
Keesokan harinya,Mimpi yang sama terulang kembali.Favsion kembali terbangun dengan keringat dingin untuk yang kesekian ribu kalinya.Entah sudah berapa lama dirinya dihantui mimpi buruk tersebut.Sebuah mimpi samar-samar tentang pertumpahan darah besar dalam sebuah pertempuran.
Akan tetapi pikiran tentang mimpinya tersebut segera hilang saat dirinya kembali mengingat sosok Felika,adik kelas yang kemarin dia tolong dari sekumpulan pemuda berandalan.
"Auranya kemarin...."Favsion berpikir sejenak.Tidak salah lagi, Favsion merasakan sesuatu yang aneh dari adik kelasnya itu.Jadi hari ini, Favsion memutuskan untuk mencari dan mengawasi Felika.
"Oh ya....Aku kan harus siap-siap...."Gumam Favsion saat menyadari jam telah menunjukkan pukul 06:10.
Dan singkat cerita, Favsion telah tiba di sekolah.Dan berhasil masuk ke kelas tepat waktu.Saat Favsion duduk di bangkunya,tidak ada tanda-tanda gadis menyebalkan itu.Gadis bernama Linda tersebut baru menampakkan batang hidungnya saat pembagian buku paket gelombang pertama akan dimulai.
"Telat lagi?"Tanya sang wali kelas.Favsion dapat mendengar sedikit nada kekesalan dalam nada bicara wali kelasnya tersebut.
"M-Maaf pak.....Rumah saya jauh.....Jadi tolong maklumi keterlambatan saya ini...."Ujar Linda yang masih mencoba mengatur napasnya.
Sang wali kelas kembali menghela napas dibuatnya.
"Baiklah duduk saja.....Jika kamu tidak bisa mengubah kebiasaan burukmu itu saat belajar efektif minggu depan.....Kamu terpaksa saya suruh belajar di ruang BK...."Ancam sang wali kelas.
Linda membentuk gestur hormat dengan tangan kanannya sambil berkata dengan nada ceria:"Siap Pak~"
Linda kemudian duduk di bangku di sebelah Favsion yang merupakan bangkunya.Namun baru saja Linda duduk dia langsung memiringkan tubuhnya untuk berbicara kepada Favsion yang tengah sibuk memikirkan soal Felika yang akan dicarinya saat jam istirahat nanti.
"Hey hey.....Favsion.....Kenapa mukamu serius begitu?"Tegur Linda.
Favsion sontak menoleh lalu menjawab:"Itu.....Aku cuman mikirin seseorang...."
"Kuharap orang itu adalah aku....Ihihihi~"Goda Linda kepada Favsion disusul tawa kecilnya.Terlihat deretan gigi putihnya saat Linda tertawa.
Dan setelah pembagian buku selesai,Bel jam istirahat berbunyi.Favsion segera mengemasi buku-bukunya yang tampak masih sangat baru dan mengkilap kedalam tas nya dan segera keluar untuk pergi ke gedung tempat kelas 10 berada.
Di SMA Gehenna,Tiap kelas memiliki gedung-gedungnya sendiri yang terpisah dengan gedung kelas lain.
Saat Favsion pergi menuju ke kelas yang hendak ditujunya,Banyak mata adik kelas yang menatap dirinya.
"Kelas 10 D.....Kelas 10 D....."Favsion menggumamkan kata tersebut berulang kali agar dirinya tidak lupa.
Dan pada akhirnya, Favsion dapat menemukan kelas yang memiliki penanda di atas pintunya.
...X D...
...(10 D)...
Akan tetapi saat Favsion melihat ke dalam dari jendela,Felika tidak tampak berada di kelasnya.
"Oh.....Apa dia ke kantin?Mungkin saja...."Ujar Favsion dalam hati.Dia segera melangkahkan kakinya menuju ke kantin.Akan tetapi ditengah perjalanannya menuju ke kantin,Favsion sudah menemukan Felika yang tengah berjalan menuju ke kelasnya dengan mendekap sebuah buku di dadanya yang nampaknya dipinjam dari perpustakaan.
Favsion langsung mendekati Felika dan menyapanya:"Hei Felika...."
Felika yang namanya dipanggil langsung menoleh dan melihat Favsion.
"Eh?Senpai?Ngapain Senpai disini?"Tanya Fekika yang tampaknya kebingungan.
"Ah....Itu aku cuman memastikanmu tidak diganggu lagi sama orang-orang yang kemarin...."Kata Favsion mencoba mengelak.
"Terima kasih Senpai, tapi tidak perlu se khawatir itu kok....Lagipula Felika sudah tidak diganggu lagi....."Jawab Felika.
"Baguslah.....Sampai-"
"Eh tunggu dulu Favsion-Senpai...."Felika memanggil kembali kakak kelasnya yang hendak pergi dan membuat Favsion menoleh ke belakang lagi.
