Dimension Chaos S1 (Rise Of The Light And Darkness)

Dimension Chaos S1 (Rise Of The Light And Darkness)
Penentu Nasib Alam Semesta



Mereka bertiga menatap Favsion selama hampir satu menit.Sampai kemudian Mely berkata :"Dimension.....Traveler....???Maksudmu.... Penjelajah dimensi dan pelindung alam semesta yang telah lama hilang semenjak perang besar antara Dimension Traveler melawan Iblis?"


Favsion mengangguk.Dan dia kemudian berkata :"Tenang saja,Meski aku adalah musuh kalian.Aku tidak akan berniat menyakiti kalian.Karena kalian bukanlah iblis yang jahat.Pancaran Aura kalian berbeda dengan kebanyakan iblis lainnya"


"Bukankah semua ras Dimension Traveler sudah punah akibat perang besar??"Tanya Hitomi.


Favsion menjawab :"Tidak semuanya,Sebagian besar mungkin memang sudah gugur dalam perang besar tersebut.Tetapi,beberapa yang selamat kemudian masuk ke dalam kapsul dan dilontarkan ke berbagai tempat di berbagai galaksi,dimensi,dan bahkan realitas."


Ketiga gadis yang ada di depan Favsion mendengarkan cerita Favsion dengan seksama.



"Aku.....Menjadi satu-satunya Dimension Traveler yang telah berhasil terbangun dari kapsul yang membuat kami tertidur di dalamnya selama berabad-abad....Belum ada tanda-tanda Dimension Traveler lain selain aku,Jadi bisa ku asumsikan.....Jika aku sendiri untuk sekarang..."Sambung Favsion.


Cerita tersebut telah cukup membuat Mely,Hitomi,dan Felika merasa iba dengan Favsion.Mereka mungkin keturunan iblis,Tapi mereka masih memiliki hati manusia.


"Favsion....Kini kamu tidak sendirian lagi.... Begitu juga dengan kami....Kita bisa menjalin pertemanan....."Ujar Hitomi sembari tersenyum.


"Ara~


Hitomi-San....Bisakah aku dan Favsion langsung menjadi kekasih saja??πŸ’—"


Perkataan Mely tersebut membuat Favsion langsung menolehkan kepalanya.Tidak habis pikir dengan Mely yang berterus terang dengan perasaannya.


"Tidak Mely.....Aku tidak mau Favsion menjadi korban nafsumu yang lainnya...."Sahut Hitomi.Mely hanya bisa tertawa kecil sebelum kemudian menatap Favsion sembari menyeruput lidahnya sendiri.Favsion benar-benar merasa gugup ketika menatap sepasang mata dengan iris semerah rubi dari Mely.


Kemudian terlintas di pikiran Favsion sebuah pertanyaan mengenai Felika,Hitomi,dan Mely.


"Ngomong-ngomong.....Hitomi-San....Kamu bilang jika kalian adalah keturunan Manusia dan Iblis..... Tapi.... Bagaimana bisa..??"Tanya Favsion,Yang seketika membuat suasana di ruangan tersebut sunyi dan hening.


Hitomi menghela napas panjang dan kemudian menjawab :"Favsion..... Jadi begini....Di neraka,Populasi iblis tingkat atas semakin menurun.Dan hanya segelintir raja iblis yang memiliki keturunan murni iblis.Sementara sisanya memiliki keturunan dengan manusia untuk menjaga populasi iblis kelas bangsawan di neraka....."


Mendengarkan penjelasan dari Hitomi tersebut, Favsion menjadi dapat memahami dampak dari "perang besar" tersebut terhadap kedua belah pihak.Baik Dimension Traveler maupun Iblis.


Tak terasa,Topik percakapan mereka semakin lama semakin dalam.Dan sampai pada suatu titik dimana Felika bertanya.


"Jadi,Euuhhmm....Favsion-Senpai....Jika Senpai satu-satunya Dimension Traveler yang bangkit saat ini.....Apa berarti ada Dimension Traveler lain yang akan bangkit?


Favsion kemudian menjawab singkat :"Tentu saja"


Dan kemudian giliran Mely yang bertanya :"Lantas,Apa kamu akan mencari mereka Favsion?Dan kembali melawan para iblis?"


"Tidak"


Favsion kembali menjawab dengan singkat dan menggunakan nada suaranya yang tegas.


Ketiga gadis tersebut heran dengan jawaban Favsion.


"Peperangan tidak akan menyelesaikan apapun.....Tujuanku kini hanya satu....Menciptakan kedamaian di alam semesta ini...."Tambah Favsion.


