I Am Invincible

I Am Invincible
Kombinasi Serangan



"Kombinasi serangan?". Ujar Chloe bingung.


" Baiklah ikuti aku". Ucap Ryu berjalan menuju keluar mansion.


"Kenapa kita tidak melakukan latihan di halaman mansion saja? ". Ucap Chloe.


" Karena latihan kali ini memiliki jarak serangan yang luas". Balas Ryu.


Setelah beberapa saat mereka tiba di tempat lapang.


"Perhatikan ini baik-baik". Ujar Ryu.


Kemudian Ryu mengeluarkan bola api seukuran bola basket dari telapak tangannya lalu dia melemparkan bola api itu kearah batu besar yang ada disana dan membuat baru itu hancur berkeping-keping.


" Itu adalah contoh jika kau hanya melakukan satu elemen saja". Ucap Ryu.


Lalu Ryu membuat bola api seperti tadi, namun kali ini dia membuat pusaran angin kecil di tangan satu nya lagi, kemudia Ryu menggabungkan kedua elemen itu menjadi satu.


Saat bola api dan pusaran angin itu menyatu tercipta lah tornado api yang kecil, kemudia Ryu melemparkan tornado api itu kearah batu besar lainnya.


Saat tornado api itu bertabrakan hal itu membuat ledakan yang sangat besar setelah beberapa saat tak hanya batu itu hancur tapi juga menciptakan kawah yang sngat besar.


Melihat itu Chloe tercengang dia pernah mendengar kalau jika dua elemen digabungkan akan menciptakan sesuatu yang luar biasa, namun dia belum pernah melihat nya secara langsung.


Setelah melihat hal itu secara langsung Chloe menjadi tidak sabar untuk mencobanya.


"Lihatlah, baru menggabungkan dua elemen saja dampaknya sudah seperti itu belum lagi jika 3 atau 4 elemen digabungkan mungkin bisa menciptakan sebuah bencana". Ucap Ryu.


"Namun dengan kekuatan mu saat ini kau hanya bisa menggabungkan dua elemen saja". Lanjut Ryu.


Mendengar penjelasan Ryu Chloe hanya mengangguk saja, dia sudah tidak sabar mencobanya.


" Lalu guru kapan aku bisa memulai melakukan nya". Ucap Chloe sudah tidak sabar.


"Setelah aku memberi Contoh satu lagi dan saat itu kau bisa memulai latihan". Ucap Ryu.


Kemudian Ryu mengeluarkan sebuah pedang dari penyimpanan nya.


" Untuk apa pedang itu guru?". Tanya Chloe penasaran.


"Kali ini aku akan mengalir kan elemen ku ke pedang ini, jika kau sudah bisa melakukan hal yang sebelumnya maka tidak butuh waktu lama bagimu untuk bisa mengalirkan elemen ke pedang ini". Ucap Ryu menjelaskan.


Lalu dia melakukan penggabungan elemen angin dan api namun menggunakan pedang sebagai wadahnya, ketika selesai mengalir kan elemen api dan angin ke pedang itu.


Kemudian Ryu menebas pedang itu, dan pada saat ini elemen yang mengalir pada pedang itu terlempar membentuk seperti bulan sabit dan menghantam tanah kosong di lapangan itu.


Lalu tercipta lah sebuah badai api besar yang jauh lebih besar dari sebelumnya dan menciptakan kawah yang sangat besar dan dalam.


Chloe yang melihat itu jauh lebih terkejut dari pada sebelumnya, 'mengerikan, terlalu mengerikan', itulah yang ada di benaknya saat ini ketika melihat efek dari tebasan pedang itu.


"Baiklah cukup sampai disini, oh dan kau bisa melakukan itu juga pada busur mu karena dasarnya sama.". Ucap Ryu.


" Dan kau akan disini selama latihan, kau tidak boleh kembali ke mansion sebelum bisa melakukan apa yang ku praktekan tadi, mau berapa lama pun itu aku tidak peduli, yang penting ketika kau kembali ke mansion kau harus sudah bisa melakukan nya". Ucap Ryu serius.


"Baik guru, murid ini tidak akan mengecewakan guru". Balas Chloe dengan serius.