"Ya?Apa lagi Felika?"Tanya Favsion setelah mendengar panggilan dari Felika.
"Belajar bersama untuk....??"Favsion mencoba bertanya.
"Itu....Kelas 10 akan ada tes seleksi hari Jumat nanti....Dan Felika belum mengerti sama sekali materi yang diberikan kemarin sama gurunya...."Keluh Felika.
"Ooohhh.....Tapi kamu sudah mencatat materinya kan?"Favsion bertanya kembali.
"Sudah kok Senpai...."Jawab Felika sembari tersenyum.
"Kalau begitu.....Tentu,Aku akan belajar bersamamu dengan senang hati...."Ujar Favsion sembari melempar senyuman kepada Felika.
Mata Felika nampak berbinar-binar,Senang mendengar Favsion yang setuju dengan ajakannya.
"Terima kasih,Senpai!"Ujar Felika sembari membungkukkan sedikit badannya di depan Favsion sebelum Felika berlari ke kelasnya dengan membawa buku yang sedari tadi ada di dekapannya.
Dan singkat cerita,Sekolah yang membosankan tersebut pun berakhir.Dan kini,Felika dan Favsion pulang bersama.Akan tetapi langit tampak tidak bersahabat.
Awan mendung yang kelam bergulung di langit dan sesekali kilat petir menyambar disusul suara gemuruh yang menggelegar.Bahkan Felika beberapakali harus menutup telinganya dan sesekali memekik karena kerasnya suara guntur.
"Hmmm.... Sepertinya akan hujan badai....Lebih baik kita bergegas ke rumahmu Felika...."Ujar Favsion sambil melihat ke atas dan mengulurkan tangannya ke depan dengan telapak tangannya yang ada diatas memastikan jika hujan telah turun atau belum.
Felika mengangguk sembari menggendong tas kecilnya yang memiliki desain wajah karakter kartun yang lucu dan sebuah boneka kecil yang diberi gantungan kunci menggantung manis di salah satu resleting tas tersebut.
Dan syukurlah,Favsion dan Felika telah sampai rumah dengan selamat tanpa basah oleh air hujan sedikitpun.Dan hujan baru mulai turun ketika mereka telah masuk ke dalam rumah.
"Kak Hitomi!Felika pulang...."Seru Felika sembari melepas sepatunya sebelum masuk ke rumah.
Dan kemudian terdengar sebuah sahutan dari dalam:"Ya....Masuklah Felika"
Felika dan Favsion kemudian masuk bersama setelah mereka meletakkan sepatu mereka dan kaos kaki mereka di dekat pintu dan saling bersebelahan.
Dan saat Favsion dan Felika masuk,mereka disambut oleh gadis berambut pirang yang mirip seperti rambut Felika bernama Hitomi yang tengah duduk santai di lantai sembari memakan es krim.
Favsion dan Hitomi sempat tatapan untuk beberapa menit.Dan Hitomi yang hanya mengenakan tank top dan celana pendek ketat kemudian berdiri dengan pipinya yang merah dan memperlihatkan bentuk tubuhnya yang bak gitar Spanyol.
"Fe-Felika?!Kamu tidak bilang kalau kamu akan mengajak seorang tamu"Tukas Hitomi dengan gugup.Tangan kanannya masih memegangi es krimnya sementara tangan kirinya mencoba untuk menutup-nutupi tubuhnya yang begitu terbuka.
"Oh...Maaf Kak Hitomi.....Soalnya Felika ngajak dia buat belajar bareng disini....Uuhhmm.....Gapapa kan?"Tanya Felika dengan nada polos.
Lalu Hitomi menjawab:"Yah itu tergantung....Siapa dia?"Dan kini Hitomi menatap kembali kepada Favsion.Favsion menutupi wajahnya sendiri dengan salah satu tangannya untuk menghindari kontak mata dengan Hitomi.
"Oh ya....Dia ini Favsion-Senpai....Yang kemarin kuceritain itu lho kak....."Sahut Felika dengan girang.
"Oooohhh~ Jadi....benar kamu Favsion?"Tanya Hitomi memastikan.
Favsion yang merasa namanya disebut kemudian menyingkap wajahnya dari balik tangannya dan menjawab:"Y-Ya....Itu aku..."
Hitomi mengulurkan tangannya pada Favsion dan kemudian berkata:"Senang bertemu denganmu Favsion,Namaku Hitomi....Kakaknya Felika....Salam Kenal"
Favsion hendak menerima tawaran jabat tangan tersebut.Tapi tiba-tiba—
"?!?!"
Favsion merasakan aura yang luar biasa dari Hitomi.Bukan aura intimidasi atau semacamnya.Tapi sihir,Energi sihir yang kuat.
"Aura ini...."
Favsion bergumam dalam hatinya.Kini dia benar-benar penasaran.Siapa Felika dan Hitomi sebenarnya?
...[BERSAMBUNG]...