Hope

Hope
Sarah



Namaku Sarah, nama yang indah namun tak seindah nasib hidupku. aku lahir tanpa ayah dan ibuku adalah seorang pemabuk berat. banyak orang selalu mencibirku dan mengatakan bahwa aku adalah anak jadah yang lahir tanpa ayah. aku selalu dikucilkan di sekolah dan aku tidak memperdulikannya.


tak jarang ketika ada murid lain yang berpapasan denganku mereka seringkali berbisik dan menjaga jarak denganku dan aku sudah biasa mengalami hal tersebut dan aku tidak pernah berniat mengadukan hal tersebut kepada siapapun, termasuk ibuku.


Aku ingat suatu hari aku pulang kerumah dengan keadaan baju sudah basah kuyup dan disekujur tubuhku dipenuhi lebam.


kucari ibuku hendak menceritakan apa yang aku alami hari ini. kucari ibu di sekeliling rumah dan ternyata ia tengah menonton televisi di ruang tengah dengan perasaan ragu kuhampiri ibuku


"Bu"


kemudian ia menoleh ke arahku dan menatapku dengan tatapan dingin dan tanpa mengucapkan sepatah katapun


"Bu, aku sudah tidak tahan lagi berada di sekolah itu. Itu bukan sekolah bu itu neraka semua yang ada di sana adalah setan lihat bu apa yang mereka lakukan kepadaku mereka selalu membully dan mengucilkan aku mereka selalu berkata aku adalah anak jadah"


aku menangis dan meluapkan semua keluh kesahku


"bukankah kau memang anak jadah tanpa ayah? sudah terima saja nasibmu memang seperti itu keadaannya, jangan merengek terus seperti itu kau tidak jauh berbeda dengan sampah tak berguna. jadilah kuat jangan jadi lemah seperti itu"


jawaban ibu yang tak kusangka sangka tersebut bagaikan petir di siang bolong. sontak aku menangis dan berlari ke kamarku aku tak menyangka ibu akan berkata demikian kepadaku padahal saat itu aku masih duduk di bangku kelas 1 sekolah menengah pertama dan sejak hari itu aku berfikir bahwa tidak ada gunanya aku menceritakan apa yang aku alami kepada ibuku karena pada dasarnya mereka yang membully ku tidak jauh berbeda dengan ibuku.


Lingkungan yang buruk membentuk pribadiku menjadi seorang yang buruk juga. aku kini menjadi seorang perokok dan ibuku tidak perduli akan hal itu. ia acuh tak acuh ketika melihatku tengah merokok, mungkin ibu tak perduli terhadapku atau mungkin ibu tak pernah menyayangiku


 


\*


 


Pagi ini sama seperti pagi pagi sebelumnya, kulangkahkan kakiku dengan malas menuju sekolah yang letaknya tidak seberapa jauh dari rumahku sehingga dapat aku tempuh hanya dengan berjalan kaki dan seperti biasa sebelum tiba di sekolah aku selalu mampir ke sebuah tempat rahasia yang aku buat di ujung jalan diatas sebuah pohon besar. kebiasaanku sebelum menuju sekolah yang penuh dengan manusia menyebalkan adalah menghidupkan sebatang rokok di sebuah rumah pohon yang sengaja aku buat menggunakan bahan bahan seadanya. aku sangat suka menikmati udara pagi hari dan memandang birunya langit seolah aku tak ingin beranjak dari tempat ini. namun kurasakan ada seseorang yang melemparku menggunakan batu dari bawah dan refleks aku menjerit


"awww"


kulihat dibawah pohon ada seorang anak laki laki menggunakan pakaian sekolah tengah melempariku menggunakan kerikil kecil


"hei berhenti melempariku"ucapku dengan wajah merah padam dan mata melotot


"turun lo, lo ga sadar abu rokok lo kena kepala gua nih"


ucap lelaki itu tak kalah garang


sontak aku mematikan rokok dan loncat dari atas pohon


"upss sorry, gua ga tau kalo ada orang. Soalnya jarang banget ada orang yang mau lewat sini karena banyak yang bilang jalan sini tuh horor"


"terus lo bukan orang dong?" tanya lelaki tersebut dengan wajah konyol


ucapku sembari berdecak pinggang dan menatapnya tajam


"hahaha, sorry gua cuma becanda jangan marah. kenalin nama gua rama"


ucap lelaki tersebut sembari mengulurkan tangannya


aku menatapnya heran karena baru kali ini ada seseorang yang ingin berkenalan denganku


"hei kok malah bengong", ucapnya membuyarkan lamunanku


"eh iya hai"jawabku canggung lalu kemudian menerima uluran tangannya


"kenalin nama gua sarah"


"Lo ngapain di atas pohon gitu, ga takut jatoh gitu?"


"hmmm ya gapapa, gua suka aja di atas pohon lagian gua udah biasa duduk di sana tiap pagi"


"btw lo sekolah di sma harapan juga?"


"kok lo tau?"


"itu bet sekolah lo" ucapnya sembari menunjuk bet yang ada di lengan kananku


"eh...hmm.. iya"


"kita sama loh, gua juga sekolah di sana"


"tapi kok gua ga pernah liat lo ya"


"hehe gua murid pindahan jadi maklum kalo lo gak pernah liat gua di sekolah"


"hmm gitu"


"eh hayuk berangkat udah mau telat nih"ucap rama sembari menarik tanganku


"ehhh jangan tarik tarik nanti gua jatoh" ucapku sambil melepas tangannya dari tanganku, "lagian lo sokap banget sih baru kenal udah main tarik tarik tangan gua aja!"


"abisnya dari tadi perkenalannya gak selesai selesai sih sampe udah jam segini"


akhirnya kami pun berangkat bersama menuju sekolah. itulah awal mula aku mengenalnya, rama seorang anak laki laki yang lumayan tampan dengan tubuh atletis dan dengan tiba tiba melempariku dengan kerikil kemudian mengajakku berkenalan dengannya.