I Am Invincible

I Am Invincible
Berpetualang



Benua utara.


Hutan Black Forest.


Hutan black Forest yang terkenal akan banyak nya beast yang berkeliaran di dalam hutan tersebut, bahkan ada rumor mengatakan jika di dalam hutan Black Forest terdapat beast peringkat 10.


Namun Tidak banyak orang yang tau jika di dalam hutan menyeramkan tersebut terdapat sebuah mansion yang cukup besar, Dan di halaman mansion itu tampak seorang gadis elf yang sangat cantik dengan rambut berwarna putih yang panjang hingga sampai ke pinggang gadis elf tersebut, Gadis elf itu mengenakan pakaian berwarna putih dengan corak naga yang selaras dengan warna rambut nya.


"Melissa cepatlah". Ucap gadis tersebut yang merupakan Alice.


" Tunggu sebentar ". terdengar suara yang indah dari dalam mansion.


Tidak selang beberapa lama, muncul lah seorang gadis yang tidak kalah cantik nya dari dalam mansion.


Gadis itu memiliki rambut berwarna hitam panjang yang di kepang dan mata nya yang berwarna biru laut tersebut menambah pesona gadis tersebut.


Gadis tersebut berjalan keluar dari mansion seperti seorang bangsawan dengan wajah yang tampak dingin, gadis itu terlihat seperti seorang putri kerajaan.


Saat berjalan menuju Alice gadis tersebut kesandung batu yang membuat nya tersungkur.


"Aduh". ucap gadis tersebut yang adalah Melissa.


" Haah...kau ini masih saja ceroboh". Ucap Alice menghela nafas.


"Hehehe". Melissa tertawa dengan wajah polos.


Melissa kemudian berdiri dan menghampiri Alice,


" Dimana papa? ". Tanya Melissa.


"Aku tidak tau, papa belum keluar dari mansion dari tadi". Jawab Alice.


" Humph, padahal kemarin papa menyuruhku agar cepat untuk bersiap-siap". Ucap Melissa menggembungkan pipi nya.


"Ohh, apakah gadis kecil papa ini marah kepada ku? ". Ucap Ryu yang muncul di belakang Melissa.


" Huaaa". Teriak Melissa yang kaget Ryu muncul tiba-tiba.


"Papa, berhenti memanggil ku seperti itu, aku sudah besar sekarang". Ucap Melissa dengan wajah cemberut.


" Haha, mau usia kalian ribuan tahun pun, di mata ku kalian berdua tetap lah seorang gadis kecil". Ucap Ryu menepuk kepala dan Melissa.


"Sudah, sudah, kalian harus segera berangkat". Ucap Ryu.


Setelah mendengar hal tersebut wajah Alice dan Melissa menjadi sedih, karena hari ini adalah hari mereka berpisah dengan Ryu.


" Kenapa wajah kalian tampak sedih begitu?".Tanya Ryu.


"Tidak bisakah kami pergi besok saja". Ucap Alice dengan wajah sedih.


" Ya, Melissa masih ingin bermain bersama papa". Ucap melissa.


"Tidak, sekarang sudah waktunya bagi kalian untuk melihat dunia yang luas ini". Ucap Ryu sambil mengelus kepala kedua anak gadis nya itu.


Hari ini merupakan hari Alice dan Melissa untuk mengelilingi dunia Azure, Karena sudah tujuh berlalu sejak kejadian di istana Kekaisaran.


Alice dan Melissa yang dulunya gadis kecil yang imut kini telah menjadi seorang remaja yang cantik dan menawan, dan tentu saja kekuatan mereka sekarang sudah sangat berbeda dari 7 tahun yang lalu.


Alice kini sudah berada di peringkat 10 menengah di usianya yang baru 16 tahun, dan melissa berada di peringkat 10 awal di usia nya yang ke 15 tahun.


Hal tersebut merupakan hal yang wajar, karena yang mengajari mereka adalah Ryu, Seorang penguasa duni kuno yang tak terkalahkan dan di puja sebagai dewa.


Namun jika tanpa bimbingan Ryu mereka tetap akan bisa mencapai peringkat mereka yang sekarang namun itu akan membutuhkan waktu tiga kali lebih lama dari yang sekarang.


Dan saat ini Pintu gerbang mansion terbuka, Terlihat chloe yang kini sudah tampak dewasa, chloe kini sudah berada di peringkat 9 puncak.


"hah... hah... apakah aku belum terlambat? ". Tanya Chloe yang tampak kelelahan.


