
Bel masuk sudah berbunyi murid - murid berhamburan masuk ke dalam kelas namun tidak dengan sarah, ia dengan santainya berjalan menuju bangkunya dan seperti biasa ketika ia lewat semua orang akan menyingkir dan melihat kearahnya dengan tatapan tak bersahabat seolah - olah ia adalah manusia menjijikan yang harus dihindari namun Sarah tidak perduli ia tetap berjalan dengan tenang menuju kursinya.
Jam pertama diisi oleh ibu Belly, guru mata pelajaran bahasa Indonesia namun bu Belly tidak sendirian, ia bersama seorang lelaki bertubuh tinggi dengan kulit putih dan hidung mancung disampingnya.
"perkenalkan anak - anak ini rama teman baru kalian" ucap bu belly
sontak siswi di kelas tersebut langsung heboh ketika melihat bahwa anak baru tersebut sangat tampan. Alangkah terkejutnya Sarah bahwa murid yang ia temui pagi tadi akan menjadi teman sekelasnya.
"sudah anak - anak tenang, kalian ini berisik sekali" ucap bu belly menenangkan. "nah Rama silahkan kamu perkenalkan dirimu"
Rama mulai maju selangkah dan mulai memperkenalkan diri
"Perkenalkan, namaku Ramananda radeva atau kalian bisa panggil rama aja. Aku pindahan dari Jakarta"
"nah apa ada yang mau nanya sama rama?"
sontak semua siswi berebut ingin bertanya
"hey satu satu, baiklah biar ibu pilih saja ya. oke nisa kamu mau tanya apa sama rama" ucap ibu belly sembari menunjuk siswi yang duduk di bangku paling depan
"eh rama udah punya pacar belum? kalo belum mau dong daftar" ucap nisa malu malu dan diikuti sorak sorai riuh dari seisi kelas
"huh jangan di dengerin tuh modus modus", ucap salah seorang siswa.
Rama tidak menjawab dan ia hanya tersenyum.
"sudah sudah, kamu nisa nanya begitu Rama kan jadi malu"
"oke rama kamu duduk di sana ya" ucap bu belly sambil menunjuk kearah bangku yang ada di sebelah sarah seketika kelas menjadi hening dan semua melirik sinis kearah sarah. Namun, sarah hanya diam dengan memasang ekspresi wajah yang datar. Rama menuju bangku yang ada di sebelahnya
"boleh gua duduk sini?"
"duduk aja, kan tadi bu belly yang suruh" ucap sarah tanpa menoleh sedikitpun kearah rama
" gak nyangka ya kita bakal sekelas" ucap rama setengah berbisik namun sarah hanya diam tidak menggubris ucapan rama.
bel tanda istirahat sudah berbunyi dan semua siswi sibuk mengerubungi rama
"eh ma, kantin bareng kita yuk" ucap salah seorang siswi
"eh sama kita aja ma, sekalian kita kasih tau deh tempat - tempat yang ada di sekolah kita" ucap siswi yang lain
"kok cuma gua yang diajak, sarah ga diajak?"
seketika mereka langsung diam dan menatap tajam kearah sarah
"hmm, oiya ma kalo mau ke kantin nyusul aja ya kita kita duluan deh udah laper nih" ucap siswi tersebut mengalihkan pembicaraan
kemudian mereka berlalu pergi meninggalkan Rama dan sarah
"gak usah sok peduli sama gua"ucap sarah tanpa menoleh sedikitpun kearah rama
"eh lo ngomong sama gua? kalo ngomong sama orang dilihat dong orangnya" ucap rama sambil memajukan wajahnya kearah sarah
"apaan sih lo bisa gak tuh muka jauhin dari muka gua, kan gua udah peringatin sama lo kalo lo mau punya banyak temen disini gak usah deket deket atau ngobrol sama gua" bentaknya
"kalo gua memang ga mau punya temen gimana?" ledek rama
"terserah lo deh ma, tapi gua ga tanggung jawab kalo nantinya gak bakal ada yang mau temenan sama lo kalo mereka tau lo akrab sama gua" ucap sarah ketus
"gua gak perduli mau ada yang temenan sama gua apa enggak yang penting gua bisa temenan sama lo".
"eeh lo mau kemana?" rama berusaha menghalangi jalan sarah
"bukan urusan lo" ucap sarah dengan tatapan galak sambil mendorong bahu rama
"eh sarah tunggu" rama berusaha berlari mengejar sarah
"Sarah" panggil rama
Sarah terus saja berjalan tanpa menoleh sedikitpun
"huh gila cepet banget jalan nya"gerutu Rama dengan nafas yang tersengal - sengal
karena tidak berhasil mengejar sarah akhirnya rama memutuskan kembali ke kelas. ketika hendak kembali ke kelas ia berpapasan dengan 2 orang siswi yang tengah berbincang dan ia tak sengaja mendengarnya
"Lo tau sarah kan?" ucap salah seorang siswi
"iya tau, anak kelas 12 ipa itu kan?"
"semenjak kejadian hari "itu", gua jadi kasian deh liat dia"
"sama sih gua juga jadi kasian liat dia sendirian terus, tapi bukannya memang dia dari awal udah gak punya temen ya?"
"iya sih bener juga"
Rama yang tidak sengaja mendengarnya lantas langsung menghampiri kedua siswi tersebut
"permisi, maaf gua ga sengaja denger obrolan kalian tapi pernah ada tragedi apa ya sama sarah?"
"kayanya cuma lo deh yang gak tau soal kejadian itu, soalnya satu sekolah udah pada tau semua"
"iya gua anak baru soalnya"
"jadi tuh dulu.... belum sempat kedua siswi tersebut melanjutkan ucapannya bel tanda masuk kelas sudah berbunyi dan dengan terpaksa mereka tidak melanjutkan ceritanya
"eh udah masuk, kapan kapan aja deh ya gua ceritain gua mau ke kelas dulu" ucap siswi tersebut sambil berlalu pergi meninggalkan Rama yang seisi kepalanya penuh sesak dengan pertanyaan tentang Sarah
apa sebenarnya yang terjadi dengan Sarah sehingga semua orang enggan berteman dengannya? dan terbesit keinginan dalam benaknya untuk bertanya langsung kepada sarah tapi ia ragu karena ia yakin Sarah tidak akan mungkin mau bercerita dengannya, "untuk sekedar diajak ngobrol aja susah banget" gumamnya.
\
waktu pulang sekolah pun tiba, Rama bergegas membereskan semua barang dan hendak keluar kelas namun ekor matanya melirik ke arah Sarah sejenak yang tenang - tenang saja tidak beranjak sedikitpun dari kursinya
"hmm, Sarah lo gak balik?" tanya Rama ragu
namun Sarah hanya diam dan tetap fokus membaca buku yang ada dihadapannya
Rama mengurungkan niatnya untuk pergi dan memilih untuk duduk kembali
"Sarah gua mau nanya satu hal sama lo"
"berapa kali sih gua bilang sama lo ma jangan ngobrol atau berusaha akrab sama gua"bentak sarah
Sarah berdiri kemudian membereskan barang barangnya yang masih berantakan diatas meja dan pergi meninggalkan Rama seorang diri
"oke gua bakal cari tau apa yang sebenarnya terjadi sama sarah" batin rama.