
Keesokan harinya.
Hari dimana Jennie akan berangkat pergi ke Seoul untuk mengenyam pendidikannya.
" sayangku apakah kamu benar benar akan meninggalkan mama ? "
" mama , hanya sekali ini saja biarkan aku hidup mandiri dan menggapai cita citaku "
" tapi sayang , perasaan mama selalu tidak enak menjelang kepergianmu ke Seoul "
Jennie memeluk mamanya
" mama, tidak akan terjadi apa apa... itu hanya perasaan khawatir mama karena ditinggal pergi oleh anak satu satunya. Jadi itu wajar , tenang saja cukup 1 tahun... dan setelah itu aku akan pulang kerumah . Mengerti ? "
" baiklah, aku tahu pribadi anakku.. meskipun kami melarang itupun percuma saja , kamu juga akan diam diam melakukannya dan pergi begitu saja "
" benar , kami hanya bisa mendukungmu dan menjagamu dari jauh nak. Papah akan sesekali berkunjung kesana dengan mamamu "
" baiklah baiklah... aku akan pergi ke rumah Jungkook terlebih dahulu "
Jennie semalaman sudah memikirkannya , dia akan mengatakan perasaannya sekali lagi pada Jungkook.
Namun saat sampai dirumah Jungkook , Jennie melihat Jungkook sedang dipeluk oleh seseorang wanita.
Jennie tidak tahu jika Jungkook memiliki teman wanita yang begitu dekat selain Jennie.
Saking kagetnya , Jennie menjatuhkan kotak hadiah miliknya dan berlari pergi.
" pyaaar.."
Suara pecahan kaca.
" Ana ! Sudah kubilang lepaskan ! "
Jungkook mendorong wanita tersebut dan berlari melihat darimana asal suara tersebut.
Di dekat pintu ia melihat sebuah kotak di lantai, Jungkook membukanya dan melihat bola salju yang kacanya sudah pecah .
Isi bola saju itu adalah sepasang anak laki laki dan perempuan , itu melambangkan Jennie dan Jungkook di dalamnya.
Jennie memberikan bola salju itu agar Jungkook selalu mengingat Jennie dimanapun dia berada dan akan selalu ada meskipun jarak memisahkannya.
" Jennie !!??!!! "
Jungkook segera mengambil jacketnya
" pergilah dari rumahku .."
" hyaa Jungkook tapikan aku masih ingin tetap disini "
" kubilang PERGI ! Aku tidak menyukaimu dan berhenti mengejar ngejarku ! "
Jungkook lalu berlari kerumah Jennie, namun rumahnya sudah kosong.
Semuanya pergi mengantarkan Jennie ke setasiun kereta api , karena Jennie ingin pergi sendiri , ia memutuskan untuk menaiki kereta api yang sangat aman bagi dirinya.
Di stasiun kereta
" papa mama.. jaga kesehatan kalian ya "
" iya sayang mama dan papa akan jaga kesehatan selalu, kamu disana harus bisa jaga diri dan jangan lupa makan yang teratur, tidak usah melakukan diet atau segala macam, kamu kan memiliki penyakit lambung jadi jangan sampai telat makan, mengerti ! "
" aissh , iya ma Jennie bukan anak kecil lagi . Jennie mengerti kok , hmm yasudah ini sudah hampir waktunya kereta tiba ... mama papa bye.. "
" sampai jumpa sayangku, jangan lupa telefon ketika sudah sampai rumah "
" Arasseo ..."
Mama papanya pergi untuk kembali pulang kerumah , sedangkan Jungkook ia baru saja sampai di stasiun kereta.
Ia berlari untuk mencari Jennie.
Jennie sudah berada di dalam kereta , saat kereta akan melaju Jungkook mengetuk jendela tempat duduk Jennie.
" Jennie ! "
Jennie seketika langsung membelalakan matanya
" Jungkook !!! "
Jungkook berlari mengejar kereta
" Jennie! Sampai jumpa! Semangat ! Aku akan segera menyusulmu !! "
Jennie menempelkan wajahnya agar mendengar suara Jungkook berteriak dari luar kereta , namun nyatanya kereta berjalan begitu cepat sehingga Jungkook tertinggal jauh.
Meskipun ia tidak dengar dengan jelas apa yang dikatakan Jungkook , namun ia melihat Jungkook tersenyum padanya saat bilang
" semangat ! "
Itupun membuat hati Jennie berdegup sangat kencang.
Tetapi saat mengingat hal yang dia lihat di rumah Jungkook , kini perasaannya kembali sakit.
Jennie berharap jika Jungkook akan menjelaskan hal tersebut padanya , namun nyatanya hingga 1 minggu Jennie sudah di Seoul , Jungkook sama sekali tidak menjelaskan apa yang sedang mereka lakukan pada saat itu.
" aisssh! Seminggu sudah aku di Seoul dan setiap kali Jungkook telepon , aku menanti nantikan dia menjelaskan apa yang terjadi pada saat itu dirumahnya.. "
Sambil mencuci tangannya di wastafel.
" aigooo.. kamu sedang apa dari tadi mencuci tangan sambil berceloteh sendiri? "
Sona keluar dari kamar mandi dan berbicara pada Jennie
" Sonaa.. hari ini aku benar benar ingin makan teokbokki dengan soju "
" hyaa anak kecil sepertimu mau minum soju ? Tidak bisa ! "
" aku sudah besar , officially 23th bukankah ini sudah cukup dewasa?! "
" haiss, jam masih pukul 8 malam yasudah ayo berangkat "
" yeaaay, Sona memang sangat pengertian "
Jennie da Sona pergi dengan bergandengan tangan.
' Sona adalah teman baru Jennie di universitas barunya , mereka sama sama anak pindahan dari kampus yang berbeda dan bertemu pada prodi yang sama '