
Dan di hari itu,Sekolah telah usai dan Favsion hendak mampir ke rumah trio magi terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah.
Di tengah perjalanan, Favsion melihat jika kota sedang dalam proses pemulihan.Banyak bangunan yang dibangun ulang pasca kekacauan yang terjadi akibat Catastrophe.
Namun disisi lain,Penduduk juga banyak yang telah pindah ke kota-kota terdekat dan enggan untuk kembali hingga ada pengumuman dari pemerintah setempat jika kota tersebut telah aman pasca Catastrophe.
Favsion pulang melalui jalan yang jarang ia lalui.Suasana sekitar cukup sepi sehingga Favsion dapat berjalan dengan lebih tenang tanpa kerumunan yang mengganggu.Namun ada hal lain yang mengganggu Favsion,Yaitu suasana hening dan sunyi itu sendiri.Ia khawatir sesuatu akan segera terjadi padanya jika ia berlama-lama di jalanan sepi tersebut.
Dan benar saja,Sesuatu melesat ke arah Favsion dengan begitu cepat dari belakang.Favsion menghindar ke samping dan terdengar suara logam yang menghantam aspal.Saat Favsion melihat ke arah benda tersebut,Rupanya benda tersebut adalah sebuah Kunai.
...Kunai...
...Kunai (苦内 atau 苦無) adalah peralatan berukuran kecil yang digunakan oleh ninja sebagai senjata.Alat ini menyerupai pisau berujung runcing dan bisa digunakan untuk menikam atau dijadikan pisau lempar...
Favsion keheranan melihat benda yang asing di matanya tersebut.Saat Favsion hendak mengambil kunai tersebut,Muncul lagi belasan lainnya dari atas Favsion sehingga dengan cepat Favsion melompat dan lari menjauh ke tempat yang lebih terbuka.Ia terus dihujani oleh kunai-kunai tersebut baik dari atas maupun sudut-sudut jalan yang sulit terlihat.
Sampai kemudian Favsion keluar menuju ke arah taman kota yang dimana tempat disana lebih luas dan terbuka.Sekilas Favsion melihat sekelebat bayangan yang bergerak cepat di atas bangunan.
"Siapa itu sebenarnya?"Gumam Favsion keheranan,Sosok itu kemudian melompat tinggi dan terjun ke bawah dari gedung bertingkat.Namun ajaibnya ia berhasil mendarat dengan selamat layaknya kucing yang jatuh dari ketinggian.
Jelas,Favsion sudah mengetahui jika tak ada manusia yang memiliki fleksibilitas dan kekuatan untuk terjun langsung dari tempat tinggi tanpa terluka.
Dan sosok tersebut mendekati Favsion,Kini terlihat wujud dari sosok tersebut yang sesungguhnya yang mengenakan pakaian serba hitam,berambut putih,dan memiliki ekor kucing yang menjuntai di belakang tubuhnya.Wajahnya tertutupi oleh penutup wajah dan topeng putih.
Saat telah berada di hadapan Favsion,Ia membuka topengnya tersebut dan memperlihatkan separuh wajahnya.
Dia tidak mengatakan sepatah katapun,Namun sebagai gantinya Favsion kemudian mencoba menyapanya meski tatapannya tetap waspada.
"Siapa...Kau?Dan kenapa-"
Belum selesai Favsion berbicara,Gadis misterius itu melesatkan sebuah shuriken tepat ke arah kepala Favsion.Namun tepat di detik-detik terakhir sebelum shuriken tersebut mengenai wajahnya,Favsion menghentikan laju shuriken tersebut hanya dengan dua jarinya saja.
Gadis misterius tersebut kemudian melompat mundur, Kedua tangannya bergerak aneh dan sebuah gumaman terdengar dari mulutnya yang ditutupi kain hitam.
"Nekojutsu,Sen No Kage!"
(Nekojutsu,Seribu bayangan!)
Seketika muncul tiga sosok yang berwujud serupa dengan gadis tersebut sehingga kini Favsion dikepung oleh empat sosok gadis misterius yang tampaknya menguasai teknik pembelahan diri dari keempat penjuru.
Favsion mencoba untuk tetap tenang dan fokus untuk mencari wujud asli dari gadis tersebut.Sementara gadis tersebut beserta ketiga bayangannya yang lain memunculkan pedang katana di tangan mereka secara serempak.
Dan saat mereka melesat ke arah Favsion,Tak ada pilihan lain bagi Favsion selain menghindari serangan tersebut.Sayap kristal muncul di belakang punggungnya dan memungkinkannya untuk terbang ke udara.
Namun gadis itu tidak kalah pintar,Ia dapat melompat tinggi ke atas dengan cepat untuk menyusul Favsion dengan pedangnya yang terhunus.
