Gangster Girls With Ketos

Gangster Girls With Ketos
S2~ Kejutan Untuk Marcel



***


"J-jo gimana ini?"


Preman-preman tersebut mendekati mobil keyra dan mengetuk-ngetuk kaca mobil keyra dengan keras membuat Joshua dan keyra panik.


"Turunn!" Teriak preman itu ke ke arah keyra dan Joshua.


"Bos gimana ini?" Tanya Joshua ketakutan melihat preman-preman tersebut yang sangat seram.


"Kita tunggu vino datang, ia segera kesini menolong kita!" Ucap keyra menenangkan Joshua.


Trak!!


Preman tersebut mengetuk dengan batu hingga kaca hampir pecah.


"B-bos!, Aku akan keluar, bos tetap di dalam biar Jo yang lawan mereka, tetap ku ci pintunya yah bos!" Ucap Joshua menatap keyra.


"Tapi Jo? Lo yakin bisa ngalahin mereka?" Tanya keyra menatap Joshua yang hendak keluar.


"Yakin bos, aku penjaga bos jadi sudha tugas ku untuk menjaga bos, jadi aku mohon tetap lah disini dan kunci pintunya!" Ucap Joshua keluar keyra mengangguk paham dia ia melihat Joshua yang keluar.


"Bang , ada apa yah?" Tanya Joshua menatap preman tersebut, preman tersebut menatap tajam Joshua dan mendekati Joshua, Joshua ketakutan kakinya yang bergetar ketakutan melihat wajah seram preman.


"Suruh keluar bos mu!" Ucap preman ke arah Joshua.


"Ga ada yang bisa nyentuh bos sebelum melangkahi aku!" Ucap Joshua.


"Apa kau menantang ku?, baiklah akan aku beri kan kau pelajaran!" Ucap preman tersebut langsung menyerang Joshua, Joshua yang dengan seluruh kekuatan nya ikut menyerah dan mereka berkelahi, sedangkan keyra ia melihat dari dalam mobil.


Bugh


Bugh


Satu pukulan berhasil di lontarkan ke wajah preman, tetapi mereka dua sedangkan Joshua sendiri, joshua kelelahan.


Bugh!


Bugh!


Preman kembali memukul Joshua hingga Joshua terjatuh di tanah dengan wajah yang memerah dan bekas akibat pukulan preman tersebut.


Preman ingin memukul Joshua lagi tetapi ia dihentikan disaat keyra keluar.


"Woy, dasar br*ngs*k! Berani sekali anda memukul dia!" Ucap keyra keluar dari mobil.


"Akhirnya keluar juga!" Ucap preman menatap keyra dan tersenyum kecil.


"Bos jangan keluar, masuk bos ini bahaya!" Teriak Joshua kesakitan dan menatap keyra yang berdiri.


"Bodoh!" Satu kata yang di lontarkan keyra ke arah Joshua, Joshua terheran menatap keyra yang aneh.


"Lo buat kesalahan besar, pertama Lo menghalangi jalan ku, yang kedua Lo buang-buang waktu gue, yang ke tiga Lo berani menghajar dia, dan yang keempat Lo berani Membuat gue muak lihat Lo!!" Ucap keyra serius sekaan keadaan mulai berganti menjadi horor disaat keyra menatap preman-preman tersebut dengan tajam.


Preman tersebut menelan salivanya, ia tak menyangka disaat keyra serius sangat seram.


"Gak usah banyak bac*t, ini hari terakhir Lo jadi ucapkan sesuatu untuk mengucapkan selamat tinggal, kami beri 2 menit!" Ucap preman


"Bukan hari terakhir gue tetapi hari terakhir Lo berdua, gue gak perlu 2 menit yang Lo kasih, gue kasih Lo 3 menit buat kasih tau apa mau kalian!" Ucap keyra


"Gue kesini untuk menghabisi nyawa Lo!" Ucap preman.


"Bos masuk ke mobil ini sangat bahaya bos, mereka bisa sa...!"


Buhg!


Belum sempat Joshua berkata teman preman tersebut memukul Joshua dibagian dada hingga membuat nya sakit dan tak bisa melanjutkan perkataannya.


