Dimension Chaos S1 (Rise Of The Light And Darkness)

Dimension Chaos S1 (Rise Of The Light And Darkness)
Prolog



...Dimensi Warhalla...


Pertempuran besar terjadi.Api melalap benteng pertahanan para pasukan suci,Sementara peluru cahaya beterbangan kesana kemari mengarah ke makhluk busuk yang menyerang benteng pertahanan tersebut.



Darah memercik,Yang terluka menjerit dan memekik,Suasana pertempuran besar tersebut benar-benar mengerikan.Kemudian selepas pertempuran, Terlihatlah banyak pasukan suci dengan lingkaran cahaya yang seperti cincin besar yang bertengger di atas kepala mereka layaknya malaikat,berdiri di tengah-tengah wilayah mereka yang memiliki begitu banyak portal yang akan membawa mereka ke berbagai tempat di seluruh penjuru alam semesta.Mereka melontarkan ribuan pasukan mereka dengan sebuah kapsul ke berbagai portal tersebut.


Dan terlihat sebuah kapsul yang melesat ke Galaksi Bima Sakti.Dan menuju ke sistem tata surya dan pada akhirnya kapsul yang melesat dengan kecepatan cahaya tersebut memasuki atmosfer planet bumi dan akan segera menghantam tanah.


...*KRIIIIINNNNGGGG!!!!!!*...


Sayup-sayup terdengar sebuah suara jam beker yang membangunkan seorang pemuda berambut putih dari tidurnya.


Pemuda tersebut menguap dan memijit-mijit kepalanya sendiri dengan perlahan.


"Uuuggghhh....Mimpi buruk lagi..."Keluhnya sembari mengusap-usap matanya.Dia kemudian meraih jam beker yang sedari tadi menjerit dan mematikannya sembari melihat ke jam tersebut dengan matanya yang sebenarnya masih mengantuk.


Jam 06:00.Itulah yang jam bekernya tunjukkan kepadanya.Dia bangkit dari tempat tidurnya dengan malas kemudian menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap-siap.


Dan selang beberapa menit,pemuda tersebut keluar dari kamar mandi dengan wajah yang nampak lebih segar.Akan tetapi ekspresinya tidak menggambarkan kesegaran tersebut sama sekali.


Bagaimana tidak?Hari ini adalah hari dimana libur panjang akhir semesternya berakhir.Dan kini dia akan memulai hari baru di sekolah sebagai siswa kelas 3 SMA.


Pemuda tersebut segera memakai seragam sekolahnya dan mengambil tasnya.Namun dia tidak memasukan buku pelajaran sebagaimana mestinya.Hanya beberapa buku tulis dan alat tulisnya.


"Ah....Buku pelajarannya belum dibagiin....Mana mungkin langsung belajar....Jadwal juga belum ada...."Pikirnya sembari menutup kembali resleting di tas nya.


Dia kemudian melihat ke luar sambil mengambil sepasang sepatu hitamnya yang terpajang di dekat pintu rumahnya.Dia menengadah ke langit saat mengetahui suasana pagi itu lebih suram dari biasanya.


"Hmmm....Mendung.....Bakal hujan lagi nih...."Gumamnya saat melihat awan mendung yang bergulung di langit.Menghalangi sinar matahari yang seharusnya sudah sedari tadi terbit.Maklumlah karena hari itu ada di pertengahan bulan Maret yang masih musim hujan.


Dan setelah siap,Pemuda tersebut mengambil jaket hoodie kesayangannya dan segera berangkat ke sekolahnya karena jam telah menunjukkan pukul 06:25.


Hiruk-pikuk perkotaan dia lewati dengan berjalan kaki, Orang-orang di kota tersebut melakukan keseharian mereka masing-masing ditengah pagi yang nampak kurang bersahabat kala itu.Dan tak perlu waktu lama sampai pemuda tersebut tiba di sekolah yang ditujunya.



...SMA Gehenna...


Itulah nama yang terpampang di papan besar yang berdiri tepat di belakang tembok pembatas sekolah tersebut.


Dan pemuda tersebut pun masuk.Dia terlihat dilirik beberapa siswa saat berjalan memasuki lorong untuk mencari kelas barunya.Desas-desus mulai terdengar bahwa dia menjuarai turnamen bela diri yang baru-baru ini digelar.


Bahkan OSIS yang biasanya tegas dan dingin pada setiap siswa,terutama yang melakukan pelanggaran sekecil apapun tiba-tiba menjadi ramah kepada pemuda tersebut.


Dan tak lama kemudian,bel masuk kelas berbunyi.Pemuda tersebut memasuki kelasnya dan tak selang lama,seorang guru pun memasuki kelas tersebut.