Serangan tersebut gagal untuk yang kedua kalinya,Dan Favsion balas menyerang dengan menggunakan sihirnya.
Diluar dugaan,Gadis tersebut menciptakan sebuah shuriken besar dari ketiadaan dan menggunakannya untuk menangkis dan bahkan menyerap serangan sihir dari Favsion.
Dan menyadari kemampuan senjata lawannya yang bisa menyerap sihir darinya,Membuat Favsion sadar jika lawannya kali ini tidak boleh dipandang sebelah mata.
"Wah.....Lawan yang benar-benar merepotkan...."
Gumam Favsion dalam batinnya.Dan selagi Favsion memikirkan cara untuk melawan balik,Gadis tersebut kembali menggerakkan kedua tangannya membentuk simbol dan bentuk yang aneh sembari menggumamkan sesuatu.
"Nekojutsu,Eien no hi!"
(Nekojutsu,Api abadi!)
Tiba-tiba senjata yang dipegangnya berlapiskan api yang membara.Namun berbeda dengan api kebanyakan,Api tersebut berwarna gelap dan hampir hitam pekat seutuhnya.Favsion dapat merasakan jika di dalam api tersebut terdapat energi kegelapan yang kuat.
Gadis misterius tersebut bersama dengan bayangannya kini menyerang Favsion dengan lebih brutal.Ia mengitari Favsion layaknya elang yang terbang di atas mangsanya sembari melemparkan berbagai senjata ke arah Favsion dari berbagai arah.
Favsion dapat menghindari serangan tersebut dengan kegesitannya.Namun Favsion tidak yakin dengan apa yang akan direncanakan oleh gadis tersebut.
Sampai kemudian Favsion menyadari sesuatu,Matanya bisa melihat aura dari gadis misterius tersebut.Auranya tampak tidak terpancar keluar,Tetapi tersegel dari dalam.Dan hal itulah yang membuat Favsion sulit membedakan yang mana yang merupakan wujud asli gadis tersebut.
Namun Favsion tak kalah cerdik,Ia bisa menemukan wujud asli dari gadis tersebut setelah melihatnya menggunakan teknik api hitam sebelumnya yang membuat auranya menjadi tidak stabil.
Dan dengan segera, Favsion melesat cepat dan gerakannya tidak terlihat,Seolah Favsion berteleportasi langsung ke arah gadis tersebut.
Tanpa aba-aba maupun peringatan, Favsion membekuk gadis tersebut dari belakang yang membuat gadis tersebut seketika tersentak kaget,Mengetahui jika kecepatannya dapat diimbangi oleh Favsion.
"Siapa kamu sebenarnya??Dan kenapa ingin sekali membunuhku??"
Tanya Favsion,Namun sekali lagi,Tak ada jawaban dari gadis tersebut yang hanya diam membisu.Ketiga bayangannya lenyap begitu Favsion menahan kedua tangannya.
Dan dirasa belum cukup,Favsion membuka penutup wajah dari gadis tersebut.Seketika memperlihatkan wajahnya yang mulus namun dengan ekspresi yang begitu datar.
Entah apa yang Favsion pikirkan,Ia kemudian mengulang pertanyaannya sebelumnya namun kini ia memasukkan ibu jarinya ke dalam mulut mungil gadis tersebut.
Gadis misterius tersebut hanya bisa bergumam tidak jelas dan mencoba memberontak,Api menyelimuti tubuhnya.Akan tetapi Favsion tidak mau kalah dan semakin mengeratkan pegangannya pada gadis tersebut yang sekilas sedang dipeluk olehnya.
"Api yang hangat....Gadis Neko...."Ujar Favsion yang tidak merasakan panas dari api yang menyelimuti gadis misterius tersebut,Dan Favsion justru memainkan ibu jarinya di dalam mulut gadis tersebut dan membuat lidah merah mudanya terlihat,Membuat semacam ekspresi mesum yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
Tiba-tiba tubuh gadis tersebut melebur menjadi asap tebal yang kemudian tertiup angin sebelum kemudian berkumpul dan menyatu kembali membentuk tubuh dari gadis tersebut.
Terlihat wajahnya kini benar-benar terlihat marah dan menyimpan dendam,Meski ia lebih terlihat seperti kucing yang garang.
Favsion mengibaskan tangannya yang dimana ibu jarinya berlumuran air liur dari mulut gadis tersebut.Dan barulah setelah itu,Gadis tersebut akhirnya membuka suaranya untuk Favsion dengan mengatakan dua kalimat.
"Hashira,Akan membalas penghinaanmu.....Orang mesum...."
