
***
Keyra sedang termenung di dalam mobil dengan keadaannya yang sangat sedih harus meninggalkan kota ini, terlebih ia harus meninggalkan seseorang yang sangat ia cintai.
"Key! Kamu gak apa-apa sayang?" Tanya Riri menatap keyra.
"Gak apa-apa Bun!, Cuma gak nyangkah aja keyra bakalan ninggalin kota ini!, Dan keyra akan sangat merindukan suasana di kota ini!" Ucap keyra menatap Riri dan tersenyum.
"Hm!" Dehem Riri, sudah sangat jelas keyra sangat sedih di hari kelulusan nya ia harus segera pergi dari kota nya.
Vino mempercepat kelajuan motornya menuju bandara.
"Key, gue mohon jangan tinggalin gue!" Batinnya hingga ia melamun.
SRRTTTTT!!
vino me-rem mendadak hingga ia tak bisa mengendalikan motornya ia terjatuh hingga membuat tangan dan kakinya terluka.
"Apa tuan baik-baik saja?" Ucap seorang pria turun dari mobilnya.
"Tidak apa-apa hanya luka ringan!" Ucap vino kesakitan
"Maaf tuan! Aku tak sengaja kehilangan jalur!" Ucap seseorang turun dari motor dan menolong vino yang terjatuh.
"Gak apa-apa! Ini juga salah ku karena melamun di jalan!" Ucap vino
"Apa perlu saya bawa kerumah sakit! Luka anda sangat parah;" ucap pria itu melugat vino yang berkumur darah di tangannya.
"Tidak perlu! Ini hanya luka ringan!" Ucap Vino ia melihat jam tangannya sebentar lagi penerbangan keyra.
"Aku lagi buru-buru!, Maaf yah pak!" Ucap Vino memngambil motornya yang tergeletak,dengan kaki yang sakit dan luka ia sedikit susah berjalan.
"Tuan lagi terluka!" Ucap pria itu melugat vino menaiki motornya dan segera meninggalkan tempat itu.
Keyra sedang duduk di kursi tempat menunggu penerbangannya, ia menatap sekeliling bandara berharap ia melihat vino yang terakhir kalinya.
"Vin!, Maafin gue yah!" Batinnya menunduk.
Motor vino sudah sampai di bandara,vino segera memasuki bandara berlari, satpam yang melihat keadaan vino yang berdarah segera melarang vino masuk.
"Maaf tuan? Apakah tuan terluka?, Tuan pergi lah kerumah sakit!, Anda tidak di perbolehkan masuk!" Ucap security
"Maaf pak! Aku sedang mencari seseorang, perbolehkan aku masuk! Aku mau me cari keyra!" Ucap vino ingin masuk.
"Dengan kondisi anda seperti ini bisa membuat orang-orang disini tak nyaman,silakan pergi ke rumah sakit untuk mengobati luka anda!" Ucap security
"Tapi ini sedang mendadak! Aku harus bertemu dengan keyra!" Ucap vino
"Tidak tuan! Segera lah pergi!" ucap security.
Vino yang berfikir segera mendorong satpam hingga terjatuh, dan vino menerobos masuk ke bandara dengan keadaan terluka,luka di kaki ya membuat ia sulit berlari tetapi karena ia tak mau kehilangan keyra ia memaksa kakinya untuk berlari membuat kakinya semakin mengeluarkan cairan merah.
Security melapor kesemua security dan semua security mengejar Vino
Ding dung
[Kepada semua penumpang pesawat Lion air 133 (ngarang) diharapkan segera bersiap karena sebentar lagi pesawat akan lepas landas!" Pengumuman bandara membuat keyra segera bangkit dan menatap kedua orangtuanya.
"Pa, Bun keyra berangkat dulu yah! Papa sama bunda jaga kesehatan,nanti kalau keyra Uda sampai keyra langsung menelpon bunda dan papa!" Ucap keyra menyalin tangan kedua orangtuanya.
"Sayang! Semoga selamat dalam perjalanan yah! Kamu jaga kesehatan yah disana! Jangan nakal!" Ucap Ririn memeluk keyra.