Kemudian Mely menyahut dengan nada suara yang mesum :"Dan tujuanku juga hanya satu..... Menjadikanmu milikku,Favsion~πŸ’•"


Hitomi langsung menegur Mely


"Mely!Jangan mengatakan hal seperti itu di depan Felika...."


Mely hanya tertawa kecil sembari menutupi mulutnya sendiri,Lalu berkata:


"Ara-Ara~πŸ’•


Aku hanya berpendapat kok....Lagipula....Aku penasaran dengan rasa sperβ€”"


"MEELLYYY!!!!!"


Hitomi langsung memotong agar Mely tidak meneruskan perbincangan mesumnya.Sementara Felika hanya bisa menatap Hitomi dan Mely dengan tatapan heran.Dia masih terlalu polos untuk mengerti apa yang Mely ucapkan.


"A-Aaaa..... Baiklah.... Tolong jangan bertengkar lagi....Hitomi-San....Mely-San...."Ujar Favsion mencoba melerai mereka berdua.


Dan mereka berduapun menghentikan pertengkaran kecil mereka tersebut.Meski terlihat Hitomi melipat kedua tangannya dengan pipinya yang menggembung seperti tupai yang menggemaskan.


Dan tak terasa,Hari telah sore.Favsion harus pulang ke rumahnya sebelum gelap.


Favsion segera beranjak dari sofa tempatnya duduk dan kemudian berkata :"Sudah jam segini,Aku harus pulang....."


"Eeehhh...???Sekarang Senpai?"Sahut Felika yang seolah tidak percaya jika waktu telah berlalu begitu cepat.


"Ara~πŸ’•


Favsion menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal dan menjawab :"A-Aaaa.....Tidak apa-apa Mely-San....Mungkin.....Lain waktu.....Sampai nanti...."


Favsion segera bergegas pergi ke luar.Jantungnya berdegup tidak karuan saat Mely mengatakan hal-hal yang mesum.Felika dan Hitomi hanya bisa menatap dengan keheranan.


Setelah sampai di rumah, Favsion langsung mandi untuk membersihkan dirinya sebelum kemudian merebahkan dirinya di tempat tidur sembari menutupi wajahnya.


"Aaahhh....Mimpi itu nyata... Sudah kuduga.....Tapi....Aku takkan pernah berhenti berharap dan berjuang.....Karena bukan hanya aku yang selamat dari pertempuran itu...."


Terdengar Favsion mendengus karena lelah.Sebelum ia kemudian melihat ke arah ransel yang diletakkannya diatas meja belajar.Dia punya PR hari ini yang harus dibawanya besok.


Dan dengan berat hati,Favsion segera ke meja belajarnya,Membongkar isi tas nya dan menarik sebuah buku keluar.


Favsion mengerjakan PR pertamanya pada semester baru nya itu.Namun bukan itu yang Favsion pikirkan.


"Aku berharap.....Yang lainnya baik-baik saja diluar sana...."


...*DISISI LAIN....*...


...*DI NERAKA,TEMPAT TINGGAL PARA IBLIS*...


Pertemuan antara 9 Raja Iblis tengah diselenggarakan.Para Raja Iblis yang mewakili 9 Dosa besar berdiskusi tentang kabar hangat yang baru-baru ini menggemparkan dunia para iblis.


Semua raja Iblis terdengar berbisik-bisik satu sama lain sebelum kemudian seorang Raja Iblis bertindak sebagai penengah.


"Baiklah cukup semuanya...."Dan dia adalah raja Iblis Bawamko,Raja Iblis Keserakahan.


"Kita semua sudah mendengar kabar mengejutkan tentang Dimension Traveler....Yang akan kita bahas sekarang...."Tambahnya.


"Kita harus menyerang Dimension Traveler terlebih dahulu untuk membalas kekalahan kita di masa lalu...."Cetus Lucifer,Sang Raja Iblis iri & dengki.


"Kenapa kita harus repot-repot mengurusi mereka sekarang?Bukankah sebaiknya kita fokus untuk menambah populasi iblis saja"Shinagami,Sang Raja Iblis yang mewakili kemalasan berkomentar.


"Kita tidak boleh membiarkan mereka memiliki kesempatan lagi..... Untuk itulah....Aku telah mengirimkan orang kepercayaan ku untuk pergi ke dunia fana dan menyelidiki tentang Dimension Traveler tersebut...."Ujar Raja Iblis Bawamko.


