Eternal Ice

Eternal Ice
Chap. 1 "New Adventure"




Di sebuah kota kecil di Kerajaan Saicensia, hiduplah seorang gadis cantik bernama Alice. Gadis itu lahir dengan mana yang sangat kuat dan kemampuan sihir es yang luar biasa. Ia dibesarkan oleh ibunya tanpa mengetahui siapa ayahnya. Gadis yang biasanya selalu ceria tersebut sekarang sedang bersedih. Karena ibu yang sangat disayanginya menderita penyakit sihir yang sulit untuk disembuhkan. Alice yang tidak mempunyai sihir penyembuh yang cukup kuat untuk mengembalikan ibunya seperti semula hanya bisa memanggil penyihir penyihir dengan kekuatan penyembuhan yang hebat dari berbagai kalangan. Tapi tak satupun penyihir dapat menyembuhkan penyakit sang ibu. Bahkan, sekarang penyihir istana sedang berada di rumah Alice karena dimintai tolong untuk menyembuhkan ibunya.


"Saya tidak tahu penyebabnya, setelah dianalisis beberapa kali pun, tidak ada masalah dalam tubuhnya".Ucap seorang penyihir wanita yang berdiri di samping Alice yang sedang duduk di sisi tempat tidur dimana ibunya terbaring dengan lemah. Alice yang mendengar perkataan penyihir hanya menatap sendu ke arah ibunya. " Namun mana milik ibu Nona terus menerus melemah. Jika begini terus, ibu Nona tak dapat diselamatkan ". Sambung penyihir wanita dengan nada sedih. Batin Alice kembali terguncang, penyihir wanita yang berdiri di sampingnya adalah penyihir istana, penyihir nomor 1 di kerajaan Saicensia. Penyihir istana yang hebat juga tak bisa menyembuhkan ibunya yang tertidur, mana berwarna hijau yang terdapat di jantung nya juga mulai melemah.


Mana adalah energi sihir yang menjadi sumber kehidupan bagi para penyihir, ketika mana mulai lemah maka waktu kematian seorang penyihir akan semakin dekat. "Kalau begitu saya mohon undur diri, silahkan panggil saya lagi jika anda membutuhkan saya". Penyihir itu membungkukkan badan dan melangkah keluar.



Sementara Alice, gadis usia 18 tahun itu meremas rok yang ia pakai. Cairan bening yang sedaritadi sudah menggenang di mata biru safir nya turun membasahi pipinya. Suaranya yang terisak menggema di kamar ibunya yang hening. Tapi Alice menghentikan tangisnya, ia segera bangkit dan mengambil jubah berwarna putih yang terletak di atas meja dan memakainya. Ia butuh udara segar. Setidaknya Alice berharap kesedihannya ikut terbawa pergi bersamaan dengan angin musim dingin yang berhembus.



Salju mulai turun, orang-orang langsung berhamburan masuk ke rumah masing-masing. Akan tetapi Alice tak menghentikan langkahnya.



Rambut pirang keemasan miliknya mulai berkibar mengikuti arah angin musim dingin yang berhembus perlahan. Gadis ini sama sekali tidak takut dengan salju dan es, baginya salju dan es adalah sesuatu yang membuatnya nyaman. Lain hal nya dengan orang lain yang juga tinggal di negeri yang sama, 2 hal itu sekarang menjadi sesuatu yang menghantui mereka. Selama 18 tahun terakhir, musim dingin abadi melanda kerajaan Saicensia. Alice bertanya-tanya dalam benaknya. Mengapa di hidupnya ini hanya ada salju dan es? ia juga ingin melihat bunga bunga bermekaran di musim semi, sinar matahari yang sangat menyengat di musim panas dan daun daun yang berguguran berterbangan di musim gugur. Dia menghentikan langkahnya lalu menatap langit. 'Ayah....... '. Gumamnya dalam hati, matanya yang berwarna biru safir berkilauan ketika memandang salju-salju yang turun dari langit. Entah kenapa saat melihat salju atau pun es, Alice teringat dengan ayah yang bahkan tidak diketahui wajah dan namanya. Mana berwarna biru miliknya yang sangat kuat juga bergejolak sehingga membuat matanya bersinar berkilauan akibat mana nya yang meluap luap.


'Alice, ayahmu adalah pria yang tampan dan sangat kuat. Mungkin dia berbohong mengenai siapa dirinya. Tapi ibu menutup mata dan terus mempercayainya. Ibu sangat menyayangi ayahmu. Percayalah Alice, bahwa ayahmu akan pulang dan memelukmu dengan penuh kasih sayang'. Kata-kata ibunya 8 tahun yang lalu kembali terlintas di kepalanya.


