History of Rizuki: Kingdom

History of Rizuki: Kingdom
Kisah Kerajaan: Jawaban dari sang Hantu



Angin berhembus dari arah timur melawati celah-celah pepohonan di hutan belantara, mereka membawa dedaunan yang tidak sengaja mereka terpa dari ranting-ranting. Tidak ada yang tahu mereka akan kemana, mereka bergerak dengan bebas tidak ada yang bisa menghambat mereka, mereka tidak terikat dengan apapun, merekalah simbol kebebasan yang sesungguhnya.


Seorang laki-laki berdiri di atas batang pohon besar, ia berdiri dengan berani merasakan angin yang menggelebuk kencang melawati seluruh tubuhnya dengan perasaan sangat senang, itu bisa terlihat dengan senyuman lebar yang terpaut di wajahnya.


Sebuah cerita ringkas dan pendek tentang seorang laki-laki yang ingin menjadi sebuah simbol dari kebebasan, sebuah cerita ringkas dan pendek tentang seorang laki-laki yang ingin menyatu dengan angin, sebuah cerita ringkas dan pendek bagaimana akhir dari impian tersebut tidak terwujud. Inilah sebuah cerita ringkas dan pendek tentang seorang penyihir kerajaan Andelrwi.


"Apakah kau sudah merasa tenang diatas sana, Rwi?" Teriak temanya dari bawah "Rwi apakah kau bisa mendengarku, Rwi?"


"Nah, Fyried. Bisakah aku mendapat sedikit waktu lagi" jawab Rwi dengan perasaan senang dan nyaman, lalu kemudian ia pun duduk di batang pohon itu.


Fyried pun hanya tersenyum mendengar jawaban dari teman masa kecilnya itu. Ia akan merasa senang selama Rwi juga bisa tersenyum dengan senang.


"Baiklah Rwi! Waktu-mu hari ini hanya 10 menit saja. Jika sudah selesai kembalilah!" tegas Fyried kepadanya dengan perasaan senang.


Fyied pun berbalik dan berjalan pergi meninggalkan Rwi di pohon itu. Fyried percaya kepada Rwi bahwa diakan menjadi seseorang yang hebat kelak, Rwi sering kali berucap bahwa dia adalah simbol kebebasan. Tapi-


"Fyried!! Bertahanlah Fyried!!" teriak Rwi diantara prajurit lain yang tengah berlari di dalam medan perang, memegang bagian punggung Sahabatnya.


Angin mulai bergemuruh dengan kencang membawa awan hitam pekat ketengah pertempuran, dibarengi dengan kilatan petir yang terus nyembar, dan langitpun tak kuasa untuk bertahan lebih lama, pada akhirnya ia pun menangis.


Hujan terus membasahi Rwi yang duduk memangku sahabatnya yang sudah mati, darah Fyried yang semula menggumpal di sekujur belakang tubuhnya dan di sekitar kaki Rwi, mulai menggenang dan terbawa hanyut oleh hujan.


Teriakan dan seruan para prajurit tiba-tiba menghilang oleh telinga begitu juga derap kaki prajurit yang tiba-tiba menghilang tanpa suara dan jejak. Semuanya telah terhapus oleh suara kilatan petir, dan terguyur tanpa bekas oleh hujan.


Rwi pun melepaskan sahabat dari pangkuannya, ia melihat ke langit membiarkan keringat dan bekas darah serta beberapa luka di pipinya di basuh oleh hujan deras. Baju yang tadinya penuh dengan lumpur dan darah dari para prajurit telah menghilang tanpa bekas sedikitpun. Dia terlihat seperti telah di lahirkan kembali.


Hujan pun secara perlahan berhenti begitu juga kilatan petir yang mulai tidak muncul lagi, akan tetapi awan hitam yang menutupi lagi belum pergi dan suara riuh dari angin mulai semakin kencang.


Ia yang semula hanya prajurit yang bernama Rwi, kini berubah menjadi seroang Penyihir dan merubah namanya menjadi Andelrwi.


"Aku turut prihatin dengan segala yang telah kau alami, Andelrwi" ujar Rizuki menutup buku yang tengah dibacanya, kemudian menaruhnya di meja.


"Kau tidak perlu merasa seperti itu, tuan San. Itu semua hanya kisah lama yang usang" jawab Andelrwi memasuki perputuskan melawati sela-sela pintu masuk.


Rizuki pun menatap ke arah Andelrwi yang tersenyum begitu masuk kedalam perputuskan. Dia benar-benar seperti angin. Dia Penyihir Angin Andelrwi berdiri di hadapan Rizuki dengan Angin yang berhembus disisinya.


Andelrwi pun melangkahkan kakinya kedepan, Rizuki pun berdiri dari tempat duduknya. Hanya satu kali Andelrwi melangkah, ia langsung berhenti. Andelrwi pun menurunkan pandangannya ke bawah untuk memastikan sesuatu, benar saja, Andelrwi telah masuk kedalam lingkaran sihir milik Rizuki.


