
Mansion Ryu.
Saat ini Ryu dan yang lainnya sudah sampai di Mansion,Ryu sedang membersihkan luka yang terdapat pada badan gadis elf itu.
"Apa yang wanita itu lakukan hingga mau memiliki luka sebanyak ini? ". Tanya Ryu tanpa ekspresi.
" Wanita itu sering memukul ku menggunakan cambuk jika aku tidak melakukan pekerjaan dengan betul, dan ketika aku sakit aku masih tetap dipaksa untuk melakukan pekerjaan, wanita itu hanya memberiku makan selama satu kali dalam dua hari". Ucap gadis itu yang tampak sedih mengingat masa-masa suram itu.
Melissa yang mendengar itu menangis dan memeluk kakaknya, "Tenang saja kak, disini papa sangat baik, dan juga kita bisa makan banyak di rumah kakek tua". Ucap Melissa, Gadis elf itu hanya tersenyum mendengar perkataan Melissa.
Sedangkan Ryu dia tampak tidak peduli, karena hal itu sudah sering dia lihat dan dengar.
"Jika kalian ingin diperlakukan dengan baik, maka jadilah kuat, karena yang kuat akan dihormati dan yang lemah akan ditindas". Ucap Ryu.
Melissa yang mendengar itu segera berkata, " Apakah kalau kita kuat bisa makan banyak?". Tanya Melissa dengan wajah yang rakus.
Ryu yang mendengar itu menepuk jidat nya, 'Harusnya ketika kau mendengar yang kukatakan tadi, kau akan termotivasi untuk menjadi kuat'. Batin Ryu.
" Hahaha, sepertinya kau tidak berubah dari dulu kau hanya berpikir tentang makanan". Ucap Gadis elf itu.
"Hehehe". Tawa Melissa dengan polosnya.
" Oh iya, aku belum mengetahui namamu? ". Tanya Ryu kepada gadis elf itu.
" Aku tidak memiliki nama". Ucap gadis itu malu-malu.
"Kalau begitu apakah aku boleh memberikan mu nama? ". Ucap Ryu.
" Tentu saja". Ucap gadis elf itu dengan semangat.
"Kalau begitu namamu mulai sekarang adalah Alice". Ucap Ryu.
saat Alice hendak berterima kasih, dari sampingnya terdengar teriakan gembira.
" Horeee, sekarang kakak adalah anak papa". Ucap Melissa melompat kegirangan.
Ryu yang mendengar itu hanya bisa terdiam, ' Sejak kapan jika seseorang memberi nama pada orang lain, Orang yang memberi nama akan menjadi orang tuanya'. Batin Ryu.
"A-apakah itu benar?". Ucap Alice yang juga tampak sangat senang.
Ryu hanya bisa menghela nafas, " Haah... baiklah, lagian menambah satu anak lagi bukan masalah". Ucap Ryu yang hanya bisa pasrah.
Mendengar hal itu, Alice menangis, dari dulu dia sangat iri ketika melihat anak kecil yang lain berjalan bersama orang tua mereka, dan hari ini dia memiliki orang tua walaupun bukan orang tua kandung dia sangat senang dan dengan segera dia memeluk Ryu.
"Pa-papa". Ucap Alice yang menangis.
Melissa yang melihat itu juga tidak mau kalah dia dengan cepat segera memeluk Ryu.
Ryu yang dipeluk teringat dengan dirinya dulu yang juga menangis ketika pria tua itu mengangkat nya sebagai anak nya.
" Baiklah, kalau gitu Alice kamu mandilah dulu setelah itu pakailah ini". Ucap Ryu memberikan sebuah gaun kepada Alice.
Alice pun mengambil pakaian itu dan segera pergi mandi, setelah beberapa saat Alice selesai mandi, Dia tampak lebih cantik ketika seluruh tubuh nya bersih.
"Kakak, kamu sangat cantik, Tapi aku lebih cantik". Ucap Melissa dengan kedua tangannya disisi pinggangnya.
"Baiklah, Baiklah kalian berdua memang cantik, kalau gitu kita akan pergi tidur karena hari sudah larut". Ucap Ryu yang menepuk tangannya.
