Dimension Chaos S1 (Rise Of The Light And Darkness)

Dimension Chaos S1 (Rise Of The Light And Darkness)
Kedatangan Tamu & Terkuaknya Fakta



Keesokan paginya,Favsion masuk lebih awal ke sekolah.Ia tak bisa menghitung lagi berapa kali dia harus terbangun karena firasatnya sendiri mengenai Felika dan Hitomi.


Dan saat Favsion telah masuk kelas, terlihat Linda yang datang berselang hanya beberapa menit setelah Favsion tiba.Dan Linda memergoki Favsion tengah memandangi pemandangan pagi hari dengan menoleh ke jendela yang terlihat mengkilap saat diterangi sinar matahari pagi.


"Selamat Pagi Favsion....."Sapa Linda.namun tidak seperti kebanyakan siswa,Favsion hanya menjawab dengan jawaban yang begitu singkat.


"Pagi"


Linda nampak tersenyum mengetahui jika sapaannya ditanggapi oleh Favsion,meski Favsion terkesan seperti orang yang dingin.Dan tampak Linda kemudian menarik-narik tangan seseorang yang berada di belakangnya.Favsion tak dapat melihat sosok orang yang ditarik oleh Linda karena orang tersebut berada di balik tembok tepat dimana pintu berada.


Barulah setelah Linda mengeluarkan tenaga lebih,orang tersebut dapat ditarik dan Favsion dapat melihat wujudnya.



Orang tersebut dan Favsion saling bertatapan satu sama lain.Favsion dapat merasakan aura yang berbeda dari lelaki di hadapannya tersebut.


"Nah Rei......Inilah orang yang kumaksud.... Favsion.....Dan Favsion....Perkenalkan ini temanku....Rei.....Ingat lho ya....Kami hanya teman....Jadi masih ada kursi kosong jika kamu mau jadi pacarku....."Ujar Linda blak-blakan.


Normalnya,para kaum perjaka akan terpikat dengan perkataan Linda berkat paras Linda yang lumayan dan suaranya yang sedikit imut tersebut.


Namun tidak dengan Favsion.Dia memang tidak punya tipe gadis yang spesifik dan ideal untuknya.Namun Linda yang nampak terlalu percaya diri dan blak-blakan dalam mengutamakan maksudnya membuat persepsi Favsion terhadap Linda hancur lebur.


Perkenalan antara Favsion dan Rei tidak bisa disebut sebagai sebuah perkenalan.Tidak ada jabat tangan,tidak ada percakapan.Yang ada hanyalah mereka yang memandangi satu sama lain dengan tatapan datar dari kedua bola mata mereka.


Bel sekolah berbunyi,memecah ketegangan diantara Favsion dan Rei.Linda kemudian duduk di bangkunya dan kemudian menunjuk sebuah bangku kosong di sebelahnya.Bangku paling belakang di deret ke-3 dari kanan.


"Rei..... Duduklah disini" Tawar Linda.Dan Rei mengangguk dengan lesu.Namun anehnya,dia tetap tak melepaskan pandangannya terhadap Favsion.Membuat Favsion merasa diawasi.


Para siswa mulai masuk ke kelas.Dan di jam pelajaran pertama diisi guru Matematika berceloteh tentang betapa serunya matematika dan harapannya agar bisa akrab dengan kami semua.


Dan setelah bel istirahat tiba,Favsion menunggu di kelas selama beberapa menit sebelum kemudian pergi ke kantin.Dia menghindari kerumunan siswa yang berbondong-bondong datang ke kantin begitu jam istirahat berbunyi.Dan Favsion tidak ingin berdesak-desakan dengan yang lain.


Tanpa diduga,Felika datang di waktu yang hampir bersamaan dengan Favsion.Diapun menyapa Favsion begitu dia melihat kakak kelasnya tersebut:"Oh....Senpai.....Hai.... Kebetulan sekali....."


Favsion refleks menyunggingkan senyumannya kepada Felika.Mereka kemudian memesan makanan dan minuman pilihan mereka masing-masing sebelum duduk di sebuah meja untuk menikmati makan siang mereka sembari bercakap-cakap.


"Bagaimana dengan materi yang kuberikan padamu kemarin, Felika-Chan...???"Tanya Favsion.


Felika kemudian menjawab:"Oh....Felika sudah mengerti sekarang..... kayaknya Felika bisa jawab dengan mudah"


Favsion hanya bisa tersenyum tipis mendengar pengakuan Felika yang terkesan sedikit sombong.


"Oh ya Senpai...."Felika menyela,berarti ada hal yang harus dia sampaikan kepada Favsion.


"Hmm??Kenapa?"Sahut Favsion yang masih mengunyah makanan di mulutnya.


"Kak Hitomi mengundang Senpai untuk datang ke rumah....Katanya Kak Hitomi ingin mempertemukan Senpai dengan seseorang"Jelas Felika.