"Br*ngs*k kalian, aku sudah memperingatkan kalian!" Ucap keyra meletakkan tasnya dan mengikat rambutnya.


Preman-preman itu mulai menghajar keyra dan keyra melawannya mulailah perkelahian antar keyra dan kedua preman tersebut.


"Gue gak tau buk bos bisa berkelahi,uda gitu jago banget!" Ucap Joshua pelan menatap keyra yang sedang berkelahi.


Beberapa menit berlalu, vino datang dan langsung mendekati keyra yang duduk di mengobati Joshua.


"Sayang, kamu gak apa-apa?, Mana preman nya?", Tanya vino panik menatap keyra.


"Aku gak apa-apa cuma Jo aja yang luka, dia mah sok jadi pahlawan!" Ucap keyra kesal.


"Terus premannya Udah pergi?" Tanya vino


"Tuh!" Tunjuk Joshua, vino menatap ke arah yang di unjuk, dua orang sedang berjongkok menatap pohon.


Yah kedua preman itu disuruh keyra menghadap ke arah pohon sebagai hukumannya.


"Siapa yang melakukannya?" Tanya vino menatap Joshua.


"Bu bos, aku baru tau bu bos tuh jago banget berkelahi!" Ucap Joshua menatap keyra.


"Lagian kamu kok panik, aku bisa mengalahkan mereka kok!" Ucap keyra memegang pipi vino.


"Yah aku panik lah, siapa tau kamu Udah lupa berkelahi, aku gak mau kehilangan kamu walaupun kamu bisa berkelahi itu tidak membuat ku tenang sayang, aku gak mau calon istri ku lecet!" Ucap vino memegang pipi keyra dan mengelus nya secara lembut.


"Hemm hemm!, Gak lihat apa ada orang disini!" Ucap Joshua menatap malas ke arah vino dan keyra yang bermesraan.


"Gak akan aku biarin ada yang menyentuh ku terkecuali calon suamiku!" Ucap keyra tersenyum.


Tetapi sebuah tangan memegang tangan keyra, keyra segera menatap orang itu.


"Ini aku pegang ini, hajar lah hajar!" Ucap Joshua menatap jail ke arah keyra.


Emang bener Lo yah!" Ucap vino menggelitik tubuh Joshua hingga ia tertawa terbahak-bahak.


***


"Siapa yang menyuruh kalian?" Ucap vino, kedua preman itu menunduk.


"Katakan!!" Bentak vino, kedua preman itu menatap vino.


"Kami takut kalau mengatakan Tuan, jika kami memberitahukan keluarga kami bisa dalam bahaya!" Ucap salah satu preman itu.


"Tenang aja, aku akan menyuruh seseorang menjaga keluarga kalian dari dia, tapi katakan dulu siapa?" Kesal vino


"Janji tuan?" Ucap preman itu


"Hm, sekarang katakan dulu siapa yang menyuruh kalian!" Sambung keyra.


"T-tuan Marcel, dia menyuruh kami untuk membunuh Nyonya keyra, kami di bayar banyak dan jika gagal keluarga kami ancamannya!" Ucap preman itu.


"Sudah ku duga, Marcel berniat membunuhku!" Ucap keyra mengepalkan tangannya.


"Jadi yang dikatakan cewek itu benar, Marcel pelakunya!" Ucap vino pelan


"Okeyy, karena kalian berani berniat membunuhku kalian saya hukum!" Ucap keyra, seketika kedua preman itu berlutuh mohon.


"Ampun nyonya, aku mohon nyonya jangan menghajar kami nyonya, kami gak tau kalau nyonya mantan ketua gangster King black, kami sangat menyesal!" Ucap preman itu berlutuh.


"Hah, mantan gangster?', batin Joshua kaget mendengar perkataan preman itu.


" Tidak kok, aku tidak akan menghajar kalian, hukuman kalian hanya berbohong ke Marcel bilang kalian sudah membunuh ku!" Ucap keyra


"Sayang?" Ucap vino tetapi keyra langsung menyuruhnya diam.


