I Am Invincible

I Am Invincible
Pria Tua



Tiga hari kemudian.


Clone Ryu yang telah menjelajahi benua utara dan barat belum berhasil menemukan pria tua tersebut, dan saat ini clone Ryu sedang berada di benua timur.


Clone Ryu sudah mencari di berbagai tempat di benua timur, "Sepertinya ini adalah tempat terakhir ". Ujar clone Ryu.


Kemudian dia mengedarkan kesadarannya ke arah sebuah gunung yang tinggi, namun kesadaran nya tidak bisa mencapai ke puncak gunung tersebut.


" Sepertinya ada sesuatu yang menghalang kesadaran ku". Ucap clone Ryu.


Kemudian Clone Ryu memutuskan untuk terbang menuju puncak gunung tersebut, namun saat dia sedikit lagi sampai kepuncak gunung, sebuah tendangan mengenai clone Ryu tersebut.


Akibat tendang tersebut clone Ryu terhempas kembali kebawah.


"cough... cough". Clone Ryu memuntahkan seteguk darah.


'Walaupun aku hanya memiliki setengah dari kekuatan asli ku saat ini, Seharusnya tidak ada yang bisa melukaiku seperti ini'. batin chloe Ryu.


" Sepertinya kau masih lemah bocah kecil". Ucap orang yang menendang Ryu tersebut.


Ryu yang mendengar ucapan tersebut segera menoleh kearah sumber suara, dan saat pandangan nya tertuju pada seorang pria tua dengan rambut dan janggut berwarna putih.


Ryu yang melihat pria tua itu, tanpa sadar air mata menetes dari matanya,"Ak-akhirnya aku menemukan mu pak tua". Ucap Ryu yang tampak menangis.


Berbalik dengan Ryu yang tampak sedih pria tua tersebut melesat menyerang clone Ryu, "Jangan pernah lengah ketika kau menghadapi seorang musuh". Ucap pria tua tersebut yang kembali menendang Ryu.


Ryu yang belum siap tersebut terkena tendangan pria tua tersebut dan terlempar kearah dinding bukit tersebut.


Pria tua tersebut tidak memberikan waktu bagi Ryu, dia kembali melancarkan serangan elemen tanah yang berbentuk sebuah duri yang besar.


Serangan tersebut sangat cepat sehingga clone Ryu tidak sempat untuk menghindar, dan hanya bisa memasang sebuah barrier yang tercipta dari energinya.


Serangan tersebut menghantam barrier Clone Ryu Namun serangan yang dilancarkan pria tua tersebut jauh lebih kuat dari apa yang sanggup ditahan oleh barrier Ryu, sehingga membuat barrier tersebut hancur dan serangan pria tua itu menghantam Ryu yang membuat gunung yang besar tersebut berguncang.


"Aku masih belum selesai". Ucap pria tua tersebut, dan dia melesat kearah clone Ryu yang tampak sudah tidak berdaya tersebut.


Pria tua tersebut saat ini tidak mengetahui jika yang di lawannya adalah clone nya Ryu, saat pria tua tersebut hendak menyerang Ryu menggunakan tinjunya, Sebuah tangan menahan serangan pria tua tersebut.


" Sepertinya kau bersenang-senang pak tua". ucap orang yang menahan serangan pria tua tersebut yang tidak lain adalah tubuh asli Ryu.


Kemudian Ryu mengangkat tangan satunya lagi terlihat hendak menyerang, pria tua tersebut merasakan sebuah ancaman dari serangan Ryu itu.


Pria tua tersebut menutup matanya untuk bersiap menahan serangan Ryu, namun tidak seperti yang dia pikir kan, Ryu justru memeluk pria tua tersebut.


"A-aku sangat merindukan mu pak tua". Ucap Ryu yang tampak ingin menangis.


Pria tua tersebut membalas pelukan Ryu, dan kemudian dia berkata, " kau terlalu berlebihan ". ucap pria tua tersebut tidak mau mengakui jika dia juga merindukan Ryu.


" Sepertinya kau tidak berubah dari dulu pak tua". ujar Ryu yang melepaskan pelukan nya.