"Kamu jaga kesehatan yah keyra!, Belajar dnegan baik, buat papa bangga sama kamu!" Ucap Bima
"Iya pa! Bun, keyra berangkat dulu yah!, Assalamualaikum!" Ucap keyra pergi.
"Waalaikumsallam!"
Keyra sudah pergi tak terlihat lagi.
"Ma! Kita pulang yuk!" Ucap Bima
"Om! Keyra mana!" Ucap vino tergesa-gesa.
"Keyra sudah pergi!, Ada apa dengan kamu? Kenapa kamu terluka?" tanya Bima melihat tubuh vino berlumur darah.
Vino tak menjawab ia segera berlari.
"Keyra!!" Teriak vino berlari ingin mengejar keyra, dan Bima melihat security mengejar vino.
"Ya Allah!" Ucap Riri melihat vino yang menangis disaat keyra meninggalkan nya.
Vino sampai di antrian pemeriksaan password, ia ingin masuk tetapi tak diizinkan.
"Maaf tuan!, Anda tidk diperbolehkan masuk!" Jawab pria pekerja.
"Aku ingin menemui seseorang, perbolehkan aku masuk!" Ucap vino ingin menerobos tetapi tak bisa.
"Ini sudah kebijakan tak boleh masuk, sudah dalam peraturan!" Ucap pekerja.
Air mata membasahi pipi vino disaat ia kehilangan Keyra!.
"Keyra!!!!" Teriak vino menangis hingga seisi bandara melihat ke arah vino,dan menatap vino heran.
Keyra yang sedang berjalan mendengar teriakkan itu.
"Seperti ada yang memanggil ku!" Ucap keyra melihat sekitar tetapi tak ada siapa-siapa, ia pun melanjutkan perjalanan nya.
Security sampai dan langsung memegang vino dan menarik vino keluar dari bandara.
Vino ditarik secara paksa , vino yang menangis atas kepergian keyra, vino melihat dari gedung bandara dimana pesawat Indonesia-london telah lepas landas,air mata vino semakin menjadi disaat ia melihat pesawat itu sudah pergi.
Keyra yang sudah berada di dalam pesawat menatap dari kaca.
"Vin!! Maafin aku!" Tangis keyra menatap dari kaca.
***
Vino kini terduduk di sebuah taman dengan keadaan menangis menatap kepergian keyra.
"Tega banget sih kamu key, ninggalin aku!" Ucap nya menunduk.
"Aku telah gagal menjaga wanita yang aku sayangin!" Sambungnya
Drt Drt Drt
Handphone vino berdering,ia langsung mengangkat nya.
"Halo!"
"Apa!!" Teriak vino segera bangkit dan langsung mengendarai motor nya.
Tak beberapa lama ia sampai di sebuah rumah sakit dan langsung berlari, dan masuk kesebuah ruangan.
"Nak bangun lah!!" Teriak Ratih menangis.
Vino menatap Caca yang sudah tak bernyawa di atas brankar.
"Buk! Ikhlas in Caca!, Dia sudah sembuh dia tidak sakit lagi!" Ucap vino merangkul pundak Ratih yang tak berhenti menangis.
Ratih memeluk vino dan menangis.
"Kita sama-sama kehilangan seseorang yang kita sayangin buk!, Aku tau perasaan ibu yang sekarang, karena ini lah yang aku rasakan sekarang!" Ucap vino membalas pelukan Ratih.
"Permisi pak buk!, Sebelum pasien meninggal pasien menitipkan surat-surat ini untuk diberikan sama orang yang bernama vino!" Ucap suster yang baruhan masuk, vino segera mengambil surat yang ada di tangan suster ada dua surat, yang pertama bertulisan [untuk kakak vino] dan surat yang kedua bertulisan [untuk keyra]
"Ca!, Kamu yang tenang yah disana!" Batin vino menggenggam kertas yang di tulis Caca.
[Ending]
Di tunggu next nya ya....tapi engga tau pasti nya kapan? 🤫🤗☺️