
"Ada yang ibu beli di pasar ?" kata ibu Mira.
" Memang nya apa bu ?" tanya Elina.
" Sepatu abang kalian udah mulai rusak, jadi ibu mau beli yang baru "jawab ibu Mira.
" Ternyata sepatu abang Martin yang rusak bu" tanya Grace.
" Iya nak, nanti sepatu mu ibu beli yang baru saat mau masuk sekolah ya "kata bu Mira.
"Sepatu Grace masih bisa di pakai bu, masih bagus tidak perlu juga bu" jawab Grace pada ibu nya.
" Kok gitu nak, nggak papa nanti beli yang baru" ujar ibunya.
"Nanti saja bu "balas Grace.
"Bu, ini sayur nya udah di petik semua nya, kita pulang saja ya takut nya malam "kata Elina.
"Iya, kita pulang saja, kayu yang mau di bawa pulang udah ibu siapkan" jawab ibu Mira.
Mereka pun pulang dari kebun membawa kayu untuk persediaan di rumah, karena mereka masak pakai kayu bukan pakai kompor gas atau kompor sumbu. Sampai di rumah kayu mereka di kumpulkan di samping rumah agar nanti di potong oleh pak Hermanto.
" Abang..bapak sama adik dimana ?" tanya ibu mira pada anak sulung nya yang sedang menggiling kopi hasil tadi sore.
" Ke warung ma, kata nya mau beli sesuatu" jawab bang Martin.
" Ya sudah kalo begitu" sahut bu Mira.
"Abang sudah masak ya ?"tanya Grace.
" Sudah dek, tinggal sayur saja "jawab bang Martin.
" Makasih ya bang "sahut Grace pada Abang nya , di keluarga mereka harus saling membantu satu sama lain.
" Sama-sama dek "jawab abang nya itu.
"Yang masak sayur aku apa kak Grace?tanya Elina.
"Kakak saja dek, kamu mandi dulu sana sama ibu" jawab Grace.
"Iya kak, lumayan mandi air hangat "sahut Elina.
"Dasar!! Bilang aja kamu takut dingin " balas Grace.
"Hahaha.. tau aja kak, emang sangat dingin kampung tercinta ini "balas Elina, dan segera menyusul ibunya buat mandi.
Grace pun masak sayur buat nanti makan malam nanti, berhubung abang nya sudah masak nasi dan ikan jadi Grace hanya masak sayur saja, syukurlah ada sayur daun singkong dari kebun. Saat masak sepertinya bapak dan adik bungsu nya sudah pulang dari warung.
" Kakak" panggil Nico.
" Iya dek ada apa ?" jawab Grace.
"Tada "sahut Nico sambil menunjukkan jajanan yang ia beli dari warung bersama bapak.
" Ya ampun dek, banyak bangat jajan nan mu" kata Grace.
" Ini dari bapak, katanya sudah bantu petik kopi kak" balas Nico.
Grace hanya menggeleng kan kepala nya, adik bungsu nya itu ada-ada saja, " Nanti adik bagi buat kakak sama abang "sahut Nico
"Aku nggak di kasih dek ? "kata Elina yang sudah selesai mandi.
" Tidak kakak nakal sama adik" jawab Nico.
" Baiklah, kalo besok butuh bantuan jangan minta tolong sama aku" sahut Elina pura-pura marah.
"Kak Elina tidak boleh gitu "kata adik nya.
" Kata siapa tidak boleh ? "balas Elina dan membuat adik bungsu nya menangis.
" Sudah jangan ganggu adik mu "sahut pak Hermanto yang sedang menenangkan putra bungsu nya.
" Bapak Kak Eli nakal, suka ganggu adik "adu Nico.
"Sudah jangan nangis lagi, sudah bapak marahin kakak mu "kata pak Hermanto dengan lembut.
" Grace udah selesai belum masak nya" teriak bang Martin dari luar.
" Sudah bang, ada apa bang ? " tanya Grace dan menghampiri abang nya.
" Bantuin abang angkat kopi yang sudah di giling ini "jawab abang nya.
"Okay bang, ternyata banyak juga ya bang" sahut Grace.
"Iya dek, bersyukurlah ada kopi kita" jawab bang Martin.
Mereka berdua pun mengangkat kopi yang di giling dan di masukkan ke dalam kamar mandi agar besok tinggal di bersihkan. "Sudah selesai giling kopi nya bang? "tanya bu Mira.
"Sudah bu" jawab bang Martin.
