
Sejak pertarungan Favsion melawan para Raja Iblis dan Catastrophe, Hampir seluruh sistem fungsional di kota tidak berjalan.Perbaikan bangunan dan jalan di kota memerlukan waktu setidaknya berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.
Meski keadaan telah mereda,Akan tetapi Favsion tidak bisa menghilangkan bayangan Dhika dari pikirannya serta Dark Orb yang menjadi sumber dari bencana sekaligus masalah yang timbul.
Dan waktu demi waktu berlalu, Favsion mau tidak mau harus kembali sekolah demi melanjutkan pendidikannya yang tinggal satu semester lagi.
Dan di perjalanan menuju ke kelasnya,Ia melihat Linda yang juga tengah berjalan menuju ke kelas.
"Selamat pagi,Linda...." Sapa Favsion setelah sekian lama tidak berjumpa dengan Linda.
"Eh?Favsion.....Wah....Udah lama ya gak ketemu....Gimana kabarnya??" Tanya Trivia.
"Yah....Begitulah...." Jawab Favsion sambil mengangkat bahunya.
Trivia tersenyum,lalu berkata :"Hehehe....Pasti kamu diam saja di rumah gara-gara belakangan ini banyak kejadian aneh.....Waktu itu saja ada hujan meteor,ya kan?"
"A-Aaaaa.....Ya....Hujan Meteor...."Jawab Favsion dengan sedikit gugup,Nampaknya hanya dia dan trio magi saja yang tau jika kejadian itu adalah Catastrophe yang dibuat oleh para iblis.
Bel masuk kelas pun berbunyi,Linda dan Favsion segera masuk ke kelas.Namun di luar ekspektasi,Hampir seluruh mata pelajaran hari itu tidak diisi.Guru-guru banyak yang tidak datang ke kelas dimana mereka seharusnya mengajar.
Dan Favsion juga menyadari jika Rey tidak sekolah hari itu.Linda berkata jika Rey izin keluar kota selama beberapa hari.Hari demi hari berlalu,Sekolah makin terasa membosankan bagi Favsion.Guru yang mengajar semakin sedikit dan mungkin itu karena mereka mengungsi atau bahkan pindah tugas ke sekolah lain diluar kota yang lebih aman.
Suatu hari, Favsion dan Linda tengah berbincang satu sama lain di kelas yang kosong pada saat jam istirahat.Keduanya duduk di dekat jendela dengan kursi masing-masing dan berbagi satu meja yang sama.
"Jadi.....Favsion.....Apa setelah lulus nanti kamu akan kuliah atau apa??"Tanya Linda membuka pembicaraan.
Lagi-lagi Favsion menjawab dengan datar dan hanya mengangkat bahunya untuk memberikan penekanan.
"Entahlah" Kata singkat itu keluar dari mulut Favsion sebagai jawaban.
"Yah.....Kalau aku rencananya akan kuliah....Tapi belum tau dimana.....Tapi kalau bisa sih....Satu universitas denganmu.....Ehehe~" Ujar Linda sembari tertawa kecil.
Dan kemudian Trivia berkata lagi :"Oh ya Favsion.....Aku penasaran tentang dimana rumahmu....Kapan-kapan ajak aku kesana ya....Ehehe....Kalau boleh~💕"
Favsion menghela napas dan menjawab :"Yah.... Kapan-kapan...."
Favsion kemudian memalingkan wajahnya dari Trivia dan melihat ke luar jendela.Suasana kota jadi lebih sepi,Banyak orang yang merasa tidak aman di kota tersebut memutuskan untuk pindah ke kota lain demi keamanan.
Favsion jadi merasa sedikit bersalah,Karena ialah yang memancing masalah-masalah tersebut datang.Karena dia adalah seorang Dimension Traveler dan tentunya ia sangat dibenci dan diburu oleh para Iblis dan pengacau realitas lainnya.
Perasaan bersalah Favsion tersapu hampir seketika seperti pasir yang tergulung ombak begitu ia melihat ke atas sebuah gedung.Ia melihat sosok dengan pakaian serba hitam dan tengah berdiri di atap gedung tersebut.
Favsion merasakan aura yang tidak biasa dari sosok gadis tersebut.Sementara gadis di atap gedung tersebut juga memperhatikan Favsion dan Linda dari kejauhan.
"Jadi benar kata pria aneh itu,Dimension Traveler sudah mulai muncul kembali.....Aku akan rebut kembali kejayaan yang diambil oleh mereka.....Nantikan pembalasan dendamku......"
Gadis misterius tersebut mengibaskan jubahnya dan berbalik,Menghilang dari pandangan Favsion.
Favsion yang merasa was-was terus memperhatikan atap gedung tersebut,Sampai Linda menegurnya :
"Lho,Favsion?Kenapa bengong?"
