Dimension Chaos S1 (Rise Of The Light And Darkness)

Dimension Chaos S1 (Rise Of The Light And Darkness)
Pertemuan Tak Terduga



Keesokan harinya, Favsion berangkat sekolah seperti biasa.Tak lupa juga ia membawa PR yang telah dikerjakannya.


Dan sesampainya di sekolah dan saat Favsion telah masuk ke dalam kelas, Seseorang memanggil namanya ketika Favsion hendak duduk di bangkunya.


"Yuhu~


Favsion.....Selamat Pagi...."


Dan suara itu adalah suara dari Linda.Favsion tidak tau kenapa.Tetapi dia merasa jika setiap dirinya masuk ke dalam kelas,Linda akan selalu berada di belakangnya dan menyusulnya beberapa menit setelahnya.


"Selamat....Pagi....."Jawab Favsion sembari meletakkan tas nya di atas mejanya.Linda kemudian duduk dengan santai di bangkunya yang ada di sebelah kanan bangku Favsion di deretan yang berbeda.


Favsion kemudian bertanya :"Jadi Euuhhmm....Linda.....Apa kamu bisa menjawab soal-soal yang ada di PR???"


Linda seketika terdiam.Dia kemudian menoleh ke arah Favsion dengan ekspresi yang seolah tidak percaya dengan perkataan Favsion.


"Eh?PR?Emangnya ada??"Dan rupanya,Linda lupa jika di hari itu ada PR yang harus dikumpulkan hari itu juga.


Favsion mengangguk dan menunjukkan buku latihannya yang berisi rangkaian soal matematika beserta rumus dan jawabannya.


Linda memperhatikan semua itu dengan seksama sebelum dia kemudian berteriak di ruang kelas yang masih sepi sembari memegangi kepalanya sendiri kedua tangannya.


"Aaaa!!!Tidak....Aku lupa ngerjain PR nya!!!!"Linda tiba-tiba berhenti dan menoleh ke arah buku Favsion untuk yang kedua kalinya.Tiba-tiba terbersit ide di pikirannya,Ide yang akan selalu muncul di benak siswa yang kepepet dengan tugas.Ya,MENCONTEK


Linda terlihat mengubah mimik wajahnya.Tersenyum manis sambil memegangi lengan kirinya dan menggoyangkan sedikit tubuhnya ke kanan dan ke kiri.


"Ehe.....Ehehehe.....Aku....belum mengerjakannya....Jadi Euuhhmm....Ehehe....Anu....Itu..."Linda tampak tidak bisa berterus terang kepada Favsion.


+


Jadi Favsion langsung berkata :"Oh....Mau pinjem?"


Linda langsung menjentikkan jarinya dan menyahut :"Nah....Iya....Itu.... Euuhhmm....Boleh kan...??"


Favsion mendengus napas berat,Dan kemudian Favsion menyerahkan bukunya tersebut kepada Linda.


"Lain kali....Jangan sampai lupa mengerjakan PR ya....Linda...."Tukas Favsion mengingatkan Linda.


Entah Linda mendengarkan nasihat dari Favsion atau tidak,Linda langsung mengambil buku milik Favsion dari tangannya.


"Yeeaayy!!!Terima Kasih Favsion....Kamu memang baik hati sekali...."Linda pun mulai mengeluarkan buku tulis miliknya sendiri beserta alat tulisnya.Dan mulai menulis apapun yang Favsion tulis dalam bukunya.


Beberapa saat kemudian,Datanglah Rei.Dia terlihat heran dengan Linda yang pagi-pagi sudah menulis di bukunya.


"Oh Rei....Rei....Apa kau sudah mengerjakan PR matematika hari ini???"Tanya Linda ketika menyadari kehadiran Rei.


"Sudah..."Jawab Rei singkat dengan suaranya yang berat.


Linda kemudian menepuk mejanya dengan keras dan kemudian berkata :"Lalu kenapa kamu tidak mengingatkanku?!!?Aku lupa mengerjakan PR hari ini jadinya"


Rei hanya menjawab dengan dua kata :"Buat....Apa???"


Linda menjadi dongkol dengan sikap Rei.Ia hanya bisa terus menyalin dan mencontek PR Favsion dengan pipinya yang menggembung seperti tupai yang sedang menyimpan kacang dalam mulutnya.


