
Alex dan Iki memiliki kisah yang sama mungkin mereka bertemu karena takdir, biar mereka bisa saling mendukung untuk tidak jatuh ke dalam putus asa.
Alex dan Iki menangis semalaman dan Keesokan harinya Alex pergi membeli nasi uduk untuk Iki dan dirinya, Alex merasa bahagia karena sekarang dia memiliki orang di dalam rumah.
"Ayo Iki sini makan." Ucap Alex sambil tersenyum.
"Baik Kakak." Jawab Iki.
"Oh ya Nanti kakak akan pergi kerja kamu tidak apa apa sendiri dirumah?." Ucap Alex.
"Aku mau ikut kak!." Ucap Iki dengan nada semangat.
"Baiklah Kalau kamu ikut, Ayo." Ucap Alex.
Lalu mereka pun pergi ke ANGKRINGAN, sesampainya di sana Alex langsung bersiap siap untuk membuka ANGKRINGAN nya dan mulai menempati kursi dan meja di depan ANGKRINGAN.
Iki melihat Alex yang kelihatan kesusahan langsung sigap membantu Alex.
"Sini kak Iki bantu." Ucap Iki sambil memegang Kursi.
"Tidak apa kakak bisa sendiri." Ucap Alex sambil tersenyum.
"Hmmh!." Ucap Iki sambil Cemberut.
"Haha.. Baiklah ayo sini bantu kakak." Ucap Alex sambil mengelus kepala iki.
Iki pun ikut membantu Alex mengangkat Kursi dan Meja lalu membantu juga mengantungkan ciki ciki ke atas dinding.
Tidak lama kemudian pelanggan tetap Alex datang Pak Eddy dan seperti biasa dia juga memesan kopi hitam lalu Alex pun menyiapkan kopi itan untuk Pak Eddy, selesai membuat kopi Pak Eddy Iki meminta ke Alex biar dia saja yang mengantar Kopi nya ke meja Pak Eddy.
Alex ingin menolak tetapi Iki memaksa Alex, dia tidak ingin menjadi beban untuk Alex dan dia ingin membantu Alex walaupun itu hal yang sepele.
"Sini aku aja kakak yang antar."Ucap Iki sambil membawakan Kopi.
"Hati Hati Ki.."Ucap Alex dengan nada khawatir.
"Kakak jangan khawatir Iki bisa melakukan hal Ini " Ucap Iki sambil tersenyum.
Lalu di iki mengantarkan kopi nya ke meja Pak Eddy.
"Wah Alex seperti nya kamu sudah memiliki pegawai baru ya." Ucap Pak Eddy.
"Hehe Betul Saya Pegawai baru sini, Mohon bantuannya ya Pak." Ucap Iki sambil menunduk.
"..." Alex yang terdiam mendengar hal itu dan tertawa Tipis.
"Hm Hm baik Bapak Juga mohon bantuannya ya Bocah kecil." Ucap Pak Eddy sambil Mengusap kepala Iki.
"Hmmh! Bapak Ni aku bukan anak kecil nama ku Iki." Ucap Iki sambil Cemberut.
"Hahaha Baiklah Bapak Salah Iki kecil." Ucap Pak Eddy sambil tertawa lebar.
Lalu Rian dan Rehan pun datang ke ANGKRINGAN nya Alex.
"Selamat Pagi Lex." Ucap Mereka berdua.
"Oh..! Selamat pagi juga Rian, Rehan." Ucap Alex sambil menyambut mereka.
"Rian Gimana bisnis mu Lex?." Tanya Rian.
"Alhamdulillah berkat mu sekarang lancar semua Rian." Jawab Alex sambil tersenyum.
"Bagus Lah Lex kalau Gitu." Ucap Rian.
"Oh ya Lex... Siapa bocak kecil ini." Ucap Rian Sambil Melirik ke iki.
"Aku Bukan Bocah Kecil!!." Ucap Iki sambil Marah marah."
"Terus siapa?" Ucap Rian.
"Aku Iki! Dan aku sudah Umur 8 Tahun" Ucap Iki sambil Marah Marah.
"Oh Anak Kecil ya." Ucap Rian Sambil ngupil.
"Kau!!." Ucap Iki sambil tonjok cute.
"Sudah lah rian jangan begitu kamu sama Anak Kecil." Ucap Rehan.
"Anak kecil ya anak kecil." Ucap Rian sambil mengejek.
Iki yang tidak tahan di bully oleh rian dia pun menangis dan mengadu ke Alex.