"Sudah lah tidak usah terlalu berlebihan, Kita hanya tidak berjumpa selama ribuan tahun". Ucap pria tua tersebut dengan enteng.


Ryu yang mendengar hal tersebut ingin memukul pria tua itu, Namun dia tidak berani melakukannya, karena Ryu telah menganggap pria tua tersebut sebagai ayahnya sehingga Ryu tidak mau melakukan hal tersebut.


" Tapi kenapa kau terlihat baik-baik saja". Ucap pria tua tersebut.


"Maksudmu aku harus terlihat cacat? ".tanya Ryu


" Sepertinya kau masih bodoh, yang ku maksud adalah bukannya kau tadi habis ku serang habis-habisan". Ucap pria tua tersebut tampak urat keluar dari kening nya.


"Oh, itu hanya clone ku, apakah kau terkejut melihat berapa kuatnya aku sekarang?". Ucap Ryu dengan sombong.


"Ya, terserah lah, Kalau gitu ayo kita menuju mansion ku". Ucap Ryu.


" Baiklah ". balas pria tua tersebut.


Kemudian Ryu membuka sebuah ruang yang menuju kearah mansion nya.


Saat tiba di mansion Ryu, Mereka berdua di sambut oleh Melissa dan Alice.


" papa".


" papa".


ucap melissa dan Alice yang berlari ke arah Ryu lalu mereka berdua memeluk Ryu.


Sebelumnya Ryu pergi secara tiba-tiba dengan raut wajah yang tampak aneh, sehingga mereka khawatir melihat Ryu yang bersikap seperti itu.


"Siapa mereka?". Ucap Pria tua tersebut.


Melissa dan Alice yang mendengar suara pria tua tersebut menoleh kearah pria tua tersebut.


" Halo kakek, aku adalah Melissa anak papa dan ini adalah kaka Alice yang juga anak papa". Ucap Melissa dengan semangat.


Pria tua tersebut yang mendengar hal itu berseru dengan kaget.


"Apakah ini adalah anakmu? , wanita bodoh mana yang mau menikah sama bocah bau ini". Teriak pria tua tersebut dengan kaget.


Ryu yang mendengar hal tersebut semakin yakin jika dia harus memukul pak tua tersebut.


" Mereka adalah anak angkat ku". Ucap Ryu yang tampak kesal.


"Ohh, aku pikir mereka adalah anak kandung mu". balas pria tua tersebut.


Melissa yang penasaran siapa kakek tersebut menarik baju Ryu dan bertanya, " Papa, siapa kakek tersebut ". tanya Melissa.


" dia adalah... ". ucap Ryu terpotong.


" Aku adalah orang tuanya ". lanjut pria tua tersebut.


Melissa dan Alice yang mendengar hal tersebut segera berlari kearah pria tua itu dan kemudian memeluk nya.


Pria tua tersebut yang di peluk oleh kedua gadis kecil tersebut, pria tua tersebut kemudian menggendong Alice dan Melissa.


"Kakek apakah kau memiliki makanan? ". tanya Melissa.


" Hahaha, kalian memang mirip sekali dengan Ryu waktu masih kecil". tawa pria tua itu dan mengeluarkan banyak makanan dari cincin penyimpanan nya.


Ryu yang mendengar hal tersebut merasa malu, dia mengingat ketika dirinya masih kecil yang tingkah lakunya sangat mirip dengan kedua anak angkat nya itu.


Melissa dan Alice yang melihat makanan yang sangat banyak itu tanpa basa-basi langsung melahap semua makanan yang di keluarkan oleh pria tua itu.


"Sepertinya kau menemukan anak yang unik". Ucap pria tua tersebut kepada Ryu.


Ryu yang mendengar itu hanya mengangguk setuju.


Setelah beberapa saat semua makanan tersebut habis, Melissa dan Alice memegang perut mereka yang tampak kekenyangan.


" Sangat enak sekali, kakek apakah kau masih memiliki nya lagi?". Tanya Melissa, sementara Alice dia tidak bisa berbicara karena terlalu kenyang


"Sudah-sudah hari sudah larut saatnya untuk tidur". Ucap Ryu yang kemudian menggendong Melisaa dan Alice menuju mansion.