
Ibu kota Kerajaan moon.
saat ini adalah tengah malam, di sebuah penginapan yang cukup besar terdapat tiga orang asasin yang mengenakan pakaian serba hitam sehingga sulit di lihat pada malam hari.
ketiga asassin tersebut berdiri di atas atap penginapan.
"Sepertinya dia sudah tertidur, Sekarang waktunya". Ucap salah satu asassin dan di angguki oleh asassin yang lainnya.
mereka bertiga menyelinap kedalam sebuah kamar di penginapan tersebut, Saat mereka masuk kedalam kamar itu mereka di sambut oleh sebuah bilah pedang yang langsung memisahkan kepala dari tubuh mereka.
"Eh, A-ap.. ". Salah satu asassin itu bergumam sebelum lehernya di penggal.
Orang yang membunuh para asassin tersebut ialah Chloe.
" Aku tidak berharap mereka membalas dendam secepat ini". Ucap Chloe dia sudah tau siapa yang mengirim para asassin tersebut sehingga dia tidak perlu menangkap dan mengeintrogasi mereka.
"haah..., Yasudahlah karena mereka berani mengirim asassin kepadaku maka mereka harus siap menanggung akibatnya". Gumam Chloe kemudian dia kembali tidur.
****
Sebelumnya.
Vins yang tangannya terpotong berlari menuju ke kediamannya dan hendak mengadu ke pada ayahnya.
Saat ini Dam Kyle Ayah dari Vins sedang melakukan rapat bersama para petinggi keluarga Kyle lainnya.
Ketika mereka sedang rapat, pintu ruangan terbanting dengan keras dan tampak sosok Vins yang kehilangan satu lengannya.
Dam yang melihat itu segera menghampiri Vins, " Bajingan mana yang berani melakukan ini kepadamu? ". Ucap Dam, dia sangat marah karena Vins merupakan anak satu-satunya.
" Yang melakukan ini kepadaku.... ". Vins menjelaskan tentang semua kejadian yang terjadi di penginapan.
" Beraninya orang itu tidak memenuhi keinginan putraku dan juga beraninya dia mengambil tangan anakku”. ucap Dam, urat tampak keluar dari wajahnya yang sudah tua itu.
"Ayah balaskan lah dendam putra mu ini". Ucap Vins dengan tatapan kebencian.
" Tentu sa...". Ucap Dam terputus ketika dia melihat putranya tiba-tiba saja terbakar dan dalam sekejap berubah menjadi abu.
Dam Yang melihat putranya mati didepan mata Kepala nya sendiri berteriak sangat keras.
"aaaaaaah, Be-beraninya.... beraninya kau membunuh putraku". Teriak Dam yang menangis.
Kemudia Dam menenangkan dirinya dan menyuruh salah satu petinggi keluarga Kyle untuk menyewa asassin peringkat 6.
Dam sebenarnya sangat ingin membunuh orang yang telah membunuh putranya itu dengan tangannya sendiri, namun atura ibu kota ini membuat nya tidak bisa untuk melakukan hal itu, sehingga dia hanya bisa menyewa asassin untuk menggantikan nya.
Penyebab kematian Vins adalah ketika Chloe memotong tangan Vins dia meninggal kan sedikit energi yang diselimuti oleh elemen api dan energi itu akan bereaksi setelah beberapa waktu.
*****
Pagi selanjutnya.
Chloe sudah bangun dari tidurnya dan dia sekarang berada di lantai satu untuk sarapan, Hari ini Chloe akan memusnahkan keluarga Kyle karena telah berani mengusik dirinya.
Setelah selesai makan Chloe berjalan menuju ke kediaman Kyle, sebelumnya Chloe sudah bertanya pada resepsionis letak kediaman keluarga Kyle.
Tidak butuh waktu lama bagi Chloe untuk tiba di depan kediaman keluarga Kyle, Saat hendak masuk kedalam Chloe di cegat oleh dua orang penjaga perjngkat 3.
"Hei siapa kau, berhen.. ". belum sempat penjaga itu selesai bicara, kepalanya telah lepas dari badannya.
penjaga yang disebelah nya melihat itu hendak melawan namun nasibnya sama dengan penjaga yang tadi.
Chloe berjalan masuk kedalam mansion Keluarga Kyle, Chloe membunuh setiap orang yang dia lihat tidak peduli itu wanita, Anak-anak, Chloe membunuh mereka tanpa berkedip.
