
Namanya adalah Jennie
Dia adalah pusat dari kehidupanku, Jennie adalah orang yang mampu mengubah hidupku menjadi lebih baik.
Sejak pertama kali aku melihatnya, aku memutuskan untuk mencintainya.
" Jennie! "
Berteriak memanggil.
" iya sebentar , aku datang..."
Jennie berlari pergi menghampiri seseorang wanita parubaya yang sedang memanggilnya.
" sudah ku bilang jangan berlari "
Wanita parubaya itu memarahi Jennie yang berlarian menghampirinya.
" kamu ini benar benar anak yang nakal ya, sudah ku bilang jangan berlari ! Bagaimana jika nanti kakimu terluka lagi ! "
" ibu , Jennie sudah baik baik saja dan kaki Jennie juga sudah sembuh "
" jangan suka membalas perkataan ibu, sana bergi antar makanan ini kerumah Ibu Jungkook "
" baiklah..."
Jennie berjalan mengantar makanan ke rumah keluarga Jungkook.
" kookie.. kookie.. aku masuk ya.."
Tak kunjung membukakan pintu , Jennie mebuka pintu dan masuk dengan sendirinya kerumah Jungkook.
" kookie.. makananya aku taruh di meja ya.. "
Jungkook tetap saja tidak menjawab suara Jennie.
Akhirnya Jennie mencari Jungkook di suduh ruangan hingga menemukan Jungkook sedang tidur di balkon rumahnya.
" ternyata kamu disini, pantas saja tidak menjawabku "
Jennie melihat Jungkook tidur dengan nyaman , dia juga merasakan jika hembusan angin di balkon rumah terasa sangat menyegarkan hingga membuat mata Jennie juga sayup sayup .
Jennie memutuskan untuk berbaring dan tidur di sebelah Jungkook.
-----
Saat Jungkook terbangun ia terkejut melihat Jennie sudah berbaring memejamkan matanya disamping ia tidur.
Tanpa sadar dia memandangi Jennie dan bukannya malah membangunkannya.
Meskipun mereka terlahir dari keluarga yang kaya , Jennie dan Jungkook sangatlah berbeda.
Jennie adalah anak yang periang dan memiliki keluarga yang sangat bahagia , sedangkan Jungkook meskipun dia juga adalah anak dari pengusaha yang kaya raya tetapi kedua orang tuanya bercerai.
Dengan mengalami perceraian itu Ibu Jungkook mengalami stress dan mengakhiri hidupnya sendiri , di umur yang masih terbilang anak anak Jungkook sudah mengalami penderitaan tersebut. Terlebih lagi Jungkook tahu permasalahan perceraian itu terdapat pada Ayahnya.
Saat dia masih kecil , dia tidak seharusnya melihat Ayahnya dan wanita lain sedang menghabiskan waktu di rumahnya.
Jika Jungkook waktu itu tidak bersembunyi di dalam almari karena dikejar oleh Jennie , mungkin sampai saat ini dia akan menyalahkan Ibu kandungnya yang bunuh diri . Namun kenyataanya adalah bahwa Ayahnya berselingkuh , dari situlah Jungkook merubah jati dirinya menjadi anak yang sangat pendiam .
" hoam.... "
Jennie terbangun
" kookie kamu sudah bangun.."
Jungkook langsung duduk dan tersadar dari pandangannya.
" sudah , kenapa kamu tiba tiba tidur disampingku ? "
" lagian kamu ini aku panggil panggil tidak menjawab , lalu aku mencarimu dan tau jika kamu tidur dengan nyenyak sekali. Karena angin disini cukup kencang dan sangat segar, aku jadi ikut mengantuk dan tidur disampingmu "
Jennie menjelaskan panjang kali lebar.
" oh begitu. "
" oh iya ! "
Jennie teringat tujuannya ke rumah Jungkook , dia langsung bangun dan berdiri.
" kamu belum makan siang kan, ayo cepetan makan aku sudah membawakanmu makanan kesukaanmu "
Jennie menarik Jungkook untuk berjalan ke meja dapur.
" duduk disini dan aku akan mengambilkannya "
Jungkook duduk dan menunggu Jennie.
" nah ini , makanlah yang banyak ya ... aku harus pulang dan mandi dulu bye.. "
" jangan berlari ! Ingat ! "
" aisssh iya iya "
Jennie pergi meninggalkan Jungkook.
Jennie barusaja mengalami kecelakaan saat dia les ballet, kakinya keseleo akibat posisi kaki yang salah, dari kejadian itu Jennie harus rehat dan melewatkan pentas seni pertamanya. impiannya adalah menjadi seorang ballerina dan Jennie bertekad akan berusaha keras untuk cita citanya.