Andelrwi pun mengangkat kembali pandangannya ke arah Rizuki, ia akhirnya menyadari sesuatu yang aneh.


Lingkaran sihir itu seketika langsung aktif dan langsung mengekang Andelrwi dengan rantai yang mengikat kaki dan tangannya.


"Maafkan aku, Andelrwi, aku kembali mengekangmu. Aku akan sege-"


Rizuki berhenti berbicara kemudian secara tiba-tiba ia Reflek menggerakkan kepalanya ke sisi kanan, untuk menghindari sesuatu. Andelrwi hanya tersenyum melihat hal itu. Bahkan ia sedikit tertawa melihat wajah Rizuki yang benar-benar nampak Bagus. Raut wajah kaget, bercampur dengan was-was, dan tampang serius.


Rizukipun menundukkan kepalanya dengan sedikit menghela nafas, untuk memenangkannya agar dia bisa berpikir dengan jernih. Lalu beberapa saat kemudian dia mengangkat kembali pandangannya kearah Andelrwi hanya saja sekarang ia tersenyum, sama seperti Andelrwi.


"Kau memang pantas menyandang gelar 'Arc. Penyihir Angin' karena lihatlah dirimu sendiri, kau adalah angin itu sendiri, Andelrwi"


"Tapi, Andelrwi kau tidak pantas untuk diberi gelar sebagai simbol 'Sang Kebebasan', walaupun kau telah merubah dirimu menjadi Angin itu sendiri"


Mendengar semua perkataan yang di ucapkan oleh Rizuki, Andelrwi tidak merasakan apa-apa pun. Ia masih tersenyum, hanya saja senyumannya tampak seperti untuk menahan kesedihan.


Andelrwi juga sudah mengetahui kebenarannya jauh lebih dulu daripada Rizuki katakan, dan jauh lebih menyakitkan karena dia sendiri yang merasakannya. Ia juga sendiri sudah tahu bahwa dia bukanlah simbol kebebasan. Dia hanya seorang laki-laki yang telah kehilangan sosok paling berharga didalam hidupnya. Ia adalah Rwi.


Tapi-


"Tapi, meskipun begitu Tuan San, aku.. aku.. aku tetap ingin menjadi simbol kebebasan.." ujar Andelrwi dengan wajah serius ke arah Rizuki.


Rantai yang mengekang Andelrwi terlepas dengan mudahnya, rantai yang tadinya mencengkram kaki dan tangannya langsung terjatuh kembali ketanah. Andelrwi kini sama layaknya angin tidak terikat dengan apapun. Lingkaran sihir yang di buat Rizuki hilang begitu saja oleh tiupan angin milik Andelrwi.


Hawa atmosfer milik Andelrwi mulai berubah, angin yang tadi bergemuruh disekitar Andelrwi tiba-tiba menghilang tanpa suara. Seolah-olah menandakan bahwa didalam keheningan sesaat pasti akan terjadi sesuatu yang besar.


Rizuki kemudian bersiap untuk sesuatu yang akan terjadi, matanya tidak berhenti menatap sekitar secara sesaat untuk berjaga-jaga, lalu kembali menatap Andelrwi yang hanya diam terpaku menghadap kebawah.


Rizuki bisa saja menyerang Andelrwi sekarang juga, Rizuki merasakan bahwa Andelrwi terlalu banyak memiliki celah sekarang. Karena hal itulah Rizuki tidak menyerangnya, ia merasa Andelrwi sengaja melakukan hal itu. Sama seperti Andelrwi yang bisa mengendalikan Angin, Rizuki juga demikian. Mereka berdua sama.


Hanya saja jika Andelrwi adalah Arc. Penyihir Angin. Rizuki tidak bisa dikatakan sebagai Arc. Penyihir Angin, tapi meskipun demikian Rizuki mampu menguasai semua elemen yang ada di dunia ini. Tapi sebatas untuk mengcounter selebihnya ia tidak bisa.


Ia adalah guru kerajaan Moonlight, Rizuki San. Dan ia merasa bahwa seorang guru harus mengetahui segalanya.


"Nah, Tuan San. Pasti kau mengetahuinya kan, bahwa aku ini bukanlah penyihir biasa yang harus merapalkan sebuah mantra.. " ujar Andelrwi dengan mengangkat kembali pandangannya ke arah Rizuki dengan tatapan siap untuk menyerang Rizuki.


"Tapi, Andelrwi sepertinya tidak ada alasan untuk kita bertarung disini, aku sendiri hanya ingin-"


Belum selesai Rizuki berbicara Andelrwi langsung menyerangnya dengan cakram spiral yang sangat cepat untuk memotong seluruh tubuh Rizuki.