
Pagi selanjutnya.
Pada saat ini, Ryu bangun dari tidurnya, ketika dia melihat kesamping dia tidak melihat melissa.
"Aneh, biasanya dia masih mendengkur ketika aku bangun". Ucap Ryu menggaruk Kepala nya.
Kemudian Ryu membersihkan badannya dan setalah itu dia berjalan keluar mansion, Ketika dia melihat kearah halaman dia sangat terkejut ketika melihat melissa.
" Apa yang sedang kau lakukan?". Ucap Ryu berjalan menuju melissa.
"Tentu saja bersiap untuk menyelamatkan kakak". Ucap melissa dengan gagah.
Saat ini melissa sedang mengenakan baju besi dengan pedang di samping pinggangnya layaknya seorang ksatria.
" Haah...Kau tidak perlu mengenakan itu, lepaskan lah". Ucap Ryu menepuk jidat nya.
" Apakah ini aneh? ". Tanya melissa dengan wajah polosnya.
" Tentu saja itu sangat aneh". Balas Ryu.
"Hehehe". tawa melissa.
Kemudian dia melepaskan baju zirah itu, dan mengenakan pakaian yang biasa dia pakai.
" Seperti inilah yang seharusnya ". Ucap Ryu melihat melissa menggunakan pakaian biasa.
" Papa, ayo kita cepat menyelamatkan kakak". Ucap melissa dengan tidak sabar.
"Apakah kau tidak ingin sarapan terlebih dahulu". Ucap Ryu.
" Tidak, aku ingin menyelamatkan kakak dulu". Ucap melissa menarik tangan Ryu.
"Baiklah, baiklah". Balas Ryu, kemudian dia memanggil dengan.
" Ada perlu apa tuan?". Tanya blacky dengan hormat.
"Antarkan aku dan melissa ke ibukota Kekaisaran". Ucap Ryu, lalu dia menggendong melissa dan membawanya naik keatas kepala blacky.
" Baiklah tuan". Ucap blacky kemudian dia mengepakkan sayapnya dan terbang menuju ibu kota.
****
Istana Kekaisaran.
Di sebuah singgasana Ethan duduk dengan berwibawa dan sorot matanya tampak tegas, pintu ruangan terbuka dan tampak seorang prajurit masuk.
Prajurit itu berlutut baru kemudian dia berbicara, "Lapor yang mulia naga hitam sedang terbang menuju ke ibukota". Ucap prajurit tersebut.
" Bukannya itu sudah biasa, itu pasti nona muda yang hendak makan ke sini". Ucap Ethan sambil meletakkan pipinya di tumpuan tangan tangannya.
"Tapi yang mulia, kali ini nona muda tidak datang sendiri dia datang bersama tuan Ryu". Ucap prajurit itu.
Mendengar kata 'tuan ryu' Ethan dengan cepat berdiri dari singgasana nya dan terbang menuju gerbang masuk ibukota meninggalkan prajurit itu sendirian di dalam ruangan.
Prajurit tersebut yang melihat tingkah Ethan menggaruk kepalanya, dan dia pun juga pergi menuju gerbang masuk ibukota.
****
Pada saat ini Ryu telah sampai di depan gerbang ibu kota dan juga blacky mengecilkan badannya sebesar kuda dewasa.
Saat berjalan menuju pintu gerbang, Ryu melihat Ethan yang sedang berdiri di sana.
"Apakah sekarang seorang kaisar menjadi penjaga pintu gerbang". Ucap Ryu dengan nada mengejek.
" Tentu saja tidak, aku datang kesini karena ingin menyambut anda". balas Ethan.
"Tidak perlu, lagian kau adalah seorang kaisar lebih baik kau mengurus tugasmu". Ucap Ryu yang terus berjalan tanpa henti.
Ethan yang melihat itu merasa seperti ada sebuah panah tak terlihat menusuk jantung nya.
'Ughh, padahal aku datang kesini untuk menyambut nya'. Batin Ethan, dia kemudian kembali ke istana.
Ryu yang saat ini sedang menunggangi blacky melihat sekeliling jalanan ibu kota yang sangat ramai itu.
"Melissa dimana kau melihat kakak mu itu? ". Tanya Ryu.