"Uwahah Kakak Dia membuli Iki kaka Hiks Hiks." Ucap Iki sambil menangis.
"Cup cup Iki jangan nangis ya." Ucap Alex sambil menenangkan Iki.
"Kamu si Rian Jangan membuli anak kecil jadi nangis kan dia " Ucap Rehan sambil memarahi Rian.
"Alex maafkan Kami karena membuat Iki nangis." Ucap Rehan dengan nada memohon.
"Sudah tidak apa apa Rehan." Ucap Alex Sambil memaafkan.
"Sana Kamu juga minta maaf ke Iki." Ucap Rehan.
"Baik baik, Hey bocah aku minta maaf." Ucap Rian.
"Hmmh!" Ucap Iki sambil Cemberut.
"Tapi Lex Dia Siapa ya." Tanya Rehan sambil lirik Iki.
iki yang mendengar hal itu langsung menggenggam Erat Baju Alex, Saat iki menggenggam erat baju nya Alex menyadari bahwa iki tidak mau orang lain tahu tentang dirinya selain Alex, Lalu Alex pun berbohon ke pada Rehan dan Rian.
"Oh.. Ah Iki ini.. Ke.. Keponakan Jauh Aku.. Hehe" Ucap Alex dengan nada Panik.
Rehan langsung menyadari bahwa Alex berbohong kepada nya, dia tahu karena Rehan udah lama berteman dengan Alex dan juga Alex sangat tidak pandai dalam berbohong, walau begitu Rehan pura pura tertipu karena dia tahu bahwa masalah iki ini tidak biasa dan menunggu Alex meminta bantuan kepadanya.
"Oh keponakan jauh ya, Kalau gitu Berarti dia juga Keponakan Aku juga." Ucap Rehan sambil mengusap Kepala Iki.
"hehe betul betul." Ucap Alex dengan nada sedikit panik.
"Emang sejak kapan kamu punyak keponakan jauu Lex." Ucap Rian dengan nada bingung.
"Eh!.. Ah.. Itu.. Itu Karena aku tidak memberi tahu kalian.. Ya benar karena itu Hahaha." Ucap Alex dengan nada panik.
"Benar kah?." Ucap Rian Sambil menatap Alex.
"Udah Rian Jangan Tanya lagi." Ucap Rehan sambil menjauh kan wajah nya je ALEX.
"Ah! benar juga kami kesini ingin mengasih tahu kamu Lex Kalau Arif Akan bebas Bulan depan." Ucap Rehan.
Alex mendengar hak itu langsung berteriak.
"APA?!.
"Bukannya hukuman masih ada beberapa tahun lagi!?" sambung Alex.
"Kami juga tidak tahu, kami mendapat info dari pengacara kita kemarin." Jawab Rehan."
Iki melihat Alex berteriak dan memasang wajah yang suram langsung bertanya ke padanya.
"Kakak Arif Itu siapa?." Tanya Iki sambil sedikit ketakutan.
"Ah!.. Arif Itu.. Paman Kakak." Jawab Alex
"Apa Paman Kakak Itu jahat ke kakak?." Ucap Iki dengan nada penasaran.
"Benar dia Sangat Lah jahat." Ucap Alex dengan nada dingin.
"Kalau gitu Iki juga akan membantu kakak untuk melawan nya." Ucap Iki dengan nada semangat.
"Haha" Ucap Alex sambil ngusap Kepala Iki.
"Ya, kami kesini cuman memberi kabar kekamu jadi kami pamit dulu."Ucap Rehan sambil berdiri.
"Ah kalian tidak menetap lebih lama lagi?." Ucap Alex.
"Maaf Lex Kami masih ada urusan lain." Ucap Rehan.
"Baiklah, Terimakasih Atas Info kalian." Ucap Alex sambil tersenyum.
"Iya Sama sama " Seru mereka berdua.
Lalu mereka pun pergi saat Mereka pergi datang juga Abin, Adit dan teman-temannya untuk nongkrong, mereka memutuskan ANGKRINGAN nya Alex menjadi tempat tongkrongan mereka, Alex tidak masalah dengan itu dan malahan Alex sangat senang dengan ANGKRINGAN yang Ramai.
Disisi Lain.
Jae dan lani sangat panik karena Iki pergi dari rumah, mereka takut kalau paman nya Wijaya mengetahui hal ini Akan menghancurkan hidup mereka, Wijaya walaupun Sangat lembut ke pada iki dia sangat tegas dan kejam terhadap bawahan nya dan musuh nya jadi mereka sangat takut bila Wijaya tahu kalau keponakan tersayang nya hilang.
