I Am Invincible

I Am Invincible
Bakat Yang Mengerikan



Di sebuah hutan terdapat sebuah mansion yang berdiri sendiri tanpa ada satupun rumah atau mansionl lainnya, disekelilingnya hanya terdapat pepohonan.


Di mansion tersebut terlihat Ryu yang sedang melatih Melissa dan Alice , dan tidak jauh dari mereka tampak seorang pria tua yang sedang duduk bersantai sambil melihat Ryu tersebut mengajari kedua anak gadisnya itu.


"Huft...Latihan sangat melelahkan". Ucap Melissa mengeluh.


" Bukan nya kau dari dulu sangat ingin latihan dan sekarang kau malah mengeluh". Ucap Alice yang ada di samping Melissa.


Satu tahun telah berlalu setelah Ryu menemukan pria tua itu, Dan kini Alice sudah berada di peringkat 5 Puncak di usia nya yang ke 9 tahun, Alice dapat di anggap sebagai seorang jenius yang sangat langka di dunia ini, Jika Alice berada di dunia kuno mungkin dia sudah mencapai peringkat 9,Karena energi yang berada di dunia azure ini sangat tipis jika dibandingkan dengan dunia kuno.


Sedangkan Melissa saat ini sudah berusia 8 tahun, dan telah mencapai peringkat 4 menengah, Saat mulai berlatih Melissa hanya mencapai peringkat 1 awal seperti orang pada umumnya, dan karena hal itu Ryu berpikir jika Melissa tidak berbakat sama sekali.


Namun saat Ryu memberi Melissa sebuah kristal beast peringkat 2, Melissa yang melihat kristal tersebut sebagai makanan langsung memakan kristal beast tersebut dan yang membuat Ryu terkejut adalah, energi yang berada di kristal beast itu langsung terserap dan menuju ke core Melissa.


Itu adalah pertama kalinya Ryu melihat hal tersebut, bahkan Pria tua yang hidup lebih lama dari Ryu pun baru mengetahui tentang hal tersebut.


Pikiran Ryu tentang Melissa yang tidak berbakat sama sekali itu, Ryu menariknya kembali, Melissa merupakan jenius tidak kata jenius tidak cocok untuk dirinya, Melissa lebih cocok di panggil monster karena hanya dengan memakan kristal beast saja dia bisa meningkatkan peringkat nya dengan cepat.


Namun Ryu tidak ingin Melissa naik peringkat terlalu cepat, Ryu ingin Melissa tidak hanya memiliki peringkat yang tinggi tetapi Melissa juga harus memiliki pondasi yang kuat untuk menopang kekuatan nya itu.


Dan pada saat ini Ryu sedang berlatih tanding dengan Alice dan Melissa, mereka selalu melakukan hal itu setiap hari setelah melakukan latihan lain nya seperti berpedang, memanah, latihan tombak dan lainnya.


"Baiklah, Latihan hari ini cukup sampai disini". Ucap Ryu sambil menepuk tangan nya.


" Hah... hah... Akhirnya selesai, papa terlalu kuat". Ucap Alice yang kelelahan.


Sedangkan Melissa dia sudah terkapar tidak berdaya, mereka telah melawan Ryu selama 1 jam lebih, namun mereka berdua tidak mampu menyentuh satu helai pun rambut Ryu.


Selama latihan Ryu hanya menghindar dan sesekali akan menyerang mereka dengan lembut, jika Melissa dan Alice adalah laki-laki maka bisa di pastikan mereka berdua akan babak belur saat ini.


"Hahaha, bagus.... bagus, kalian berdua sudah bekerja keras, saat nya makan untuk mengisi energi kalian yang sudah terkuras tersebut". Ucap pria tua yang hanya duduk dari tadi.


" makan?!". Ucap Melissa dan Alice secara bersamaan.


Mereka yang sebelumnya tampak kelelahan dan tidak sanggup bergerak kini dengan cepat mereka berlari menuju pria tua itu.


"Mana makanannya, aku sudah sangat kelaparan". Ucap Melissa dengan tidak sabar dan diikuti oleh Alice.


