
"Rizuki!!" Teriak Kitori seraya menebas Rizuki secara vertikal dari bawah.
Rizuki-pun menghindarinya dengan melompat mundur ke belakang sejauh 2 meter. Setelah kembali menyentuh tanah Rizuki tidak menyia-nyiakannya dengan cepat mengambil ancan-ancang di kakinya lalu tangannya memegangkuat katananya kemudian meselesat lurus ke arahnya.
"Kitori!!" Teriak Rizuki lalu menarik Katananya dari sarungnya dengan sangat cepat.
Tapi Kitori berhasil menahan serangan cepat milik Rizuki, sehingga terciptalah hemapasan angin yang sangat kuat saat itu juga karena mereka berdua. Mereka sama-sama tidak memberi sedikit kelonggaran, mereka berdua mecoba untuk menghempaskan satu sama lain ke belakang.
Mika di buat terdiam melihat pertarungan mereka berdua. Pertarungan sengit antara Kitori dan Rizuki. Prajurit yang sedang berlatihpun seketika berhenti dan melihat ke arah mereka berdua.
Mika merasa pikirannya di tarik kembali oleh waktu. ia teringat kembali pertarungannya dulu saat bertarung dengan Kitori, dia ingat sekali bagaimana dulu serangan miliknya akhirnya bisa menembus Pertahanan kuat milik Kitori.
2 serangan dari arah berlawanan yang di lakukan secara bersamaan dalam 1 helaan nafas. Serangan inilah yang membuat Mika menang dari Kitori. Tapi itu dulu, serangan seperti itu mungkin Kitori sudah bisa mematahkannya kemudian ia akan menyerang balik ke arah lawannya.
Mika yang melihat pertarungan mereka merasa bahwa Kitori yang jauh lebih unggul dari Rizuki. Tapi di saat yang bersamaan ia meresa Rizuki seperti sedang menahan dirinya, Rizuki terlihat seperti ingin melihat saja sejauh mana Kitori sekarang. Itulah perasaan Mika saat melihat pertarungan mereka berdua, Mika sendiri tidak tahu kenapa mempunyai perasaan seperti itu.
Tapi kemudian secara tiba-tiba Kitori langsung menghempaskan Rizuki ke belakang dengan sangat kuat sejauh 4 meter, dari tempat Rizuki berpijak tadi.
Sebenarnya Kitori mencoba menghempaskan Rizuki sejauh 1km saat itu juga, hanya saja Rizuki dengan cepat langsung menancapkan Katana miliknya ke tanah untuk menahan kekuatan hempasan besar dari Kitori. Itulah alasan kenapa Rizuki dipilih menjadi seorang Guru oleh Ratu Arth. Rizuki benar-benar cermat, ia bisa mengambil keputusan hanya dalam beberapa detik dengan keputusan yang tepat. Itu karena Rizuki mengetahui segalanya.
"Haah... Kau benar-benar berkembang cukup jauh, Kitori." Ucap Rizuki dengan tersenyum senang bersamaan dengan menarik Katananya kembali.
Kitori yang mendengar hal itu secara tiba-tiba dari Rizuki, kemudian membalasnya dengan tersenyum sambil memegang Pedangnya dengan sangat kuat lalu berkata.
"Kau juga, Rizuki. Akhirnya kau bisa memuji seseorang."
Tiba-tiba seorang gadis cilik datang melompat dari pintu masuk tempat latihan, lalu berhenti kemudian menunjuk ke arah Rizuki dan berkata.
"Ahh.. Guru kenapa ada di tempat ini?"
Mika yang melihat hal itu kemudian menghampirinya untuk tidak mendekat lebih jauh, tapi saat dia melihat Gadis tersebut ia sedikit kaget.
"Hei.. kau seharusnya kau tidak boleh mas-"
"Hima apa yang kau lakukan di sini?"
Hima pun kemudian milirik ke arahnya, dan betapa terkejutnya dia saat melihat Mika berada di tempat seperti ini. Seketika Hima langsung menunjuk ke arah Mika.
"Ahh.. Mika, kau sedang apa di sini?" Ucap Hima dengan keras.
Mika yang mendengar hal itu seketika langsung mencengkram kepala Hima dengan sangat kuat, kemudian sedikit mengangkatnya dari tanah dengan perasaan yang kesal.
"Hima, seharusnya kau memanggil-ku 'Komandan Mika', apakah kau paham sekarang?" Ucap Mika dengan senyuman yang lebar dan menakutkan.
Seketika Hima langsung berteriak kesakitan dan ketakutan sambil terus meronta-meronta untuk melepaskan diri dari cengkraman tangan Mika.
"Iya iya, aku paham Komandan Mikaaa.. tolong maafkan aku.. aawaaww.. maafkan aku..." Ucap Hima dengan penuh kesakitan.