Mereka pun masuk kedalam Mansion, Saat tiba di dalam kamar, Ryu menyadari jika kasurnya hanya muat untuk dua orang saja.
" hmm... Bagaimana kalau kalian berdua tidur di kamar sebelah?". Ucap Ryu kepada Melissa dan Alice.
" Tidak, Melissa tidak mau". Teriak Melissa, dia langsung meloncat ke atas kasur dan menggenggam kasur itu erat-erat.
"Haah... apa boleh buat". ucap Ryu sambil menghela nafas.
Kemudian Ryu menjentikkan jarinya dan kasur yang itu dengan cepat berubah menjadi lebih besar.
" Dengan begini kita akan bisa tidur bersama ". Ucap Ryu.
Kemudian mereka pun tertidur dengan Ryu berasa ditengah mereka berdua.Melissa memeluk ryu dengan erat, Alice awalnya malu-malu dan akhirnya dia juga memeluk Ryu.
****
Pagi Selanjutnya.
Chloe saat ini berada di sebuah kota kecil yang merupakan kota di bawah kekuasaan kerajaan Moon.
Kerajaan moon merupakan salah satu dari banyaknya Kerajaan di benua ini, dan tentu saja semua Kerajaan berada di bawah perintah Kekaisaran.
Chloe saat ini berada di sebuah penginapan, dia bertujuan untuk pergi menuju ke ibukota kerajaan moon setelah sarapan.
Selesai sarapan Chloe segera melanjutkan perjalanannya, dia mengenakan jubah yang menutupi seluruh tubuhnya dan juga Chloe tidak menunggangi whitey dia hanya berjalan kaki.
saat ini Chloe sedang berada di sebuah hutan, Saat dalam perjalanan dia mendengar suara ledakan dan pedang yang beradu, Chloe yang penasaran pun berjalan menuju suara itu.
Saat tiba di sana Chloe melihat dari semak dan dia melihat ada dua orang satu laki-laki dan satu lagi seorang wanita mereka terlihat seperti kembar, karena memiliki warna rambut dan fitur wajah yang sama, namun sang laki-laki memiliki mata berwarna biru cerah dan sang wanita memiliki mata berwarna kuning keemasan.
Kedua orang itu terlihat kewalahan menghadapi kepungan dari 13 orang bandit, walaupun semua bandit itu berada di peringkat 3 menengah sedangkan mereka berada di tahap 4 awal, tetap saja mereka kesusahan mengingat jumlah kedua belah pihak berbeda jauh.
Chloe yang melihat itu juga tidak peduli dia datang kesini karena penasaran, setelah mengetahui nya dia hendak pergi dari tempat itu, namun sialnya dia menginjak ranting pohon dan menyebabkan suara patah ranting itu dapat di dengar oleh para bandit.
"Siapa di sana keluarlah". Ucap bandit itu.
Chloe berjalan keluar dari semak dan dia berkata, " Aku akan berpura-pura tidak melihat kejadian ini, jadi aku akan pergi dulu ". Ucap Chloe yang hendak pergi.
Melihat Chloe yang hendak pergi itu salah satu bandi segera menerjang kearah Chloe, " Mau pergi kemana kau sialan". Raung bandit itu yang menghunus kan pedang nya kearah Chloe.
"Haah... padahal aku sudah berbaik hati untuk tidak ikut campur dalam urusan kalian". Ujar Chloe yang menghela nafas.
Kemudian Chloe mengarahkan satu jarinya kearah bandit itu dan sebuah energi berbentuk bola kecil melesat menembus dahi bandit tersebut.
bandit yang hendak menyerang Chloe itu terjatuh ke tanah dengan lubang di dahinya, semua orang sangat terkejut ketika melihat adegan barusan semuanya berlalu sangat cepat.
"Ha-hanya dengan satu jari dia mampu membunuh peringkat 3, sepertinya kita menyinggung orang yang salah kali ini". ucap salah satu bandit.
para bandit itu hendak melarikan diri, Chloe yang melihat itu mengambil ranting dibawah kakinya kemudian dia mengalir kan energinya kedalam ranting tersebut lalu Chloe mengayunkan ranting itu dan terbentuklah sebuah serangan berbentuk bulan sabit yang kemudian memotong seluruh kepala semua bandit tersebut.