"Sepertinya asassin yang di kirim telah mati karena tidak ada kabar dari para asassin itu". Ucap Dam serius.
" Para asassin itu tidak lah lemah mereka berada di peringkat 6 awal ,jika orang yang memotong tangan tuan muda mampu membunuh mereka berarti dia berada di peringkat 6 puncak atau bisa jadi dia peringkat 7". ucap salah satu petinggi.
"Heh walaupun dia berada di peringkat 7,kita memiliki 5 orang yang berada di peringkat 6 menengah dan 1 orang peringkat 6 puncak, jika kite mengeroyok dia kita pasti bisa menang". sambung petinggi yang lainnya.
" Benarkah?". Ucap seseorang berjubah muncul dari petinggi yang berbicara tadi.
Dam dan yang lainnya melihat kehadiran sosok itu terkejut dan memasang sikap bertarung.
'sejak kapan dia berada disitu, aku bahkan tidak merasakan kehadirannya'. Batin Dam.
Namun ketika dia melihat sosok berjubah itu Dam tiba-tiba saja menyerang nya.
"kau, kau yang membunuh putraku". Ucap Dam menyerang menggunakan tinjunya yang telah dialiri energi.
saat serangan Dam hendak mengenai sosok berjubah itu yang tidak lain adalah Chloe, dia menangkap serangan Dam tanpa bergeming sedikit pun.
Dam yang serangannya ditahan dengan mudah merasa terkejut dan dia mencoba melepaskan tangannya dari genggaman orang berjubah tersebut.
Setelah berusaha sekuat tenaga Dam tidak bisa melepaskan tangannya, dan dengan cepat dia berteriak.
"HEI, APAKAH KALIAN AKAN DIAM SAJA, SERANG ORANG INI". Teriak Dam, dia merasakan kesakitan pada tangannya.
Para petinggi yang mendengar itu segera menyerang Chloe secara bersamaan.
" Lepaskan kepala keluarga ". ucap salah satu petinggi.
" Marilah". ujar petinggi yang lainnya.
"Rasakan ini". sambung yang lain.
Melihat serangan Dam yang ditahan dengan mudah mereka tidak mau meremehkan nya dan menggunakan seluruh kekuatan yang mereka punya.
Namun, belum sempat serangan mereka mengenai Chloe, sebuah pedang terbang dan memotong semua kepala para petinggi tersebut.
Dam yang melihat itu merasa ketakutan, lututnya gemetar, wajahnya berkeringat dingin.
'orang macam apa yang telah disinggung putraku ini'. batin Dam dia sekarang menyessli keputusannya.
"Am-ampuni aku, jangan bunuh aku, aku rela memberikan semua yang ku punya asal kau melepaskan ku". ucap Dam yang gemetaran.
" Baiklah karena aku adalah orang yang baik hati aku akan melepaskan mu, sekarang pergilah dari hadapanku". ucap Chloe dengan nada dingin.
Dam yang mendengar itu merasa senang, dia akan pindah dari ibu kota ini dan tinggal di desa dia tidak memikirkan balas dendam sedikitpun.
Dam dengan cepat berlari menuju keluar, namun saat Dam merasa jika dia masih memiliki harapan untuk hidup, sebuah pedang menusuk tepat di jantungnya.
"Setelah menyinggung ku kau berharap untuk hidup bebas?". ucap Chloe Di balik jubah nya dia tersenyum jahat.
" Da-dasar iblis....". Ucap Dam yang kemudian jatuh ke tanah dan meninggal.
Setelah membunuh semua orang yang ada di mansion Chloe terbang di atas mansion dan dia menciptakan sebuah bola api yang seukuran bola basket kemudian dia melemparkan nya ke arah mansion keluarga Kyle dan terjadilah sebuah ledakan.
Dalam sekejap seluruh Mansion keluarga Kyle rata dengan tanah, Chloe tidak memperdulikan tentang harta keluarga Kyle, karena dia memiliki lebih banyak harta di cincin penyimpanan nya.
Ledakan tersebut mengundang banyak ahli di ibukota bahkan raja kerajaan moon datang ke sana.
"Sepertinya Kali ini keluarga Kyle menyinggung orang yang salah, yah tidak masalah juga, keluarga Kyle telah banyak melakukan perbuatan jahat selama ini". Ucap raja moon kemudian dia pergi meninggalkan mansion tersebut.
Sedangkan Chloe saat ini dia telah tiba di kamar penginapan, Chloe langsung membersihkan dirinya yang penuh dengan darah.