"Aduh... gimana ini Mas." Ucap Lani dengan nada panik.
"Ini semua gara gara kamu!!." Ucap Jae dengan nada amarah.
"Kenapa jadi aku yang salah?!." Jawab lani dengan Menentang.
"Coba kamu tidak menyiksanya dan menyuruh dia mengerjakan kerjaan yang berat."
"Ini semua tidak akan terjadi!!" Sambung jae.
Lani tidak bisa menyangkal nya dan Meminta maaf ke jae.
"Hiks Hiks Kalau begitu kita harus giman mas." Ucap Lani sambil menangis.
"Ya kamu cari dia sampai ketemu sebelum Pak Wijaya mengetahui nya."
"Kalau tidak kita akan Mati!." Sambung jae.
Si lani langsung bergegas pergi untuk mencari si Iki dan jae meminta kepads teman-temannya untuk membantu dia mencari iki dengan alasan iki sebagai keponakan nya dia.
KEMBALI KE SISI ALEX.
Alex yang mendapatkan kabar bahwa paman nya Arif akan bebas bulan depan merasa khawatir, dia takut nanti Arif datang dan membalas dendam kepada nya, apa lagi dia sekarang bersama iki Alex takut iki akan ikut terlibat dalam balas dendam nya Arif.
Waktu pun berlalu hingga tengah malam, Alex pun bersiap-siap untuk mengangkat kursi dan meja ke dalam warung nya lalu iki juga ikut membantu Alex mengangkat meja dan kursi.
selesai mengangkat kursi dan meja mereka juga menyapu halaman depan warung dan mengambil sampah dan membuangnya ke tempat sampah.
setelah selesai semua nya Alex dan Iki pun pulang Kerumah, saat dalam perjalanan iki menyadari kalau Alex tengelam dalam pikiran dan iki tahu alasan Alex tengelam dalam pikiran nya mungkin penyebab nya karena Arif Pamanya, iki langsung memeluk Alex dan berkata.
"Tidak apa apa kakak jangan khawatir semua nya pasti baik-baik saja." Ucap Iki sambil memeluk Alex.
"Eh.. Kakak tidak apa apa kok Ki." Jawab Alex.
"Iki tahu kalau kakak Khawatir dengan paman kakak."
"Tapi Tenang saja kakak tidak sendirian, kakak memiliki orang yang peduli ke kakak dan siap membantu kakak untuk menghadapi masalah." Sambung Iki
Alex yang tadi khawatir dan gelisah menjadi tenang saat mendengar ucapan nya Iki.
"Ha.. Kakak malu karena kamu menenangkan kakak." Ucap Alex sambil geleng-geleng kepala.
"Hehehe." Ketawa Iki.
"Oke malam ini kakak akan memasakn kamu nasi goreng spesial kakak." Ucap Alex dengan nada Gembira.
"Hm Nasi goreng spesial kakak?." Ucap Iki di dalam hati.
Sesampainya di rumah Alex langsung ke dapur dan memasakan iki nasi goreng SPESIAL nya saking spesial nya ayah dan ibu nya sangat menyukai nasi goreng spesial Alex, Alex Juga sudah lama tidak memasak Nasi Goreng spesial nya semenjak Ayah dan Ibunya Meninggal.
Selesai memasak Iki pun langsung mencoba masakan nya Alex karena penasaran, setelah satu suap Iki merasakan perasaan yang segar dan langsung menyukai nasi goreng spesial nya Alex.
"Enak!!! Kakak Ini enak banget!!.
"Kenapa kakak tidak buka usaha nasi goreng saja?.
"Pasti nasi goreng kakak laku keras." Sambung Iki.
"Haha kamu bisa aja." Ucap Alex sambil malu malu.
"Selesai makan Mandi lalu tidur ya." Ucap Alex.
"Baik!!." Jawab Iki dengan semangat.
Disisi lain.
Ini adalah tempat sel para tahanan dan fasilitas disini sangat lah minim dari makanan yang cuman nasi yang hampir basi lauk sayur dan ikan yang hambar.
Di sini Arif tinggal saat dia akan bebas bulan depan dia mempersiapkan rencananya untuk membalas dendam kepada Alex.
"Heheheh Alex Kau tunggu saja aku akan balas dendam saat aku keluar dari sini." Ucap Arif dengan nada Dingin.
...~BERSAMBUNG~...