" Oh, kau datang tepat waktu". Ucap Ryu.


"Syukurlah". Ucap Chloe menyeka keringat nya.


Sebelum nya Chloe sudah tahu jika hari ini Alice dan Melissa akan berangkat, dan entah kenapa Chloe bangun kesiangan, Chloe yang bangun kesiangan tanpa pikir panjang langsung berlari dari mansion keluarga nya menuju mansion Ryu, Dia tidak menggunakan energi sama sekali dan hanya menggunakan kekuatan fisik nya untuk berlari.


Kemudian Ryu dan yang lainnya pergi menuju keluar gerbang mansion, setelah sampai di depan gerbang masuk, Ryu memberi Alice dan Melissa kalung serta cincin.


"Ini ambil lah". Ucap Ryu memberikan kalung dan cincin kepada kedua anak gadis nya tersebut.


" Untuk apa ini papa? ". Tanya Alice penasaran.


" Cincin ini merupakan cincin penyimpanan yang dapat menampung benda apa saja, sehingga kalian tidak perlu repot-repot membawa barang bawaan kalian, namun cincin ini sedikit istimewa, karena cincin ini juga dapat menampung makhluk hidup dan juga cincin ini telah di beri elemen waktu, satu hari di dalam cincin penyimpanan sama dengan 1 tahun di dunia nyata". Ucap Ryu menjelaskan.


"Lalu kalung ini untuk apa?". Tanya melissa.


" Kalian tidak boleh melepaskan kalung ini bahkan jika kalian ingin mandi, Karena kalung ini berfungsi sebagai pelindung, Jika kalian terkena serangan maka sebuah energi pelindung akan muncul menyelimuti diri kalian, kalung ini mampu menahan serangan seorang dewa sekalipun, jadi jangan sampai di lepaskan". Ucap Ryu panjang lebar.


"Wooow, Terima kasih papa". Ucap Alice dan Melissa yang kemudian berlari memeluk Ryu.


Ryu yang di peluk merasa sedikit sedih, anak yang dia rawat selama beberapa tahun ini akan pergi meninggalkan nya, walaupun Itu tidak akan lama, tapi tetap saja sebagai orang tua Ryu sedikit khawatir bahkan dengan artefak yang dia berikan sebelum nya.


Sementara itu, Chloe yang dari tadi hanya mendengar kan percakapan antara ayah dan anak tersebut tercengang ketika mendengar Ryu menjelaskan tentang kegunaan kalung dan cincin yang di berikan oleh Ryu kepada Alice dan Melissa.


'Seperti yang di harapkan dari guru. guru memiliki artefak yang mengerikan, aku yakin jika guru memiliki artefak yang lebih hebat dari cincin dan kalung tersebut'. batin Chloe.


Chloe tersadar dari lamunannya ketika mendengar suara auman blacky.


"Blacky, kau akan pergi untuk menemani perjalanan Alice dan Melissa". Ucap Ryu kepada blacky.


" Baik tuan". Ucap blacky dengan suara yang lembut.


Sementara itu snow tampak mengejek blacky karena dia harus berjalan jauh, sementara snow akan tiduran di mansion.


Namun belum sempat snow merasa bahagia, Ryu menariknya dan melemparkan snow ke arah Melissa.


"Bawa juga kucing pemalas ini". Ucap Ryu sembari melempar snow.


" Baik papa". Ucap Melissa.


Snow hanya bisa pasrah menghadapi kenyataan yang pahit ini.


"Ya sudah kalian berangkat lah cepat". Ucap Ryu.


" Baik papa". Ucap Alice dan Melissa serentak.


Kemudian Alice dan Melissa pergi dengan menunggangi Blacky, Ryu yang melihat kepergian kedua anak gadisnya tersebut merasa ingin menangis tapi Ryu tidak mengeluarkan nya.


"Jadi seperti ini rasanya melihat anak yang sudah kita rawat pergi untuk mencari pengalaman hidup". Gumam Ryu.


Namun suasana yang sedih tersebut terganggu oleh sebuah suara.


" Hei kemana kedua bocah itu?, apakah mereka sudah pergi? ". Ucap Cain yang muncul dari belakang.


" Ya". Ucap Ryu singkat.


"Dasar bocah bau, kenapa kau tidak membangun kan ku?". Ucap Cain yang tampak kesal.


" Siapa suruh kau selalu tidur". ucap Ryu yang kemudian berjalan masuk kedalam mansion dan di ikuti oleh Chloe


Sedangkan Cain dia masih mengoceh di depan gerbang masuk mansion.