Pria tua itu kemudian mengeluarkan makanan dari cincin penyimpanan nya, dan dalam sekejap muncul banyak makanan di depan mereka.


Alice dan Melissa yang melihat itu langsung melahap makanan tersebut tanpa banyak basa basi.


" pelan-pelan nanti kalian bisa tersedak". Ucap Ryu yang sudah biasa melihat hal tersebut.


*****


sementara itu, saat ini Chloe sedang berdiri di depan gerbang masuk ibu kota Kekaisaran,dia baru saja kembali dari perjalanan panjang nya, Dalam waktu satu tahun ini Chloe sudah mengelilingi seluruh benua yang ada di dunia Azure, awal nya Chloe akan mengira jika tugas yang di berikan oleh gurunya itu akan memakan waktu lebih lama.


Pada saat ini Chloe telah berada di peringkat 8 puncak satu langkah lagi menuju peringkat 9, sebenarnya Chloe bisa saja untuk mencapai peringkat 9 kapan pun dia mau, namun Chloe memilih untuk tidak melakukan hal tersebut.


Setelah mengantri untuk beberapa waktu, kini tiba giliran Chloe untuk masuk.


"Tunjukkan kartu pengenal mu, jika tidak punya maka anda harus membayar 1 koin emas". Ucap penjaga gerbang.


Chloe mengambil sebuah lencana khsusus milik keluarga morris, Penjaga yang melihat hal tersebut terkejut dan kemudian dia meminta maaf dengan cepat.


" Maafkan saya, karena tidak mengetahui anda". Ucap penjaga tersebut membungkuk hormat.


Chloe tidak memperdulikan hal itu dan berjalan masuk ke dalam ibu kota, Chloe saat ini masih memakai jubah yang menutupi seluruh badan nya dan karena hal tersebut lah penjara tadi tidak mengenali Chloe sama sekali.


Setelah berjalan beberapa saat Chloe tiba di depan gerbang mansion keluarga morris.


Kedua penjaga yang melihat seorang berjubah hendak masuk kedalam mansion keluarga morris segera mencegat nya.


"Berhenti, ada urusan apa kau datang kesini". Ucap salah satu penjaga.


Chloe yang melihat itu kemudian melepaskan tudung kepalanya dan tampak seorang gadis yang sangat cantik dengan raut wajah yang dingin serta sorot mata yang tajam seakan-akan tidak memiliki ketakutan terhadap apapun.


Kedua penjaga gerbang yang melihat itu segera berlutut, " Selamat datang kembali nona". Ucap kedua penjaga tersebut.


Chloe hanya mengangguk kan kepalanya dan kemudian dia masuk kedalam mansion.


Pada saat ini Zack dan luna sedang berada di taman belakang mansion, sedangkan Evan dia sedang berada di istana melatih para prajurit baru Kekaisaran.


"sudah satu tahun lebih semenjak kepergian Chloe, aku sangat merindukan nya". Ucap luna yang tampak sedih.


" Chloe saat ini sedang melakukan tugas dari guru nya dan juga saat ini siapa yang tidak kenal dengan dirinya sang "Lightning killer", Aku sangat bangga memiliki anak seperti dirinya". Ucap Zack menenangkan luna.


saat ini terdengar suara langkah kaki mendekat kearah mereka berdua, Zack dan Luna kemudian menoleh untuk melihat siapa yang datang.


Saat mereka melihat yang datang adalah Chloe mereka berdua sangat terkejut, Luna yang sangat merindukan Chloe itu langsung berlari dan memeluk Chloe.


" Akhirnya kamu kembali, ibu sangay merindukan mu nak". Ucap Luna sambil menangis.


"Maafkan aku bu, jika aku membuat ibu khawatir". Ucap Luna dengan tatapan lembut.


Tatapan yang sebelumnya tampak dingin dan tak berperasaan kini terlihat sangat lembut dan hangat.


" Sudah lah, Chloe sepertinya tampak lelah". Ujar Zack.


Luna yang mendengar itu segera melepaskan pelukannya dan mengajak Chloe untuk beristirahat terlebih dahulu.