" melissa kemarin melihat nya di depan restoran itu". Ucap chloe menunjuk sebuah restoran yang lumayan besar.
"Baiklah, kalau begitu kita akan menunggu di kedai depan restoran itu, siapa tahu dia akan datang kembali". Ucap Ryu yang berjalan menuju kedai di depan restoran.
Para warga tidak terkejut sama sekali akan kehadiran blacky, karena hampir setiap hari mereka melihat blacky berjalan di jalanan ibu kota dengan seorang gadis kecil yang cantik di atas nya.
Setelah menunggu beberapa jam, masih belum ada tanda-tanda akan kehadiran kakak melissa.
"Apakah benar disini tempat nya?". Ucap Ryu yang ragu.
" Apakah papa meragukan melissa?, Humph". Ucap melissa sambil menggembungkan pipinya.
"Tidak, Tidak, mana mungkin papa meragukan perkataan tuan putri yang cantik ini". Ucap Ryu dengan kata-kata yang manis.
Saat melissa hendak membalas perkataan Ryu, seorang wanita bangsawan datang dengan seorang budak elf yang dirantai dilehernya.
Melissa yang melihat itu segera menggoyang-goyangkan tangan Ryu.
"Papa.... papa, itu...itu kakak ku". Ucap Melissa sambil menunjuk kearah budak elf tersebut.
Ryu menoleh kearah yang ditunjuk oleh Melissa, dan dia melihat gadis kecil ras elf yang memiliki rambut sama seperti dirinya dan memiliki mata berwarna biru lautan.
gadis elf itu memiliki banyak luka di sekujur tubuhnya dan dia tampak sangat kurus dengan baju yang compang camping.
"Papa ayo selamat kan kakak". Ucap Melissa sambil menarik tangan Ryu.
" Kakak.... kakak". Teriak Melissa.
Gadis elf itu pun menoleh kearah Melissa, pada awalnya dia tidak mengenali Melissa karena tampilan Melissa saat ini tampak sangat cantik dengan pakaian yang dia kenalan juga tampak indah, setelah beberapa saat melihat Melissa dia akhirnya mengenalinya.
'Gadis itu...apakah dia adalah gadis itu?'. Ucap gadis elf itu, matanya tampak berair.
wanita yang membawanya kemari juga menoleh dan melihat kearah melissa, kemudian dia menatap gadis elf itu dengan tajam.
"Apakah kau mengenali gadis itu? ". Ucap wanita itu dengan sorot mata yang tajam.
" Ti-tidak, aku tidak mengenal nya". ucap gadis elf itu buru-buru.
Melissa dan Ryu pun tiba di hadapan wanita dan budak elf itu, Melissa dengan cepat memeluk gadis elf itu.
"Kakak akhirnya aku menemukan mu". Ucap Melissa sambil menangis.
" Hei menjauh lah dari budak ku ". Ucap wanita itu dan hendak mendorong Melissa.
" Jauh kan tangan kotormu itu dari putri ku". Ucap Ryu yang menahan tangan wanita itu.
"k-kau lepaskan tanganku, apakah kau tau siapa aku? ". Ucap wanita itu dengan mata yang tampak ketakutan.
walaupun dia tidak kuat, setidaknya dia berada di peringkat 5 puncak, namun dia tidak bisa melepaskan tangannya dari cengkraman pemuda yang tidak memiliki energi itu.
" bahkan jika kaisar bodoh itu datang kesini aku tidak akan takut". Ucap Ryu yang menguatkan cengkraman nya.
"le-lepaskan jika tidak... ". belum sempat wanita selesai berbicara dia merasakan rasa sakit yang luar biasa.
" Jika tidak apa? ". ucap Ryu dan menarik tangan wanita itu.
gadis elf yang melihat itu dengan cepat menutup mata melissa, Ryu yang Melihat itu tersenyum.
'Sepertinya gadis ini sangat baik terhadap Melissa'. batin Ryu.
" Aaaarghhhh". teriak gadis itu, dan para warga yang melihat itu segera berkerumun.
Para warga yang tau siapa Ryu tidak berani berbicara, sedangkan para warga yang tidak tau berbicara tentang nasib Ryu.
