I Am Invincible

I Am Invincible
Sungguh Jenius



Pada saat ini di sebuah hutan, tampak 1 orang laki-laki, seorang perempuan dan seorang yang mengenakan jubah yang tak lain ialah Chloe


"Terimakasih karena sudah menyelamatkan kami". Ucap pria itu sambil membungkuk diikuti sang perempuan.


" Tidak masalah lagi pula aku mereka lah yang menyerang ku duluan". Ucap Chloe.


"Kalau boleh tau siapa nama dermawan ini". Ucap sang pria tersebut dengan hormat.


" Melihat dari pakaian mu sepertinya kau anak bangsawan, tapi kau tidak memiliki etika sama sekali". Ucap Chloe dengan dingin.


Sang pria bingung dengan ucap orang berjubah itu, Namun perempuan yang hanya diam dari tadi segera mengerti dengan maksud Chloe.


"Ah... maafkan kami, Saya Lexa Moonick dan ini adalah abang saya Jans Moonick Kami berdua adalah anak dari raja Kerajaan moon". Ucap Lexa itu yang menekankan nama keluarga nya.


" Oh... Aku Chloe ". Ucap Chloe tidak menyebutkan nama keluarga nya.


" Apakah Kamu tidak memiliki nama belakang? ". Ucap Jans bertanya.


" Kalian terlalu banyak bertanya". Ucap Chloe.


" Apakah itu salah?,". Ucap Jans yang tampak polos.


"sepertinya kau adalah pria yang bodoh, sudahlah aku akan pergi kalau begitu". Ucap Chloe yang langsung menghilang dari tempat dia berdiri saat ini.


" Apakah aku melakukan kesalahan?". Gumam Jans yang masih bingung.


****


Mansion Ryu.


Saat ini Ryu sedang mengajar kan kepada Alice cara merasakan energi, Sedangkan Melissa saat ini dia sedang jongkok di samping pohon sambil menggambar di tanah, wajahnya tampak cemberut.


"Hmph, Padahal aku sudah besar tapi papa tidak membolehkan ku untuk ikut berlatih bersama kakak". Gumam Alice yang tampak kesal.


Ryu pernah mengatakan jika ingin berlatih maka minimal harus berusia 8 tahun sedangkan umur Melissa saat ini masih kurang 6 bulan lagi untuk berumur 8 tahun, untuk Alice dia lebih tua 1 tahun dari Melissa.


Alice saat ini sedang duduk dalam posisi lotus.


"Untuk bisa menjadi seorang petarung kau harus bisa merasakan energi yang ada di sekitar mu, caranya cukup mudah kau hanya harus fokus dan membayangkan sebuah energi mengelilingi dirimu dan... ". Ucap Ryu terhenti ketika melihat Alice.


'Sepertinya aku menemukan seorang anak yang jenius'. Ucap Ryu ketika melihat Alice sudah mampu merasakan energi sekitar dan bahkan dia menarik energi tersebut kedalam tubuhnya.


Kemudian duduk di belakang Alice dan meletakkan kedua tangannya ke punggung Alice dan membantu energi yang masuk tersebut masuk kedalam sebuah core energi.


Setelah beberapa saat terdapat retakan di core energi Alice yang menandakan dia akan naik peringkat, Core energi Alice yang awalnya hanya sebesar bola basket kini telah berubah menjadi seukuran kolam kecil.


Saat melihat peningkatan Alice Ryu sedikit terkejut, pasalnya Alice langsung melompat ke peringkat 2 puncak satu langkah lagi menjadi peringkat 3.


Umumnya seseorang yang baru belajar menyerap energi hanya akan naik ke peringkat 1 namun Alice langsung meloncat ke peringkat 2 puncak kata Jenius adalah kata yang cocok Alice.


Alice kemudian membuka matanya, lalu dia melihat Ryu di belakangnya.


"Papa, aku merasa memiliki kekuatan yang sangat kuat". Ucap Alice sambil mengepalkan tangannya


Alice mencoba meninju udara dan ketika dia meninju udara tercipta lah sebuah gelombang pada udara tersebut.


" Selamat kau sepertinya di berkahi oleh surga karena memiliki bakat yang sangat hebat ". ucap Ryu yang menepuk kepala Alice.