Dan waktu pun berlalu,Kelas telah dimulai dan PR mulai dikumpulkan.Beberapa murid yang tidak mengerjakan dijejerkan di depan kelas oleh guru matematika yang dikenal sangat "killer".Dan jika bukan karena Favsion meminjamkan PR nya kepada Linda,Mungkin Linda akan menjadi satu-satunya wanita yang berdiri di depan kelas karena tidak mengerjakan PR.


Bel istirahat berbunyi, Favsion hendak ke kantin namun langkahnya dicegat oleh Linda.


"Eh?Kenapa Linda?"Tanya Favsion.


"Aku mau bilang terima kasih karena sudah meminjamkan PR mu tadi....Jadi....Makasih ya..."Ujar Linda.


Favsion tersenyum dan kemudian membalas :"Sama-sama...."


Dan saat Favsion hendak pergi,Linda mencegahnya lagi.


"Eits tunggu....Aku belum selesai...."Ujar Linda.


Favsion akhirnya bertanya lagi :"Apa....ada hal lain yang kamu perlukan dariku,Linda?"


"Sebagai balasan karena sudah membantuku.....Aku akan mentraktirmu belanja di kantin....Jadi ayo....Kita ke kantin...."Linda kemudian memegang tangan Favsion dan kemudian membawanya secara paksa menuju ke kantin.


Favsion tidak bisa menolak tawaran,Atau lebih tepatnya paksaan dari Linda tersebut.Dan disaat mereka di kantin,Linda mempersilahkan Favsion untuk membeli dan memesan apapun yang Favsion mau.


Sementara Linda memesan mie ayam,Favsion hanya memesan salad.Dan sembari menunggu pesanan mereka,Keduanya terlibat dalam percakapan selama beberapa saat.


"Hey...Hey....Favsion~"


Linda memanggil-manggil Favsion.Sementara ia menopang dagunya sendiri dengan kedua tangannya di meja kantin.Dia duduk berhadap-hadapan dengan Favsion.


Favsion mengangkat kedua alisnya dan menjawab :"Ya?Kenapa?"


"Berkelompok?Hmm.....Kalau begitu....Aku tidak tau siapa yang harus kuajak...."Tukas Favsion.Dia mengusap-usap dagunya,Sementara Linda dengan penuh harap tersenyum dan berharap jika Favsion akan menawarkan agar dirinya mau bergabung dengan kelompok Favsion.


Setelah lama Favsion berpikir,Dia tidak menemukan orang yang cocok di kelasnya untuk diajak kerja kelompok.Dan pada akhirnya Favsion kemudian bertanya balik kepada Linda.


"Aku belum memiliki kelompok yang akan kupilih....Bagaimana denganmu,Linda...??"


Linda menggelengkan kepalanya,Sambil tersenyum tentunya.


Favsion kemudian berkata :"Baiklah.... Bagaimana kalau kamu satu kelompok denganku?"


Tepat setelah Favsion menanyakan hal tersebut,Linda mendadak mengepalkan tangannya dan mengangkatnya tinggi ke udara.


"Yess!!!"Linda bergumam,Namun suaranya terlalu keras untuk disebut sebagai gumaman hingga Favsion sendiri pun mendengarnya.


"Euuhhmm....Linda???"Favsion bertanya perihal gelagat Linda yang terlalu senang tersebut.Linda kemudian sadar dan kembali duduk dengan posisinya sebelumnya dan dia mendehem.


"Ekhem....Itu....Tentu saja....Kalau kamu tidak keberatan.... Favsion..."Ujar Linda dengan suara yang lebih terdengar dewasa.


Dan Favsion pun senang.Disaat yang sama,Pesanan mereka telah selesai dan siap disantap.


Singkat cerita,mereka menikmati makan bersama di istirahat jam pertama tersebut dengan senang.Hingga bel masuk kelas pun tiba.Tak lupa Favsion berterima kasih kepada Linda karena telah mentraktirnya.


Dan tibalah saat dimana pelajaran Bahasa Jerman dimulai.Sesuai kata Linda,Hari itu diadakan praktek percakapan sederhana secara berkelompok.Namun setiap kelompok harus memiliki minimal 3 orang anggota.


Linda pun kaget,Karena dia dan Favsion belum menemukan anggota terakhir yang mereka perlukan.Dan dari sanalah Linda kemudian mengajak Rei.Pada mulanya Rei enggan untuk bergabung dengan kelompoknya,Atau kelompok manapun.Tapi setelah ia ditegur dengan tegas oleh guru Bahasa Jerman,Barulah Rei mau.


