Gangster Girls With Ketos

Gangster Girls With Ketos
Berduka Di Hari Pernikahan



***


1 Minggu kemudian..


Hari ini hari Minggu dimana acara pernikahan keyra dan vino, akan di adakan satu jam lagi, keyra yang sudah bersiap berhias, memakai gaun yang indah berwarna putih.


"Kamu cantik banget key, cocok banget baju nya sama kamu!" Ucap Mina memandang keyra dari kaca hias.


"Yah iya lah siapa juga bestie gue gitu loh!" Ucap Cilla duduk di ranjang sambil menatap keyra dan Mina.


"Bestie gue juga kali!" Ucap Mina menatap Cilla.


"Gak usah ribut, Kita bertiga itu sahabatan!" Ucap keyra terkekeh.


"Oh iya key, mama sama papa kamu belum sampai loh!" Ucap Cilla


"Kok lama banget yah, padahal bentar lagi acaranya di mulai!" Ucap keyra


"Coba kamu telpon, siapa tau lagi di jalan!" Ucap Cilla, keyra segera mengambil handphone nya dan menelepon Riri.


"Halo ma!"


"Mama Udah dimana?, Oh Udah di jalan! okeyy ma kami tunggu!" Ucap keyra menelepon dan langsung mematikan telepon.


"Masih di jalan, kata mama bentar lagi sampai!" Ucap keyra.


"Ohh, yauda kita bersiap-siap yuk untuk ke bawah!" Ucap Mina keyra sudah bersiap dan menarik nafas dalam-dalam untuk bertemu vino.


"Key bentar deh, kita nungguin Tante Riri aja!" Ucap Cilla


"Iya juga, yauda deh kita tunggu bentar lagi!" Ucap Mina, keyra duduk di kasur sambil menunggu kehadiran Riri dan Bima.


Drt Drt Drt


Handphone keyra bunyi, dan segera mengangkat nya.


"Halo!"


"Apakah ini dengan buk keyra, anaknya buk Riri ?"


"Iya ini saya! Ada apa yah?"


"Kami dari pihak rumah sakit mengabarkan bahwa buk Riri dan pak Bima mengalami kecelakaan tunggal dan sekarang di rumah sakit!"


"APA!"


Trak!!


Handphone keyra terjatuh kelantai Keyra kaget mendengar nya seakan jantungnya berdetak kencang, ia segera berlari keluar kamar dan turun kebawah.


"Key! Ada apa?" Teriak Mina, Cilla ingin mengejar tetapi karena umur kandungannya yang sudah tua, ia tak sanggup berlari.


"Kamu disini aja Cill, biar aku yang kejar keyra!" Ucap Mina mendudukkan Cilla dan segera mengejar keyra.


Semua para tamu melihat keyra yang berlari, dan vino juga melihatnya, keyra yang berlari tergesa-gesa, ia segera membawa mobil dan meninggalkan area rumah.


"Keyra mau kemana?" Tanya vino bingung.


"Keyra mau kemana itu vino, kayaknya penting kamu ikutin dia!" Ucap David melihat keyra, vino segera beari mengejar keyra, dan Mina yang melihat vino mengejar keyra ikut naik motor vino.


Keyra berhenti di sebuah rumah sakit, Mina dan vino heran mengapa keyra kerumah sakit?


"Kenapa dia kesini? Apa dia sakit?" Tanya vino bingung.


"Kita lihat aja Vin!" Ucap Mina turun dan segera memasuki rumah sakit itu.


Sedangkan keyra ia berlari walaupun sangat sulit karena memakai gaun yang menyulitkannya untuk berlari.


"Sus, dimana ruangan buk Riri dengan pak Bima, saya anaknya!" Ucap keyra.


"Oh pasien atas nama Riri dan Bima kini sedang di ruang periksa!" Ucap suster, keyra segera berlari.


Dan keyra sampai kebetulan dokter keluar dari ruangan tersebut.


"Dok, gimana keadaan mama sama papa saya?" Tanya keyra menatap dokter.


Keyra mematung mendengar itu ia seakan ingin tertidur sebentar saja dan mengulang semuanya.


"Keyra kamu kenapa?, Kamu kenapa berlari!" Ucap vino memegang pundak keyra, keyra kini memasuki ruangan tersebut dan diikuti vino dan Mina.


Kini mereka melihat Riri dan Bima sudah tergeletak tak bernyawa, vino dan Mina kaget melihat tak ada reaksi sama sekali dari Riri dan Bima.


