I Become Successful

I Become Successful
ANAK YANG MALANG.



Orang Tua nya Iki Bernama Pak Adi Dan Bu Susi adalah pengusaha Yang sukses, berkat ini juga Iki tidak pernah kekurangan semuanya Baik Uang, Rumah Yang Mewah, Mobil, Kasih sayang orang Tua, Semua nya dimiliki Oleh Iki.


Iki sangat di manjain Oleh orang tua nya Apapun yang Iki mau pasti akan di turuti oleh mereka, Iki juga sangat lah mencintai mereka orang tua nya.


Hari hari Iki selalu penuh bahagia dengan memiliki segalanya tetapi semua itu akan hancur seketika, Orang tua Iki sering pergi ke kota karena urusan Bisnis, Iki Juga Sudah Terbiasa Dengan Urusan Bisnis Orang Tuanya, Karena Pak Adi dan Bu Susi selalu membawakan Oleh Oleh untuk dirinya, Tetapi tetap saja walau mereka selalu membawakan Oleh-oleh Untuk Nya, Iki juga pasti sedih saat mereka pergi.


Walau begitu dia tidak pernah menunjukkan raut wajah yang sedih di depan mereka karena dia tidak mau orang tuanya khawatir karena dirinya, Iki juga adalah anak yang sabar menunggu kepulangan orang tua nya Jadi dia Tidak pernah merengek saat mereka pergi.


"Iki Anak Ku sayang, mama dan Papi Pergi dulu ya Nak." Ucap Bu Susi sambil peluk Iki.


"Iya Ma Hati hati ya, Jangan Lupa Bawakan Iki oleh oleh ya Hehe." Ucap Iki Sambil Tersenyum.


"Kali Ini Papa Akan Membawakan kamu Oleh oleh yang bagus Nak, Jadi kamu tunggu kami ya." Ucap Pak Adi Sambil Ngusap Kepala Adi.


Lalu Mereka Pun pergi menuju ke bandara, Iki di dirumah Bersama Dengan Paman Nya bernama Wijaya, Setiap orang tua nya pergi Wijaya selalu menjaga Iki sampai Pak Adi Dan Bu Susi Pulang.


Wijaya juga seorang pengusaha sukses dia membuat usaha cafe dan restoran yang lumayan terkenal.


Biasanya Setiap Pak Adi Dan Bu Susi Pergi Iki tidak merasakan khawatir, Tetapi Kali Ini Iki merasakan perasaan yang gelisah dan Khawatir detak jantung nya pun berdetak dengan kencang.


"Kenapa Perasaan ku tidak enak begini." Ucap Iki sambil menyentuh Dada nya.


"Hm, Kenapa Ki?." Ucap Wijaya Sambil menyentuh pundak Iki.


"Tidak.. Tidak ada apa apa paman."Ucap Iki Sambil Tersenyum.


Iki menghiraukan perasaan gelisah dan khawatir nya karena menurut nya mungkin karena dia mau sakit atau apa, Tetapi Siapa yang tahu perasaan itu Adalah pertanda Bahwa orang tua nya akan meninggal.


Pesawa yang di tumpangi oleh Pak Adi dan Bu Susi Mengalami Kecelakaan Karena Baling Baling Pesawat Nya Tiba-tiba Terbakar dan meledak di lautan.


Saat itu Iki tidak mengetahui bahwa orang tua nya telah meninggal dan dia saat ini sedang asik bermain game bersama Paman Nya.


"Hehe paman Hari ini aku akan mengalahkan mu." Ucap Iki dengan nada lantang.


"Heh Masih Sepuluh tahun Untuk mu mengalahkan paman." Ucap Wijaya Dengan seringai.


Karena Wijaya Tidak memiliki urusan hari ini jadi dia menemani Iki Bermain Game, Saat tengah Asik bermain dengan keponakan tercinta nya Itu dia tiba-tiba mendapatkan sebuah Telepon.


"Drr Drr


" Halo Ada Apa, aku saat ini sedang sibuk." Ucap Wijaya


"Anu.. Pak coba anda buka televisi Berita." Ucap Bawahan nya.


"Hah, Emang ada berita apa sampai kamu menganggu ku?" Ucap Wijaya dengan Nada marah.