"Habislah pemuda itu, dia memutuskan tangan selir kepala keluarga Claire". Ucap salah satu warga.
" ya, pemuda itu pasti akan dibunuh dan disiksa oleh kepala keluarga Claire". sambung warga yang lain.
Tepat pada saat ini, Zack,Luna, Evan, Melissa dan ada seorang pria yang tampak seusia dengan Zack sedang berjalan menuju kerumunan.
Awalnya, Zack serta istri dan anaknya ingin mengantar kepergian chloe dan saat dijalan mereka bertemu dengan Glane Claire, kepala keluarga Claire mendengar Zack mengatakan ingin mengantar kepergian putri nya glane juga ikut ingin mengantar chloe.
Tapi pada saat berjalan menuju gerbang masuk, mereka melihat para warga berkerumun dan memutuskan untuk melihat nya dulu.
saat sampai di sana mereka membelah kerumunan, Glane sangat terkejut ketika melihat tangan selirnya di cabut oleh seorang pemuda
"Hei nak apa yang kau lakukan?". Ucap glane, dia hanya melihat pemuda itu dari belakangnya saja, dan saat pemuda itu berbalik Glane sangat terkejut ketika melihat wajah pemuda itu.
" Sayang syukur lah kau ada disini, pemuda udik ini berani mencabut tanganku". Ucap wanita itu yang melihat kedatangan Glane dan dengan segera dia berlari ke arah Glane.
Namun Glane hanya berdiri membatu dan kemudian dia tersadar dan dengan segera dia menampar wanita itu.
"Sa-sayang apa yang kau lakukan?". ucap wanita itu yang tidak percaya bahwa Glane menampar nya.
" Apakah kau siapa yang kau singgung itu?". Teriak Glane dengan marah, dia berpikir jika istrinya itu menyinggung pemuda di depannya itu.
"Memang nya siapa dia? ". Ucap wanita itu dengan takut.
" Dia adalah tuan Ryu, orang yang memutuskan tangan kaisar iblis, orang yang membuat semua kaisar berlutut dan kau beraninya kau menyinggung nya". Ucap Glane dengan marah
Kemudian Glane berjalan menuju Ryu dan dengan cepat dia berlutut meminta maaf.
"Maafkan selir bodoh saya ini tuan". Ucap Glane dengan penuh hormat.
" Tidak perlu, dia berani memperbudak kakak putri ku, maka hukuman buat dia adalah kematian ". Ucap Ryu kemudian dia menjentikkan jarinya.
Wanita itu langsung berubah menjadi kabut darah, semua orang yang melihat itu merasa merinding.
Glane dia tidak marah dengan hal itu, lagipula jika dia menyinggung pemuda dihadapan nya, mungkin keluarga nya akan dimusnahkan.
" Guru, apa yang kau lakukan disini". Ucap chloe yang berjalan menuju Ryu dan diikuti oleh Zack dan istrinya beserta Evan.
"Tidak ada, hanya memenuhi permintaan putriku". Ucap Ryu, kemudian dia berjalan menuju gadis elf itu dan menghancurkan rantainya.
Gadis elf itu sangat terkejut ketika melihat kekuatan Ryu, dan dia dengan segera berterima kasih.
" Terimakasih tuan". Ucap gadis elf itu.
"Tidak masalah lagian ini semua adalah permintaan putri ku". Ucap Ryu.
Mendengar itu, Melissa hanya tersenyum manis.
" Hehehe, kakak dia adalah papa ku sekarang". Ucap melissa sambil memegang tangan gadis itu, kemudian dia menatap Ryu dengan tatapan memelas.
Ryu yang melihat itu merasakan perasaan yang tidak enak, Dengan buru-buru dia berkata.
"Ayo kita pulang dan merawat luka kakakmu". Ucap Ryu dan memanggil blacky.
Setelah menaiki blacky bersama dengan Melissa dan gadis elf itu dia menoleh kearah chloe.
" Aku tidak akan mengantar mu pergi". Ucap Ryu yang kemudian pergi dan dengan cepat menghilang dari pandangan semua orang.
Chloe yang mendengar itu hanya mengangguk kan kepalanya dan mereka pun melanjutkan tujuan mereka.
dan kerumunan pun bubar dan melakukan aktivitas seperti biasa.