![Different Fate [SEASON 1]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/different-fate--season-1-.webp)
BRAKK!
"PAPA! "
Hosh.. Hosh..
Dapat kulihat wajah terkejut kedua orang yang berada di ruangan ini. Jujur saja bahkan aku sendiri pun tidak percaya apa yang ku lakukan.
Semenjak kemarin sore aku mendapatkan surat dari Antoni– oh, maksud ku bibi ku. Aku tidak bisa tidur semalaman karena memikirkan itu.
"Nona, ada apa? " Rey bertanya dengan heran menyadarkan ku dari lamuan.
Oh, astaga! Hampir saja aku melupakan tujuan awal ku!.
"Papa, aku mendapatkan surat dar–"
"Surat? Apakah dari seorang pria yang ingin melamar mu? " suara nya terdengar tajam dengan tatapan laser nya.
Uh.. Papa, dengarkan aku dulu. Jangan asal menyimpulkan dong!
Lagi pun aku masih berusia tujuh tahun!
"bukan papa, bukan!! Surat itu dari Bibi! Dia bilang dia akan berkunjung kemari! " jelasku mengebu-ngebu.
"Oh, lalu? " dasar, papa kenapa malah balik tanya sihhh!
"Bagaiman jika nanti bibi justru tidak menyu–"
"Siapa yang membenci mu?! "
aduh, papa ku tersayang... Bisa tidak untuk tidak memotong ucapan ku!?
"Bibi.. Nanti jika dia membenci ku seperti pelayan itu bagaimana? " dengan kesabaran ku yang setipis bulu ayam ini aku mencoba bernegosiasi dengan papa es balok ku ini.
Oh, bicara soal pelayan, bagaimana kah kabar nya?
"ohya, papa bagaimana keadaan pelayan itu? " tanya ku penuh dengan rasa penasaran.
Eh? Kenapa atmosfer ruangan ini mendadak menjadi berat?
"P-papa? "
"Aku sudah memulangkan nya. Tenang saja. Dia berada di tempat yang aman. " jawaban nya entah kenapa justru terkesan mengerikan..
Aku hanya mengangguk patah patah. Rey yang berada di belakang papa menatap papa dengan ekspresi yang aneh dan absurd. Entah apa maksud nya. Mendadak aku lupa tujuan awal ku dan justru ikut sarapan bersama papa.
•••
"Selamat datang Countess Lazzer" para pelayan mememberi hormat kepada bibi ku yang baru saja keluar dari kereta kuda.
Kalau dilihat bibi ku ini memang tergolong cantik sih. Surai hitam nya disangul rapi dengan hiasan mawar. Gaun nya berwarna hitam dengan list merah dan renda hitam. Tak lupa ia membawa kipas lipat nya juga.
Hah.. Bahkan aku pun dipaksa mengunakan gaun berenda ini hanya untuk menyapa nya!
"Selamat datang bibi" aku pun segera memberi nya salam khas bangsawan kepada bibi ku.
"Hm.. " dapat ku lihat bibi ku menatap ku dengan sinis. Mencoba mengintimindasi ku.
".. Apakah ada yang membuat bibi tidak nyaman? " tanya ku masih dengan wajah tenang.
"tidak ada. " jawaban yang cukup singkat dan dingin.
Memang ya, entah sekarang atau dulu dia sama sekali tidak berubah. Dia tetap membenci ku. Aku sih tidak terlalu peduli. Aku pun tidak terlalu menyukai nya.
"Hey, kau cepat antar aku ke adik ku! "
"Ah, b-baik Countess.. " pelayan yang ditunjuk nya segera mengantar Antoninia ke ruang kerja papa.
Uh, padahal kemarin aku tidak sempat bersama papa seharian! Dasar jahat! Kenapa papa lebih memilih berkencan dengan tumpukan kertas dari pada menghabiskan waktu bersama ku?!
Huh! Aku ikuti bibi saja lah...
Tok..! Tok...!
"T-tuan duke, s-saya membawa nyonya Countess"
"biarkan dia masuk" terdengar suara dari dalam ruangan. Itu pasti papa!
Ceklek..
"Hai adik ku" Antonina memulai pembicaraan setelah pelayan tadi pergi.
"Apa yang kau lakukan kemari " papa bertanya dengan dingin.
Huh?
Tubuh ku terasa melayang. Ini pasti sihir angin. Tidak ada seorang pun yang berani menyihir ku kecuali papa!
Brukk.
Tubuh ku pun jatuh ke pangkuan nya bersaman dengan sihir yang menghilang. Kulirik bibi ku terlihat terkejut. Seperti nya dia kaget dengan perlakuan papa kepada ku.
"Ekhem. " Antoninia berdehem untuk meredakan keterkejutan nya.
"Apakah tidak boleh aku menjenguk keponakan ku yang kemarin baru saja siuman? "
Papa mengeratkan kepalan tangan nya.
"Putri ku tidak membutuhkan itu"
Uaw papa,,, kau the best! Ternyata rasa sayang papa jauh lebih besar dari pada yang ku bayangkan...
Selang beberapa menit, papa dan bibi mulai beradu tatap. Di kepala ku mereka terlihat seperti serigala dan elang yang saling menatap tajam.
Uh.. Papa.. Sudah lah.
"Nona" Rey memberikan ku boneka kelinci yang seharusnya berada di kamar kepada ku.
Hm? Bukanya boneka itu sengaja ku letakan di kamar? Kenapa berada di Rey? Huh sudahlah.