Mika-pun akhirnya melepaskannya lalu menarik nafas pendek dengan menutup kedua matanya. Sedangkan Hima merunduk merintih kesakitan sembari terus memegang kepalanya dan mengelus-elus kepalanya untuk meredakan rasa sakit.
"Baiklah. Nah.. Kitori kita akhiri saja pertarungan ini, bagaimana?" Tanya Rizuki secara tiba-tiba setelah melihat Hima datang.
"Dengan senang hati aku menerimanya, Rizuki." Jawab Kitori dengan senyum semangat.
"Baiklah kalau begitu.." Ujar Rizuki dengan senyum yang sama seperti Kitori.
Mereka berdua kemudian bersiap-siap untuk mengakhiri pertarungan ini. Rizuki-pun melepaskan kancing jasnya satu persatu, Kitori menutup matanya dan mengatur nafasnya.
Pertarungan hebat yang tidak berlangsung cukup lama, akan segara berakhir dan di tutup dengan sesuatu yang sangat luar biasa. Itulah yang Mika pikirkan setelah mereka berdua mengatakan akan mengakhiri semuanya.
"Guru bilang akan mengakhirinya-kan, tapi kenapa belum selesai?" Tanya Hima secara tiba-tiba dengan posisi yang tidak berubah sama sekali. "Jangan-jangan guru, guru ingin menyerah?" Gumamnya.
Mika kembali menghela nafasnya setelah mendengar perkataan Hima sembari sesaat melirik ke arah Hima yang dari tadi posisinya tidak berubah sama sekali, Posisi menunduk dengan kedua tangan masih berada di atas kepala, hanya saja sekarang ia tidak mengelus-elus kepalanya.
Rizuki kemudian melepaskan Jas panjang miliknya, lalu memegangnya dengan tangan kirinya di pundak sebelah kirinya. Mika, Hima, Kitori benar-benar kaget saat melihat Rizuki melepas Jas panjang miliknya.
"Apa apaan itu.. " ucap Kitori
"Memangnya ada apa..?" Tanya Hima ketika melihat mereka berdua kaget.
"Mana ada orang yang memakai Kemeja panjang, dan rompi saat menggunakan Jas!!!" Ujar mereka serempak kepada Rizuki.
"Ada lah, buktinya ada didepan mata kalian." jawab Rizuki dengan santai.
"Itu hanya kau saja yang Bodoh!!!" ujar Kitori.
"Itu benar, tidak ada orang yang pernah berpakaian seperti itu, itu benar-benar.." ujar Mika membenarkan Kitori dengan berhenti sejanak untuk berpikir "Ahhgg, bahkan akupun tidak bisa memikirkan kata kata untuk mengungkapkan hal seperti ini." Ucapnya dengan kebingungan.
"Sudahlah! kita akhiri ini Rizuki!" Tegas Kitori.
"Tidak bilang, aku juga sudah tahu." ujar Rizuki.
Rizuki melemparkan Jasnya ke atas, ia tidak merubah Posisinya sama sekali, ia tidak mengambil ancang-ancang atau pun posisi kuda kuda, Rizuki hanya diam berdiri saja memegang katananya dengan tangan kanan dan hanya tersenyum melihat ke arah Kitori.
Begitu juga Kitori dia juga hanya berdiri diam, tapi Kitori berbeda dari Rizuki dia sudah siap untuk menyerang Rizuki kapan saja, tapi dia tidak melakukan itu. Dia lebih memilih untuk menangkis setiap semua serangan dari Rizuki nantinya. Kitori lebih memilih bertahan, Kitori sudah sadar, Rizuki pasti akan melakukan serangan beruntun dengan sangat cepat. Karena itu, Kitori akan benar-benar menghancurkannya dengan pertahanan mutlak miliknya.
Ini dia saat yang di tunggu-tunggu, pertarungan pendek yang semuanya di awali oleh hal yang sangat sepele, akan berakhir dan di tutup dengan sangat luar biasa dan akan terus kenang bagi semua orang. Kitori, Mika, Hima bahkan seluruh kerajaan mereka tidak akan melupakan hal itu. Mereka akan terus mengingat nama Rizuki San akibat pertarungan ini.
Jas milik Rizuki mulai jatuh, tertarik oleh gravitasi tapi Kitori tidak memperdulikannya. Kitori hanya terus melihat ke arah Rizuki, begitu juga Rizuki. Tapi tiba-tiba..
Mika benar-benar kaget melihat hal ini, begitu juga Kitori. Hanya mereka berdua yang bisa melihat hal ini. Rizuki menghilang. Dia benar-benar menghilang. Kitori hampir tidak berkedip sama sekali, begitu juga dengan Mika. Saat itu juga Kitori dan Mika hanya bisa mendengar suara dari Rizuki. Dia berkata..