Ryu yang melihat itu merasa lucu dan kemudian dia menggendong Melissa, " Ketika umurmu sudah cukup, kau akan bisa lebih baik dari Alice". Ucap Ryu.


"Hump, Melissa tidak percaya". Ucap Melissa memalingkan wajahnya.


" Apakah sekarang anak papa tidak percaya pada papa?". Ucap Ryu memasang wajah sedih.


Melissa yang mendengar itu buru-buru berkata kepada Ryu, "Tidak, tidak, Melissa percaya kepada papa". Ucap Melissa kemudian dia mencium pipi Ryu.


" baguslah, apakah kamu tidak pergi makan ke rumah kakek tua itu? ". Ucap Ryu.


Mendengar kata makan Melissa segera berkata dengan kencang, " Oh iya, aku hampir lupa, kalau begitu aku akan pergi dulu". Ucap Melissa yang memanggil blacky.


Saat hendak pergi Melissa teringat akan Alice, "Kakak ayo ikut aku". Ucap Melissa memanggil Alice, Dia seakan-akan telah melupakan hal yang sebelumnya.


" Ikut kemana?". tanya Alice.


"Tentu saja pergi makan". balas Melissa.


Alice yang juga penggila makanan seperti Melissa, Dalam sekejap mata dia sudah tiba di atas blacky, dan kemudian mereka pergi menuju ibu kota.


Ryu yang melihat itu hanya bisa tersenyum, " mereka memang cocok menjadi saudara ". Ucap Ryu sambil tersenyum.


Setelah bayang blacky menghilang dari pandangan Ryu berjalan menuju kolam ikan, saat berjalan menuju kolam ikan Ryu terhenti dan ekspresi wajahnya tampak serius.


" Energi ini..., walaupun aku sudah tidak melihat nya selama beribu-ribu tahun lamanya aku tidak akan pernah melupakan energi ini". Ucap Ryu.


Dia sebelum nya merasakan energi pria tua itu walaupun hanya sebentar, Ryu kemudian melepaskan kesadaran nya ke seluruh dunia Azure untuk mencari asal energi tersebut.


Setelah mencari beberapa saat dia tidak menemukan asal energi tersebut.


"Haah... mungkin itu hanya perasaan ku saja". Gumam Ryu sambil menghela nafas.


saat hendak berjalan kembali dia kembali merasakan energi tersebut walaupun hanya sebentar.


"Tidak, yang tadi bukanlah perasaan ku, energi ini memang miliki pak tua itu, tapi aku tidak tau dari mana asal energi itu, Namun aku yakin sekarang pria tua itu masih hidup". Ucap Ryu.


Tanpa sadar Ryu meneteskan air matanya, terlihat dia sangat merindukan pak tua itu.


" Tunggulah pak tua, aku akan mencari mu". Ucap Ryu.


****


Di suatu tempat di dunia Azure.


Tampak seorang pria tua dengan rambut putih panjang sampai ke pinggang disertai janggut putih yang panjang, dan kulit yang tidak terlalu keriput.


"hahaha, bocah kecil aku akan menunggumu disini". Gumam kakek tua itu yang merupakan pria tua yang dimaksud Ryu.


Dia sengaja melepaskan sedikit energinya untuk membiarkan Ryu tahu bahwa dia masih hidup, Karena sebelumnya pria tua itu meninggalkan Ryu tanpa kabar sama sekali selama beribu-ribu tahun lamanya, itu semua dia lakukan agar Ryu memiliki motivasi menjadi kuat dan mencari dirinya.


Pria tua itu juga tahu bahwa Ryu telah menjadi yang terkuat di dunia kuno dan juga dia tahu jika Ryu selalu mencari dirinya, merasa kasihan melihat Ryu saat mencari dirinya dia berniat menemui Ryu, Namun saat dia hendak menemui Ryu dia merasa jika saat itu bukanlah waktu yang tepat.


"Bocah, cepat lah kesini jujur saja aku juga merindukan mu". Gumam pria tua itu yang mengingat saat dia merawat Ryu yang dari bocah kecil lusuh hingga menjadi seorang pemuda tampan.