"Kalian mandi dulu, biar ibu siapkan makan malam kita "jawab bu Mira.
Ibu Mira menyiapkan makan malam buat keluarga nya, menu makan malam ini ikan asin, daun singkong tumbuk dan sambal, sederhana tapi sangat nikmat untuk makan di desa. "Elina, Nico?" panggil nenek dari luar.
"Ada bu ? "jawab pak Hermanto.
"Ini ada tahu ibu beli, buat lauk kalian "kata nenek mereka.
" Makasih ya bu, masuk bu, makan dulu " sahut pak Hermanto.
"Iya kalian sudah masak ? "tanya nenek dan masuk dalam rumah anak nya itu.
" Sudah bu, ini mau makan " jawab pak Hermanto dan duduk di tikar.
" Syukurlah, kalo tidak ada lauk, di rumah ibu ada " sahut nenek.
"Kami ada bu" jawab anak nya.
" Nico makan apa ? "tanya nenek yang melihat cucunya sedang asik makan .
"Makan kerupuk nek! Nenek mau?" sahut Nico dan memberik kerupuk pada neneknya.
" Tidak nak, buat kamu saja, nenek kan sekarang gigi nya tidak kuat buat makan kerupuk" ujar sang nenek.
" Iya nenek" jawab Nico dan masih memakan kerupuk nya.
" Ibu udah lama datang?" tanya bu Mira sambil menata makan malam.
" Barusan, anak-anak kemana? Kok nggak pada keliatan "kata nenek sambil melihat lihat rumah cucunya yang lain tidak keliatan.
"Ada bu, lagi pada mandi, ibu sudah makan ?" tanya bu Mira.
" Ibu sudah makan, kalian makan lah, rasa nya sepi kalo tidak ada bapak mertua mu" kata nenek.
" Iya bu, rumah jadi sepi" sahut bu Mira.
" Betul, tidak ada teman mengobrol biasanya jam segini bapak mu masih bercerita-cerita" ujar nenek.
Sudah waktunya untuk makan, mereka semua berkumpul bersama dengan nenek mereka, terkadang keluarga itu bercanda dan bergurau.
"Sebenarnya nenek mau mengatakan sesuatu" kata nenek ketika mereka sudah selesai makan.
" Apa bu ? "tanya pak Hermanto.
" Itu ibu, mau pergi ke rumah adik mu yang di Bengkulu itu, adik ipar mu habis melahirkan" jawab nenek.
"Iya bu, ikut senang bu, tambah anggota keluarga kita" sahut pak Hermanto.
" Iya, tapi ibu kok nggak ke pengen pergi gitu! "kata nenek.
" Memang nya kenapa bu, kan buat nengok cucu bu"timpal bu Mira.
" Ibu sudah tua buat pergi jauh-jauh, apa lagi sendirian" kata nenek.
" Tapi mau gimana lagi bu, mereka kan jauh " balas pak Hermanto.
" Justru jauh, ibu tidak kuat "jawab nenek.
"Tidak enak bu, kalo tidak berangkat, apa lagi anak bungsu bu" jelas pak Hermanto.
" Benar bu apa yang di katakana anak ibu ini, tidak enak kalo ibu tidak berangkat, jika ibu tidak betah lama, ibu pulang pulang cepat saja" saran bu Mira
" Niat naya ibu begitu, ibu tidak bisa lama-lama di sana" kata nenek.
" Itu terserah ibu" sahut bapak.
" Nenek mau pergi? " tanya Grace.
" Iya ke rumah tante mu yang di bengkulu itu" jawab nenek.
" Sama siapa nek? " tanya Elina.
" Nenek sendiri aja, mau ngajak kamu tapi kamu sedang ujian, kakak mu persiapan mau sekolah menengah atas, rencana nenek mau berangkat hari jumat saja" kata nenek panjang lebar.
" Ya sudah bareng kita saja bu, sekalian ke pasar " balas bu Mira.
" Baiklah, Kira-kira kamu besok sibuk tidak pak Martin? " tanya nenek lagi.
" Tidak bu, ada apa ya bu? " sahut pak Hermanto.
" Itu adik ku nitip andaliman buat ke bengkulu "
" Iya bu, besok di carikan ke kebun"
" Ya sudah kalo begitu, nenek pulang dulu, kalian belajar yang rajin" kata nenek menasehati cucunya.
" Iya nek" jawab mereka serentak.
...****************...
Mohon dukungannya teman-teman... jangan lupa like terus 🙏🙏