"Sangkar Burung Walet."
Di saat bersamaan 9 serangan di lancarkan dari arah yang berbeda secara serempak ke arah Kitori yang dimana tidak ada jeda dari 9 serangan ini, benar-benar di lakukan secara bersamaan. 3 serangan dari depan, 3 dari kanan, dan 3 dari kiri.
Dugaan Kitori memang benar, Rizuki akan menyerang ke arahnya dengan serangan cepat. Hanya saja bukan beruntun, melainkan secara bersamaan.
Kitori sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi, jika itu Manusia biasa mungkin tidak bisa berbuat apa apa lagi. Tapi Kitori bukan Manusia biasa. Dia langsung melompat mundur sejauh yang dia biasa dari tempat semula ia berpijak, bahkan tempat ia berpijak saja benar-benar meninggalkan bekas yang dalam akibat itu. Ia benar-benar hebat selain bisa menghindarinya, ia masih bisa berpikir dalam keadaan antara hidup dan mati dengan sangat waras.
Jas Rizuki akhirnya menyentuh tanah bersamaan dengan Kitori yang berhasil menghindari serangan mengerikan dari Rizuki, dan kembali mendapatkan pijakan. Hanya saja Kitori sudah selesai, dia kalah, check mate. Rizuki sudah berada di belakang Kitori begitu dekat dengannya dengan posisi bersiap untuk menusuknya.
"Peraturan pertama dalam bertarung. Jangan pernah meremehkan lawan." Ucap Rizuki dengan melihat tajam ke arah Kitori.
Rizuki kembali ke posisi awal, dia memasukan kembali Katananya kemudian berjalan ke depan untuk mengambil kembali Jasnya tanpa sepatah katapun.
"Guru menang horrey.. horrey.. " Sorak Hima dengan bertepuk tangan.
Rizuki hanya tersenyum sembari mengambil Jas miliknya kemudian melipatnya dan menyimpannya di tangan kanannya. Kemudian berjalan mendekati Hima, lalu mengelus kepalanya.
"Terima kasih karena sudah mendukungku, Hima." ucap Rizuki, dengan tersenyum hangat kepada Hima. "Kalau begitu kita pergi dari sini Hima, masih ada pelajaran untukmu."
"Baiklah, guru." jawab Hima dengan senang dan semangat.
Kitori masih terdiam di tempatnya diam tak bergerak sama sekali, Mika bisa merasakan apa yang Kitori rasakan dulu saat menangani serangan miliknya. Tapi kemudian Mika langsung tersadar, tubuhnya bisa kembali di gerakan, lalu melihat ke arah Kitori. Mika langsung berjalan ke arah Kitori, sedangkan Rizuki berjalan keluar dari tempat pelatihan, Mika berada di samping Kitori, Rizuki sudah berada di depan pintu keluar. Mika-pun menempuk pundak Kitori untuk membuatnya kembali tersadar, dan Rizuki sudah keluar dari tempat pelatihan.
Kitori pun tersadar, ia melihat Mika sudah berada di sisinya, kejadian yang sama kembali terulang hanya saja yang ini benar benar mengerikan. Di saat Mika ingin mengucapkan sesuatu untuk membuatnya semangat dengan sangat tiba tiba Kitori mengatakan.
"Jadi begitu ya, aku kalah. Aku kembali kalah oleh dia."
Mika seketika terkejut mendengar hal itu, selain bisa menerima kenyataan dengan sangat mudah tapi Kitori masih waras. Mental dan fisik Kitori tidak hancur sama sekali, setelah semua hal yang terjadi dalam sekajap mata. Kitori masih belum kehilangan akalnya.
Kitoripun tersenyum, kemudian terdengar sedikit suara tawa, dan akhirnya ia tertawa lepas dan senang. Ia merasa senang melihat sahabat lamanya Rizuki sama sekali tidak berubah. Bagi dirinya Rizuki masih orang bodoh, sehabat apapun dia. Bagi Kitori dia terlihat sangat bodoh.
Sama hal-nya dengan Kitori, sekarang Rizukipun tersenyum senang dan bahagia, pertarungannya yang dulu tertunda akhirnya bisa terselesaikan.
Bukan hanya Kitori, Mika, dan Hima yang mendapat pembelajaran. Seluruh Pasukan yang berada di sana tadi mendapat pembelajaran berharga dari Sang Guru Kerajaan, Rizuki San. Benar, mereka semua mendapatkannya terutama Kitori.
Dengan begini Pembelajaran ini selesai Sang Guru Kerajaan mengajarkan kepada seluruh kerajaan Peraturan penting dalam bertarung.
Peraturan Pertama dalam bertarung. Jangan pernah remehkan Lawanmu.