Guru tersebut memperkenalkan dirinya sebagai wali kelas mereka.Namun nampaknya pemuda tersebut yang duduk di bangku paling pojok kanan belakang tidak peduli mengenai ocehan wali kelasnya tersebut.Dia hanya melihat ke arah jendela yang dipenuhi embun dan tetesan air karena suasana diluar yang sedang hujan gerimis.


Dan kini saatnya wali kelas mereka untuk mengabsen setiap siswa di kelas tersebut.Satu persatu nama siswa disebut oleh sang wali kelas dan siswa yang disebut namanya mengangkat tangannya sambil menyerukan kata "hadir" dengan suara mereka masing-masing.Sampai kemudian-


"Absen 9....Favsion...."Ujar sang guru memanggil nama muridnya yang bernama "Favsion"


Pemuda di pojok kanan belakang kemudian mengangkat tangan kanannya ke atas.Namun dia tidak menyerukan "hadir" seperti yang lainnya.Hanya mengangkat tangan kanannya untuk menunjukkan keberadaannya.


Sang wali kelas nampak hanya memberikan tanda centang di kertas daftar absen yang dipegangnya sembari terus mengabsen yang lainnya.


...BRAAAKKKHH!!!!...


Tiba-tiba terdengar suara pintu yang dibuka dengan cepat dan kuat.Menghantam tembok di belakang daun pintu tersebut dan menciptakan getaran suara yang menggetarkan seisi ruangan.


"Maaf *hah* Pak,Saya *hah* Terlambat!"Kata seorang gadis yang nampak menunduk dengan tas hitam yang dibawanya dan napasnya yang terengah-engah.Nampaknya dia mengalami saat-saat yang sulit untuk sampai ke kelas ini.


"Hari pertama sudah telat....Kamu ini...."Sang wali kelas tampak tidak menoleh ke arah gadis tersebut dan mengeluarkan sebuah buku paket ekonomi dengan sampul hijau.



"Pak....Apa tidak ada permakluman?Ini hari pertama lho.... Apalagi lihat....Bajuku basah karena kehujanan...."Ujar gadis yang terlambat tersebut sembari menunjukkan bajunya yang basah.Dadanya terlihat dari balik bajunya yang sedikit transparan karena basah.


Sang wali kelas menghela napas dan kemudian berkata:"Duduklah....Dan siapa namamu?"


"Linda pak....Namaku Linda...."Sahut gadis berambut putih tersebut.


Sang wali kelas kemudian melihat-lihat kertas daftar absen dengan teliti dan mencari-cari nama "Linda".


"Hmmm....Linda ya?Absen 6....Duduklah di belakang....Ada 1 kursi kosong lagi disana..."Ujar sang wali kelas.


Gadis tersebut pun tanpa berbasa-basi lagi segera menuju ke bangkunya.Dadanya bergerak naik-turun tiap dia berjalan dan kini dia duduk di bangku tepat di sebelah Favsion.


"Yuhu....Siapa namamu?"Sapa Linda kepada Favsion.


Favsion hanya terdiam.


"Namaku Ehehe....Linda.... Seperti yang guru tadi bilang"Tambah Linda.


Favsion kemudian menghela napasnya dan kemudian berkata:"Aku Favsion...."


Favsion merasa harus balik memperkenalkan dirinya setelah Linda menyebutkan namanya kepadanya.


"Wah.... Favsion ya?Nama yang....Bagus....Dan kamu absen berapa?"Tanyanya lagi.Kali ini Favsion kembali bungkam.


"Bisakah yang di belakang tenang?"Tegur sang wali kelas yang ada di depan.Linda langsung menunduk dan menyembunyikan wajahnya di balik tasnya yang dia letakkan diatas meja.


"Salam kenal ya....Favsion~"


Bisik Linda.Dan setelah beberapa jam berlalu,Akhirnya tiba waktu pulang sekolah.Favsion kemudian pulang dan untungnya,Linda yang dianggapnya sebagai gadis yang sedikit aneh tidak membuntutinya.


Dan saat di tengah perjalanan pulang, Favsion melihat sekumpulan pemuda yang tengah mengelilingi sesuatu.Lebih tepatnya seseorang di pintu masuk sebuah gang.


"Huh?Ada apa itu?"Tanya Favsion dalam pikirannya.Tergerak oleh rasa penasarannya,Favsion mendekat perlahan dan mulai dapat mendengarkan percakapan mereka.


"Hei kau....Cepat berikan uangmu...."Ujar salah seorang pemuda dengan nada mengancam.