"Baik nyonya baik, kami akan melakukan nya!" Ucap preman


"Bagus!" Ucap keyra tersenyum.


****


"Semuanya aku yakin Marcel akan datang kesini memeriksa mayat ku!, Jadi berpura lah sedang berduka!" Ucap keyra menyuruh semua pembantu dan termaksud vino dan kedua orang tua keyra Bima dan Riri.


"Sayang?" Ucap vino


"Kamu tenang aja, aku sudah menyiapkan kejutan untuk Marcel, kamu tenang aja!" Ucap keyra memegang pipi vino.


Cup


Keyra mengecup kening vino sekilas, vino yang tadinya khawatir menjadi salting dan menahan senyum.


"Baik lah!, Karena kamu sudah memberikan itu aku akan menuruti mu!" Ucap vino tersenyum.


***


Yah beberapa menit Marcel datang dan langsung masuk kerumah keyra, ia meliaht semua menangis dan bersedih dan vino yang menangis di dekat mayat keyra.


"Pemandangan yang sangat indah', batinnya ingin tersenyum.


"Tante om, aku turut berduka cita atas kepergian keyra, aku tak menyangka keyra pergi secepat ini, padahal dia di kabarkan ingin menikah!" Ucap Marcel menatap Bima dan Ririn yang berpura-pura menangis.


"Makasih yah Marcel!" Ucap Ririn, Marcel beralih ke arah vino yang menangis.


"Tuan, aku tau kau sedang sedih, aku turut berdukacita atas meninggalnya calon istri kamu!" Ucap Marcel.


"Lihat saja setelah ini berakhir aku akan mencincang mu', batin vino kesal mendengar perkataan Marcel.


"Keyra yang tenang yah disana, aku akan memaafkan semua kesalahanmu tenang saja, aku sudah memaafkan mu atas kelicikan kamu!" Ucap Marcel.


"Dasar br*ngs*k', batin keyra kesal.


"Angkat tangan!" Ucap polisi yang datang semua orang angkat tangan, Marcel menatap polisi itu.


"Ada apa yah pak?" Tanya Marcel ketakutan.


"Kami kesini atas perintah penangkapan tuan Marcel karena atas rencana pembunuhan Nyonya keyra!" Ucap polisi


"Tuduhan apa ini?, Aku tidak mungkin melakukan ini, aku saudaranya aku gak mungkin ingin membunuh keyra!" Ucapnya ketakutan.


"Tangkal saja dia pak!, Orang kaya dia gak pantes disini!" Ucap keyra bangun, Marcel menatap keyra dan kaget.


"K-keyra?" Kaget Marcel menatap keyra yang bangun setau dia keyra sudah meninggal.


"Kenapa kaget?, Aku sudah tau semuanya ini semua dalang nya Lo, padahal gue gak ngapa-ngapain Lo, kenapa sih Lo tega mau bunuh gue!" Ucap keyra


"Jadi Lo menjebak gue?, Dasar j*l*ng Lo!" Bentak Marcel.


"Apa Lo bilang?, Berani Lo berkata kasar didepan gue?" Ucap vino mengepalkan tangannya.


"Udah Vin, biar saja bentar lagi dia akan membusuk di penjara!" Ucap keyra.


"Aku akan membalas mu keyra!" Ucap Marcel.


"Aku menunggunya!" Ucap keyra tersenyum.


"Bawa dia pak!" Ucap vino, dan polisi menangkap Marsel dan membawa Marcel ke kantor polisi.


"Aku lega dia di tangkap!" Ucap vino


"Iya" ucap keyra tersenyum dan memeluk vino.


Lili yang tadinya ingin datang melihat keyra kini bersembunyi disaat ia melihat Marcel tertangkap polisi.


"Anak ku dia ditangkap?, Apa dia ketahuan?, Ini pasti rencana keyra ia menjebak Marcel, aku akan membalas semuanya Keyra!" Ucap lili mengepalkan tangannya.


Polisi membawa Marcel dan lili ia segera pergi, atau gak dia akan ditangkap juga.


...----------------...