(Diam)
"Kalau kamu ingin melaporkan ke pihak polis Bibi akan bantu kamu" seru Bibi Tini.
"Terimakasih Bibi Tini, Tapi ini urusan Alex, Biar Alex yang mengurus nya." Seru Alex.
"... Baiklah
lalu Alex melihat bukti yang selama ini Bibi Tini kumpulkan tentang kejahatan paman nya, bukti bahwa ayah nya tidak menjual warung nya dan bukti Arif yang mengambil kunci itu secara diam-diam.
Sebelumnya Alex sudah mengetahui sifat tamak paman nya ini tetapi Alex tidak tahu bahwa sifat tamak nya sangat Parah, hingga membuat Alex sangat murka.
Paman Arif Adalah Adik nya ayahnya Alex Jerry,
Jerry memilik Lima Saudara dua di antara nya telah lama meninggal akibat penyakit, sisa Pak Jerry, Arif dan Ali.
Pak Jerry adalah kakak tertua di Antara Lima Saudara nya, Arif ke dua Ali ke tiga,
Pak Jerry memiliki sifat baik hati, ceria, dan Ambisius, sedangkan untuk Pak Arif memiliki sifat yang sebaliknya, dia tamak akan harta, iri hati, pendendam.
Kalau Pak Ali dia Memiliki sifat pasif.
Pak Arif telah lama membenci pak Jerry karna dari dulu kecil lebih di sayang orang tua mereka dari pada dia, dan setiap acara ulang tahun pak Jerry mendapatkan hadiah yang lebih bagus dari pada Pak Arif.
karna merasa orang tua nya pilih kasih Arif menjadi sangat benci kepada Pak jerry, dan ingin merebut semua yang di Miliki pak Jerry termasuk warung.
Mendengar kabar bahwa Pak Jerry telah meninggal Arif senang karna orang yang paling dia benci Akhirnya tewas.
disaat orang lain Berduka cita atas kematian Ayah dan Ibunya Alex, Arif mengambil kesempatan untuk mengambil kunci warung.
Walaupun warung tidak berharga bagi yang lain tapi bagi Arif ini Adalah hal yang penting.
Karna warung ini dibangun oleh pak Jerry sendirian tanpa bantuan tukang dan orang lain,
Jadi Arif merasa bahwa ini adalah harta berharga nya Pak Jerry karna dia membangun nya sendirian tanpa bantuan orang lain, dan harta yang di wariskan untuk Alex.
Bibi Tini yang melihat bahwa kunci Warung di ambil oleh Pak Arif langsung murka.
"Hey Arif!! kembalikan kunci yang telah kau ambil itu." Ucap Bibi Tini dengan nada marah.
"Oh kukira siapa ternyata kamu Tini." Ucap Arif dengan nada Lantang.
"Kau!! kunci itu adalah milik kakak ipar yang di wariskan untuk Alex, kenapa kau mengambil nya?!. Ucap Bibi Tini dengan bada marah.
"Hehehe itu karna Kakak telah menjual nya kepada ku sebelum dia mati." Ucap Arif dengan nada Lantang.
"Mana Bukti nya Kalo bener kakak telah menjual warung itu!!." Ucap Bibi Tini dengan nada marah.
"Ini bukti nya." Ucap Arif dengan nada Lantang.
(sambil menunjukan bukti)
Bibi Tini yang melihat hal itu tangan nya terkejut dan menyangkal hal itu.
"i..Ini tidak mungkin.. Pasti ini kamu memalsukan nya kan?!.Ucap Bibi Tini dengan nada tidak percaya.
"Tidak mungkin aku memalsukan nya."Ucap Arif dengan nada lantang.
"Aku tidak percaya bahwa kakak ipar menjual warung itu!.Ucap Bibi Tini dengan nada marah.
"Heheh kakak waktu itu sangat kepepet jadi dia menjual warung itu ke aku." Ucap Arif dengan nada Lantang.
"KAU!!!"
Lalu Arif pun pergi meninggalkan kan Bibi Tini,
Bibi Tini tetap menyangkal bahwa kakak ipar menjual warung itu, jadi Bibi Tini selama 1bulan sibuk mengumpulkan bukti dan akhirnya berhasil mendapatkan nya.
Lalu Alex menelpon Arif untuk berbincang tentang warung.
*di angkat.
"Wah Alex keponakan kesayangan paman apa kabar, tumben kamu menelpon paman." Ucap Arif dengan nada Gembira.
"Paman Aku ingin membahas hal yang penting dengan mu." Ucap Alex sambil menahan amarah.
...~Bersambung~...