"Kalau itu bukan yang penting gaji mu akan aku potong selama 2Bulan." Sambung Wijaya.


"Hiih!." Ucap Bawahan nya dengan ketakutan.


Lalu Wijaya berhenti sejenak bermain dengan Iki dan membuka televisi yang di Kasih tahu bawahan nya.


"Awas Saja Anak itu kalau ini bukan hal penting." Ucap Wijaya dengan nada marah.


"Jangan Marah marah paman." Ucap Iki sambil menenangkan Wijaya


"BERITA HARI INI TELAH TERJADI NYA KECELAKAN PESAWAT XX BEBERAPA JAM YANG LALU DI PERKIRAKAN TERJADI NYA KECELAKAN KARENA PESAWAT MENGALAMI KEBAKARAN DI BAGIAN BALING BALING SAAT INI TIM SAR SEDANG MELAKUKAN PENCARIAN TUBUH SELURUH PENUMPANG." Ucap Mbak Pembawa acara Berita.


Wijaya yang mendengar itu langsung kaget dan terduduk karena dia mengetahui bahwa pesawat yang mengalami kecelakaan itu Adalah pesawat yang di tumpangi oleh Kakak dan kakak ipar nya Pak Adi dan Bu Susi.


Iki melihat paman nya yang terkejut langsung menegurnya.


"Paman Kamu kenapa!." Ucao Iki dengan panik.


"Tidak...Tidak Mungkin." Ucap Wijaya Sambil meneteskan air mata.


"Apa nya paman!." Ucap Iki


"Nak.. itu adalah pesawat papa dan mama kamu tumpangi." Ucap Wijaya sambil menangis.


"Apa!?" Ucap Iki dengan nada terkejut.


"Ti.. Tidak Pasti paman salah mengenali nya." Ucap Iki Sambil gemetar.


"Paman berharap begitu tetapi Hiks Hiks." Ucap Wijaya.


Iki tetap ingin menyangkal hal itu tetapi paman mya tidak mungkin salah mengenali pesawat yang di tumpangi oleh orang tuanya.


Tidak Lama kemudian jasad orang tua nya di temukan dan di kuburkan, hari hari Iki yang penuh dengan kebahagiaan sekarang semua nya hancur, gimana tidak Iki mengalami kejadian yang mengerikan itu di umur nya yang ke 8Tahun, Itu pasti lah menjadi trauma terbesar dirinya.


Kisah tragis Iki sangat mirip dengan Alex Bukan hanya Tragedi mereka yang mirip tapi sifat nya mereka juga sangatlah sama persis, tetapi semenjak kejadian ini mereka berdua jarang tersenyum dengan lebar lagi.


Mungkin Ini semua sudah takdir mereka berdua bertemu karena mengalami nasib yang sama, Alex mendengar ceritanya Iki ini menangis tersedu-sedu dan langsung memeluk Iki.


"Mulai sekarang kamu jangan bersedih lagi ya Ki, Bilah kamu ingin menangis menangis lah dengan kencang dan bangkit lagi dari kesedihan." Ucap Alex sambil peluk Iki erat erat.


Iki mendengar ucapan Alex langsung menangis sejadi jadi nya, air mata yang dia tahan akhirnya keluar di malam itu, Alex juga ikut menangis bersama Iki hingga sampai larut malam mereka menangis.


Setelah Iki menangis dia merasa bahwa ada perasaan yang tiba-tiba lega sepertinya terputus nya rantai.


Alex bingung dengan cerita nya Iki, karena didalam cerita nya paman wijaya sangat mencintai dirinya tetapi kenapa Iki bisa keluar dengan pakai dan tubuh yang kotor.


Dengan Penasaran Alex pun bertanya.


"Tetapi Ki bukannya paman mu sangat mencintai kamu, Kenapa kondisi kamu jadi seperti ini?" Ucap Alex dengan nada penasaran.


"Itu.. Karena Aku tidak tinggal dengan paman." Jawab Iki.


"Kenapa?." Ucap Alex.


Lalu Iki menceritakan masalah itu, setalah orang tua nya meninggal Iki sebelumnya tinggal bersama Paman nya, Wijaya tidak tega meninggalkan Iki yang dalam kondisi seperti ini.


