DIRTY

DIRTY
4.0




Jennie pergi ke Cafe dekat kampus mereka berada bersama dengan Yeri.


" mm... "


Yeri sedang memilih menu di papan menu


" moccachiato latte cream , es batunya sedikit saja "


Ucap Jennie


" baik "


" Aku bingung karena aku baru pertama kali kesini, kau ada refrensi menu yang enak tidak ? "


bertanya pada Yeri


" kau suka yang bagaimana ? Coklat , Matcha , Redvelvet atau apa ? "


" Red velvet !!"


" oh oke , velvet cream cookies 1 . ini kartunya..:"


" ah tidak usah Jennie , ini uangku.. "


Jennie menahan uang Yeri dan menyuruhnya untuk memasukkan kembali ke dalam dompet.


Setelah itu minuman jadi dan mereka memilih tempat duduk.


" terimakasih Jennie karena sudah mentraktirku minum, padahal tadi aku yang mengajakmu terlebih dahulu..."


" seharusnya aku yg berterima kasih, anggap saja itu untuk rasa terima kasihku padamu"


" ah... "


Yeri menatap Jennie


" um.. ada apa Yeri ? "


tanya Jennie yang kebingungan dengan maksud tatapan yg diberikan Yeri


" tidak , hanya saja kau cantik sekali "


" kau jauh lebih cantik Yeri "


" tidak tidak, jika aku cantik mungkin saja orang yang sedang aku sukai juga menyukaiku huff "


" ahhhaha , kau ini sangat blak blakan ya... semua orang pasti pernah mengalaminya walaupun sekali seumur hidupnya , jadi tenang dan jangan bersedih "


" apakah kau juga pernah mengalaminya Jennie ? "


tanya Yeri


" um... "


Jennie lalu menganggukkan kepalanya


" ahh..tapi itu dulu, sekarang aku sudah berhasil melupakanya .... walaupun agak sulit sih hehe , maaf jadi curcol "


" wah serius!!!?? orang itu pasti menyesal karena telah melepaskam orang sepertimu ! "


Jennie lalu terkekeh melihat Yeri


" hahaha , aku harap juga begitu "


mereka menghabiskan waktu bersama sama di cafe tersebut , tanpa sadar hari sudah mulai malam.


" sudah larut, aku harus pulanh terlebih dahulu "


ucap Jennie


" aku juga mau pulanh untuk mengerjakan tugas kelompok, tanpa sadar kita membicarakan banyak hal dan lupa waktu. "


" iya, tapi sebelum pergi... boleh minta akun idmu ? aku ingin berteman denganmu "


tanya Jennie


Mata Yeri langsung berbinar binar , ia sangat semangat ia lalu merai hp Jennie dan menuliskan idnya .


" jangan lupa kirim pesan padaku ya, aku akan menunggumu ... bye Jennie!! "


Yeri melambaikan tangannya dan pergi menaiki bus.


Jennie juga membalas lambaian tangan dari Yeri, ia lalu berceletuk


" lucunya\~ "


Keesokan harinya\~


Di kampus


" haaah hari ini entah kenapa aku malas sekali kekampus ..."


ucap Irene


" hai Irene..."


" hai Jenniee "


" selamat pagi "


" hai...."


orang orang yang sedang menyapa Jennie dan Irene


" iya selamat pagi..."


Jennie tersenyum menyapa balik


" hyaaa kau dengar aku bicara apa enggak sih?? "


" iya aku dengar kok."


" kalo begitu yuk bolos kelas untuk hari ini gimana ? "


ajak Irene


" emm... "


Jennie sedang berfikir


Dari kejauhan Jennie melihat Yeri sedang melambaikan tangan padanya


" memang kita mau kemana ? "


tanya Jennie


" kemana saja, kita bisa pergi berbelanja , membeli makanan , pergi ke karaoke , minum soju atau pergi ke stand photobooth "


jelas Irene


" baiklah, let's go!!!!!!! "


Jennie menarik Irene dan berlari ke arah Yeri


" ah ... hai Jen... "


Yeri belum menyelesaikan perkataannya, tangannya di genggam dan ditarik oleh Jennie.


" kyaaak.!!!!!!!??"


Yeri terkejut


mereka bertiga berlari bersamaan.


Sampai di depan kampus tangan Jennie melambaikan ke taxi yang sedang lewat, lalu mereka bertiga masuk kedalam taxi.


" pak jalan ! "


didalam taxi irene terus memandang Jennie dengan tatapan tajam


" ah...!!"


Jennie tahu maksud dari tingkah Irene , seolah oleh isi kepala Irene terbaca Jennie


" siapa dia ? kenapa dia ikut ? bukankah dia yang menabrakmu!!!!??? sejak kapan kalian berteman ? ah bukan'!!! maksud aku , sejak kapan kalian dekat ???!!!!! "


Jennie merasa terbebani dengan pandangan Irene , lalu Jennie menjelaskan.


" Irene kenalin dia Yeri dan Yeri kenalkan dia Irene temen ku satu satunya, ah bukan maksudnya aku adalah temen satu satunya yang Irene punya "


" ah hai salam kenal , Irene "


Yeri bersikap ramah , karena pad dasarnya dia anak yang super humble


" aishh , kau tidak menjelaskan padaku sejak kapan kalian menjadi dekat ? "


ucap Irene


" kami mulai dekat kemarin malam, oh ya aku belum cerita ya kalo aku bla bla bla....."


Jennie bercerita tentang kejadian kemarin dan tentang bagaimana dia dan Yeri bisa akrab.