Favsion merenung sejenak.Itu sudah jelas adalah undangan yang menarik.Dan kebetulan sekali,Favsion tidak memiliki kegiatan seperti biasanya.Jadi tanpa banyak pikir, Favsion langsung menyetujui undangan tersebut.Terlebih lagi,Favsion ingin menyelidiki hingga tuntas tentang apa sebenarnya yang disembunyikan oleh Hitomi dan Felika.


Felika begitu senang mendengar hal itu.Ia berjingkrak sambil pergi dengan siulan yang ceria.Hingga ia lupa membayar makanan yang dipesannya,Entah itu disengaja ataupun tidak.Tapi yang pasti,Favsion lah yang membayar untuk makanan dan minuman yang Felika beli.


Saat kelas dimulai kembali,Sang wali kelas di kelas Favsion yang kerap dipanggil Pak Andrew memperkenalkan Rei di depan kelas.Dan Rei pun memperkenalkan dirinya sebagai Rei Ishikage


Favsion hanya melamun saat Rei memperkenalkan dirinya di depan,karena memang tidak ada yang menarik dari perkenalan Rei dikarenakan Rei adalah orang yang canggung,agak pemalu,bahkan bisa disebut sebagai "aneh".


Favsion memenuhi janjinya kepada Felika.Sepulang sekolah,Ia kembali mendatangi rumah Felika dan Hitomi.


...TOK!!!TOK!!!TOK!!!...


Seperti biasa,Favsion mengetuk pintu rumah yang akan dia kunjungi.Dan kemudian sebuah suara menyahut :"Masuklah Senpai...."


Dan Favsion mendapati Felika tengah merapikan ruang tamu.


"Felika?Dimana kakakmu?"Tanya Favsion kepada Felika.


Felika langsung menoleh ke arah Favsion dan kemudian menjawab :"Oh....Kak Hitomi sedang pergi ke stasiun untuk menjemput tamu yang akan datang berkunjung kemari...."


Favsion langsung penasaran dengan siapa sosok "tamu" yang akan datang nantinya,Jadi Favsion memutuskan untuk menunggu bersama dengan Felika.


"Senpai Mau Felika buatin minum?" Tawar Felika.


Favsion kemudian menolak secara halus dengan berkata :"Ah,Tidak Felika....Kurasa nanti saja saat Hitomi sudah kembali....Tidak sopan kalau aku mendahului mereka...."


Felika kemudian mengiyakan dan mereka berdua memutuskan untuk mengobrol sebentar sembari menunggu Hitomi dan tamu yang dijemputnya tiba.


Dan hanya berselang 15 menit,Pintu rumah diketuk dan suara Hitomi terdengar di luar:


"Felika,Kakak pulang~"


Felika yang tengah berbincang bersamaku langsung beranjak dari kursi dan membukakan pintu tersebut untuk kakaknya.


Hitomi berjalan masuk bersama dengan seorang gadis berambut merah pendek dengan pakaian yang agak aneh.Dan gadis tersebut menyadari keberadaanku dan langsung tersenyum.


"Ara-Ara~


Hitomi-San?Kenapa kamu belum bilang kalau kamu sudah punya pacar??"


Ujar gadis tersebut,Yang membuat wajah Hitomi merah padam dalam sekejap.


"Pa-Pacar?!??Mana ada....Dia itu kakak kelasnya Felika...Itu saja...."Sahut Hitomi dengan gugup.



"Ara~


Kalau begitu....Perkenalkan.....Namaku Mely....Aku ini sepupunya Hitomi dan Felika...."Ujar gadis bernama Mely tersebut.


Mely kemudian terus menatap Favsion dengan matanya yang memiliki pupil berwarna merah tersebut.Mata tersebut seolah menghipnotis Favsion dan membuat Favsion tidak sadar jika Mely telah duduk tepat di sebelahnya.


"Jadi....Apakah kamu tinggal di sekitar sini...???"Tanya Mely kepada Favsion dengan nada lembut.


"A-Aku....tinggal beberapa blok dari sini...."Favsion menjawab sejujur mungkin untuk menghindari pertanyaan lebih lanjut dari Mely.Nada bicaranya mulai gugup karena dia kini duduk bersebelahan dengan sesosok gadis cantik bertubuh semok dan memiliki dada yang besar.


Mely kemudian memegangi dagu Favsion dan memaksanya untuk menatap matanya yang berkilau merah tersebut.


Mely bertanya kembali dengan suara yang nyaris seperti berbisik : "Dan apa.....Kamu sudah punya gebetan atau pacar..???"


Favsion menggeleng pelan.Favsion melihat senyum Mely melebar saat dirinya memberitahu Mely jika dia belum memiliki kekasih.Dan itu membuat Favsion semakin gugup.


Dan saat Mely hendak berbicara untuk yang ketiga kalinya,Hitomi kemudian menegur dari arah dapur:


"Mely.....Sebaiknya kau tidak menggoda Favsion...."


Mely sempat menoleh ke ruang dapur yang hanya berjarak beberapa meter dari ruang tamu.