"Nak, kemarilah nak". Suara kakek tua yang memanggilnya berhasil membuyarkan lamunannya. Alice menengok ke asal suara. Seorang kakek penyihir tua sedang duduk di sebuah kursi sambil memegang tongkat sihir di dalam toko barang-barang sihir antik. Ia dapat melihat kakek itu dengan jelas karena pintu toko terbuka lebar seolah-olah memang dibuka untuk menyambutnya. Mana berwarna hitam milik kakek itu memancarkan aura gelap yang membuat terjadinya pergerakan mana dalam diri Alice. Jantungnya berdetak kencang tak normal. Ia harus segera pergi menggunakan sihir teleportasi sebelum sihirnya meledak akibat mana nya bertabrakan dengan mana gelap milik kakek tua tersebut.


"Kemarilah nak, tidak perlu takut. Aku tahu kau berniat untuk menggunakan sihir teleportasi. Pergerakan mana dalam dirimu itu normal jika berpapasan dengan penyihir gelap seperti ku, tapi mana ku sudah melemah. Ledakan sihir tidak akan terjadi". Ucap kakek itu berusaha meyakinkan Alice. Dengan ragu-ragu, Alice berjalan mendekati kakek, mana nya terasa semakin bergejolak ketika ia melangkah memasuki toko. Di sana terdapat banyak rak buku dan alat alat sihir tua yang berjejer dengan rapi diatas meja dan rak.


'Kakek ini benar-benar seorang penyihir gelap' Komentar Alice, menatap satu persatu alat alat sihir yang ada di sana.


"Kau memang keturunan dari penyihir itu. Mana istimewa milikmu yang sangat kuat menjelaskan segalanya". Kata kata sang kakek membuat Alice sedikit tersentak. Kemudian kakek itu dengan susah payah bangkit dari kursinya dan mengambil sebuah buku di salah satu rak. "Buku apa itu kakek?".Tanya Alice yang alisnya tampak berkerut.


" Bacalah buku ini. Kau bisa menemukan cara untuk menyelesaikan masalahmu dan mengetahui siapa dirimu sebenarnya " Ucap kakek itu sembari menyodorkan sebuah buku kepada Alice. 'Lorraine, Penyihir Matahari yang Agung'. Judul buku itu tercetak jelas di sampul buku yang terlihat kuno. Kemudian Alice mengambil buku tersebut.


"Pergilah, aku hanya ingin memberikanmu buku itu. Tak ada yang kubutuhkan lagi darimu" Kakek menyuruh Alice pergi. Tentu, membuat perasaan kesal muncul di kepala Alice. Ia tidak ingin berdebat dengan seorang kakek tua yang merupakan seorang mantan penyihir gelap, akhirnya ia keluar dari toko.


Alice mengintip isi dari buku yang ia dapatkan dan terkejut. 'Astaga!! huruf kuno!! huruf ini bahkan tak pernah dipakai lagi sejak 400 tahun yang lalu!! cih, kenapa kakek itu memberikan buku seperti ini kepadaku!!'. Alice mengumpati kakek penyihir gelap dalam hatinya.


Ditengah kekesalan yang membuatnya mengumpat beberapa kali dalam hati. Tiba-tiba ia teringat dengan ibunya yang sedang sakit dan tertidur lama. 'Ibu!! kenapa aku bisa lupa dengan ibu??? aku harus segera pulang'. Batin Alice lalu melangkah pulang.


Sesampainya di rumah........


Dengan cepat Alice membuka jubah putihnya, kemudian berlari ke arah tangga yang menghubungkan antara lantai bawah dan lantai atas. Tak lupa dengan buku yang tadi diberikan oleh kakek penyihir gelap. Ia membawa buku itu ke lantai atas.


BRAAAKKK!!!!!


Alice mendobrak sebuah pintu menuju sebuah ruangan yang penuh dengan rak buku.


'Ilmu sihir penyembuh'


'Cara menjinakkan hewan liar'


'Mantra mantra penetralisir racun'


'Resep resep obat untuk hewan'


'Anatomi hewan'


Ya, walaupun ia sendiri sedikit kesulitan karena kebanyakan buku buku di sana hanyalah buku tentang ilmu hewan milik ibunya.