Dan setelah berkata demikian sekaligus memperkenalkan dirinya sendiri yang bernama Hashira,Sebuah portal antar-dimensi muncul tepat di belakang Hashira.
Dan iapun menghilang dari pandangan Favsion beserta dengan portal tersebut.Favsion yang tidak mendapatkan petunjuk apapun dari gadis bernama Hashira itu merasa heran,Namun Favsion merasa jika itu berhubungan dengan Dhika dan Dark Orb.
"Jika memang aku harus memusnahkan kegelapan,Aku akan memberantasnya sampai ke akar-akarnya....."
Gumam Favsion dengan penuh tekad sembari mengepalkan tangannya kuat-kuat.Dan karena dirasa sudah tak ada bahaya lagi, Favsion pun turun ke bawah dan melanjutkan perjalanannya menuju ke rumah trio magi seperti biasa seolah tidak terjadi apa-apa.
...*SEMENTARA ITU....*...
...DHIKA...
...Lord Of Darkness...
"Hashira?Aku menyuruhmu kemari dengan membawa mayat Favsion.....Apa kau gagal melakukan tugasmu?"
...HASHIRA...
...Silver Nekoninja...
Hashira tidak menjawab dan hanya membisu sebelum kemudian ia melirik ke arah anggota Chaos Brigade yang lainnya.
...YORI...
...Shadow Wolf...
"Yah,Wajar sih jika kau gagal Hashira.....Sekuat apapun dirimu,Dimension Traveler tetaplah lawan yang tangguh"
...AKAGI...
...Ms.Death...
"Jika saja aku ikut ditugaskan,Mungkin akan lebih mudah menghabisinya"
...VERMILLA...
...Crimson Vampire...
"Mana boleh begitu Akagi.....Hanya kamu satu-satunya orang yang pintar soal ramuan dan racun disini....Kalau kamu tertangkap atau terbunuh,Akan sulit nantinya....."
...LIVIA...
...Frost Fox...
...• • • • • • •...
Livia hanya menatap mereka yang tengah berseteru tanpa mengatakan sepatah katapun.
...LISA...
...Princess Of Malice...
"Tenanglah semuanya,Kita pasti bisa mengatasi Dimension Traveler itu.....Bukan begitu,Dhika?"
Dhika mengangguk dari singgasana tempatnya duduk.
"Kita perlu kekuatan lebih....Semakin kuat,semakin baik.Jadi kita harus mengumpulkan lebih banyak jiwa untuk kita jadikan kekuatan"
Ujar Dhika diiringi dengan tawa liciknya.
"Jadi,Kita akan membunuh lebih banyak orang untuk mengambil jiwa mereka?"Tanya Lisa.
Dhika menjawab:"Benar,Sekarang pergilah ke luar sana dan kumpulkan kekuatan kalian...."
Mereka semuapun menuruti perintah dari Dhika dan kemudian di belakang mereka masing-masing terbentuk sebuah portal yang segera mereka masuki sebelum kemudian menghilang dan hanya menyisakan Dhika dan Lisa seorang.
Tapi kemudian,Sebuah portal lain muncul dan terlihat seseorang yang baru tiba di hadapan Dhika dan Lisa.
"Kau sengaja terlambat datang kemari,Bukan begitu?Zestöria....."Ujar Dhika menyambut kedatangan orang bernama "Zestöria" tersebut.
...ZESTÖRIA...
...Black General...
"Aku tak ingin mencari masalah dengan mereka.Aku hanya ingin fokus membangun menyatukan kembali kesatuanku....."Ujar Zestöria dengan tatapan dingin dan tajam.
Dhika menghela napas lalu berkata:
"Haaaaa~
Kau tetap fokus dengan tujuan lamamu ya??"
Zestöria mengangguk kecil sebagai respon dari perkataan Dhika.
Tapi kemudian, Zestöria mengepalkan tangannya kuat-kuat.
"Tapi,Ketika aku mengetahui Dimension Traveler telah muncul kembali....Aku sangat ingin menghabisi seluruh kaum mereka.... Seperti apa yang telah mereka lakukan terhadap orang-orang di tempat asalku....."
Dhika tersenyum puas melihat Zestöria yang tampaknya menyimpan dendam kepada ras Dimension Traveler.
"Jadi,Zestöria.....Kau sudah membentuk kembali organisasimu bukan?"Tanya Dhika penasaran.
Zestöria mengangguk kembali.
"Lalu,Apa nama organisasimu itu?"Tanya Dhika lagi.
Zestöria terdiam sejenak,Sebelum ia kemudian menjawab dengan nada suara yang terdengar benar-benar serius.
"Ethereal Regiment"
...[BERSAMBUNG]...