"Ara~


Tidak kok Hitomi.....Aku hanya sedikit berbincang-bincang biasa....."Sahut Mely sebelum kemudian beralih kembali kepada Favsion.


"Benar kan,Favsion~"


Bisikan di telinga Favsion tersebut sudah cukup untuk membuat Favsion berpikir jika Mely adalah gadis yang agak mesum dan genit.


Namun dilain sisi,Favsion merasa jika Mely adalah orang yang baik dan lembut jika sifat mesumnya dikesampingkan.Yang membuat Favsion merasa betah duduk di sampingnya.


Sampai pada suatu titik ketika tiba-tiba Mely memeluk lengan Favsion dan membuat dadanya menekan lengan Favsion.


"Favsion~


Kamu tau tidak?Sepertinya aku jatuh cinta padamu pada pandangan pertama~💕"


Perkataan Mely tersebut membuat Favsion terkejut hingga dia menolehkan kepalanya ke arah Mely.


Tentu saja Favsion terkejut.Karena selama ia menjadi seorang remaja,Belum pernah ada wanita yang mengatakan hal semacam itu padanya.


Hingga kemudian sebuah suara menegur kelakuan Mely tersebut.


"Mely.....Kamu sudah.....Kelewatan!"


Dan suara itu berasal dari Hitomi yang tengah membawakan kudapan untuk kami.Hitomi kemudian meletakkan nampan berisi berbagai kudapan dan minuman hangat diatas meja di ruang tamu tersebut sembari menatap Mely dengan tatapan kesal.


"Ara~


Aku hanya mengatakan hal yang sebenarnya pada Favsion.....Dan aku yakin....Favsion juga merasakan hal yang sama bukan?💗"Jawab Mely santai.


Dan hal yang tidak diduga oleh Mely dan Favsion,Hitomi kemudian memancarkan api berwarna kuning terang di sekujur tubuhnya.Dan itu adalah api sungguhan sehingga panasnya dapat dirasakan oleh Mely dan Favsion.


"W-Wow?!Hitomi-San?!?!"Favsion terkejut dan yang lebih mengejutkannya lagi,Mely juga memancarkan api dari tubuhnya dan warnanya merah membara.


Favsion kini dihadapkan dengan dua gadis yang saling menatap satu sama lain dengan tatapan tajam.Dan jelas,mereka bukan manusia biasa.


Dan disaat mereka berdua tengah beradu mulut,Felika datang dan melerai mereka.


"Kak Hitomi!!Kak Mely!!!Jangan bertengkar.....Favsion-Senpai...."


Dan saat Felika menyebut nama Favsion.Barulah mereka sadar dan menoleh ke arah Favsion yang masih tidak percaya dengan pemandangan yang dilihatnya beberapa detik lalu.


"Bagus Mely..... Sekarang kamu sudah menguak identitas kita di depan seorang manusia....."


Ujar Hitomi kepada Mely.


Mely menjawab :"Ara....Jangan khawatir....Aku bisa memperkosa dan memerasnya sampai kering~💕"


Tentunya hal itu ditolak mentah-mentah oleh Hitomi.Sementara Felika langsung mengedepani Favsion dan dengan kedua tangannya yang direntangkannya.


"Jangan apa-apakan Favsion-Senpai...."Itulah kalimat pembelaan yang keluar dari mulut Felika.


Hitomi dan Mely hanya bisa menatap satu sama lain.Dan disaat itulah Favsion kemudian bertanya :"Kalian....Siapa sebenarnya??Maksudku....Kekuatan tadi...."


Hitomi kemudian menjawab :"Itu benar,Kami bukan manusia....Kami adalah Magi, gabungan antara manusia dan iblis"


Dan dari jawaban Hitomi tersebut,Kini semuanya sudah jelas bagi Favsion.Firasatnya belakangan ini tidak mempermainkannya.Itu adalah instingnya yang tepat sasaran.


"Jadi.....Itu sebabnya kalian punya pancaran energi yang kuat...."Sahut Favsion.Dan tiba-tiba,Sebuah cincin cahaya muncul di atas kepalanya.Cahaya yang dihasilkan membuat Felika,Hitomi,dan Mely silau untuk sesaat.


Sebelum Favsion yang kini terlihat seperti malaikat berada di depan mereka.Dan tentunya, Favsion memiliki pancaran energi sendiri.Namun energi nya berupa aura cahaya yang jelas bertolak belakang dengan energi dari Felika,Hitomi,dan Mely.


"Favsion.....Kamu—"


"Itu benar.....Aku sudah lama menyadari kekuatan kalian yang tidak biasa....."Favsion memotong sebelum Hitomi dapat menyelesaikan kalimatnya.


"Senpai....."Felika bergumam lirih.


"Aku..... Dapat merasakannya karena aku adalah Dimension Traveler....Salah satu yang selamat...."


Mendengar kata "Dimension Traveler",Sontak membuat ketiga gadis itu terkejut bukan kepalang.


"Dimension Traveler?!?!?!"


...[BERSAMBUNG]...