"Ta-Tapi.....Uang jajanku sudah..."Terdengar suara seorang gadis yang tampak tidak berdaya mencoba menjelaskan.


"Graahh!!!Sudah jangan banyak alasan!!Jika kau tidak menyerahkannya pada kami....Besok kami akan memukulimu di depan gerbang sekolah saat pulang sekolah...."Seru pemuda lainnya dengan nada mengancam.


"Kita pukuli saja sekarang...."Usul salah seorang dari mereka.Dan diikuti dengan sebuah tangan yang terangkat dan dalam keadaan mengepal.


Favsion dengan cepat menghampiri mereka dengan berjalan cepat lalu menarik tangan pemuda tersebut tanpa ragu hingga membuat pemuda tersebut kesakitan dan merasakan jika tangannya hampir saja patah.


"Aaww!!!Aww!!!Hey!!Apa yang kau lakukan?!?!Lepaskan!"Pekiknya.


Favsion langsung membanting pemuda tersebut ke tanah layaknya seorang ahli bela diri.Favsion kemudian berkata:"Kalian.... tidak seharusnya menindas seorang gadis....Jika kalian masih merasa menjadi seorang pria maka lawanlah aku...."


"Grrhh....Si Brengsek Ini!!!"Pemuda yang merupakan teman dari orang yang Favsion banting mulai tersulut emosinya dan langsung menyerang Favsion dengan gegabah diikuti oleh teman-temannya yang lain.


Favsion dapat menumbangkan mereka satu persatu.Sementara gadis berambut pirang yang berusaha dilindungi oleh Favsion terpana bukan main melihat Favsion yang telah membela dirinya.


Dan setelah mengusir pemuda berandalan itu pergi, Favsion kemudian menghampiri Felika dan bertanya:"Apa kamu tidak apa-apa?"



"E-Eh....Engghhh...Itu....Felika gapapa kok..."Jawab gadis tersebut dengan nada gugup.Tas dibelakang punggungnya sedikit bergetar pertanda jika Felika sebelumnya benar-benar ketakutan.


"Tenanglah.....Mereka sudah pergi untuk sekarang....Jika besok mereka mengganggumu lagi...Katakan saja padaku..."Ujar Favsion dengan ramah.Baik Felika maupun Favsion sama-sama menyadari jika mereka berasal dari sekolah yang sama.


"Ennghhh....Ano....Terima kasih....Senpai...Karena sudah menolong Felika...."Kata gadis yang diduga bernama Felika tersebut.


"Sama-sama....Namaku Favsion....dan namamu pasti Felika kan?"Tanya Favsion.


"Ehehe.....Iya Senpai....Aku ini murid baru di SMA Gehenna kelas 10 D...."Ujar Felika sembari tertawa kecil.


"Mau kuantar pulang?Siapa tau ada orang yang lebih berbahaya dari pemuda-pemuda tadi yang menghadangmu menuju ke rumah..."Tawar Favsion.


"Etto.... Sebenarnya.... Tidak per-"


"Aku memaksa...."Potong Favsion.Dan pada akhirnya Felika hanya bisa mengangguk kecil.


Favsion pun mengantar Felika menuju rumahnya.Dan tepat pada saat itu juga,Hujan yang sebelumnya telah reda datang kembali.Untunglah Favsion telah membawa payungnya dan memayungi dirinya sendiri serta Felika selama perjalanan.Dan merekapun sampai dengan selamat.


"Ehehe....Terima kasih banyak ya Favsion-Senpai.... Karena sudah mengantar Felika sampai ke rumah..."Ujar Felika berterima kasih sekali lagi kepada Favsion.


"Tidak apa-apa....Lain kali berhati-hatilah dengan orang-orang semacam itu...."Ujar Favsion sembari berbalik.Bersiap untuk pergi.


"Felika akan memberitahukannya kepada kak Hitomi....Dan Felika juga bakal menceritakan tentang Senpai.....Tapi untuk sekarang....Kak Hitomi lagi kuliah....Dan....Baru pulang malam....Besok kalau ada waktu Senpai mampir ya...."Jelas Felika panjang lebar.


Favsion mengangguk sambil tersenyum lalu menjawab singkat:"Tentu"


Favsion pun berbalik dan menuju ke rumahnya.Felika tampak melambai-lambaikan tangannya dari gerbang rumahnya.Favsion dapat merasakan sesuatu yang janggal dari Felika.Sebuah kekuatan yang tidak asing baginya terpancar dari Felika.


"Apa.....Ini hanya firasatku saja?"Gumam Favsion dalam batinnya.


...[BERSAMBUNG]...