
Perkenalkan namaku Ramananda radeva atau biasa dipanggil rama, namaku diambil dari bahasa sansekerta Ramananda yang berarti kegembiraan dan radeva yang merupakan julukan dari salah satu tokoh perwayangan yang bernama rama. nama ini diberikan oleh ayahku yang sangat menyukai kisah tentang perwayangan, karena menurutnya ketika aku lahir wajahku tampan dengan kulit putih serta hidung yang mancung dan ia berharap aku dapat tumbuh menjadi anak yang kuat, sekuat Rama dalam tokoh perwayangan. aku merupakan murid pindahan dan hari ini adalah hari pertamaku masuk ke sekolah baru hal itu berarti aku harus beradaptasi dengan lingkungan yang baru pula, sebenarnya aku tidak terlalu suka jika harus beradaptasi dengan segala sesuatu yang baru namun karena tuntutan pekerjaan orang tuaku mau tidak mau aku harus ikut kemana pun mereka dipindah tugaskan. melelahkan memang jika harus terus menerus pindah sekolah dan memiliki teman yang tidak menetap.
Hari ini sengaja aku berangkat lebih awal, supaya dapat menikmati udara yang masih asri disini dan aku memilih jalan yang menurutku sepi serta jarang dilalui orang agar aku dapat berjalan dengan santai, tapi sepertinya aku mencium aroma asap rokok di sekitar sini dan secara spontan aku mendongak keatas betapa terkejutnya aku melihat sebuah rumah pohon dan ada seorang wanita berambut sebahu dengan wajah yang bisa kukatakan cukup manis dengan rokok yang di selipkan di sela jemarinya duduk di rumah pohon tersebut dan dia memakai seragam sama sepertiku, mungkinkah aku akan satu sekolah dengannya? aku mencari cara supaya dapat menarik perhatiannya, kulihat ke arah kanan dan kiri kemudian aku menemukan batu kerikil lalu aku ambil kerikil tersebut dan aku lempar kearahnya
"awww" jeritnya
aku tertawa puas dalam hati, rencanaku untuk menarik perhatiannya ternyata berhasil.
"hei abu rokok lo kena kepala gua nih" ucapku sambil berdecak pinggang padahal sebenarnya hal itu tidak benar, aku sedikit berbohong supaya aku dapat berkenalan dengannya.
lantas, ia langsung melompat turun dan meminta maaf kepadaku. sesuai dugaan ternyata ia satu sekolah denganku dan namanya adalah Sarah, hmm nama yang indah namun mengapa ia tidak langsung menuju sekolah malah sibuk merokok diatas pohon.
setelah berbincang cukup lama dengan Sarah aku melihat kearah jam tanganku, waktu sudah menunjukkan pukul 07 lewat 5 menit yang artinya 15 menit lagi pasti gerbang sekolah akan ditutup. sontak aku lari dan tanpa sadar langsung saja menarik tangannya, dia yang merasa terkejut langsung menarik tangannya dari tanganku dan langsung saja ia marah - marah kepadaku.
Pada akhirnya aku berangkat menuju sekolah bersama Sarah, ketika kami tiba di sekolah aku merasa sangat heran karena tak satupun orang ada yang ingin dekat - dekat dengannya, malah sebaliknya mereka berbisik ketika berpapasan dengan Sarah.
"hey", ucap Sarah yang seketika membuyarkan lamunanku
"eh iya"
"lo anak baru kan?, gua saranin lo jangan deket - deket sama gua kalo lo gak mau dianggap aneh sama satu sekolahan. lo jangan heran kalo banyak anak - anak yang ngerasa jijik sama gua" ucap Sarah dengan ekspresi wajah yang datar
"eh tapi kenapa"?, tanyaku yang masih kebingungan dengan ucapannya tadi
"nanti lo juga bakal tau kenapa" ucap sarah sambil berlalu pergi meninggalkanku yang masih kebingungan dengan semacam "peringatan" darinya.