"Ah!! ketemu!! ". Pekiknya kesenangan ketika menemukan buku yang sedang dicarinya. Buku tentang bahasa kuno memang sudah menjadi barang langka yang antik. Karena bahasa kuno telah dilupakan sejak 400 tahun yang lalu, jadi buku buku tentang bahasa kuno hanya tinggal beberapa lagi. Ia bahkan ingat dulu saat ibunya mendapatkan buku itu di acara lelang barang antik. Alice bahkan tak percaya, ibunya merelakan 50 keping emas hanya untuk mendapatkan sebuah buku.


Alice membawa buku bahasa kuno dan duduk di sebuah kursi dekat jendela. "Haaahhh..... bagaimana bisa orang-orang dulu hidup dengan memakai bahasa seperti ini astaga....". Ia menghela nafas dan menggerutu melihat huruf-huruf dan tata bahasa kuno yang lebih rumit dari bahasa yang digunakan sekarang.



" Lorraine adalah anak perempuan dari hasil hubungan salah satu peri penjaga kuil dengan seorang manusia. Mana yang dimilikinya sangat kuat melebihi yang lainnya. Karena di dalam dirinya mengalir darah manusia, di usianya yang ke 12 Lorraine dilepaskan ke pergaulan manusia. Rumor hina mengenai munculnya Lorraine sebagai keturunan dari peri penjaga kuil dan manusia berhasil menarik perhatian semua orang. Sehingga pada akhirnya ia diperlakukan seperti binatang yang dianggap berbahaya karena kekuatannya. Lorraine yang merasa nyawanya terancam, ia mengasingkan dirinya sendiri dan tinggal di sebuah menara. Ia mengembangkan kemampuan sihirnya kemudian mengukir sebuah legenda dan mendapatkan julukan sebagai 'Penyihir Matahari Yang Agung'". Alice membaca halaman pertama setelah mempelajari sedikit tata bahasa kuno. Sulit, tapi ia terpaksa demi menemukan cara menyembuhkan ibunya. Dugaannya salah, ia pikir buku itu hanyalah sebuah novel namun buku itu lebih condong menjadi buku sejarah.


"Untuk menyebarkan semua kekuatan yang ada dalam dirinya, ia mengangkat lima orang anak menjadi muridnya. Di akhir hayatnya, Lorraine mewariskan semua kekuatan sihir miliknya kepada muridnya dan berharap jika semua kekuatan yang diberikannya dapat digunakan untuk membantu sesama. Kelima muridnya yaitu, Aiden si penyihir api, Aeolus si penyihir angin, Astraeus si penyihir langit, Sereia si penyihir air dan Theseus si penyihir es". Alice berlanjut ke halaman kedua dan membacanya. Walaupun sebenarnya dalam hati ia mengeluh berkali-kali. Namun, Alice terkejut ketika melihat halaman berikutnya. Di halaman yang ketiga, terdapat lukisan yang menampilkan seorang wanita dewasa, 4 anak laki-laki dan 1 anak perempuan yang sama-sama memakai pakaian khas penyihir.


Penjelasan mengenai Lorraine hanya sampai disitu. Selanjutnya hanya mengisahkan tentang 5 murid nya dan keajaiban sihir yang diciptakan oleh mereka serta mantra mantra ajaib yang dibuat dan ditulis oleh Lorraine sendiri.


"Bunga Emas Ajaib, bunga dengan sihir penyembuhan yang luar biasa". Alice pun hampir menjatuhkan gelas berisi air yang sedang dipegangnya. Kata kata dari kakek yang memberikannya buku itu datang kembali ke pikirannya.



" Bacalah buku ini. Kau bisa menemukan cara untuk menyelesaikan masalahmu ".


'Itu dia!! Sekarang aku mengerti perkataan kakek itu!!'. Ujar Alice bersemangat dalam hati. Satu-satunya jalan keluar dari masalah ini adalah......


Bunga Emas Ajaib !!!!


Bunga itu hanya ada 1 di dunia ini. Tertulis dalam buku, jika bunga emas tumbuh di salah satu tempat tinggal kelima murid Lorraine. Pikiran Alice kembali berputar, dimana bunga itu tumbuh? Gunung berapi tempat tinggal penyihir api? atau di Hutan es suci tempat tinggal penyihir es?. Apa Alice harus berkeliling dunia selama puluhan tahun demi mencari setangkai bunga??.


Tapi yang terpenting......... ia harus rela meninggalkan kampung halaman dan ibunya demi mencari bunga emas. Sepertinya Alice harus berpikir 2 kali sebelum pergi berpetualang.


"Apa ini artinya.........


Petualangan baru akan dimulai???? "


To be continued..............