Dan yang mengejutkan,Linda dan Rei begitu fasih dalam bahasa Jerman.Dan dengan begitu Favsion belajar banyak dari mereka sehingga ia juga mulai bisa menguasai Bahasa Jerman yang dikenal sulit itu.


Berjam-jam telah berlalu,Akhirnya bel sekolah berbunyi.Suara yang dinanti-nantikan oleh semua siswa di sekolah menengah atas itu.


Para siswa-siswi segera berhamburan keluar sekolah,Termasuk Favsion.Dan kemudian Favsion melihat Felika yang rupanya menunggunya pulang untuk berjalan bersama.


Favsion dengan cepat setuju dan mereka pulang bersama di hari itu.Seperti hari-hari lainnya.


Namun tidak akan ada yang menyangka,Jika perjalanan Favsion dan Felika hari itu akan menjadi yang paling berbeda dan tidak terduga.


Favsion tengah berbincang dengan Felika mengenai hasil test kelas 10 nya.Dan Felika memamerkan kertas ujian dengan nilai 9,5 tersebut.Favsion menjadi terkesan dan mengingatkan Felika untuk terus belajar agar mencapai nilai yang terbaik.


Namun kemudian,Di depan mereka terlihat pria berambut putih yang tengah berjalan sempoyongan dengan baju yang aneh.


"Tunggu...."Favsion bergumam kepada Felika sembari merentangkan tangan kanannya.Membuat langkah Felika terhenti.


"Eh?Kenapa Senpai?" Tanya Felika.Favsion tidak menjawab dan melihat pria tersebut berjalan ke arah mereka.


Felika kemudian ikut melihat pria itu juga dan kemudian bertanya lagi :"Siapa.....Dia???"


Favsion merasakan aura kegelapan yang begitu pekat dari pria itu.Favsion lalu mengedepani Felika dan menjawab :"Tetap di belakangku...."


Pria tersebut kemudian tertawa dengan keras.Setelahnya,Pria itu memperlihatkan matanya yang berwarna hitam gelap dengan pupil mata ungunya yang menyala-nyala.


"Akhirnya.....Aku menemukanmu....."Pria tersebut berujar pelan dengan suaranya yang mengerikan.


Favsion menatap tajam ke arah Pria bermata gelap itu.Begitu juga sebaliknya,Tatapan yang sama terlihat dari mata pria tersebut yang tampak seperti sumur tak berdasar.


"Siapa kau?" Tanya Favsion kepada pria yang menghalangi jalan pulangnya dengan Felika.


Tanpa basa-basi,Pria tersebut memperkenalkan dirinya sembari menyeringai dan memperlihatkan giginya.


"Aku?Namaku....Dhika....Dikenal sebagai Soul Collector.....Atau pengumpul jiwa.....Dan kau....Hari ini adalah target spesialku....Menu utamaku" Jawab pria itu,yang mengaku bernama Dhika.


Favsion nampak masih bingung.Dia belum pernah melihat orang,atau makhluk sepertinya.Yang tampaknya diisi dengan kegelapan murni.


"Ini....Adalah saat bagi ajal....Untuk menjemputmu....Favsion...."Dhika perlahan berjalan mendekati Favsion.


"Tunggu,Dia tau namaku?!"


Batin Favsion.


Kemudian,Dhika membentuk semacam bola energi di tangannya.Bola yang terbuat dari jiwa makhluk hidup yang ia bunuh.


Dhika tertawa kecil sebelum kemudian ia berkata :"Aku tau semua tentangmu.... Favsion....Semua terukir di dalam jiwamu yang penuh cahaya dan harapan itu....Bahkan....Aku tau jika kau adalah seorang....Dimension Traveler"


Mengetahui jika lawannya bukan sembarang orang, Favsion kemudian meminta Felika untuk menjauh.Sementara Favsion sendiri bersiap untuk menghadapi Dhika tanpa tau alasan Dhika menyerangnya.


"Aku tidak tau apa maumu....Tapi jika kau adalah orang jahat,Aku takkan diam saja...."Tukas Favsion sebelum kemudian mengambil posisi kuda-kuda untuk bertahan dan sekaligus menghindar.


Dhika menertawakan perkataan Favsion sebelum ia berkata dengan angkuhnya :"Heh....Kita lihat saja....Apa kau masih sekuat dulu setelah hilang selama berabad-abad"


...[BERSAMBUNG]...