Tetapi Iki sangat jarang tersenyum lagi dan bahkan dia juga jarang ngobrol dan sering melamun, Wijaya tahu bahwa umur Iki sekarang butuh kasih sayang dari orang tua, Wijaya tidak bisa memberikan kasih sayang seperti orang tua nya, di Karena kan dia sangat sibuk dengan bisnis sehingga jarang ada waktu dengan Iki.


Karena tidak tega Wijaya memutuskan untuk menitipkan Iki ke tempat Temanya, Walaupun Wijaya sebenarnya enggan tetapi ini demi kebaikan Iki, Sebagai bayaran mengurus Iki Wijaya memberikan uang setiap bulan sebesar 10JT 5 JT buat pengasuh, 5JT lagi buat Iki.


Dia Juga berjanji kepada Iki setiap 1Minggu sekali akan mengunjungi Iki, Saat Wijaya mau pergi Iki memegang Baju Wijaya dan berkata.


"Paman Kamu Mau pergi kemana?." Ucap Iki.


"Nak.. Iki anak Baik Paman Akan pergi nanti paman datang setiap minggu." Ucap Wijaya.


"Bisa Paman tidak pergi?" Ucap Iki.


"Iki harus jadi anak yang baik baik ya." Ucap Wijaya sambil menahan tangis.


Lalu wijaya pergi Iki pun tinggal bersama dengan Jae dan Lani pasangan suami istri, Mereka juga memilik anak yang seumuran dengan Iki.


Awal nya semua nya baik baik saja tetapi lama lama mereka bertiga mulai menindas iki, Si Lani juga selalu memarahi si Iki karena melakukan kesalahan kecil.


Mainan yang di kasih oleh Pamanya pun juga di ambil oleh anak mereka, iki ingin melawan tapi dia takut di marahin.


Waktu berlalu Si Lani mulai berani memukul si Iki karena menjatuhkan sebuah piring dia juga menyuruh si iki untuk mencuci pakaian dia, suami, dan anak nya, padahal iki sangat kecil untuk melakukan tugas berat seperti itu, awalnya iki ingin menolak tetapi di pukuli Lani.


Uang nya iki juga di ambil dari 5JT jadi 500RB dan biaya makan si iki pun harus di tanggung sendiri, iki ingin mengadu kepada pamanya bahwa dia di tindas dan di pukuli, tetapi dia takut di pukuli oleh Lani dan Jae, Iki umur 8Tahun dengan sedikit acaman dia akan ketakutan.


Setiap paman nya datang iki selalu tersenyum palsu dan saat di tanya gimana kabar nya iki akan berkata tidak apa apa, padahal badan nya penuh memar.


Selama Tiga Bulan Iki bertahan sambil bertahan dia juga memikirkan untuk lari dari rumah ini, dan akhirnya dia bisa lari tetapi dia bingung mau kemana, mau kerumah paman nya dia tidak tahu di mana alamat nya, jadi itu lah alasan kenapa dia jadi seperti ini.


Alex yang mendengar hal itu sangat murka kepada Jae lani dan anaknya dia ingin melaporkan perbuatan mereka tapi di cegah oleh iki karena dia tidak mau memperpanjang urusan ini.


"Apa Tidak Apa kamu tidak melaporkan perbuatan mereka?." Ucap Alex.


"Hm, Tidak Apa Kak." Jawab Iki.


"Huuf.. Ya sudah kalau kamu tidak apa." Ucap Alex.


"Sambil mencari alamat paman kamu, kamu mau tinggal disni bersama kakak?" Ucap Alex.


"Apa Kakak tidak kerepotan nanti?." Ucap Iki dengan Ragu-ragu.


"Tenang saja kakak tidak akan repot malahan kakak senang akhirnya ada teman di rumah." Ucap Alex sambil tersenyum.


"Kalau kakak tidak keberatan aku mau." Ucap Iki sambil tersenyum.


"Bagus, Kalau gitu sebelum tidur kamu mandi dulu dan ganti baju, kebetulan kakak ada baju dulu kecil yang masih tersimpan." Ucap Alex.


"Baik kak."


Untuk sementara Si Iki tinggal bersama dengan Alex sambil mencari alamat paman nya, Iki Juga ikut membantu Alex Bekerja, Awalnya Alex menolak Tetapi Iki memaksa karena dia tidak mau menjadi beban.


...~BERSAMBUNG...