Hope

Hope
11. Cara terakhir Joy



Sudah beberapa hari berlalu setelah kejadian Feby pingsan, beberapa orang masih terlihat sering berkeliaran di area gang rumah Joy.


Joy melihat ada Lomba cipta lagu, Hadiah nya cukup menarik. 100 juta untuk pemenang pertama, 50 juta untuk juara kedua, dan 25 juta untuk juara ketiga.


Joy mulai mencatat nomor yang tertera di Poster pengumuman. dan mendaftarkan diri.


tema cipta lagu tersebut, tentang perpisahan. Joy mulai mencatat hal penting sebagai persyaratan lomba.


Joy berjalan menyusuri gang-gang sempit menuju Rumahnya, seperti biasa ia kembali dari tempat bekerjanya.


"kamu udah pulang?" sapa Feby melihat Joy memasuki rumah.


"sudah nih, sedikit lebih cepat karena bisa selesai dalam waktu cepat"


"oh.."


"Feb, bantu aku milih lagu dong."


"lagu? untuk apa?"


"sebenarnya aku pernah iseng menciptakan lagu, dan tema nya mirip-mirip. coba kamu pilih yang mana yang lebih bagus"


Feby mengambil Handphone milik Joy, dan mulai mendengarkan lagu dari awal hingga akhir. Joy tampak mahir dengan melodi gitarnya.


Kedua lagu selesai di dengarkan, tidak butuh waktu lama Feby mengambil kertas dan pulpen. mulai mengoreksi satu lagu yang memang sangat menyentuh hati.


"mungkin kalau yang ini di ganti sama kalimat ini, lebih bagus. terus akhir lagu nya jangan di buat teriak. tapi slow aja."


Joy mengamati pendapat Feby.


"ku ikhlaskan dalam doa" Feby menyanyikan pada lirik akhir.


Joy akhirnya setuju dengan apa yang di sampaikan Feby. dan mulai merekam ulang sebelum mengirimnya ke perlombaan.


Feby menatap lekat bagaimana Joy memainkan jari-jarinya untuk menghasilkan melodi indah.


setelah beberapa kali mengulang, Feby menentukan yang mana yang lebih bagus untuk di kirim. dan di sertakan teks nya, Joy mendaftar kan lagunya pada perlombaan.


mereka saling menatap lekat, Joy menceritakan bagaimana Feby bisa merubah indentitasnya dengan bantuan yang ditawarkan temannya.


Feby memengang punggung tangan Joy,


"tidak usah di paksa, uang segitu kita gak bisa kumpulkan. dan aku juga tidak ingin membuatmu terbebani. aku akan mencari tempat lain yang lebih aman"


"Feb, doakan saja ya. pasti Tuhan bantu kita kok. apapun itu kalau niatnya baik pasti hasilnya pun baik"


Feby memercayai pria di depannya, dan berharap ada keajaiban yang mereka dapatkan.


setelah lagu selesai dan di kirim, Joy merasa ragu menang dengan isi rekaman seadahnya. mungkin di luar sana orang yang ikut lomba pasti menggunakan studio mewah dengan alat mixing yang mahal.


"kamu pasti mikir lomba itu kan?'


"hm"


"Joy, bagaimanapun hasilnya bukanlah memang akhir dari karya mu. kamu cukup hebat untuk terus percaya pada kemampuan mu. dan apa yang di tulis dari hati, hanya hatilah yang mengerti'


"makasih Feb"


"sama-sama"


Feby pergi ke arah dapur untuk membersihkan beberapa alat dapur yang belum sempat di bereskan.


namun saat asik membereskan dapur, tampak suara ketukan pintu terdengar kencang.


Feby yang mendengar langsung ketakutan, Joy memberi isyarat untuk Feby bersembunyi sesaat.


Joy berjalan menuju pintu rumah, sementara Feby masuk kedalam lemari yang cukup untuk tubuhnya bersembunyi.


Joy membuka pintu dengan waspada, tampak dua orang seperti memakai seragam TNI berdiri di depan rumahnya..


"ada keperluan apa pak?"


"kami mau mencari gadis yang di foto ini, apa anda pernah melihatnya?"


"maaf, saya tidak pernah melihat gadis seperti itu di daerah sini"


"baiklah, kalau anda bertemu dengannya tolong kabari ke nomor ini. dia adalah seorang ******* yang lolos, di tubuhnya ada chip yang harus di ambil untuk melacak kawanan ******* lainnya"


mendengar itu, Joy terkejut. ternyata Feby sudah 2x merekayasa cerita kenapa dia sampai babak belur.


"baik, saya akan hubungi" Joy mengambil kartu nama bertuliskan Angkatan khusus Militer.


"sebaiknya, berhati-hati karena dia sangat hebat dalam bertarung. jangan terlibat padanya, langsung saja hubungi bila melihatnya"


"baik pak"


"akan ada imbalan besar kalau bisa menemukannya"


Joy mengernyitkan dahi nya, dan sangat penasaran terhadap kebenaran yang sesungguhnya.


dua orang itu pergi meninggalkan Joy, kemudian Joy menutup pintu dan menguncinya. kemudian berjalan ke arah lemari tempat Feby bersembunyi.


dia membuka lemari, melihat Feby yang sudah mulai gemetaran karena seperti kekurangan oksigen.


Joy panik, dan mengangkat Feby ke tempat tidur. dia mengambil minum dan memberikannya pada Feby. untuk saat ini, dia akan menyimpan apa yang baru saja di ketahuinya. bagaimanapun, kalau dua orang tadi benar. dia juga sedang dalam bahaya sekarang. mengingat pesan dua orang tadi bahwa Feby sangat berbahaya.