"Oh tidak....Jangan bilang kalau yang kau maksud itu Dia....."Genos, Sang Raja Iblis Nafsu dan Hasrat seolah telah mengetahui siapa "orang kepercayaan" yang dimaksud oleh Bawamko.


"Itu memang Dia....Aku ingin melihat sejauh mana kekuatannya telah berkembang....."Ujar Raja Iblis Bawamko diselingi tawa yang jahat dan bernada berat.


...*DI DIMENSI SOLAR....*...


...*GALAKSI BIMA SAKTI,PLANET BUMI*...


Suasana gelapnya malam mengisi kesunyian di pinggiran kota yang ramai.Dan dari kegelapan malam itulah,Muncul sebuah portal antar-dimensi yang kemudian memunculkan sesosok manusia.Namun dia jauh dari sekedar manusia.Dia memiliki hati iblis,dan jiwanya telah digantikan oleh sesuatu yang kuat dan jahat.Dan itu memberikan kesan jika dia bukanlah makhluk hidup.Tidak,Hidupnya telah direnggut darinya dan hanya menyisakan dendam yang mendalam di lubuk hatinya yang digerogoti kegelapan.



"Ah ya....Planet Bumi....masih busuk dan hina....Seperti saat aku mati disini dahulu...."


Pria bermata gelap tersebut tertawa layaknya orang yang tidak waras.Dan dia memang sudah kehilangan kewarasannya.Hanya balas dendam yang menuntun hidupnya sekarang.


Dia berjalan dari gang ke gang, melewati rumah demi rumah dengan pupil matanya yang menyala dalam gelap.Dia kemudian berpapasan dengan seorang pejalan kaki yang nampaknya baru pulang dari berbelanja.Terlihat dari kantong belanja yang dibawanya.


Dan tanpa peringatan maupun aba-aba,Pria bermata gelap titisan neraka tersebut langsung menerkam pejalan kaki yang tidak berdosa tersebut hingga membuat kantong belanjanya jatuh ke tanah dan isinya berhamburan keluar.


"Pe-Perampok?!Apa yang kau mau dariku?Aku akan berteriak jika kau mencoba mengambil uang dan belanjaanku...."


Pria bermata gelap tersebut langsung membungkam mulut pejalan kaki yang malang tersebut dengan kasar.Pipinya ditekan dari kedua sisi sedemikian rupa sehingga mulut pejalan kaki tersebut sekilas tampak seperti mulut ikan.


"Teriaklah sesukamu.....Aku memang perampok.....Tapi aku tidak mau hartamu....Yang kuinginkan....Adalah jiwa kecilmu yang putus asa....Jadi....Berteriaklah selagi kau bisa...."Pria bermata gelap tersebut menatap lurus ke mata pejalan kaki tersebut dengan tatapan penuh kebencian dari matanya yang sehitam jelaga dan memperlihatkan pupil matanya yang bersinar terang.


"Thidakh.....THIDAKH!!!"


Pejalan kaki tersebut mencoba berteriak.Namun suaranya teredam akibat mulutnya yang dibungkam dengan mudahnya oleh pria bermata gelap tersebut.


Terlihat pejalan kaki tersebut langsung terdiam kaku tidak bergerak kurang dari 5 detik setelahnya dirinya mencoba berteriak.


Pria bermata gelap tersebut kemudian melemparkan tubuh pejalan kaki yang telah meregang nyawa tersebut ke sudut gang layaknya melempar sebuah kantong sampah.


Dan terlihat pejalan kaki tersebut mati dengan begitu mengenaskan di bawah redupnya lampu jalan.Matanya berwarna hitam total,Hampir sama persis dengan mata pria yang merenggut nyawanya.Mulutnya menganga dengan bagian dalam mulutnya yang seluruhnya telah berubah warna menjadi warna hitam seolah ia telah terbakar hebat dari dalam tubuhnya.


Pria bermata gelap tersebut berjalan menjauhi mayat pejalan kaki yang baru saja dihabisinya tanpa melayangkan satupun pukulan atau tendangan.Dia kemudian membuka tangan kanannya yang semula tergenggam,Dan terlihatlah sebuah aliran energi berwarna ungu yang mengambang di atas permukaan telapak tangannya.


"Jiwa.....Esensi kecil yang mampu menciptakan kehidupan yang fana dan menyedihkan.....Sumber kekuatan tidak terhingga....."Pria bermata gelap tersebut kemudian larut dalam bayang-bayang di kegelapan malam setelah menggumamkan perkataan tersebut.


...[BERSAMBUNG]...