" Kalau begitu aku akan menunggu kabar baik dari mu". Ucap Ryu lalu pergi meninggalkan Chloe sendirian.


Setelah Ryu pergi, Chloe mencoba melakukan apa yang dilakukan Ryu sebelumnya.


Pada percobaan pertama dia gagal membentuk bola api dan membuat bola api itu meledak ditangan nya.


"Sepertinya ini akan memakan waktu yang sangat lama, mengingat aku tidak pernah melatih elemen ku". Ucap Chloe.


Dua minggu kemudian.


" Huft.... Huft akhirnya aku berhasil membuat bola api". Ucap Chloe yang langsung duduk ditanah.


Dia membutuhkan waktu dua minggu hanya untuk membentuk sebuah bola api dan dia merasa kecewa akan hal itu.


Jika ada orang lain yang melihat itu mereka pasti akan muntah darah, soalnya bagi seorang jenius dalam sihir pun memerlukan waktu  bulan untuk membuat bola api.


"Baikalh aku akan berusaha lebih keras lagi". Ucap Chloe lalu bangkit dan melakukan langkah selanjutnya yaitu membuat pusaran angin.


Satu tahun kemudian.


Tampak seorang gadis dengan wajah yang tampak kelelahan, gadis itu adalah Chloe.


" Ak-akhirnya aku berhasil". Ucap Chloe yang berhasil menggabungkan kedua elemen nya.


Api dan angin menjadi tornado api, serta petir dan air yang menciptakan sebuah serangan yang lebih mengerikan dari tornado api.


Saat dia menggabungkan elemen petir dan air Chloe mampu membuat hujan petir yang memiliki jangkauan yang luas, sehingga membuat musuhnya akan kesulitan menghindari nya.


Dan dalam satu tahun ini Chloe tidak hanya melatih elemennya, dia juga meningkatkan peringkat nya, saat ini Chloe berada di peringkat 7 menengah ,sebelumnya Ryu meninggalkan beberapa kristal beast untuk meningkatkan energi Chloe.


Ryu tau jika latihan yang akan dilakukan Chloe membutuhkan banyak sekali energi oleh karen itu dia memberi beberapa kristal beast peringkat 7 kepada chlo.


Pada saat ini Chloe mampu bersaing dengan orang yang berada satu tingkat diatasnya jika dia mengerahkan seluruh kekuatannya.


"Baiklah setelah istirahat sejenak, aku akan melanjutkan latihan ku berikutnya".


Sementara itu, Ryu saat ini sedang bermain dengan melissa.


" Papa, kapan melissa bisa latihan seperti kakak chloe". Ucap melissa kepada Ryu.


"Nanti akan ada saatnya kamu akan berlatih seperti kakak chloe". Ucap Ryu sambil mengelus kepala melissa.


" Umm, baikalah". Ucap melissa tampak murung.


****


Kediaman keluarga morris.


Di dalam kamar Zack dan Luna.


"Sayang, Kira-kira kapan Chloe akan kembali, aku sangat merindukannya". Ucap luna tampak sedih.


" Entahlah, aku juga tidak tau, mungkin dia lagi latihan bersama tuan Ryu". Balas zack dia juga merindukan Chloe


"Sudahlah bu, tidak usah sedih, jika Chloe melihat ibu sedih seperti ini dia pasti juga akan ikut sedih". Ucap Evan menenangkan ibunya.


" Umm baiklah". Angguk Luna.


"Oh iya Evan, ku dengar kau akan diangkat menjadi jendral Kekaisaran, apakah itu benar? ". Tanya Zack.


" Ya, setelah aku naik ke peringkat 6 aku ditawari sebaga jendral Kekaisaran oleh Kaisar". Balas Evan.


"Hahaha, seperti yang diharapkan dari anakku, sangat berbakat seperti diriku yang dulu". Tawa senang Zack.


" Padahal dulu kau hanyalah seorang penjaga gerbang istana". Ucap Luna mengejek Zack.


"Ugh, itu adalah titik terendah dalam hidupku, namun sekarang aku sangat kuat". Ucap Zack seperti ada panah terlihat yang menembus jantungnya.


Luna dan Evan pun tertawa mendengar itu.