I Become Successful

I Become Successful
MANDIRI



setelah Alex sudah lama tidak berkumpul dengan teman nya, dia sangat senang waktu yang dia habis dengan Rian dan Rehan.


bahkan dia sekarang sudah tidak lagi murung dan Tertawa kembali seperti Alex yang dulu.


''Nah kan enak lihat kamu Tertawa lepas seperti itu Alex'' ucap rehan dengan senyum.


''Yang di bilang Rehan betul, melihat dirimu yang murung itu tidak mencerminkan Alex banget'' Ucap Rian dengan nada bahagia.


''hehe'' Alex Sambil Malu.


''ohya Lex apakah setelah ini kamu akan tinggal dengan bibi Tini kamu?'' Ucap Rehan dengan penasaran.


''Aku belom tau Juga...'' Ucap Alex dengan nada bingung.


''Tetapi Bibi Tini kan udah mempunyai Anak 2Bulan,


takut nya nanti Bibi Tini kamu kerepotan." Seru Rehan.


''Hem tidak mungkin lah Bibi Tini kerepotan, dia kan sangat baik kepada Alex." Ucap Rian dengan nada Yakin.


Mendengar Ucapan nya Rehan Alex jadi kepikiran, selama ini Bibi Tini telah banyak membantu Alex setalah Orang tua nya meninggal, Bibi Tini lah yang mengeluarkan Alex dari jurang Keputusasaan, dan mengurus segalanya.


Alex tidak ingin terus menerus merepotkan Bibi Tini, jadi dia memutuskan untuk Hidup MANDIRI.


Lalu Alex pun pulang Kerumah, Bibi Tini yang melihat Alex sudah mulai tidak murung lagi dia bahagia melihat nya.


''Alex melihat kamu sudah tidak murung lagi Bibi bahagia melihat nya.'' Ucap Bibi Tini dengan nada bahagia.


''hehe ini semua berkat bibi yang selalu membantu Alex Bi.'' Ucap Alex sambil tersenyum.


Lalu Bibi Tini memasakan makanan kesukaan Alex Ayam Paha, Sebagai bentuk Alex tidak lagi murung.


Alex yang melihat Bibi Tini menyajikan makanan kesukaan nya, dia tidak sabar untuk menyantap makanan.


''Ini Lex makanan kesukaan mu.'' Ucap Bibi Tini sambil senyum.


''Waahh Terimakasih Bibi!.'' Ucap Alex dengan nada semangat.


''Pelan pelan makan nya nanti kamu tersedak.'' Ucap Bibi Tini.


''Hehe soalnya udah lama Alex tidak makan ayam paha, dan lagi masakan Bibi Tini sangat Enak seperti Ibu.'' Seru Alex dengan bahagia.


Selesai makan Bibi Tini pun mengambil piring dan membersihkan nya Lalu membuat kan susu untuk anak laki-laki nya bernama Putra, Alex yang melihat itu membulat kan tekad nya untuk tidak merepotkan Bibi Tini lagi.


''Bibi Tini..Bi.." Ucap Alex dengan nada ragu-ragu.


"Bi.. Alex ingin memberi tahu bibi sesuatu yang penting."


"Hal Penting Apa Alex?"


"...Bibi kan udah mengurus Alex seperti anak sendiri semenjak Ayah dan Ibu meninggal, Alex tidak ingin terus menerus merepotkan Bibi, Jadi Alex memutuskan untuk hidup mandiri.


Bibi Tini yang mendengar perkataan Alex merasa sedih karna dia berpikir Alex menganggap dirinya seperti orang asing.


"Apakah Alex menganggap Bibi seperti orang asing?" Ucap Bibi Tini dengan nada sedih.


"Ti..Tidak! tentu saja tidak Bi Alex udah menganggap bibi seperti Ibu Alex Sendiri." Ucap Alex.


"Terus kenapa kamu mengatakan bahwa bibi kerepotan merawat Alex.?"


"Itu... karna bibi harus merawat Alex dan Putra secara bersamaan jadi Alex tidak ingin bibi capek mengurus kami berdua, dan lagi ini juga demi kebaikan Alex Lo." Seru Alex.


Mendengar ucapan Alex Bibi Tini mengerti kekhawatirannya, karna dia harus merawat Alex dan Putra Sendirian.


Suami Bibi Tini Bernama Rizky pergi meninggalkan dia Bersama dengan selingkuhan nya 3 bulan yang lalu sebelum kelahiran putra, jadi dia merawat putra sendirian selama 2 Bulan tanpa bantuan orang lain.


Jadi dia mengerti mengapa Alex merasa merepotkannya.


"...Baiklah Alex Bibi mengijinkan kamu untuk hidup mandiri." Ucap Bibi Tini


"Beneran Bi!." Ucap Alex dengan nada semangat.


"Iya dengan syarat kamu harus mempunyai kerja, biar Bibi tidak Mengkhawatirkan dirimu." Seru Bibi Tini.


"Kalo kerja Alex belom memikirkan nya, tetapi Alex ingin membuat usaha dengan uang Wakap ini."


"Usaha apa yang mau kamu buat?" Ucap Bibi Tini dengan nada penasaran.


"Untuk saat ini Alex belom ada Ide untuk membuat usaha apa tetapi nanti Alex memikirkannya kok." Seru Alex


"Huuuh.... Baiklah kamu menang Alex, bibi Tini setuju." Ucap Bibi Tini dengan nada khawatir.


Walaupun Bibi Tini menyetujui hal itu, didalam hati nya masih banyak keraguan dan kecemasan, tetapi Bibi Tini ingin menghargai keputusan Alex.


"Terimakasih Bibi Tini." Ucap Alex dengan nada bahagia.


...~Bersambung~...