Favsion refleks menoleh ke arah Linda dan menjawab :"Oh?Bukan apa-apa....Hanya saja suasana kota jadi lebih sepi sekarang sejak hujan meteor itu...."
"Yah,Kamu tidak salah sih Favsion....."
...*SEMENTARA ITU,DI KASTIL INFERNO....*...
...*ISTANA PARA RAJA IBLIS*...
Dhika dan Lisa menerobos masuk ke dalam ruang tahta di dalam istana dan dihadang oleh beberapa penjaga istana.
"Apa yang kalian lakukan disini?!?Hanya kesembilan Raja Iblis yang boleh memasuki ruangan ini!!"
Bentak salah satu penjaga.
"Kalian pergilah!!Atau kalian akan berurusan dengan paduka Raja Iblis!"
Hardik penjaga lainnya sembari mengacungkan tombaknya yang terbuat dari batuan panas.
Dhika yang mendengar itu memegangi wajahnya sendiri dengan tangan kanannya,lalu tertawa seperti orang tidak waras.
"Haha.....AHAHAHAHA!!!!Paduka Raja Iblis kalian bilang?!?!HAHAHA!!!Asal kalian tau....Mereka sudah....MATI!"
Para penjaga tertegun mendengar hal tersebut.Salah satu dari mereka mulai ikut mengacungkan tombaknya kepada Dhika dan berseru : "Mustahil!!Kami tidak percaya!!"
Dhika sempat terkekeh dengan reaksi para penjaga istana,Sebelum kemudian ia menunjukkan kesembilan jiwa Raja Iblis yang ada di tangannya.
"Kurasa kalian akan percaya setelah melihat ini....Kihihihi" Ujar Dhika sambil memain-mainkan jiwa sembilan Raja Iblis yang melayang-layang di tangannya tersebut.
Para penjaga istana kini seluruhnya mengacungkan tombak mereka kepada Dhika dan Lisa.
"Dasar pengkhianat busuk!!Beraninya kau melakukan kudeta secara terang-terangan!!Semuanya,Serang!!!" Salah seorang penjaga berteriak memberikan aba-aba kepada yang lain untuk menyerang Dhika dan Lisa.
Merekapun maju serentak ke arah Dhika dan juga Lisa.Namun Dhika terlihat tenang dan hanya menjentikkan jarinya,Dan lalu Lisa merentangkan tangannya ke depan,Dan muncullah puluhan bayangan di bawah mereka yang langsung menusuk tubuh mereka hingga mereka mati seketika.
Dhika kemudian berkata kepada Lisa :"Ambillah semua jiwa mereka,Lisa....Dark Orb mu membutuhkannya....."
Lisa tersenyum dan mulai mengambil jiwa-jiwa dari semua penjaga istana yang telah mati tersebut satu-persatu.Dhika berjalan ke arah singgasana yang berjejer dan tepat berjumlah sembilan.Dhika lalu menendang delapan singgasana lainnya dan menyisakan satu singgasana di tengah sebelum kemudian ia duduk dan berkata dengan angkuh :
"Kini,Hanya ada satu Raja Iblis di neraka ini....Yaitu aku"
Dhika menatap ke arah semua penjaga istana yang terkapar tidak bernyawa tersebut.
"Aku akan memerlukan penjaga untuk menjaga istana ini yang jadi milikku sekarang...."Gumam Dhika yang bergema di ruang tahta tersebut.
Lisa yang telah selesai menyerap semua jiwa para penjaga tersebut kemudian menjawab :"Apa susahnya?Kita punya Dark Orb....Kita bisa mencari dan mengendalikan bawahan yang setia dan loyal.....Dan mereka juga akan menjadi pengumpul jiwa.Seperti kita berdua,Tuan Dhika~"
Dhika yang mendengar hal itu mengusap-usap dagunya sendiri sebelum senyum licik terbentuk di wajahnya.Ia kemudian berdiri dari singgasana tempatnya duduk.
"Kau benar,Lisa....Aku punya Dark Orb dan bisa merekrut anak buah baruku sesuka hatiku!!!Hahahaha!!!Dan tidak seperti para penjaga istana yang lemah itu....Kita akan punya kelompok terkuat di neraka dan bahkan terkuat di dunia ini!!!BWAHAHAHAHA"
Ujar Dhika sembari tertawa lepas.Lisa hanya tersenyum sambil berlutut di hadapan Dhika.
"Kita akan mengacaukan dunia ini,Dan membuat dunia baru kita sendiri!!Mwahaha!!!Kita para pengacau dunia....."
Dhika mengambil jeda sejenak sebelum ia kemudian tersenyum jahat dan bergumam dengan suara yang lebih pelan.
"Dan aku akan menamainya sebagai.....Chaos Brigade~"
...[BERSAMBUNG]...