Kuambil boneka kelinci itu dari Rey dan memeluk nya. Boneka ini adalah hadiah dari papa saat usia ku 6 tahun.
Oh, sekarang sudah siang hari rupanya..
Sret
"Rin lapar.. " ujar ku sembari mengeluarkan jurus andalan ku, puppy eyes ku yang sudah overdosis imut ini kali ini tidak akan ku biarkan papa tidak terpanah oleh keimutan ku!
"...." papa menatap ku datar sebelum akhirnya mengagguk.
Yes! Setidak nya aku bisa pergi dari kedua orang yang sedang menatap sengit satu sama lain itu!
•••
AUTHOR POV
Suara dentingan alat makan mengisi keheningan di ruang makan itu. Beberapa pelayan berbaris rapi siap melakukan apa yang diperintahkan. Disanalah Catherine, Leonard dan Antonina berada.
"Oh ya, kudengar kau menghukum pelayan yang meracuni putri mu? " Antonina bertanya memecah keheningan.
"Oh, kau tidak perlu khawatir kak. Dia sudah ku pulangkan. " Leonard berkata dengan tenang.
Sedangkan Rey, mengalihkan perhatian nya ke luar jendela sembari menghela nafas.
'Hah.. Semoga saja nona tau jika yang di maksud kan itu bukanlah di pecat melainkan sudah di bunuh oleh tuan'
"Ap.. " wajah Antonina mendadak menjadi terkejut sekaligus marah.
Brak.
Antonina segera beranjak dari meja makan dan keluar dengan penuh amarah.
Wajah mengerikan Antonina membuat para pelayan dan pekerja mansion menelan salvia nya.
"Cepat jalan" perintah Antonina dengan nada yang keras.
"B-baik.. " kusir kereta kuda dari kediaman Count Lazzer itu pun segera memacu kuda nya dengan cepat pun pergi dari kediaman Duke Orzsebet.
Di sisi lain, Ruang makan..
Catherine melihat kejadian tersebut lewat jendela besar yang terdapat di ruangan itu. Catherine duduk di depan jendela sembari di pangku oleh sang papa.
"Ck, lebih baik kau tidak dekat dekat dengan semut itu" ujar Leonard kesal.
"Se.. Semut papa? " Catherine bertanya dengan polos nya.
"ya"
"pftt.. " Catherine melihat Rey memalingkan wajah nya seperti menahan tawa. Begitupun para pelayan.
Apa yang lucu? itulah yang tersirat dari tatapan Catherine.
"papa, setelah ini papa ada waktu? " Catherine menoleh ke arah papa nya.
"Tidak, ada rapat di istana nanti. Para pejabat licik itu benar benar seperti anjing. Rasanya aku ingin memenggal mereka di Guillotine." Ucapan Leonard mungkin terlihat santai, namun berhasil membuat para pelayan, Rey dan juga Catherine merinding.
"ah ya, Nona, bukankah anda ada pelajaran sejarah hari ini? " Ahnna yang entah dari mana muncul tiba tiba saja bertanya.
"Ahnna! Rin rindu Ahnna! " Catherine langsung memeluk ibu asuh nya dengan girang. Ahnna membalas pelukan Catherine dengan hangat.
Atmosfer yang tadinya berat pun kembali ringan dan harmonis.
'Hah.. Kami selamat. Nona menyelamatka kami kambali! '
•••
CATHERINE POV
Brukk
"hah.. " aku menghempaskan tubuh ku ke kasur kesayangan ku sembari memeluk bantal.
Pelajaran sejarah kali ini sedikit membosankan.
Apa besok aku meminta papa membolehkan ku mengambil pelajaran berkuda...?
Huh, sudahlah kita pikirkan itu nanti. Sekarang, saatnya membaca buku yang tadi sempat ku pinjam!
"Nona, tidur lah. Sudah malam..." Ahnna mengingat kan ku sebelum aku sempat mengambil buku yang berada di nakas.
"Uh.. Baik.. " aku mengiyakan saja dengan setengah hati, kurebahkan tubuh ku ke kasur sedangkan Ahnna menyelimuti ku hingga leher.
"selamat malam nona"
"um.. "
Blam!
Satu menit..
Dua menit...
Tiga men–
Srak!
"hehehe.. Saatnya membaca buku! " Aku menyalakan lentera yang ku sembunyikan di bawah kasur dengan sihir dan aku mulai membuka buku dengan hati hati.
Aku sangat senang, ini karena pada lingakaran sihir di buku itu, tertulis tentang pemanggilan roh jin!
'Ya tuhan! '
Aku tidak bisa menyembunyikan hari yang menyenagkan ini.
Jadi, pada dasar nya roh roh itu kesepian. Mereka takut dilupakan orang orang karena tidak ada yang dapat melihat mereka.
Aku melempar buku itu dengan penuh semangat. Membuat Debu berjatuhan dari buku itu.
Ada bermacam macam kontrak di dalam nya, tapi ada juga kontrak yang tidak dapat dibaca karena tintanya tercoreng atau terhapus.
Aku sedikit kecewa dengan itu, tetapi aku dapat merasakan jantung ku berdetak kencang Ketika aku melihat 'kontrak pemanggilan roh yang lebih rendah jin'. Tertulis pada halaman pertama dari daftar.
Aku tidak tau seberapa banyak keterampilan yang ku miliki sekarang.
Tapi, jika memanggil roh tingkat junior...
Mungkin aku dapat melakukan nya?
-TBC-