"B-bunda?" Ucap keyra kaget menatap wajah pucat Riri dan melihat luka di bagian kepala yang parah.


"P-papa?" Sambungnya menatap Bima yang disebelah Riri.


"Bunda sama papa lagi prank keyra kan, pasti mau buat keyra panik kan, pasti ini suprise karena keyra mau nikah kan, gak lucu Bun! Pa!" Ucap keyra menatap Riri dan Bima.


"Pa! Udah bangun aja keyra Udah tau kok, ayo pa Bun bentar lagi keyra menikah, ayoo!" Tarik keyra menarik tangan Bima dan Riri tetapi tak direspon juga.


"S-sayang!, Bunda dan papa!" Ucap vino memegang pundak keyra yang tertawa bercampur menangis.


"Iya papa sama bunda lagi prank kita Vin, wahh bunda sama papa berhasil prank kita!" Ucap keyra tertawa.


"Bunda sama papa gak ada sayang!" Peluk vino memeluk keyra yang memegang tangan Bima dan Riri.


Keyra mendorong tubuh vino hingga vino melepaskan pelukan vino.


"Bohong!, Bunda sama papa itu cuma pura-pura!" Bentak keyra menangis.


"Keyra, kamu yang sabar yah!" Ucap Mina memegang pundak keyra, keyra menatap Mina dan langsung menangis.


"BUNDA!! PAPA!!" Teriak keyra menangis sambil melihat wajah Bima dan Riri yang terlihat pucat.


"Bangun!! Kalian harus bangun cepat bangun, keyra mau nikah jadi papa sama bunda harus bangun, cepat bangun!!" Berontak keyra menggoyangkan tubuh Riri dan Bima.


"Gak mungkin bunda sama papa meninggalkan keyra kan!" Ucap keyra menangis.


"Keyra!!" Tangis Mina menatap keyra yang dari tadi menggoyangkan mayat Riri dan Bima, vino yang melihat itu menangis dan menunduk.


"Bunda bangun, papa bangun!" Teriak keyra


"Bunda sama papa gak sayang keyra hah?, Kalau sayang bangun, cepat bangun hiks kalian jahat sama aku!" Ucapnya memukul pelan tubuh Ririk.


"Kalian ja-.!" Tak sempat dilanjutkan keyra terjatuh pingsan vino segera menolongnya.


"Keyra!! Keyra!" Paniknnya melihat keyra pingsan.


***


Keyra membuka matanya, ia sudah berada di kamar miliknnya, yang pertama kalinya ia melihat vino yang memegang tangannya dan Cilla yang menangis dan Mina yang memeluk Cilla.


"Vino, aku barusan mimpi, mimpinya aneh banget, bunda sama papa masa kecelakaan trus meninggal!, Aneh banget tau gak!" Ucap keyra menatap vino, vino langsung memeluk keyra.


"H-hiks!" Tangis Cilla semakin menjadi, Mina yang ikut menangis memeluk erat Cilla.


"K-kalian kenapa nangis?" Tanya keyra menatap Mina dan Cilla.


"Sayang, kamu gak mimpi, bunda sama papa memang sudah meninggal!" Ucap vino memeluk erat keyra, keyra segera menyingkirkan vino.


"Bohong, kalian lagi becanda kan, jelas-jelas itu mimpi tau!" Kesal keyra.


"Keyra!, Tante Riri dan om Bima Udah gak ada, kalau kamu gak percaya kamu lihat sendiri!" Ucap cIlla, keyra segera berdiri dan turun dari tangga.


Ia melihat semuanya menatapnnya dan langsung menunduk, keyra menatap kedua jenazah Yang di bungkus dengan kain putih.


"B-bun?" Ucapnnya seketika ia terdiam dan menatap tak percaya.


"Yang sabar yah sayang!" Ucap geby memeluk erat keyra, dan menangis.


"H-h-hiks, mereka ninggalin aku! Mereka jahat!" Ucap keyra menangis.


"Sayang kamu harus ikhlas, ini sudah takdir sayang!" Ucap geby, keyra menangis dengan keras air mata yang selalu mengalir, menatap kedua orang yang ia sayangin pergi meninggalkan nya.


"Tuhan jahat banget, kna harus bunda sama papa?" Teriak keyra menangis keras, semuanya menangis melihat keyra yang menangis histeri.


"Kenapa harus papa sama bunda, knapa gak keyra aja hah!" Teriak keyra.


"Sttt!, Gak boleh ngomong gitu!" Ucap geby menenangkan Keyra.